Saya berkesempatan untuk mengunjungi Mövenpick Resort & Spa Jimbaran Bali pada hari pertama kunjungan saya ke Bali dalam rangka menghadiri pesta pernikahan Vincent.

Saya menggunakan fitur luxury airport transfer dari Citi Prestige untuk pergi dari Ngurah Rai International Airport (DPS) ke hotel ini. Perjalanan memakan waktu kurang lebih sekitar 15 – 20 menit.

Saya memesan hotel ini dengan pertimbangan promo Rp700.000,- nett semalam bagi member AccorPlus. Apakah keputusan memesan akomodasi di hotel bintang 5 ini adalah pilihan yang tepat? Jawabannya adalah ya dan tidak.


Sekilas Informasi

Mövenpick Resort & Spa Jimbaran Bali (Mövenpick Bali) adalah satu-satunya properti Accor di Indonesia dengan brand ‘Movenpick’. Hotel ini memiliki 297 kamar dan dilengkapi dengan kolam renang dengan ukuran ekstra besar.

Mövenpick Bali membanggakan dirinya sebagai luxury family resort terkemuka di Bali dan hal tersebut sangat nampak dari demografi tamunya. Ketika saya menginap di hotel ini, hampir 90% tamu mereka adalah keluarga dengan anak-anak yang masih kecil.

Movenpick Bali memperoleh penghargaan ‘luxury family resort’ pilihan di tahun 2019 lalu

Berikut deskripsi singkat hotel tersebut seperti yang saya kutip dari website Movenpick:

With 297 elegantly furnished rooms and suites at Mövenpick Resort & Spa Jimbaran Bali guests can find the perfect space to unwind. With breath-taking views of Jimbaran Bay and the resort’s lush gardens, our five-star accommodation offers everything you need for a relaxing stay in Bali including free WiFi, flat screen TVs, and rain showers.”

Hotel ini sendiri terletak di jalan Wanagiri no.1 dan baru saja melakukan reopening sekitar bulan Agustus lalu bertepatan ketika pemerintah pusat mengizinkan turis domestik untuk berwisata ke Bali lagi.

Lokasi hotel cukup sentral dan mudah dijangkau


Hotel Review

Mungkin karena bertepatan dengan long weekend dan cuti bersama pada Oktober lalu, hotel ini memiliki okupansi yang cukup tinggi (>60 kamar) dibandingkan hari-hari biasa sehingga ketika saya menginjakkan kaki di hotel ini, cukup banyak tamu yang melakukan check-in.

Protokol kesehatan diterapkan dengan cukup baik dari pihak hotel dimana mereka mengecek suhu tubuh setiap tamu melalui mesin otomatis dan bellboy juga men-disinfektan setiap koper yang dibawa tamu dari luar.

Untungnya, proses check-in tidak berlangsung cukup lama dan saya diinformasikan bahwa kamar yang saya pesan yaitu Classic Room King sudah bisa ditempati walaupun saya check-in lebih awal dari waktu yang ditentukan. So far so good.

Sebagai member Silver dari Accor Live Limiltess (ALL) yang berasal dari kartu CIMB ALL World, saya juga diberikan sebuah drink voucher yang bisa ditukarkan di bar yang dimiliki hotel ataupun di pool bar dari hotel.

Lobby hotel

Area lobby hotel

Banyak fasilitas hotel yang masih belum beroperasi sepenuhnya, termasuk lobby lounge & Library KATHA ini

Terdapat banyak spot instagrammable di hotel ini

Saya dialokasikan di kamar 2520 yang terletak di bagian timur (east wing) kompleks hotel ini. Sekilas, mereka tidak mengoperasikan seluruh wing yang ada dalam rangka efisiensi.

Saya terutama menyukai open air lounge hotel ini yang pasti Anda lewati jika Anda berjalan menuju ke kamar Anda. Tempatnya sangat instagrammable.

Open air lounge

Kamar

kamar classic room king dari Movenpick Bali memiliki ukuran 34m2 dan memiliki kesan sederhana namun homey dengan banyaknya furnitur dan dekorasi berwarna coklat muda.

Kondisi kamar cukup terawat dan berbeda dengan cerita beberapa pembaca PinterPoin yang mengeluhkan air conditioning tidak berjalan dengan maksimal, kamar saya cukup dingin dan tidak memiliki masalah ventilasi apapun.

Kebersihan kamar sendiri cukup dan tidak memiliki bau aneh layaknya kamar yang sudah lama tidak ditempati (yang mana menjadi problem di banyak hotel di Bali).

Kamar classic room king

Kamar classic room king

Kamar mandi dan rak samping

Balkoni kamar

Ranjang

Work desk dan sofa kecil untuk bersantai

Sebagai member Silver dari Accor, saya memperoleh sambutan berupa aneka buah-buahan.

In-room amenity

Surat sambutan dan panduan protokol Covid-19

Saya menyukai dekorasi dan ukiran yang ada pada setiap kamar. Mengikuti style Accor yang berkiblat ke desain Eropa, pencahayaan di kamar cukup soft sehingga menimbulkan kesan Anda benar-benar berada di destinasi liburan.

Dekorasi kamar didominasi warna coklat

Hanya saja, dalam inspeksi lebih dekat. Anda bisa melihat bahwa beberapa aspek kamar cukup worn out.

Contohnya seperti bluetooth alarm clock yang bahkan tidak bisa menampilkan waktu dengan layak. Tombolnya sendiri terkesan sangat jadul.

Atau kulkas dalam lemari yang memiliki sedikit bercak-bercak warna coklat. Entah akibat kurang dibersihkan atau memang sudah worn out.

Diluar itu, saya terutama cukup menyukai desain balkoni dan kamar mandi dari hotel ini.

Balkoni kamar dilengkapi dengan 2 tempat duduk

View dari balkoni kamar

Lemari samping dan kamar mandi

Lemari samping untuk menaruh barang dan menggantung baju

Di lemari samping, terdapat juga safe deposit box dan Baygon

Sekali lagi, saya menyukai desain dari kamar mandi hotel ini. Begitu juga dengan bath amenity unik mereka yaitu shampoo, body wash, dan lotion dengan aroma coklat yang kemungkinan eksklusif hanya untuk hotel ini.

Untuk kamar suites, mereka menggunakan bath amenity Sensatia Botanicals® dengan botol ukuran 50ml.

Kamar mandi

Bath tub dengan view kamar

Berbagai bath amenity yang semuanya memiliki aroma coklat

Shampoo dan shower gel dengan aroma coklat

Sayangnya, walaupun memiliki desain yang bagus dan bath amenity dengan aroma coklat yang unik, Mövenpick Bali gagal memberikan pengalaman mandi dan berendam yang memuaskan dikarenakan tekanan air dari hotel ini cukup standar dan temperatur air tidak bisa panas.

Terutama temperatur air, saya sempat mempermasalahkan hal ini kepada pihak terkait dari hotel namun sayangnya tidak ada tanggapan yang serius karena sehari setelah saya menginap, dua pembaca PinterPoin juga menginap di hotel ini dan mereka mempermasalahkan hal yang sama.

Temperatur air yang bahkan sulit mencapai kategori hangat menjadi satu hal yang benar-benar ‘tidak terlupakan’ dari hotel ini. Tentunya dalam artian negatif dikarenakan saya sangat menikmati mandi yang berkualitas.


Fasilitas Hotel

Seperti yang sudah saya sempat tulis di awal, beberapa fasilitas hotel tidak dibuka akibat rendahnya tingkat okupansi di hari biasa.

Beberapa fasilitas yang tidak dibuka antara lain:

  • Arkipela Spa & Wellness
  • KATHA lobby lounge & library

Selain daripada itu, fasilitas hotel lain buka seperti biasa seperti kids club & pusat kebugaran (gym), kolam renang, dan tentunya pool bar.

Arkipela spa & wellness masih belum buka kembali 

Saya juga menyempatkan diri untuk mengambil banyak foto di salah satu daya tarik utama hotel ini – kolam renangnya.

Aerial view Mövenpick Resort & Spa Jimbaran Bali. Perhatikan kolam renangnya yang besar dan menyambung

View kolam renang dari open air lounge

Kolam renang memanjang (1)

Kolam renang memanjang (2)

Kolam renang melebar yang dilengkapi dengan pasir pantai

Kolam renang melebar (1)

Kolam renang melebar (2)

Kolam renang melebar juga dilengkapi seluncuran

Terdapat juga gazebo di pinggir kolam

Tepat di tengah kolam melebar, terdapat area bersantai yang juga menjadi pool bar

Pool bar

Menu pool bar

Anda bisa menggunakan voucher free drink di pool bar untuk 2 minuman

Strawberry Daiquiri & Margarita di pool bar. Sangat enak!

Terdapat juga pool untuk toddler di dekat kids club

Selain kolam, terdapat juga fasilitas hotel lain yang tidak kalah menariknya bagi anak Anda yaitu kids club bernama Meera yang menurut saya cukup wow dari segi desain.

Meera kids club (1)

Meera kids club (2)

Berbagai aktivitas di Meera kids club

Penerapan protokol kesehatan di Meera kids club

Terdapat penyewaan sepeda berbayar di kids club

Tempat bermain anak outdoor

Saya mendapat impresi bahwa Meera kids club akan sangat disenangi oleh anak Anda yang masih kecil.

Dengan penerapan protokol kesehatan yang baik, desain yang menarik, dan tempat bermain yang luas serta berbagai aktivitas yang diadakan setiap harinya, Meera kids club adalah tempat yang nyaris sempurna untuk anak Anda untuk menghabiskan waktu.

Bagi orang dewasa, mereka menyediakan pusat kebugaran (gym) yang terletak tepat di sebelah kids club.

Gym

Gym

Gym

Chocolate Hour

Izinkan saya menginspirasi Anda untuk memilih hotel ini: Chocolate Hour

Setiap pukul 4-5 sore, semua hotel movenpick memiliki tradisi menawarkan chocolate hour yang mana Anda bisa mengkonsumsi berbagai hidangan yang dicelup dalam coklat khas movenpick. G-r-a-t-i-s .

Dalam 2 kata, pengalaman chocolate hour saya di Movenpick: Bali “Luar Biasa” . Tidak terhitung banyaknya saus coklat, marshmallow, serta meringue yang saya konsumsi selama chocolate hour ini.

Variasi 1 chocolate hour platter – Meringue, cookie, melon, butter cake, dan marshmallow

Variasi 2 chocolate hour platter – Meringue, cookie, melon, oreo, brownie, dan extra shot of chocolate sauce

Saya terutama menyukai meringue dengan chocolate sauce mereka.

Izinkan saya menginformasikan Anda bahwa coklat mereka sangat lezat dan sebanding dengan kalori ekstra yang berasal dari berbagai kudapan manis ini 🙂

Berdasarkan pengalaman saya, Anda bisa meminta chocolate hour platter ini sepuasnya. Hanya saja, ada pembaca lain yang menginap di hotel ini yang menginformasikan bahwa mereka tidak diperbolehkan untuk meminta lagi chocolate hour platter ini.

Apapun itu, chocolate hour dari Movenpick Bali ini tidak boleh Anda lewatkan dan merupakan fitur unik dari hotel ini yang sangat saya sukai.


Samasta Lifestyle Center & Above Eleven

Samasta Lifestyle Center adalah pusat perbelanjaan yang terletak tepat di sebelah kompleks Movenpick Bali dengan konsep open air mall. Terdapat banyak toko di pusat perbelanjaan ini, sayangnya sebagian dari mereka masih tutup untuk sementara waktu.

Tempat ini sangat cocok dikunjungi bagi Anda yang mencari restoran tanpa harus pergi jauh dari kompleks hotel. Terdapat banyak restoran ternama di pusat perbelanjaan ini seperti Magal, Lamian Place, Warung WAHAHA, Fish & Co, dan sebagainya.

Mereka bahkan memiliki Timezone walaupun dengan ukuran kecil dan juga Krishna oleh-oleh khas Bali yang mana Anda bisa membeli cinderamata di situ.

Samasta lifestyle center

Daftar tenant di Samasta lifestyle center

Samasta lifestyle center memiliki konsep open air mall

Beberapa tenant masih belum buka ketika saya berkunjung

Air mancur yang berada tepat di tengah merupakan landmark dari mall ini

Anda bisa membeli kue, es krim, maupun coklat di Movenpick Cafe ini

Samasta lifestyle village

Sebagai member AccorPlus, saya berhak memperoleh diskon hingga 50% apabila bersantap di restoran yang masih terafiliasi dengan hotel. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk makan malam di Above Eleven yang mana adalah rooftop bar yang masih dimiliki oleh Movenpick Bali.

Above Eleven rooftop bar

Above Eleven rooftop bar

Above Eleven memiliki konsep restoran Peruvian Japanese (seperti Henshin di Westin Jakarta) dengan sentuhan modern. Hampir seluruh cocktail mereka diracik dengan sangat baik namun sayangnya makanan di restoran ini sangat kurang memuaskan.

Sebagai bar, mereka extraordinary dengan bartender yang ahli, ramah dan tempat ini juga memiliki berbagai spot yang sangat instagrammable. Namun jika Anda mencari ‘kenyang dan puas’, maka lebih baik Anda mencari restoran lain.

Ceviche dengan calamari dan udang. Sangat asin.

Saya hanya mencoba 1 menu yaitu Cebiche Above Eleven. Mereka mendeskripsikan menu ini sebagai “Catch of the day, shrimp, fried calamari,
garlic, coriander with red chili leche de tigre“. Tiga kata untuk menu ini: Asin, asin, dan asin

Cocktail mereka adalah cerita yang berbeda, hampir semuanya sangat enak dan saya merekomendasikannya.

Midori shot yang sangat nikmat


Breakfast & Lain-lain

Satu hal lagi yang saya anggap gagal dari Movenpick Bali selama periode saya menginap di hotel ini adalah breakfast-nya.

Menggunakan asumsi bahwa mereka adalah hotel bintang lima dengan konsep family friendly, saya memiliki ekspetasi yang cukup tinggi untuk breakfast mereka.

Ternyata, kualitas breakfast mereka adalah kualitas hotel bintang tiga (atau bahkan bintang dua) dengan variasi pilihan makanan yang sangat sedikit dan rasa yang dibawah standar. 

Breakfast dilakukan di Anarasa

Anasarasa memiliki desain yang sangat bagus

Pastry & fruit station

Kondisi breakfast area cukup ramai

Breakfast area

Drinks station

Pokok permasalahan breakfast di hotel ini adalah pada pilihannya yang sangat sedikit.

Sampai hari ini, saya masih bisa mengingat 10 jenis hidangan panas (termasuk nasi putih) yang disajikan pada saat saya menginap yang mana adalah:

  1. Nasi goreng
  2. Mie goreng
  3. Ayam saus kungpao
  4. Cah sayur (stir fry vegetables)
  5. Nasi putih
  6. Tomat panggang
  7. Mie ayam
  8. Bubur ayam
  9. Aneka jenis pastry
  10. Egg station

Dan hampir seluruhnya tidak enak ataupun rasanya standar. Satu-satunya hidangan yang saya nikmati adalah sejenis ayam saus kungpao-nya.

Hidangan panas (1)

Hidangan panas (2)

Bubur ayam

Mie ayam

Aneka pastry

Nasi goreng, mie goreng, dan ayam kungpao

Mie ayan yang hambar

Saya sempat menyampaikan komplain ini ke pihak manajemen hotel dan mereka mengatakan bahwa dalam kondisi normal (baca: bukan long weekend), mereka menyajikan breakfast dengan konsep ala carte yang mana seharusnya kualitas hidangan lebih baik.

Apapun itu, untuk hotel bintang lima sekelas Movenpick, breakfast yang disajikan sungguh mengecewakan. Saya hanya berharap bahwa pembaca PinterPoin  yang memutuskan untuk menginap di hotel ini pada saat libur natal dan tahun baru nanti tidak akan mengalami pengalaman serupa dengan saya dan pihak hotel sudah memperbaiki kualitas maupun kuantitas hidangan yang disajikan pada saat breakfast 😉


Penutup

Menurut saya pribadi, Mövenpick Resort & Spa Jimbaran Bali memiliki banyak unique selling point namun juga memiliki banyak turn off yang fatal.

Oleh karena itu, jujur saya ragu apakah saya merekomendasikan hotel ini bagi Anda yang mencari akomodasi hotel bintang lima dengan harga yang terjangkau di area Jimbaran mengingat terdapat beberapa hotel bintang lima yang apple-to-apple menawarkan rate dibawah 1 juta Rupiah seperti Renaissance, Le Meridien, RIMBA by Ayana, dan sebagainya.

Berbagai penghargaan diperoleh Movenpick Bali sebelum Covid-19 melanda

Movenpick Bali memperoleh penghargaan regional luxury family resort

Mari kita berbicara kelebihan hotel ini terlebih dahulu.

Tidak diragukan lagi bahwa kelebihan utama dari hotel ini adalah konsep hotelnya yang sangat kids friendly;  Jika saya memiliki keluarga dan mengutamakan kebahagiaan anak-anak saya, maka saya tidak akan ragu untuk memilih Movenpick Bali sebagai hotel pilihan utama saya di daerah Jimbaran karena:

  1. Memiliki tempat bermain untuk anak yang beragam dari kids club, kolam renang, outdoor playground, dan sebagainya
  2. Memiliki Chocolate hour yang hampir pasti digemari oleh anak Anda maupun diri Anda sendiri
  3. Lokasi strategis, bersebelahan dengan Samasta lifestyle village yang mana praktis untuk mencari makan, shopping, bermain (Timezone), dan sebagainya. Anda tidak perlu keluar-keluar sama sekali dan bisa menghabiskan quality time dengan keluarga Anda cukup di kompleks hotel ini
  4. Kondisi hotel cukup terawat dari kamar, lingkungan, dan sebagainya. Penerapan protokol kesehatan juga sangat baik.
  5. Memiliki bath amenity yang baik dan unik dengan aroma coklat
  6. Memiliki banyak spot yang instagrammable
  7. Elite status recognition yang cukup baik dan staff yang ramah hampir di seluruh kompleks hotel

Kondisi hotel cukup terawat

Kompleks hotel banyak dipenuhi tanaman dan memiliki kesan terawat

Sedangkan kekurangan utama dari hotel ini antara lain adalah:

  1. Tekanan air yang standar dan temperatur air yang sangat buruk sehingga Anda bisa melupakan istilah ‘mandi yang berkualitas’
  2. Breakfast hotel yang sangat dibawah standar dan memiliki pilihan yang sangat terbatas
  3. Tidak ada konsistensi kualitas pelayanan (baca bagian chocolate hour)
  4. Pilihan channel TV terbatas
  5. Pihak reservasi hotel tidak konsisten dan terkadang membingungkan. Terdapat miskomunikasi dengan pihak hotel sehingga saya gagal memesan kamar iconic dari hotel ini yaitu Jimbaran Pool Suite.

Di penghujung hari, apakah saya merekomendasikan hotel ini? Kembali ke jawaban saya di awal yaitu “Ya dan Tidak”.

Ya jika Anda pergi bersama anak-anak Anda dengan usia di bawah 10 tahun dan tidak terlalu menghiraukan bath ataupun breakfast yang berkualitas.

Tidak jika Anda pergi bersama pasangan Anda (couple getaway) dan mencari akomodasi yang romantis.

.

Apakah Anda tertarik untuk menginap di Mövenpick Resort & Spa Jimbaran Bali?