teks, bangunan, cuplikan layar, Merah tua, Grafis, rambu, tanda

Berubah Serentak: Devaluasi Perolehan Poin dan Manfaat Bandara Kartu Kredit DBS Pada 1 April 2026

Efektif 1 April 2026 DBS akan menyesuaikan perolehan poin dan manfaat bandara di berbagai kartu kreditnya secara sekaligus. Walaupun tidak terlalu ekstrem, devaluasi ini terutama cukup terasa bagi Anda yang memiliki kartu DBS ex-ANZ seperti dalam seri “Black”-nya di mana perubahannya berlaku di hampir semua kartu.

Anda dapat melihat informasi lengkapnya di situs web DBS, namun berikut adalah ringkasannya:


Perubahan Perolehan Poin dan Manfaat Bandara Kartu Kredit DBS
teks, cuplikan layar, multimedia, software, Software multimedia, Sistem operasi

Perubahan ini berlaku untuk semua kartu kredit DBS kecuali DBS Z Visa Platinum, tapi perubahan untuk tiap kartu bervariasi.

  • Semua perubahan ini berlaku efektif 1 April 2026.
I. Perubahan Kategori Transaksi yang Tidak Mendapatkan Poin
  • Transaksi di kategori berikut akan kembali mendapatkan poin:
MCCKategoriContoh
5300Toko grosirBlibli (marketplace tertentu)
Hari Hari Pasar Swalayan (sebagian)
IKEA (offline; kecuali sebagian restoran)
MR.DIY
Superindo (sebagian)
8211PendidikanBritish Council
8220Institut Teknologi Bandung
Universitas Pelita Harapan
Universitas Terbuka
8241N/A
8244N/A
8249IALF
Udacity
Udemy (sebagian)
8299Coursera
Kumon
Pearson VUE
Udemy (sebagian)
*Baca panduan MCC dari Visa di sini dan dari Mastercard di sini.
  • Transaksi kategori lain yang sebelumnya tidak mendapatkan poin tetap tidak mendapatkan poin:
    • Utilitas (MCC 4900),
    • Bensin (MCC 5541/5542),
    • Donasi (MCC 8398/8611),
    • Pemerintah (MCC 9222/9311/9399),
    • Transaksi di negara Uni Eropa + Inggris.
II. Perubahan Perolehan Poin
  • Tidak ada perubahan rasio penukaran poin menjadi airline miles maupun masa berlaku (tetap selamanya).

  • Perolehan poin (dan akhirnya airline miles efektif) dari beberapa kartu akan berubah:
KartuKategoriPerolehan Efektif
DBS Live Fresh
DBS Black Visa Platinum*
ApapunRp30.000 Rp36.000/mile
DBS Black Mastercard World*Kebutuhan bahan pokok
(dengan minimum belanja dan maksimum poin bonus)
Rp10.000 Rp12.000/mile
LainnyaRp30.000 Rp36.000/mile
DBS Mastercard Black*ApapunRp10.000 Rp12.000/mile
DBS Visa Infinite*Dalam negeriRp10.000 Rp12.000/mile
Luar negeriRp5.000 Rp12.000/mile
DBS Travel Visa PlatinumDalam negeriRp12.500 Rp13.500/mile
Luar negeriTetap Rp10.000/mile
* kartu kredit ex-ANZ
III. Perubahan Airport Perks Starbucks
  • Jatah Starbucks untuk kartu DBS Visa Travel Signature dan DBS Mastercard Black (ex-ANZ) devaluasi menjadi hanya untuk 1 item/penukaran (bisa makanan atau minuman) dari sebelumnya 2 item/penukaran.

IV. Perubahan Akses Lounge untuk Pendamping dengan DragonPass


Baca juga: Review Kartu Kredit DBS Travel Visa Platinum

Baca juga: Review Kartu Kredit DBS Travel Visa Signature


Opini

Perubahan Perolehan Poin: Apakah ini mengulangi kisah Danamon dengan Standard Chartered?

Dari antara 3 merger bisnis kartu kredit bank di Indonesia yang saya ingat, tidak ada satu pun yang benar-benar berujung indah dari sisi manfaat kartu kredit:

  • Citibank merger dengan UOB bisa dibilang merupakan yang terbaik dengan UOB mempertahankan sebagian keunikan Citibank walaupun pada akhirnya UOB juga sedikit banyak memangkas manfaat dan “mengembalikan” perolehan poin ke standar UOB alih-alih mempertahankan standar Citibank (Citi Prestige / PremierMiles). Good old times.

  • ANZ dan DBS sendiri mengambil opsi jalan tengah yang unik, di mana alih-alih memindahkan jenis kartu ke kartu bawaan DBS semua produk ex-ANZ dimasukkan mentah-mentah dengan nama dan struktur reward sendiri.
teks, cuplikan layar, Font
DBS Visa Infinite adalah salah satu kartu terbitan DBS khusus bagi nasabah ex-ANZ.

Walaupun memang beberapa kartu kredit “asli” DBS sedikit terdampak, dampak penyesuaian ini tentu jauh lebih terasa bagi Anda yang memiliki kartu-kartu ex-ANZ.

Masalahnya, dari beberapa informasi yang saya dengar sejauh ini kartu kredit DBS menggunakan konsep “track” kartu – dalam arti, kartu hanya bisa di-upgrade dalam 1 track yang sama (Misal DBS Visa Travel Platinum ke Signature, tapi tidak bisa dari DBS Live Fresh ke Vantage walaupun limitnya mencukupi), sehingga tentunya sangat menyulitkan bagi Anda yang ingin kabur dari kartu ex-ANZ ke kartu terbitan DBS.

Di sisi lain, langkah DBS yang akan kembali memberikan poin untuk transaksi di MCC 5300 dan pendidikan tentu perlu diapresiasi. Memang pada dasarnya transaksi di kategori-kategori tersebut memiliki interchange yang lebih rendah dari transaksi “umum” (setidaknya di daftar interchange yang saya miliki), sehingga bisa dimaklumi kalau sebelumnya DBS tidak memberikan poin untuk kategori-kategori tersebut.

Yang menjadi sedikit masalah sebelumnya adalah penggunaan MCC 5300, yang harusnya lebih untuk toko grosir tapi digunakan oleh beberapa tempat untuk menekan interchange, sehingga membuat transaksi tidak mendapatkan poin.

teks, dalam ruangan, dinding, lantai, Ritel, Restoran cepat saji, toko, plafon, tanda, makanan
Transaksi di MR.DIY dan beberapa merchant lain dengan kode 5300 akan kembali mendapatkan poin dengan kartu kredit DBS. Foto: MR.DIY

Manfaat Bandara: Sedikit disayangkan, tapi wajar

Dipangkasnya item Starbucks kedua dan akses lounge untuk pendamping tentu sedikit banyak merupakan cara DBS untuk menjual kartu Visa Infinite, baik Vantage maupun ex-ANZ.

Masalahnya, kedua jenis kartu Visa Infinite tersebut memiliki iuran tahunan yang sangat mahal dan, setidaknya untuk Vantage, tidak bisa dihapuskan, sehingga mempertahankan kartu tersebut tidak murah.

Satu-satunya alasan saya akan menyarankan DBS Vantage adalah (dan semua alasannya harus bisa sekaligus):

  • Anda merasa cakupan medical check-up setahun sekali yang diberikan sudah sesuai kebutuhan Anda

  • Anda bertransaksi hingga mendekati 1x limit/bulan untuk memaksimalkan perolehan poin, dan

  • Anda terbang di kelas ekonomi setidaknya beberapa kali setahun dengan pasangan atau keluarga:
    • Domestik Indonesia untuk 2 item Starbucks, atau
    • Internasional untuk akses lounge.
teks, cuplikan layar, Font, Persegi, deasin
DBS Vantage Visa Infinite hanya worth it apabila Anda bisa memaksimalkan semua manfaatnya.
Kartu Kredit Alternatif

Sialnya, bisa dibilang tidak ada satu kartu kredit alternatif yang bisa benar-benar menggantikan beberapa kartu DBS karena beberapa produknya sudah bisa dibilang cukup unggul di kelasnya.

Walaupun begitu, berikut beberapa kartu yang bisa dipertimbangkan apabila Anda memutuskan untuk beralih dari kartu-kartu terbitan DBS:

Perolehan Reward

Dari segi perolehan poin, opsi terdekat yang bisa saya pikirkan untuk menggantikan kartu kredit DBS Visa Travel Platinum adalah Maybank Visa Platinum, Maybank Manchester United, dan Maybank JCB Platinum sekaligus, di mana ketiganya saling melengkapi (Visa Platinum untuk di situs e-commerce, Manchester United untuk perjalanan dan restoran, JCB Platinum untuk kategori lain) dan perolehan poinnya terkumpul menjadi satu.

Alternatif lainnya, kalau penghasilan Anda masih di bawah Rp10.000.000 pertimbangkan juga untuk memiliki BCA UnionPay.

Tentu lain ceritanya kalau bicara mengenai cashback – DBS Live Fresh sendiri sudah merupakan salah satu kartu kredit cashback terbaik di Indonesia untuk transaksi online, jadi perolehan miles-nya sendiri hanya “hiburan”.

Ini artinya, hanya akan ada 2 pesaing signifikan dengan persentase cashback yang besar:

teks, cuplikan layar, Font, desain grafis, deasin
Danamon Visa Platinum menawarkan cashback yang besar di akhir pekan.
Manfaat di Bandara

Kalau ada sesuatu yang paling dekat dengan manfaat Starbucks dari DBS, itu tentu kartu-kartu terbitan BCA:

  • BCA Card Platinum (limit minimum Rp20.000.000; 1 minuman tanpa minimum pembelanjaan).

Di sisi lain, akses lounge untuk pendamping tentu cukup sulit terutama setelah BCA American Express Platinum menyesuaikan akses Priority Pass (dan percayalah, saya juga sangat berharap memiliki limit setidaknya Rp100.000.000 di DBS untuk bisa upgrade ke DBS Vantage).

Ini artinya, kalau memungkinkan pendamping Anda bisa juga mengajukan kartu-kartu yang relatif mudah didapatkan dengan akses lounge komprehensif seperti:

  • Kartu-kartu JCB Platinum/Precious (limit minimum mulai dari Rp4.000.000; lounge tertentu di luar Indonesia hingga 14x/tahun)

  • UOB PRIVI Miles (limit minimum Rp25.000.000; Priority Pass di seluruh dunia hingga 2x/tahun).
teks, cuplikan layar, logo, Merek, Font, deasin
Mandiri MyPertamina menawarkan akses lounge yang cukup baik dan mudah didapatkan.

Baca juga: Review Kartu Kredit DBS Vantage Visa Infinite

Baca juga: Devaluasi Tersembunyi Kartu Kredit DBS


Penutup

DBS akan menyesuaikan perolehan poin maupun manfaat di bandara dari berbagai kartu kreditnya.

Walaupun tetap saja sedikit menurunkan daya tarik kartu kredit terbitan DBS, saya tetap menyarankan Anda untuk memiliki kartu kredit DBS karena kartu seri Travel maupun Vantage masih cukup well-rounded dan cashback dari DBS Live Fresh masih cukup menarik.

Apa pendapat Anda tentang devaluasi perolehan poin dan manfaat kartu kredit DBS kali ini?
Share

7 comments
  1. Sedikit kecewa dengan DBS, meskipun, bisa jadi ini memang kebijakan dari mereka yang tidak bisa diganggu gugat:
    1. saya memiliki KTP dan rumah di Solo (jangkauan DBS). Kemudian mendapatkan penugasan sehingga alamat bersurat saya berganti ke Kalimantan (bukan jangkauan DBS). Tapi saya tetap punya rumah di Solo.
    2. Kartu DBS saya di-blokir karena perubahan alamat tersebut.
    3. Karena KTP dan rumah saya masih dalam jangkauan DBS, saya berniat pulang ke Solo untuk mengurus perubahan alamat bersurat (sudah coba lewat aplikasi tidak bisa, minta tolong keluarga dengan surat kuasa juga tidak bisa)
    4. Nasib saya, H-10 sebelum kepulangan, Kartu DBS saya di-non aktifkan sepihak dari DBS. disebutkan karena hasil evaluasi internal mereka. padahal saya selalu tepat waktu membayar dan sama sekali tidak pernah terlambat. biaya tahunan pun saya bayar tanpa minta potongan.
    5. Alhasil meng-ikhlaskan +- 15ribu miles yang belum sempat saya redeem

    Disclaimer: Saya buat komen ini untuk curhat saja. Bukan untuk menuntut DBS, karena sekali lagi, itu hasil evaluasi internal mereka

  2. “Transaksi di negara Uni Eropa + Inggris.” tidak mendapatkan poin. Sungguh ironis untuk kartu kredit travel tidak bisa maksimalin perksnya

  3. maksudnya transaksi yang mendapat poin di Superindo (sebagian) itu apa ya? apakah ada list superindo store mana saja yang dapat poin atau sebagian produk tertentu?

  4. Saya sudah hubungi call center untuk menutup kartu DBS visa signature. Langsung ditawari transaksi 5 juta bisa dapat cashback 750.000 tepat di tanggal masuknya iuran 1.000.000. Jika dilanjutkan akan masuk ke tahap negosiasi penggunaan senilai blah-blah dan selama blah-blah bulan, akan panjang urusan saya dengan kartu ini. Setelah saya tolak, di tawari cashback shopee 200.000 tanpa syarat, langsung dapat dan bisa dipakai. Saya tolak juga dan lanjut ke penutupan, tapi hanya bisa ditutup di bulan iuran tahunan yang masih 2 bulan lagi. Kita lihat saja apakah dikenakan iuran tahunan dan lanjut panjang urusan atau benar-benar ditutup. Walaupun limit besar, pembatasan 1x limit itu tidak cocok buat saya. Saya tidak mau membuang waktu untuk rekap total penggunaan supaya tidak tembus limit. Plus devaluasi yang tiada hentinya yang bahkan tidak saya baca lagi karena waktu itu berharga. Sesuai review, yang worth disini satu satunya hanya vantage.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.