AirAsia Indonesia membukukan kerugian sebesar 1,87 Triliun Rupiah pada periode 9 bulan pertama tahun 2020 ini.

Kerugian tersebut berbanding terbalik dengan kinerja perseroan pada periode yang sama tahun 2019 lalu yang mana perseroan masih sempat membukukan laba sebesar 20 miliar Rupiah. Hanya saja, kinerja yang buruk ini tidak mengejutkan karena serupa.dengan kinerja maskapai internasional maupun domestik lainnya yang rata-rata membukukan kerugian signifikan akibat pandemi Covid-19.

Pada periode yang sama pula, pendapatan dari perseroan mengalami penurunan drastis sebesar 71,1%. Penurunan ini lebih drastis dibandingkan dengan penurunan pada Semester 1-2020 lalu yang hanya sebesar 55,2% dibandingkan tahun sebelumnya.

Berikut kinerja keuangan perusahaan seperti yang saya kutip dari keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia:

Satu hal yang pasti, jika kondisi ini terus berlangsung, maka jujur saya tidak tahu.sampai kapan PT. AirAsia Indonesia, Tbk (CMPP) akan bisa terus bertahan.

Berbeda dengan Garuda Indonesia yang sudah hampir pasti mendapat dana talangan dari pemerintah, tidak ada kabar.apakah AirAsia Indonesia akan mendapatkan dana talangan dari para pemegang saham ataupun pihak ketiga lainnya.

Selain itu, posisi kas perseroan yang hanya tersisa 25 miliar dibandingkan dengan periode Desember tahun lalu sebesar 311 miliar juga cukup mengkhawatirkan.

Saya hanya berharap AirAsia Indonesia akan bisa melewati masa-masa sulit ini karena bagaimanapun juga mereka merupakan salah satu maskapai Low-Cost Carrier (LCC) yang mampu bertahan dan bersaing cukup lama di Indonesia 🙂


Baca juga: Panduan Lengkap AirAsia BIG

Baca juga: Terbang Tidak Terbatas dengan AirAsia Indonesia untuk 6 Bulan Hanya 1,5 juta Rupiah!


Penutup

Kinerja keuangan AirAsia Indonesia yang merugi tidak dapat dihindarkan mengingat hampir seluruh maskapai di dunia mengalami hal yang sama.

Hanya saja, berbeda dengan Garuda Indonesia, tidak/belum ada informasi mengenai penyuntikan modal ataupun bailout untuk maskapai ini sehingga jujur saya sangat khawatir akan nasib dari maskapai ini di masa depan.

Untungnya, perseroan cukup kreatif dengan menawarkan penerbangan tidak terbatas selama 6 bulan dengan harga 1,5 juta Rupiah yang saya ramalkan akan bisa meningkatkan posisi cash AirAsia Indonesia dengan signifikan sehingga mereka akan bisa bertahan lebih lama lagi di tengah tekanan pandemi Covid-19 ini.

.

Apa pendapat Anda mengenai AirAsia Indonesia yang membukukan kerugian 1,87 Triliun Rupiah ini?