Setelah 50 tahun berjalan, Boeing akhirnya akan stop produksi pesawat tipe 747 yang dijuluki “Queen of the Skies”.

Tentu keputusan Boeing ini merupakan sebuah kabar sedih bagi para avgeek, namun memang sebenarnya akan terjadi cepat atau lambat. Pesawat berukuran jumbo seperti 747 dinilai semakin tidak praktis dan menguntungkan bagi maskapai.

Teknologi saat ini memungkinkan pabrikan pesawat untuk membuat pesawat bermesin 2 yang lebih efisien dalam urusan memaksimalkan kapasitas, jarak tempuh, dan hemat bahan bakar. Kedepannya, banyak analis yang meramalkan jika pesawat komersial bermesin 4 akan benar-benar punah.

Boeing 747 terakhir di Indonesia milik Lion Air dengan nomor registrasi pesawat PK-LHG. Foto: Ikhwan Hidayat.

Varian 747-8 = Kesempatan Terakhir

Saya merasa tidak tersisa banyak waktu bagi Anda yang ingin mencoba terbang di pesawat ikonik tersebut. Varian Boeing 747-200 dan 747-400 yang sudah berumur kini mulai dipensiunkan.

Sejumlah maskapai seperti Garuda Indonesia, Singapore Airlines, British Airways, Qantas, El Al, EVA Air, dsb, telah memberikan penghormatan terakhir pada pesawat tersebut.

Namun untungnya Boeing sempat memproduksi varian baru 747-8 yang dipesan oleh sejumlah maskapai komersial. Maskapai-maskapai tersebut diantaranya:

  • Lufthansa
  • Korean Air
  • Air China

Mengingat pesawat-pesawat tersebut masih berusia relatif muda, maka sewajarnya masih akan digunakan oleh maskapai dalam beberapa tahun kedepan. Selebihnya 747-8 masih digunakan sebagai pesawat kargo oleh sejumlah operator.

Korean Air 747-8i

Korean Air 747-8i di bandara Hong Kong. Foto: PinterPoin.

Penutup

Pada bulan Februari 2019, Airbus menghentikan produksi pesawat A380-nya mulai tahun 2021. Kini, giliran Boeing yang akan menyetop produksi pesawat revolusionernya.

Tidak bisa dipungkiri, Boeing 747 adalah pesawat yang sangat ikonik dan berkesan bagi saya. Saya masih teringat ketika pergi ke bandara dengan orang tua saya dan melihat pesawat ‘2 lantai’ tersebut terparkir secara megah di bandara Soekarno-Hatta. Pesawat tersebut menjadi pesawat yang paling ingin saya naiki ketika saya masih anak-anak.

Sayangnya, perkembangan dunia aviasi saat ini memaksa maskapai untuk beralih ke pesawat dengan kapasitas rendah yang lebih efisien seperti Boeing 787 dan Airbus A350. Menurut saya, periode beberapa tahun kedepan akan menjadi momen-momen terakhir untuk bisa mencoba dan menikmati terbang di pesawat jumbo seperti Boeing 747 dan Airbus A380.

.

Apa pesawat favorit Anda?