Setelah sekitar 1 bulan penuh ketidakpastian mengenai rate devaluasi, akhirnya CIMB Niaga memutuskan bahwa devaluasi kartu kredit JCB Ultimate yang berlaku adalah devaluasi awal sesuai dengan yang ada di website CIMB Niaga.

Hal ini berarti earning rate Asia Miles dan GarudaMiles dari kartu kredit ini akan turun dengan sangat drastis.sedangkan earning rate KrisFlyer Miles akan meningkat setara dengan kartu kredit CIMB Niaga Visa Infinite ataupun World MasterCard.

Informasi mengenai devaluasi baru ini saya ambil dari link JCB Ultimate pada website CIMB Niaga. Berikut detailnya:

Dari informasi diatas, dapat diketahui bahwa devaluasi yang berlaku adalah devaluasi awal alias devaluasi non-rumor.

Good News or Bad News?

Diluar dugaan saya, terdapat cukup banyak pembaca PinterPoin yang lebih prefer dengan devaluasi awal karena perolehan KrisFlyer Miles yang akan lebih kompetitif pada kartu JCB Ultimate.

Namun kembali lagi, hal tersebut bergantung pada preferensi tiap-tiap orang. Saya sendiri lebih menyukai devaluasi yang dirumorkan meskipun sekarang saya tahu betul bahwa hal tersebut tidak akan terjadi.

Anyways, earning rate baru dari kartu kredit CIMB Niaga JCB Ultimate per 1 Juni 2020 adalah sebagai berikut:

  • 11.111 Rupiah = 20 Poin Xtra = 1 GarudaMiles
  • 11.111 Rupiah = 20 Poin Xtra = 1 Asia Miles
  • 5.000 Rupiah  = 9 Poin Xtra = 1 KrisFlyer Miles

‘Membunuh’ Kartu World MasterCard?

Sampai pada tahap ini, saya masih tidak paham mengapa pihak CIMB Niaga memutuskan untuk menggunakan rate devaluasi awal.

Dengan menggunakan rate devaluasi awal, mereka secara langsung ‘membunuh’ kartu CIMB Niaga World MasterCard karena:

1. Walaupun sama-sama 5.000 Rupiah = 1 KrisFlyer Miles, terdapat biaya penukaran sebesar 2.500 Poin Xtra untuk semua kartu di mana dengan perolehan poin Xtra yang jauh lebih kecil di kartu World Mastercard, maka biaya ini jauh lebih terasa.

Secara praktis, biaya penukaran World Mastercard dalam bentuk airline miles adalah 1.250 miles KF (setara 262.500 Rupiah) sedangkan biaya penukaran JCB Ultimate dalam bentuk airline miles adalah 278 miles KF (setara 58.000 Rupiah)

2. JCB Ultimate masih memiliki spending reward yang lebih menarik dibandingkan dengan spending reward World MasterCard

3. JCB Ultimate memiliki benefit lain berupa cashback 4% ketika digunakan di negara tertentu. World MasterCard unggul dari sisi kurs secara garis besar namun tidak unggul di negara tertentu (Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, dan Taiwan)

4. Sama-sama memiliki persyaratan pagu kredit (limit) minimum 75 juta Rupiah

.

Jadi, menurut saya ini adalah blunder besar karena orang yang mengerti akan poin & miles tentunya akan memilih mengajukan JCB Ultimate dan bukan World MasterCard. 

Saya rasa kedepannya pamor kartu World MasterCard akan ‘tertelan’ oleh kartu JCB Ultimate dan menyebabkan kanibalisme pangsa pasar kartu segmen ‘premium’ dari CIMB Niaga.


Baca juga: Review Kartu Kredit CIMB Niaga JCB Ultimate (Updated)

Baca juga: Review Kartu Kredit CIMB Niaga World MasterCard


Penutup

Pilihan devaluasi kartu kredit CIMB Niaga JCB Ultimate jatuh pada devaluasi awal. Hal ini berarti terjadi devaluasi masif earning rate Asia Miles dan GarudaMiles pada kartu kredit tersebut.

Satu hal yang pasti, dengan devaluasi ini dan penambahan biaya untuk setiap penukaran airline miles di seluruh kartu kredit CIMB Niaga, maka the biggest loser dari devaluasi ini adalah CIMB Niaga JCB Ultimate dan CIMB Niaga World MasterCard.

Biaya penukaran poin Xtra menjadi airline miles paling terasa di kartu World Mastercard.

.

Apa pendapat Anda mengenai keputusan CIMB Niaga untuk menggunakan rate devaluasi awal di kartu JCB Ultimate?