outdoor, langit, bangunan, tanaman, Arsitektur jepang, rumah, Arsitektur Tiongkok, properti, tanah, kuil

Next Trip: Taiwan, Jepang, Thailand, dan Korea Selatan!

Setelah hiatus liburan ke luar negeri untuk beberapa saat (akibat diet), saya akhirnya kembali merencanakan trip liburan saya selanjutnya yang meliputi 4 negara di kawasan Asia yaitu Taiwan, Jepang, Thailand, dan Korea Selatan!

Pertama-tama, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Eric Valega yang berhasil ‘menghasut’ saya untuk terbang Japan Airlines First Class rute Tokyo (HND) ke Bangkok (BKK).

Tanpa ide brilian dari Eric, saya rasa trip ini tidak akan terjadi karena salah satu tujuan utama saya adalah terbang di JAL First Class yang legendaris.

perahu, dalam ruangan, pesawat, lantai
Saya akan terbang Japan Airlines First Class!

Kenapa saya bela-belain terbang JAL First Class ini? Simpel, seluruh kontributor PinterPoin sudah pernah terbang di JAL First Class internasional kecuali saya. Jadi, boleh dibilang ego saya sudah meraung-raung untuk terbang di JAL First Class.

  • Paulo pernah terbang JAL First Class Rute Tokyo Narita (NRT) – Chicago (ORD). Baca ulasannya di sini (part 1), di sini (part 2), dan di sini (part 3).

  • Terakhir, Eric sang penghasut (untungnya positif) pernah terbang JAL First Class Rute Tokyo Haneda (HND) – Bangkok (BKK). Baca ulasannya di sini.

Anyways, sama seperti Eric, saya juga menukarkan 51.500 British Airways Avios + pajak kurang lebih Rp2.424.000 untuk bisa terbang di JAL First Class ini.

Untungnya Avios sendiri merupakan salah satu transfer partner AMEX US dan kebetulan pada saat itu ada bonus 30% penukaran poin AMEX US menjadi British Airways Avios sehingga saya tidak pikir panjang untuk menukarkannya.

Jika dipikir-pikir kembali, saya hanya memerlukan 39.700 poin AMEX US (sebelum bonus 30%) untuk bisa terbang First Class Japan Airlines dengan durasi ±6 jam dan hal tersebut menurut saya adalah great deal.

teks, cuplikan layar, Font, nomor
Saya membayar 51.500 Avios + tax 2,4 juta untuk penerbangan ini

Bagian yang sulit dari merencanakan trip ini adalah bagaimana pergi ke Jepangnya karena seperti yang kita tahu, Jepang sedang sangat naik daun dan hampir seluruh penerbangan menggunakan poin ke Jepang itu full.

Saya juga tidak mungkin menggunakan jatah ANA dari CIMB Niaga JCB Ultimate karena di tanggal tersebut ANA fare class ‘Z’ tidak tersedia.

Lantas, apa yang tersedia? Untungnya EVA Air business class dengan poin tersedia šŸ™‚

teks, cuplikan layar, nomor, Font, tampilan, software
Saya akan terbang EVA Air ke Jepang

Jadi, saya menebus 25.000 EVA Air Miles + tax 1,3 juta untuk bisa terbang dari Jakarta ke Tokyo sehari sebelum penerbangan First Class JAL tersebut. Menurut saya, ini juga merupakan great deal karena seperti yang saya pernah tulis, salah satu penggunaan terbaik EVA Air Miles adalah penerbangan intra-Asia sejauh mungkin.

Setelah itu, saya akan terbang menggunakan Cathay Pacific dari Bangkok (BKK) ke Seoul (ICN) yang mana merupakan sweet spot tersendiri dan pulangnya dari Korea saya akan terbang dengan Cathay Pacific lagi ke Surabaya untuk menghabiskan Asia Miles saya sebelum devaluasi.

dalam ruangan, kendaraan, Sandaran tangan, dinding, kursi
Saya banyak menukarkan Asia Miles untuk penerbangan Cathay Pacific sebelum devaluasi

Akomodasi

Saya tidak akan terlalu sering mengambil leisure trip kedepannya, namun ketika saya mengambilnya, saya ingin membuat trip tersebut berkesan. Salah satunya adalah dengan menginap di hotel yang mevvah.

Oleh karena itu, berikut adalah beberapa pilihan hotel saya selama berlibur ini:

  • Taipei: The Landis Taipei (ditebus dengan ±21.500 Asia Miles) – dekat dengan Taipei Songshan Airport (TSA).

  • Tokyo: Villa Fontaine Grand Haneda Airport (ditebus dengan ±25.000 Asia Miles) – saya ingin mencoba onsen dengan view bandara.

  • Bangkok: VIE Hotel Bangkok – MGallery, SO/ Bangkok, dan Pullman Bangkok King Power – semua hotel jaringan Accor dalam rangka mempertahankan status Platinum Accor saya.

  • Korea Selatan: Gyeongwonjae Ambassador Incheon, Mondrian Seoul Itaewon, Fairmont Ambassador Seoul – semua hotel jaringan Accor dalam rangka mempertahankan status Platinum Accor saya.

Secara pribadi, saya sudah tidak sabar untuk menginap kembali di Gyeongwonjae Ambassador Incheon yang menurut saya adalah salah satu hotel jaringan Accor terbaik dan terunik di dunia.

Stay saya di hotel tersebut sebelumnya sangat berkesan mengingat terdapat kursi pijat canggih dan nyaman di kamar suite saya.

Sebagai seseorang yang sangat menyukai spa & massage, keberadaan kursi ini menjadi alasan tersendiri bagi saya untuk kembali menginap di hotel ini šŸ™‚ Selain itu, breakfast mereka juga fantastis.

dalam ruangan, dinding, Bagasi dan tas, seprai, bantal, tempat tidur, Seprai, desain interior, mebel, Linen, matras, Selimut penutup, Rangka tempat tidur, Nightstand, Kap lampu, selimut, lantai, kamar, hotel, kamar tidur
Terdapat kursi pijat di kamar suite Gyeongwonjae

Penutup

Saya akan berwisata ke 4 (empat) negara di kawasan Asia pada akhir Oktober mendatang dan jujur saya sangat excited.

Terima kasih sekali lagi kepada Eric Valega yang meyakinkan saya untuk memesan tiket JAL First Class sehingga sekarang saya memiliki purpose untuk berlibur. Saya sangat tidak sabar mencoba Champagne ‘Salon’, mencoba First Class lounge internasional dari JAL, dan mencoba Japanese Cuisine terbaik di udara.

Saya juga tidak sabar untuk mengulas hotel-hotel yang akan saya inapi di Korea Selatan dan Thailand. Jujur, sudah lama sekali saya tidak mengulas hotel dan saya tidak sabar untuk melakukannya kembali.

outdoor, kolam renang, payung, bangunan, resor, air, Kota spa, hotel, kolam, kota
Saya akan menginap di VIE Hotel Bangkok – Mgallery

Apa pendapat Anda mengenai trip saya ke Taiwan, Jepang, Thailand, dan Korea ini?

Share

2 comments
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.