Flight Review: United Economy Class New York/Newark EWR – Seattle SEA “Transkontinental”

Sebelum saya mencoba penerbangan spesial ke Alaska, saya pergi menuju Seattle (SEA) dengan United Airlines dari New York Newark (EWR) di kelas ekonomi.

Penerbangan ini merupakan penerbangan transkontinental (pantai timur ke pantai barat Amerika Serikat) non-premium, sehingga dioperasikan oleh pesawat Boeing 737 MAX 9. Ini adalah penerbangan ke-3 dari seri 17 penerbangan dalam perjalanan saya ke Amerika Serikat menggunakan airline miles.

Memesan penerbangan ini dapat dilakukan langsung di situs Singapore Airlines, dan hanya memerlukan 14.000 miles + US$5,6.

Jumlah miles yang dibutuhkan untuk penerbangan United sekali jalan dimanapun di daratan Amerika Serikat sama, tidak peduli hanya 1 jam atau 6 jam, sehingga penerbangan kali ini menawarkan nilai (value) yang cukup baik. Dalam kondisi normal, penerbangan ini mungkin memiliki harga di kisaran 200 – 400 USD bergantung pada hari dan jam penerbangan.

Sebelum Berangkat

Sebagai anggota KrisFlyer Elite Gold (Star Alliance Gold) dari program KrisFlyer Status Credit tahun lalu, saya bisa menggunakan jalur khusus United Premier Access dengan pintu masuk bandara khusus di bandara New York/Newark (EWR). Premier Access sendiri adalah merek layanan prioritas United di darat, yang bisa diakses oleh:

  • Seluruh anggota elit United (termasuk MileagePlus Premier Silver)
  • Anggota Star Alliance Gold maskapai rekanan lain (termasuk KrisFlyer Elite Gold)
  • Penumpang kelas bisnis dan ke atas, maupun
  • Pemegang kartu kredit Chase United Club Visa Infinite maupun Chase United Presidential Club.

Area check-in United Premier Access di Newark relatif lebih sepi, dan saya pun langsung dilayani saat akan menaruh tas saya.

Apabila Anda tidak memiliki Premier Access, sebagai penumpang kelas ekonomi United dari New York/Newark EWR (dan beberapa bandara lain) di kelas ekonomi Anda bisa juga menggunakan area drop tas khusus bagi yang sudah check-in online.

Jangan lupa, kecuali Anda punya kartu kredit cobrand United tertentu atau status elit di kelas ekonomi domestik United mengenakan biaya untuk check-in, bahkan hanya untuk 1 tas.

Pas naik saya dapat diakses melalui aplikasi United. Sebagai anggota Star Alliance Gold, saya mendapatkan boarding prioritas di grup 1 bersama dengan penumpang kelas bisnis dan seperti anggota MileagePlus Premier Gold maupun Platinum.

Walaupun begitu, seperti biasa saya tetap mencetak pas naik di mesin check-in mandiri.

Karena in merupakan penerbangan transkontinental non-premium, upgrade gratis juga tersedia bagi anggota elit United MileagePlus, tentunya dengan antrean yang panjang. Anda bisa juga mendapatkan kesempatan upgrade dengan status United MileagePlus Premier Silver gratis dari status match Marriott Bonvoy Titanium/Ambassador, walaupun peluangnya tidak terlalu besar.

Setelah proses check-in saya pun langsung menuju ke pemeriksaan keamanan, yang memakan waktu kira-kira 20 menit.

Di Amerika Serikat sendiri proses pemeriksaan dibagi menjadi 2: TSA PreCheck dan normal – antrean prioritas maupun normal tetap bergabung menjadi satu ke antrean TSA PreCheck maupun normal. Karena saya belum memenuhi syarat untuk bergabung dengan TSA PreCheck (dan untuk bergabung pun tidak gratis), saya tetap bergabung ke antrean normal yang bisa dibilang cukup invasif untuk standar Indonesia.

Kita sebut saja, saya cukup beruntung tidak mendapatkan tanda SSSS (pemeriksaan tambahan) di pas naik di sepanjang perjalanan kali ini.

Setelah selesai pemeriksaan imigrasi, saya pun pergi menuju kedua United Club di terminal C, yang saya tulis dalam ulasan terpisah.

Bandara New York/Newark EWR sudah terasa cukup ramai, bahkan di jam 6 pagi – ini di terminal C yang semuanya untuk penerbangan United, dan itu pun belum termasuk gerbang lain (C100-C138).

Walaupun gedungnya sendiri sudah mulai berumur, area gerbangnya sendiri sudah direnovasi sehingga tampak cukup modern.

Pesawat saya kali ini adalah N37513, Boeing 737 MAX 9 berumur 3 tahun, difoto setelah saya tiba di Seattle.

Begitu waktu naik pesawat tiba, saya pun bergabung di antrean grup 1.

Di Dalam Pesawat

Setelah naik, saya pun diberikan lap antiseptik.

Karena ini bukan penerbangan transkontinental premium, pesawat yang digunakan memiliki 20 kursi kelas bisnis recliner dengan konfigurasi 2-2.

Sebelum kursi kelas ekonomi standar, saya melewati kursi kelas ekonomi dengan ruang kaki tambahan (Economy Plus), fitur standar di 3 besar maskapai Amerika Serikat (United, Delta, American).

Rumah saya untuk penerbangan kali ini adalah kursi 25A, kursi kelas ekonomi standar. Kebetulan kedua kursi di sebelah saya tidak terisi, sehingga bisa dibilang sangat lega.

Seperti kursi kelas ekonomi baru pada umumnya, kursi kelas ekonomi United tidak terlalu tebal tapi sudah cukup nyaman. Fitur yang cukup menarik dari pesawat ini, terutama di kelas ekonomi, adalah “Space Bin“, dimana tempat penyimpanan bagasi bisa menyimpan jauh lebih banyak tas karena koper bisa ditaruh tegak ke samping.

Kursi ekonomi standar menawarkan ruang kaki yang cukup, walaupun tentu bisa lebih baik lagi dengan upgrade ke Economy Plus. Sayangnya, Economy Plus untuk penerbangan kali ini dijual dengan harga lebih dari Rp2.000.000, sehingga saya memutuskan untuk tidak membeli.

Kursi ini tidak memiliki layar, namun sebagai penggantinya memiliki tempat untuk menaruh tablet atau HP, dengan sistem hiburan nirkabel menggunakan Wi-Fi.

Meja yang disediakan juga merupakan meja standar – dalam arti, bukan meja lipat seperti di beberapa pesawat lain.

Bacaan di saku terdiri dari kartu petunjuk keselamatan, majalah, kantong mabuk udara, dan iklan kartu kredit Chase United Explorer beserta kartu kredit cobrand Chase lainnya, dengan penawaran bonus 2.500 miles untuk pengajuan saat di penerbangan.

Di antara kursi terdapat stopkontak universal.

Sabuk pengaman sendiri juga relatif standar.

Sialnya, saya lupa mengambil foto standar saya saat duduk di kursi tersebut, tapi seperti hampir semua kursi pesawat United sandaran kepalanya empuk dan bisa disesuaikan (oh, dan di semua penerbangan domestik Amerika Serikat masker tidak perlu dipakai di sepanjang penerbangan).

Pagi tersebut diawali dengan sedikit hujan.

Kami pun berangkat tepat waktu, dan diawali dengan demonstrasi petunjuk keselamatan secara manual.

Setelah itu kami pun mulai pergi menuju landasan pacu. Bandara New York/Newark EWR sendiri betul-betul merupakan hub besar United di New York, dan hampir semua pesawat yang dilewati adalah pesawat United.

Lampu kabin diredupkan untuk persiapan lepas landas. Walaupun begitu, berbeda dengan di tempat lain jendela tidak wajib dibuka kecuali di jendela atau pintu darurat termasuk saat lepas landas atau mendarat.

Kurang lebih 15-20 menit setelah keluar dari gerbang kami pun mulai lepas landas untuk perjalanan menuju Seattle.

Beberapa menit kemudian setelah melewati pagi yang kelam kami pun mulai mendapatkan cuaca yang cerah di atas. Sayangnya, keadaan di darat masih terus berawan sepanjang saya melihat di penerbangan ini hingga saat turun ke Seattle, sehingga saya belum bisa mendapatkan pemandangan yang bagus.

Layanan makanan dan minuman dimulai setelah lampu tanda kenakan sabuk pengaman dipadamkan, yaitu sesudah mencapai ketinggian jelajah (bukan saat melewati 10.000 kaki; dan ini konsisten di semua penerbangan United). dibagi menjadi 2 gerobak, 1 untuk makanan dan 1 untuk minuman.

Saya mengambil kedua makanan ringan yang disediakan gratis, dan juga meminta 1 kaleng AHA Orange + Grapefruit Sparkling Water beserta 1 gelas air – semua minuman non-alkohol disediakan gratis.

United sangat agresif dalam menjual kartu kredit cobrand-nya – mulai dari iklan di tiap kantong kursi sampai tisu minuman pun dilengkapi dengan iklan.

Menu yang disediakan gratis pada penerbangan ini terdiri dari:

  • Makanan ringan: Stroopwafel dan biskuit Lotus Biscoff
  • Minuman: Bervariasi, non-alkohol.

Sebelum Anda bertanya kenapa sepelit itu, penerbangan kelas ekonomi domestik di Amerika Serikat memang sangat pelit bahkan di maskapai yang katanya berlayanan penuh (full-service). Sebagai referensi, Anda bisa mengharapkan layanan berikut saat terbang di Amerika Serikat:

  • Domestik jarak sangat dekat: Minuman,
  • Domestik jarak dekat: Minuman dan makanan ringan,
  • Domestik jarak menengah (termasuk penerbangan ke Alaska, transkontinental, atau Amerika Serikat pantai barat ke Hawaii): Minuman dan makanan ringan,
  • Domestik jarak jauh (Amerika Serikat pantai timur atau tengah ke Hawaii): Minuman dan makanan berat.

Kembali lagi ke ulasan makanannya – biskuit maupun stroopwafel sendiri relatif standar dalam hal rasa, walaupun bisa saja karena saya belum mencoba stroopwafel dengan minuman panas.

Minumannya sendiri rasanya cukup enak dan praktis – saya biasanya bisa mendapatkan 1 kaleng utuh (berguna untuk bisa minum banyak), tidak manis, dan setidaknya tidak tawar. Secara keseluruhan, walaupun jauh dari memuaskan setidaknya masih cukup untuk menahan rasa lapar dan haus sampai tiba di Seattle.

Karena saya tahu dari awal bahwa makanan gratis di pesawat sangat terbatas, saya pun membawa makanan tambahan dari United Club berupa muffin dengan patty daging babi tambahan dan apel.

Sebagai referensi, berikut makanan yang ditawarkan secara berbayar (penerbangan ini dianggap sebagai penerbangan jam sarapan) – tentunya dengan iklan cashback 25% dari, seperti biasa, kartu kredit cobrand United:

Setelah sarapan saya pun tidur selama 3 jam, dan sesudah itu minum lagi.

United menawarkan hiburan melalui Wi-Fi, dan bisa dibilang cukup komprehensif. Sebagai contoh, tersedia peta penerbangan lengkap dengan informasi pesawatnya (suhu di pojok kanan atas dalam Fahrenheit, dalam Celcius 0,5 derajat, sehingga saya hampir kedinginan dengan hanya bermodal jaket tipis setelah keluar bandara Seattle).

Wi-Fi juga disediakan di pesawat, dengan 2 paket:

  • Paket gratis untuk berkirim pesan teks di aplikasi perpesanan seperti WhatsApp sepanjang penerbangan, atau
  • Paket seharga US$8 (kira-kira Rp125.000) untuk akses internet penuh sepanjang penerbangan bagi anggota United MileagePlus (cukup login ke akun United MileagePlus sebelum membeli; tidak perlu memasukkan nomor anggotanya ke tiket).

Tidak lupa, terdapat juga hiburan atau permainan yang bisa diakses dari HP atau tablet; Anda bisa mengakses daftar hiburannya dari portal web, namun tetap hanya bisa diputar dari aplikasi United.

Berbeda dengan di maskapai lain, pilihan hiburan United cukup lengkap bahkan melalui Wi-Fi sehingga hampir setara dengan hiburan di layar belakang kursi.

Karena ini penerbangan United, iklan kartu kredit Chase United Explorer tidak akan pernah berhenti menghantui.

Setelah tidur dan minum cukup banyak tentu waktunya untuk pergi ke kamar kecil. Seperti kamar kecil lain di pesawat seri 737 MAX, kamar kecilnya sendiri tidak terlalu luas dan memiliki wastafel dengan tekanan air cukup tinggi.

Berikut kabin pesawatnya dari tengah. Selain memiliki kamar kecil di depan, karena kapasitas penumpangnya tidak terlalu banyak (total 179 kursi) pesawat ini tidak memiliki pintu darurat di tengah seperti di Boeing 737-900ER milik Lion Air, hanya jendela darurat.

Saat kami mulai turun kapten pun memberitahukan bahwa pemandangan di kabin sebelah kiri merupakan gunung Rainier, gunung berapi yang merupakan titik tertinggi di pegunungan Cascade.

Karena pesawat ini mendarat ke arah selatan, sesaat sebelum mendarat kami pun juga melewati Boeing Field, tempat pengantaran pesawat Boeing dan juga sekaligus tempat penyimpanan pesawat Boeing 737 MAX.

Kami pun mendarat kira-kira 40 menit lebih awal dari jadwal kedatangan awal.

Bandara Seattle SEA merupakan salah satu bandara terbesar di Amerika Serikat pantai barat, dan juga merupakan hub 2 maskapai: Alaska Airlines (Oneworld) dan Delta (SkyTeam).

Karena Seattle sendiri merupakan kota yang cukup besar, berbagai maskapai lain seperti ANA dan bahkan Air Tahiti Nui (lihat ekor yang tersembunyi) pun juga beroperasi ke sini.

Walaupun begitu, proses turun pesawat pun dimulai 10 menit setelah mendarat, yang bisa dibilang cukup cepat.

Kedatangan

Di Amerika Serikat, semua penumpang yang baru datang (kecuali penumpang internasional yang belum melalui imigrasi Preclearance atau bandara sangat kecil dimana penumpang tiba langsung menuju area klaim bagasi) tidak dipisah dengan penumpang yang akan berangkat, sehingga saya langsung tiba di area ruang tunggu.

Walaupun sibuk, area ruang tunggu di bandara sendiri cukup nyaman untuk saya memesan hotel untuk menginap di Seattle.

Saya baru keluar menuju area pengambilan bagasi setelah memesan hotel untuk malam tersebut.

Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, bandara Seattle cukup sibuk – 3 layar kedatangan sendiri hanya muat untuk jadwal penerbangan beberapa jam di pagi tersebut.

30 menit setelah pesawat tiba di gerbang, tas terdaftar saya pun sudah dirantai di konter bagasi United, dan setelah saya menunjukkan tag bagasi tas tersebut dikeluarkan.

Setelah mengambil tas saya pun melanjutkan ke area antar/jemput shuttle hotel, yang terdapat di gedung parkir bandara. Dari gedung parkir bandara, saya juga bisa melanjutkan ke stasiun KRL untuk pergi ke kota.

Hampir 1 jam kemudian, saya akhirnya pergi ke hotel Ramada by Wyndham Tukwila Southcenter dengan shuttle gratis dari hotel tersebut.

Tanpa status elit saya baru bisa melakukan check-in setelah selesai pergi ke kota. Saya tidak akan mengulas hotelnya di sini karena saya hanya butuh tidur dan bekerja sedikit, tapi setidaknya kamarnya fungsional dan hotelnya memiliki shuttle gratis ke bandara untuk penerbangan saya keesokannya.

Kesimpulan

Berbeda dengan banyak stereotipe yang beredar, terbang di Amerika Serikat sendiri bisa dibilang cukup nyaman.

Dengan bandara yang fungsional, kursi yang nyaman di pesawat modern, hiburan lengkap (termasuk Wi-Fi gratis untuk mengirim pesan), dan pelayanan yang memadai, saya jauh lebih memilih ini daripada terbang dari Jakarta CGK ke Jayapura DJJ seperti beberapa bulan lalu namun di kelas ekonomi.

Saya sendiri tentu akan kembali terbang dengan United, terutama selama saya masih bisa memegang status KrisFlyer Elite Gold yang memberikan cukup banyak manfaat.

Apakah Anda akan terbang dengan United dari New York/Newark (EWR) ke Seattle SEA?
Share

3 comments
  1. Mau tanya nih soalnya tahun depan saya juga akan ke US:
    1. shuttle hotel memang gratis tapi apakah tidak memberi tip mengingat tip adalah kebiasaan di US? Dan untuk breakfast hotel, jika sudah termasuk dalam harga kamar, apakah juga memberi tip kepada pelayannya?
    2. apa tiket Southwest lebih mahal untuk penerbangan ini? Southwest gratis 2 bagasi dan berdasarkan informasi yang saya baca, juga dapat makanan gratis tapi mungkin cuma makanan ringan. Penerbangan saya JFK-OMA dan OMA-LAX, kalau pakai poin jatuhnya lebih ekonomis pakai Southwest
    3. bulan April-Mei itu kira-kira berapa suhunya? Apa cukup dengan memakai jaket tipis?

    1. Halo Antonius,

      1. Tip pada dasarnya sukarela, jadi jumlahnya bisa bervariasi tiap orang. Saya sendiri memberi tip seperti ini:
      – Shuttle: $1/tas yang dibantu naik/turun, tidak perlu atau $1/orang.
      – Sarapan: Tidak perlu untuk prasmanan, seperti makan di restoran (15-20% tagihan sebelum pajak) untuk sarapan a la carte.
      2. Harga tiket sendiri bisa sangat bervariasi, jadi silakan diperiksa. Betul kalau Southwest gratis check-in 2 tas x 23 kg; untuk United sendiri pada dasarnya tidak ada bagasi gratis (1 tas x 23 kg untuk anggota Star Alliance Gold, 1 tas x 32 kg untuk anggota United MileagePlus Premier Silver). Saya sendiri tidak mempertimbangkan makanan saat di pesawat, tapi kecuali Anda terbang di maskapai berbiaya sangat rendah seperti Spirit minuman non-alkohol tetap selalu gratis.
      3. Tergantung di mana; New York sendiri harusnya sekitar 10-20 derajat, sedangkan Los Angeles sendiri 15-25. Jaket tipis harusnya sudah cukup untuk sebagian besar orang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BoardingArea