Mengikuti jejak berbagai bank lainnya, Maybank akhirnya ikut menambahkan pembatasan perolehan poin untuk transaksi di berbagai kategori.
Walaupun tidak ringan, pembatasannya bisa dibilang sesuai standar beberapa penerbit lain sehingga hanya mengubah sebagian value proposition berbagai kartu kredit Maybank.
Anda dapat melihat syarat dan ketentuan lengkapnya di situs web Maybank, namun berikut ringkasannya:
Pembatasan Perolehan Poin Kartu Kredit Maybank (September 2026)
Perubahan ini berlaku bagi semua kartu kredit Maybank, baik yang memperoleh TREATS Points (Maybank Visa Infinite, BMW/MINI, Visa Platinum, JCB Platinum, Manchester United, Mastercard Platinum) atau reward TREATS dalam bentuk lain (Celebrity Fitness/Fitness First dan White Card).
- Perubahan ini berlaku efektif 10 September 2026.
- Perolehan TREATS dari transaksi berikut akan berubah:
| MCC | Jenis | Contoh | Sebelum | Sesudah |
| 4111 | Transportasi (komuter lokal) | KAI (termasuk aplikasi KAI Access) Bus/MRT di Singapura | Perolehan normal | Tidak dapat poin |
| 4112 | Transportasi (kereta api) | Kereta cepat Indonesia China KAI Bandara (Railink) Japan Railway (JR) | ||
| 4121 | Transportasi (taksi) | Bluebird Grab (termasuk GrabFood di Indonesia) Gojek (termasuk GoFood) | ||
| 4131 | Transportasi (bus) | Damri | ||
| 4784 | Transportasi (tol) | Belum ada di Indonesia | ||
| 5300 | Belanja grosir | Alibaba Hari Hari Swalayan IKEA Superindo (tertentu; kadang bercampur dengan 5411) | ||
| 5541 | SPBU (Pom bensin dilayani) | BP Pertamina (termasuk aplikasi MyPertamina) Vivo | ||
| 5542 | SPBU (Pom bensin swalayan) | Pertamina (SPBU tertentu) | ||
| 5814 | Restoran (Restoran cepat saji) | Rintisan direct McDonald’s Berbagai restoran (kadang bercampur dengan 5812) | ||
| 7523 | Parkir | Valet mall | ||
| 7542 | Tempat cuci mobil | Autoglaze | ||
| 7832 | Hiburan (Bioskop) | CGV Cinepolis XXI | ||
| 7841 | Hiburan (Sewa video) | Vidio (direct; bukan dari Google) YouTube Premium | ||
| 7994 | Hiburan (Tempat video game) | Playtopia Timezone | ||
| 8221 | Pendidikan (Sekolah dasar dan menengah) | Sekolah Cikal Stella Maris School | ||
| 8220 | Pendidikan (Universitas) | Universitas Pelita Harapan Stanford GSB | ||
| 8241 | Pendidikan (Pendidikan daring) | Goethe Institut | ||
| 8244 | Pendidikan (Sekolah bisnis) | Belum ada contoh | ||
| 8249 | Pendidikan (Sekolah kejuruan) | Belum ada contoh | ||
| 8299 | Pendidikan (Lain-lain) | YPP Pahoa | ||
| 8398 | Donasi (Organisasi sosial) | Kitabisa GoFundMe | ||
| 9211 | Pajak (Pengadilan) | Belum ada di Indonesia | ||
| 9222 | Pajak (Denda) | Belum ada di Indonesia | ||
| 4900 | Utilitas (Tagihan listrik, gas, air, kebersihan) | Blibli (tagihan listrik) DANA (tagihan listrik) PLN Mobile Shopee (tagihan listrik) Tokopedia (tagihan listrik) | Perolehan normal (maksimal Rp10 juta/bulan/kartu) | |
| 9311 | Pajak (Pembayaran pajak) | OnlinePajak Tokopedia (penerimaan negara) | Tidak dapat poin | |
| 9399 | Pajak (Pemerintah lain-lain) | E-visa Indonesia Visa Australia | ||
- Transaksi yang sebelum perubahan ini sudah tidak memperoleh TREATS Points adalah:
- Maybank XBill (autodebit dari pihak bank) untuk PLN dan Telkom,
- Maybank XCash (dana tunai dari limit kartu) dan balance conversion,
- Transaksi yang diubah menjadi cicilan,
- QRIS dengan sumber dana kartu kredit, termasuk melalui pihak ketiga, dan
- Pajak (kode kategori merchant 9311, 9399)
Pendapat
“Tak ada uang, tak ada reward berlaku juga untuk Maybank”
Saya tahu ada cukup banyak pembaca yang tentu menganggap ini devaluasi besar, terlebih bagi Anda yang sudah terbiasa menggunakan kartu kredit Maybank untuk bertransaksi di berbagai kategori di atas seperti kereta api maupun pendidikan.
Dengan perubahan ini, Maybank berubah dari salah satu bank yang paling akhir membatasi transaksi di sedikit kategori menjadi salah satu penerbit yang ikut-ikutan membatasi kategori transaksi dalam skala besar.

Di sisi lain, saya menganggap perubahan kali ini masih relatif sesuai perkiraan.
Kenapa seperti itu?
- Pemberitahuannya masih sesuai standar, dalam arti masih diumumkan lebih dari 1 bulan di awal,
- Semua kategori yang dibatasi tersebut masuk dalam kategori dengan interchange (jumlah yang diterima penerbit kartu – ini berbeda dengan MDR (merchant discount rate) yang dikenakan ke merchant) yang lebih rendah dari transaksi umum, dan
- Kalau harus fair saya sedikit sebal juga dengan pembatasan di MCC 5300 dan 5814 karena kadang dipakai juga oleh merchant yang seharusnya di MCC 5411 (supermarket) atau 5812 (restoran), tapi itu antara merchant dan bank acquirer (penerima pembayaran, simpelnya yang tertera di EDC) jadi kita hanya bisa terima nasib.
- Lebih penting lagi, earn rate yang membuat kartu-kartu terbitan Maybank masih cukup terkenal di dunia poin dan miles di Indonesia belum ikut dipangkas lagi.
Sebagai perbandingan, di luar negeri sendiri Maybank juga sama-sama memberikan batasan di berbagai kategori terutama dengan interchange rendah seperti:
| Kategori | Singapura | Malaysia |
| Utilitas | Tidak dapat poin | Dapat poin lebih sedikit |
| Pemerintah/pajak | Tidak dapat poin | Tidak dapat poin |
| Quasi-cash atau melalui dompet digital | Tidak dapat poin | Tidak dapat poin |
| Donasi | Tidak dapat poin | Dapat poin standar |
| Pendidikan | Dapat poin standar | Dapat poin lebih sedikit |
| Asuransi | Tidak dapat poin | Dapat poin lebih sedikit |
Bukan hanya itu, di Indonesia sendiri tren serupa juga sudah terjadi sepanjang beberapa tahun terakhir. Saya tidak bisa membocorkan persis dokumen daftar interchange-nya, tapi sebagai referensi:
- Pembatasan dengan kategori yang (hampir) sama persis dilakukan juga oleh Bank Mega, dan
- Bank penerbit kartu lain juga berbondong-bondong tidak lagi memberikan reward untuk transaksi di beberapa kategori yang jumlah transaksinya besar tapi sekaligus memberikan interchange rendah seperti utilitas dan pemerintah, walaupun kebanyakan tidak ikut membatasi sampai betul-betul ke semua kategori dengan interchange lebih rendah.
Walaupun bank penerbit kartu memang juga mendapatkan uang dari biaya tambahan maupun bunga, kalau mereka bisa sampai rugi di tiap transaksi hanya karena menerbitkan reward pilihannya hanya ada 3: ambil untung dari biaya tambahan, subsidi silang (baik dari kategori merchant lain, kartu lain yang kurang menarik, atau bahkan dari produk non-kartu kalau dilihat secara per nasabah), atau seperti sekarang perolehannya tentu harus ikut disesuaikan 😀

Baca juga: Review Kartu Kredit Maybank Visa Infinite
Baca juga: Review Kartu Kredit Maybank BMW/MINI
Alternatif Kartu
Bahkan dengan pembatasan tersebut, berbagai kartu kredit terbitan Maybank seperti Maybank BMW/MINI atau Maybank Visa Platinum masih memiliki perolehan poin yang cukup bagus di kelasnya untuk transaksi di luar kategori spesial tersebut. Selain itu, pembatasan penukaran poin menjadi airline miles-nya juga masih relatif longgar dibandingkan dengan beberapa penerbit kartu lain.
Ini artinya, pembatasan ini harusnya bukan menjadi alasan bagi Anda untuk tidak mengajukan, atau lebih parahnya lagi berbondong-bondong menutup kartu kredit Maybank.
Berikut rekomendasi kartu yang bisa digunakan untuk menyiasati pembatasan dari Maybank, khususnya untuk pengeluaran di beberapa kategori yang baru saja dibatasi:
Informasi lengkap tentang daftar pembatasan kartu kredit di Indonesia untuk berbagai kategori merchant dan juga merchant atau kartu alternatif untuk “mengakali” pembatasan tersebut kami bagikan eksklusif bagi alumni PinterPoin Masterclass di bagian akhir materi.
Listrik dan Pemerintah
Transaksi di kategori listrik maupun pemerintah biasanya menjadi sasaran utama karena interchange yang didapatkan sangat sedikit (sebagai referensi, dari data interchange Visa AS interchange untuk transaksi kategori utilitas dihitung flat per transaksi, tidak peduli nominal transaksinya), apalagi mengingat dalam beberapa kasus (baca: non-personal) jumlah transaksinya bisa sangat besar dan poin hampir selalu dihitung berdasarkan kelipatan transaksi.
Selain itu, sebetulnya sebagai perorangan Anda seharusnya tidak terlalu sering perlu membayar langsung ke pemerintah (misal, paspor elektronik 10 tahun pun hanya dikenakan Rp950.000 apabila diproses normal, sedangkan PPh perorangan biasanya sudah dipotong oleh pemberi kerja).
Dengan berbagai situs e-commerce seperti Shopee ataupun Tokopedia sudah memisahkan MCC transaksi pembayaran listrik maupun pemerintah dengan transaksi lain, alternatif yang lebih masuk akal saat ini terutama untuk tagihan listrik dalam jumlah besar adalah membayar dengan kartu yang belum membatasi transaksi listrik maupun pemerintah seperti:
- CIMB Niaga (terutama kartu CIMB Accor World; perolehan poin ALL setara cashback sekitar 2% sampai 2x limit/kartu/bulan)
- MNC Bank Citilink Visa (Rp10.000/LinkMiles untuk transaksi government, sampai Rp100.000.000/bulan)
- BRI Paper.id UNIVERSECARD (Rp8.333/GarudaMiles, sampai 2x limit/bulan)
Apabila Anda melihat serangkaian berita devaluasi 2-3 tahun ke belakang, daftar kartu yang belum membatasi transaksi listrik saat ini semakin berkurang karena banyak penerbit kartu sadar interchange transaksi utilitas sangat kecil (dan beberapa dari mereka sudah terkena devaluasi masif seperti CIMB Niaga dan Danamon).
Ini artinya, bisa dibilang “new normal” dalam membayar listrik dengan kartu kredit adalah menerima earn rate yang berkurang cukup signifikan walaupun ada, walaupun pastinya jauh lebih baik daripada dapat terima kasih.

Transportasi Lokal
Walaupun transportasi lokal juga ikut dibatasi oleh beberapa penerbit kartu seperti Mandiri maupun HSBC, untungnya sebagian besar penerbit kartu masih belum ikut membatasi kategori tersebut.
Memang di satu sisi jumlah transaksinya tidak terlalu besar sampai sebagian besar penerbit belum merasa perlu membatasi, tapi justru karena itu masalahnya berubah menjadi kelipatan transaksi. Beberapa penerbit kartu seperti CIMB Niaga atau (lebih parah lagi) MNC Bank maupun BRI memiliki kelipatan transaksi yang sangat besar, sehingga transaksi kecil seperti itu sering efektifnya tidak memperoleh poin sama sekali. Oleh karena itu, pertimbangkan untuk memakai kartu yang kelipatan transaksinya relatif kecil seperti Danamon maupun UOB.

Pendidikan
Dari antara semua penerbit kartu di Indonesia belum ada yang memberikan perolehan poin spesial untuk transaksi di kategori pendidikan, sehingga Anda sepenuhnya bergantung pada perolehan poin standar.
Ini artinya, dengan asumsi banknya belum membatasi transaksi kategori pendidikan saya bisa menyarankan:
- Pendidikan di dalam negeri: Gunakan kartu dengan perolehan standar yang cukup bagus seperti UOB Zenith, atau
- Pendidikan di luar negeri: Gunakan kartu dengan kurs yang cukup bersahabat dan perolehan transaksi di luar negeri yang menarik seperti:
- Kartu Kredit Jenius (1,5% markup, Rp6.000/LinkMiles),
- BCA American Express Platinum (hampir 0% markup, Rp7.500/mile JAL Mileage Bank), atau
- CIMB Niaga ALL World (1,25% markup, poin ALL setara 6%).

Baca juga: Review Kartu Kredit Maybank JCB Platinum
Baca juga: Review Kartu Kredit Maybank Manchester United
Penutup
Maybank akan membatasi perolehan poin untuk transaksi di berbagai kategori efektif 10 September 2026.
Walaupun nampak sekilas seperti bank-bank lain yang ikut melakukan pembatasan serupa, sebetulnya pembatasan tersebut hanya mengi
Bagi Anda yang sering bertransaksi di kategori yang baru-baru ini dibatasi, jangan lupa untuk mempelajari trik menyiasati pembatasan tersebut agar transaksi Anda di kedua kategori tersebut masih tetap bisa membawa Anda terbang dengan biaya murah atau bahkan gratis.

Transaksi e-commerce seperti Shopee + Tokped, lalu transaksi di luar negeri, apakah sekarang juga tidak mendapat poin?
Halo Prianka,
Masih dapat, dengan asumsi tidak di kategori yang dikecualikan.