Air Canada Aeroplan akan mengalami devaluasi penukaran penerbangan (flight redemption) pada 1 Juni 2026 mendatang. Untungnya devaluasi ini masih sangat wajar.
Anda mungkin bertanya…. kenapa devaluasi ini bisa dibilang masih sangat wajar?
Simpel sekali, untuk orang Indonesia yang menggunakan program ini, devaluasi sweet spot Air Canada Aeroplan ini berada di angka 16,7% saja dan inipun mempertimbangkan fakta sebagai berikut:
- Air Canada Aeroplan tidak pernah melakukan devaluasi sejak tahun 2020 lalu.
- Air Canada Aeroplan adalah salah satu dari sedikit program yang masih tidak mengenakan Fuel Surcharge (YQ) pada sebagian besar airline partner mereka
- Air Canada Aeroplan adalah program dengan fitur stopover yang fleksibel di mana Anda hanya perlu membayar 5.000 Aeroplan Miles untuk bisa menambah 1 (satu) stopover
- Perlu saya ingatkan bahwa Aeroplan memiliki kemampuan spektakuler menembuskan waitlist Singapore Airlines yang menyebalkan?
Oleh karena itu, devaluasi Aeroplan ini meskipun cukup terasa…. saya rasa masih sangat wajar dan tidak mengubah value proposition sebagai frequent flyer program yang harus Anda pahami dan optimalkan.
Anyways, detail dari devaluasi ini bisa Anda baca di sini namun saya akan menjelaskan beberapa rute yang notable (dan praktis) bagi orang Indonesia yang devaluasi dan implikasi praktisnya:
- Terbang dari destinasi manapun di Indonesia ke Bangkok (BKK) di kelas ekonomi menggunakan Singapore Airlines ataupun Thai Airways akan membutuhkan 15.000 Aeroplan Miles (v.s. 12.500 sebelum devaluasi) alias terdapat devaluasi sebesar 20%.
- Terbang dari destinasi manapun di Indonesia ke Bangkok (BKK) di kelas bisnis menggunakan Singapore Airlines ataupun Thai Airways akan membutuhkan 20.000 Aeroplan Miles (v.s. 20.000 sebelum devaluasi) alias tidak terdapat kenaikan.
- Terbang dari destinasi manapun di Indonesia ke Tiongkok, Jepang, atau Korea di kelas ekonomi menggunakan maskapai Star Alliance apapun akan membutuhkan 30.000 Aeroplan Miles (v.s. 25.000 sebelum devaluasi) alias terdapat devaluasi sebesar 20%.
- Terbang dari destinasi manapun di Indonesia ke Tiongkok, Jepang, atau Korea di kelas bisnis menggunakan maskapai Star Alliance apapun akan membutuhkan 52.500 Aeroplan Miles (v.s. 45.000 sebelum devaluasi) alias terdapat devaluasi sebesar 16,7%.
- Terbang dari destinasi manapun di Indonesia ke Australia di kelas bisnis menggunakan Singapore Airlines akan membutuhkan 52.500 Aeroplan Miles (v.s. 45.000 sebelum devaluasi) alias terdapat devaluasi sebesar 16,7%.
- Terbang dari destinasi manapun di Indonesia ke Dubai di kelas bisnis menggunakan Singapore Airlines akan membutuhkan 75.000 Aeroplan Miles (v.s. 60.000 sebelum devaluasi) alias terdapat devaluasi sebesar 20%.

Tentu selain rute-rute yang saya sebutkan di atas, terdapat berbagai sweet spot lain dari penukaran Air Canada Aeroplan namun belum tentu praktis bagi orang Indonesia.
Sweet spot seperti ini sendiri hanya dibahas di Hotel Loyalty & Rare Points (HLRP) Masterclass dari PinterPoin yang rencananya akan rutin diadakan sekitar 3 bulan sekali.
Di lain kesempatan, tidak ada salahnya Anda mempelajari program ini lebih dalam lagi terutama karena Air Canada Aeroplan sekali lagi adalah frequent flyer program yang luar biasa jika Anda bisa mengoptimalkannya.
Baca juga: ANA Mileage Club Bisa Menembuskan Waitlist di KrisFlyer
Baca juga: Baru – PinterPoin Hotel Loyalty & Rare Points Masterclass
Penutup
Air Canada Aeroplan akan devaluasi pada 1 Juni 2026 mendatang.
Bagi Anda yang memiliki saldo Aeroplan, tentu saya akan merekomendasikan Anda untuk menukarkannya terutama jika rute penerbangan yang Anda inginkan akan devaluasi (kemungkinan besar pasti terdampak).
Meski begitu, tidak bisa dipungkiri bahwa dengan devaluasi ini sekalipun, Air Canada Aeroplan masih menjadi frequent flyer program yang menarik terutama jika Anda bisa mengumpulkan dan menukarkan Aeroplan Miles ini dengan optimal.
Lucunya, jika Anda pernah membaca artikel mengenai Aeroplan di PinterPoin ataupun berpartisipasi di Masterclass HLRP, Anda pasti tahu bahwa sebagian besar penukaran praktis dan sweet spot dari program ini justru adalah untuk Singapore Airlines 😀
Dalam beberapa kasus, saya malah akan jauh lebih rekomen menukarkan penerbangan Singapore Airlines menggunakan Aeroplan alih-alih menukarkan penerbangan Singapore Airlines menggunakan KrisFlyer terutama jika penerbangannya waitlist.




Saya bikin akun baru setelah baca artikel ini, sudah aktif. Beberapa hari kemudian, coba login, infonya deactivated. Saya bingung, padahal belum diapa-apain. Saya googling, alasan yang paling mungkin adalah saat membuat akun pakai jaringan internet dengan VPN. Saya cari cara untuk menghubungi agen, adanya telepon international. Saya coba, menunggu sampai 1 jam nggak terhubung juga.
Beberapa hari kemudian saya coba cari info lagi, ada nomor telepon CS Indonesia. Tapi CS bilang bahwa mereka hanya mengurus tiket. Saya coba ngobrol, disarankan bikin akun baru. Tapi masalahnya email yang saya daftarkan sudah email utama yang sering saya pakai. Saya coba tanya apakah ada alamat email Aeroplan, tapi telepon terputus. Ya sudah saya stop.
Hari ini saya coba follow up lagi karena saya butuh tiket SQ sementara status saat ini sudah waitlist terus sejak 2 bulan lalu (waktu itu sudah book tapi belum confirm karena 1 segment lainnya masih WL). Saya coba bikin akun baru, ternyata tidak bisa. Pada saat saya isi data, muncul tulisan ada masalah dan diminta coba login. Kemungkinan karena data saya sudah tercatat punya akun. Coba telepon internasional, sudah menunggu setengah jam belum berhasil. Dan saya baca-baca ternyata memang selama itu dan seringkali gagal. Saya coba isi form di website, spesifik sekali harus sesuai masalahnya dengan pilihan yang diberikan. Saya coba pilih salah satu yang mendekati, tiba2 diminta isi detail penerbangan. Aduhh.. Nggak berhasil terusss… Baru juga bikin akun :'(
Renata,
Bisa complicated gitu juga ya ternyata.