teks, label, logo, buku

Crash Pasar Saham 2026: Sebuah Kesempatan Emas Berspekulasi & Berinvestasi Dengan Kartu Kredit?

Disclaimer

Konten ini dibuat semata-mata untuk tujuan edukasi dan berbagi informasi. Seluruh analisis, data, atau saham yang penulis sebutkan bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau paksaan untuk membeli atau menjual instrumen keuangan apa pun.

Investasi saham mengandung risiko kerugian. Pembaca diharapkan selalu melakukan analisis mandiri (do your own research) sebelum mengambil keputusan finansial apapun.

Pada career path yang lain, saya mungkin tidak menjadi seorang blogger dan edukator di bidang points & miles melainkan di bidang investasi instrumen keuangan terutama saham.

Hanya saja, sebagai seorang survivor yang selamat dan masih bertahan dari berbagai crash di IHSG dari jaman taper tantrum di tahun 2013 lalu hingga crash di era Covid-19 pada tahun 2020 lalu, saya merasa memiliki kewajiban untuk membantu menenangkan investor (terutama retail seperti Anda dan saya) pada crash akibat keluarnya investasi asing (foreign flow) yang terjadi di tahun 2026 ini.

Ketika artikel ini ditulis, IHSG minus 4,52% dalam sehari dan secara Year To Date (YTD) sudah turun 38,22%

Sebagai seorang penyintas aneka market crash dan seseorang yang sudah menulis lebih dari 8 buku seputar investasi, saya tanpa ragu akan mengatakan bahwa Anda tidak perlu khawatir membeli saham perusahaan Indonesia yang memiliki fundamental kuat karena harga saham tersebut akan rebound dengan sendirinya ketika krisis ini berakhir.

Di penghujung hari, melihat laporan keuangan aneka perusahaan yang masih berkembang namun harganya terus turun akibat crash kali ini, saya tidak akan ragu untuk merekomendasikan Anda membeli saham Indonesia (atau istilah kerennya ‘Buy Indonesia’) di harga yang sangat terdiskon.

Anda mau:

  • Berinvetasi untuk 1 atau 3 atau 5 atau 10 tahun ke depan? Sekarang (hampir) adalah saatnya

  • Mencari perusahaan bagus dengan valuasi yang menarik? Sekarang (hampir) adalah saatnya

  • Membeli perusahaan dengan dividend yield yang konstan mencapai belasan persen dan masih memiliki potensi upside dari segi harga saham? Mudah jika Anda membeli saham yang tepat di saat krisis ini.

Singkat kata – bisa jadi 2026 ini (spesifiknya di bulan Juni atau mungkin Juli) menjadi momen terbaik di hidup Anda untuk membeli saham Indonesia karena harganya sangat sangat terdiskon sampai di titik too good to be true.

Pak Edwin, Pinterpoin ini kan membahas mengenai points & miles ya? Lantas apa relevansinya dengan ilmu investasi yang Anda baru saja jelaskan?

.

.

Bagus Anda bertanya seperti itu. Izinkan saya menyampaikan sebuah ide, gagasan, hint, apapun itu namanya yang cukup absurd namun tidak sepenuhnya gila yaitu menggunakan kartu kredit sebagai tambahan likuiditas Anda membeli saham.

teks, cuplikan layar, Font, Persegi, logo, memori flash, deasin
Gunakan kartu kredit sebagai tambahan likuiditas Anda membeli saham di harga yang terlampau murah

Saya yakin, pernyataan saya di atas akan menimbulkan pro dan kontra yang tidak sedikit di kalangan investor atau trader saham atau bahkan points & miles itu sendiri.

Tetapi tidak mengapa, itulah gunanya disclaimer di awal dan sekali lagi saya mengatakan bahwa strategi ‘gila’ ini mungkin cocok atau tidak cocok bagi Anda.

Satu hal yang pasti – metode ini cocok bagi Anda yang bisa memilih dan memilah saham yang bagus, memiliki kartu kredit yang tepat (memiliki earning rate yang bagus), dan memahami cara menekan biaya MDR secara drastis untuk cashflow ataupun likuiditas yang lebih baik (mudah, jika Anda tahu caranya).

Anyways, let’s get to the point.

Berspekulasi & Berinvestasi Saham Dengan Kartu Kredit

Saya akan langsung mengatakan bahwa metode ini memungkinkan jika Anda sudah terbiasa menggunakan platform invoicing dan memiliki kartu kredit yang tepat (lebih baik jika transaksinya bisa dijadikan cicilan 0% tapi masih dapat poin seperti pada kartu kredit Jenius).

Dengan menggunakan platform invoicing sebagai salah satu sarana ‘mengakses’ limit kartu kredit Anda (tidak perlu saya jelaskan di sini), maka Anda bisa memiliki manuver ekstra dalam berinvestasi spesifiknya membeli saham.

Yang perlu Anda ketahui adalah, tidak semua kartu kredit layak Anda gunakan sebagai sarana likuiditas berinvestasi.

Saya sendiri meskipun memiliki 38 kartu kredit, hanya menggunakan setidaknya 10 kartu kredit yang akan saya gunakan untuk mengakses likuiditas ini. Saya membaginya berdasarkan 3 kriteria sebagai berikut:

  • Apakah limit kartu kredit ini signifkan terhadap portofolio saya?

  • Apakah kartu kredit ini memiliki earning rate yang baik sebagai kompensasi tambahan biaya transaksi yang ada?

  • Apakah ada alasan lain untuk menggunakan kartu kredit ini sebagai sarana likuiditas?

Sebagai contoh, akan lebih masuk akal bagi saya untuk mengoptimalkan (baca: menggunakan limit) kartu kredit Jenius dibandingkan dengan kartu kredit BRI OVO U saya dengan alasan sebagai berikut:

1. Limit kartu kredit Jenius saya Rp499.000.000 sedangkan BRI OVO U saya ‘hanya’ 50 Juta Rupiah saja. Tambahan likuiditas sebesar 499 Juta Rupiah akan banyak berpengaruh pada portofolio saya sebagai sarana averaging down sedangkan 50 juta Rupiah tidak akan berpengaruh banyak pada portofolio saya.

Limit kartu kredit Jenius saya di Rp499.000.000

2. Saya akan mendapatkan 99.800 Yay Points dari transaksi Double Yay di kartu kredit ini yang ekuivalen dengan 74.846 KrisFlyer Miles yang bisa ditukarkan dengan tiket PP Business Class Singapore Airlines ke Asia Tenggara. Dengan BRI OVO U, saya hanya akan mendapatkan cashback 0,2% dari nominal transaksi yang mana tentu tidak menarik sama sekali.

3. Transaksi di kartu kredit Jenius bisa dijadikan cicilan (installment) dengan bunga 0% dan tetap mendapatkan poin. BRI OVO U? Tidak bisa.

Transaksi di Jenius bisa dijadikan cicilan 0% dan masih dapat poin

Oleh karena itu, tentu pemilihan kartu kredit yang tepat menjadi sebuah hal yang krusial dalam pertimbangan mengakses likuiditas kartu kredit Anda untuk berspekulasi ataupun berinvestasi saham.


Baca juga: 10 Kartu Kredit Terbaik Untuk Mengumpulkan KrisFlyer Miles

Baca juga: 10 Kartu Kredit Terbaik Untuk Mengumpulkan Asia Miles


Penutup

Karena keterbatasan waktu, saya terpaksa harus memecah artikel ‘investasi saham dengan kartu kredit’ ini menjadi beberapa bagian. Kebetulan ini adalah bagian pertamanya.

Sekali lagi, artikel ini hanyalah sebuah ide gila (atau mungkin tidak gila) dari saya dan Anda bebas untuk pro & kontra mengenai isi daripada artikel ini. Saya juga sudah siap menerima kritik pedas akibat artikel ini selama saya bisa mencurahkan isi pikiran saya beberapa minggu ini.

Hanya saja, saya yakin dengan conviction dan pengalaman saya di pasar modal bahwa kesempatan kali ini justru menjadi kesempatan emas bagi Anda untuk bisa mendapat return yang maksimal dari instrumen keuangan saham.

Me-leveraging posisi Anda dengan kartu kredit adalah salah satu cara untuk menjadi greedy ketika semua orang sedang fearful

Lantas, saham apa yang pantas diinvestasikan Pak Edwin di saat seperti ini? Kan semuanya turun? Pak Edwin beli apa?

Saya akan memberi hint bahwa Anda perlu jeli melihat saham apa yang penurunan harganya tidak bisa dijustifikasi dibandingkan dengan kinerjanya yang masih bagus. Itu saja 🙂

Selengkapnya akan dibahas di lain waktu.

Apa pendapat Anda mengenai strategi saya meningkatkan likuiditas dan leveraging di saham menggunakan kartu kredit ini?

Share

34 comments
  1. boleh dishare gak koh, di platform apa yang bisa beli saham pake cc ? dan cc apa yang paling oke? thanks sblmnya ko

    1. Mungkin maksud Bro Edwin narik cash pake invoicing platform dengan biaya MDR dan kemudian kita bayarnya cicil ke kartu kreditnya. Dan sejauh ini saya baru tau ternyata Edwin ini banyak nulis buku, mantab Pak.

      1. BDU,

        Bisa dibilang semacam itu lah. Atau kalau mau lebih ekstrim seperti pada kasus saya… bayar kartu kredit utama-nya menggunakan cashflow (dari invoicing juga) menggunakan kartu kredit 2nd tier.
        Nanti akan dijelaskan di bagian selanjutnya.

        1. ga sabar mau dijelasin gimana maksud bayar cc menggunakan invoicing, thanks Pak Edwin.

        2. Regar,

          Lebih ke arah ‘mengakses likuiditas tambahan’ menggunakan kartu kredit melalui platform invoicing sih.

        3. canggih juga ide nya

          nge gulung earning poin ini mah hahahaha

          high risk high reward

  2. pak kalau untuk platform beli ETF US seperti JEPI atau JEPQ apa ada rekomendasi? kalau via platform lokal indo agak ngeri soalnya

    1. Buka akun di Interactivebroker.com atau charles schwab atau apps gotrade. gw ga tembus buka di charles schwabb karena passport indo. buka di interactive broker butuh waktu krn beneran mereka review tapi kebuka juga. kalo apps gotrade cepet kebuka akunnya pake passport indo

  3. Pak Edwin, saya baca sampai dua kali artikel ini untuk memastikan – skenario di atas (limit Jenius 499mio) ini kalau mau diakses likuiditasnya lewat platform invoicing, bukankah transaksinya dikecualikan dari perolehan poins, atau ketentuan ini sudah berubah lagi, dan bisa dapat poins apalagi double yay poins. Menarik banget soalnya kalau beneran bisa. Terima kasih sebelumnya.

    1. VL,

      Itu hanya simulasi. Khusus kartu kredit Jenius, saya memiliki cara tersendiri untuk mengakses likuiditas di kartu tersebut dan bisa dapat Double Yay Points dengan biaya sedikit lebih tinggi dari Platform Invoicing yang dimaksud.

      Dan yaaa, FYI saja, saya hari ini menambah muatan saham meski belum terlalu signifikan.

    2. VL,

      Saya lupa bilang bahwa khusus untuk kartu kredit Jenius dan kartu dengan earning rate spesial untuk trx kategori tertentu (seperti Maybank BMW/MINI atau Mandiri Bonvoy) caranya beda.

  4. Edwin,
    Menarik nih artikelnya. Ditunggu artikel berikutnya mengenai cara menggunakan invoicing, karena belum pernah.
    Baru tau juga kalau Edwin nulis buku, langsung cek di link haha. Btw ini ebook kah?

    Thank you.

    1. Renata,

      Itu bukunya fisik dan sudah lama sih. Saya sudah tidak menulis buku lagi sejak tahun 2019 atau 2020 kalau tidak salah.
      Sekarang seperti yang Anda ketahui…. saya jauh lebih aktif di PinterPoin.

      Tapi karena sekarang ada kesempatan yang belum tentu datang 10 tahun sekali, maka saya memutuskan untuk menulis artikel ini.

  5. artikel yang menarik pak Edwin

    tapi saya merasa lebih baik tunggu market bottoming terlebih dahulu apalagi buat pembaca pinterpoin yang cashflownya tidak terlalu besar, daripada nanti sudah bayar cicilan ke bank portonya malah merah lagi

    bottomnya belum telihat takutnya kemarin masih dead cat bounce

    1. FW,

      Dead cat bounce atau tidak, tidak dapat dipungkiri bahwa Anda bisa beli saham berkualitas di harga yang extremely cheap dan terendah dalam 10 tahun sekarang.

      Yang kita perlukan sebenarnya hanya 2 berita baik lagi (semisal tidak jadi masuk emerging market atau MBG dipotong separuh bujet-nya), dan kita bisa kembali ke Index 7000-an.

  6. Intinya artikel edwin terbit kemaren, ihsg meroket. Prediksinya benar benar menguntungkan. Bayangkan ambil 500 juta dari kk, beli bbca kemaren, hari ini sudah untung hampir 20%. Untung 100 juta modal 7,5 juta, plus dapat poin. Hidup Edwin!

  7. Ini bukannya sudah masuk ranah ajakan berinvestasi? Apalagi lewat leveraged financing. Hati-hati bung, ini ranah regulasi.

    1. Front,

      Sudah ada disclaimer-nya.

      Dan saya tidak menyebut saham apapun hanya bilang it’s a good time to invest dan ada cara untuk menambah likuidasi Anda lewat kartu kredit. Itu saja.

  8. Mantep bgt bro edwin.
    Saya pake cc + margin sekuritas buy bbri kemarin di 2790 sebanyak 1600 lot dan lepas hari ini di 2890.
    Kalau bisa posting pict di post ini ane upload dah ss growin haha

  9. Halo tim pinterpoin, berarti CC jenius masih mendapatkan Yay Points dari platform invoicing ya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.