Setelah 15 bulan lamanya, saya memutuskan untuk pergi untuk pertama kalinya ke luar negeri di tengah pandemi COVID-19 ini. Melalui artikel ini, saya ingin membagikan pengalaman dan pandangan saya terhadap situasi traveling internasional saat ini.

Sebelumnya, mohon maaf karena sedikitnya artikel yang saya bagikan dalam seminggu terakhir. Kebetulan saya masih mencoba membagi waktu dengan baik selama di Amerika Serikat. Saya akan berusaha untuk kembali menulis dengan rutin untuk beberapa saat kedepan.

Kenapa Saya Pergi ke Luar Negeri?

Sebagai catatan, saya masih tidak merekomendasikan siapapun untuk pergi ke luar negeri tanpa alasan yang penting. Saya merasa resiko & kerepotan yang harus dijalani masih belum sepadan. Selain itu, masih banyak juga negara yang menutup diri bagi orang Indonesia karena kasus yang terus meningkat.

Tentunya saya sudah mempertimbangkan resiko sebaik-baiknya sebelum memutuskan untuk berangkat. Saya akhirnya memutuskan untuk pergi karena alasan pekerjaan & keluarga yang mendesak. Untuk 1-2 bulan kedepan, saya akan menetap di New Jersey & New York.

Sepulangnya ke Indonesia nanti, saya juga akan menjalani karantina selama 5 hari di salah satu hotel yang ditentukan oleh pemerintah.

Apakah Saya Merasa Aman?

Sepanjang perjalanan, mulai dari bandara, naik pesawat, transit di Tokyo, hingga tiba di Amerika, saya merasa cukup aman dan tenang. Kondisi bandara di Jakarta, Tokyo maupun New York ironisnya masih sangat sepi sehingga tidak ada kerumunan.

Dari 2 penerbangan saya, setiap awak kabin senantiasa menggunakan masker selama melayani. Karena saya beruntung bisa terbang di business class & first class, saya bisa menerapkan physical distancing dengan baik & bisa menikmati penerbangan dengan maksimal.

Melihat sepinya mayoritas penerbangan internasional, menurut saya ada kesempatan besar untuk mendapatkan 1 baris kursi di economy class untuk diri sendiri.

Selama di Amerika pun, kebanyakan orang masih menggunakan masker dan menjaga jarak meskipun sudah ada aturan baru bahwa masker tidak diwajibkan untuk orang yang sudah menerima 2 dosis vaksin. Untuk berjaga-jaga & demi ketenangan diri, saya masih menggunakan masker meskipun sudah menerima 2 dosis vaksin.

Traveling Ke Luar Negeri Selama Pandemi COVID-19 | PinterPoin

Saya masih menggunakan masker kemanapun saya pergi

Bagaimana dengan Pelayanan Penerbangan?

Untuk perjalanan ini, saya memutuskan untuk kembali terbang dengan Japan Airlines yang merupakan salah satu maskapai favorit saya.

Wow, saya sangat kagum dengan pelayanan Japan Airlines yang tidak sedikitpun melakukan cost cutting selama pandemi COVID-19.

Pada artikel selanjutnya, saya akan me-review 2 penerbangan saya dengan Japan Airlines dan juga first class lounge Japan Airlines di bandara Tokyo Narita. Apabila Anda mengikuti saya di Instagram (@pinterpoin), mungkin Anda sudah melihat sekilas dari perjalanan saya kemarin.

Istilah “cost cutting” tidak ada dalam kamus Japan Airlines

Ketentuan Masuk ke Amerika Serikat

Amerika Serikat tidak mewajibkan, namun merekomendasikan, orang untuk melakukan karantina sesampainya disana.

Apabila Anda akan ke Amerika, maka Anda wajib menyiapkan beberapa hal:

  • Hasil tes antigen atau swab PCR negatif yang diambil 72 jam sebelum keberangkatan
  • Karena saya terbang ke New York, maka saya diwajibkan untuk mengisi formulir online (semacam e-HAC di Indonesia). Ketika tiba di imigrasi New York, petugas memastikan bahwa data yang saya isi sesuai dengan jawaban saya. Beberapa pertanyaan diantaranya:
    • Alamat tinggal atau hotel selama di Amerika Serikat
    • Tujuan ke Amerika Serikat
    • Berapa lama akan berkunjung

Menariknya, saya tidak diminta hasil tes negatif ketika tiba di Amerika Serikat, hanya dimintai ketika melakukan check in di bandara Soekarno-Hatta saja. Proses melewati imigrasi pun berlangsung sangat cepat tanpa ada kendala apapun.

Pastikan saja jawaban Anda sesuai dengan apa yang Anda isi di formulir online sebelum keberangkatan. Sebelum Anda berangkat, ada baiknya juga untuk mencari informasi terkini seputar ketentuan masuk ke Amerika Serikat yang bisa berubah sewaktu-waktu.

Traveling Internasional Segera Kembali?

Sebelum menutup, saya merasa traveling internasional akan segera kembali mulai tahun ini. Terbaru, CDC (Centers for Disease Control and Prevention) telah mengeluarkan panduan baru penggunaan masker, dimana setiap orang yang sudah mendapatkan 2 dosis vaksin sudah tidak diwajibkan untuk menggunakan masker.

2 Charts Explain the CDC's New Mask Guidance for Fully Vaccinated

Perlahan tapi pasti, kondisi pasti akan kembali seperti semula. Namun saya tetap menyarankan semua orang untuk tetap menggunakan masker & tetap menjaga diri sebaik-baiknya hingga kondisi sudah terkontrol.

Karena belum merasa benar-benar aman, saya pribadi masih menggunakan masker kemanapun, meskipun sudah menerima 2 dosis vaksin.


Baca juga: Perpanjang Visa Amerika Tanpa Wawancara Saat Pandemi, Ini Caranya!


Penutup

Akhirnya setelah 15 bulan, saya berhasil pergi ke luar negeri untuk urusan pekerjaan & mengobati dahaga saya untuk terbang jarak jauh di kabin premium.

Tetap, saya tidak menyarankan siapapun untuk pergi ke luar negeri selama pandemi COVID-19 ini tanpa tujuan yang penting. Saya rasa resikonya tidak sebanding dengan kesenangan yang didapat. Namun, perlahan tapi pasti traveling internasional akan segera pulih melihat kondisi di Amerika Serikat saat ini. Mari sama-sama berharap agar kita bisa segera kembali ke kehidupan normal.

Selanjutnya, saya akan membagikan review penerbangan saya dari Jakarta menuju ke New York (JFK) via Tokyo Narita dengan Japan Airlines di business & first class. Selain itu, saya juga menginap di beberapa hotel yang juga akan saya review, diantaranya adalah The Muse (Kimpton) dan Gild Hall (Thompson Hotel – Hyatt). Stay tuned!

.

Apakah Anda sudah berkesempatan pergi ke luar negeri selama pandemi COVID-19?