Manfaat utama menggunakan ITA Matrix adalah untuk melakukan pencarian tiket penerbangan kompleks yang tidak dapat dilakukan dengan mesin pencari biasa. Kali ini saya akan memberikan beberapa trik menggunakan Matrix serta contoh kasus dimana Matrix akan sangat bermanfaat.

Silakan baca pos saya sebelumnya mengenai cara menggunakan Matrix apabila Anda belum familiar dengan Matrix. Pos ini mungkin lebih panjang dari biasanya, jadi siapkan minuman favorit Anda.

Semua hasil pencarian berlaku saat artikel sedang ditulis. Hasil pencarian Anda mungkin berbeda – silakan mencoba kombinasi yang sama di tanggal berbeda untuk memperoleh hasil serupa.

Mencari rute penerbangan (atau maskapai) spesifik

Untuk mencari rute atau nomor penerbangan spesifik, Anda dapat memasukkan koneksi yang diperlukan dan/atau nomor penerbangan dan/atau maskapai yang memasarkan penerbangan spesifik di bagian routing code. Pada dasarnya, Anda akan memasukkan dengan cara sebagai berikut:

(Maskapai yang memasarkan penerbangan/nomor penerbangan untuk penerbangan sebelum lokasi transit) (Lokasi transit) (Maskapai yang memasarkan penerbangan/nomor penerbangan untuk penerbangan berikutnya) … (Maskapai yang memasarkan penerbangan/nomor penerbangan untuk penerbangan terakhir)

Misalkan Anda ingin terbang dari Denpasar DPS ke Sapporo CTS sekali jalan. Anda awalnya akan memasukkan rute sebagai berikut:

Dari: DPS
Routing code: <Kosong>
Extension code: <Kosong>

Ke: CTS

Dengan pencarian tersebut, Anda akan mendapatkan hasil seperti berikut:

Contoh hasil pencarian dari Bali DPS ke Sapporo CTS.

Anda dapat mengisi tempat transit dengan salah satu dari berikut:

  • X untuk transit di titik manapun, atau
  • Kode IATA kota/bandara untuk transit secara spesifik di kota/bandara tertentu.

Misalkan Anda ingin melakukan 1 transit dimanapun DAN Tokyo, Anda dapat mencari seperti berikut:

Dari: DPS
Routing code: X TYO
Extension code: <Kosong>

Ke: CTS

Dengan pencarian tersebut, Anda akan mendapatkan hasil seperti berikut:

Contoh hasil pencarian dari Bali DPS ke Sapporo CTS via manapun dan Tokyo.

Sejauh ini kita baru membahas mengenai maskapai yang memasarkan suatu penerbangan. Walaupun biasanya maskapai yang memasarkan suatu penerbangan (marketing carrier) sama dengan maskapai yang mengoperasikan penerbangan tersebut (operating carrier), namun dengan kerjasama codeshare ada kalanya keduanya tidak sama.

Sebagai contoh, walaupun CX6330 membawa nomor penerbangan Cathay Pacific, penerbangan tersebut sebetulnya dioperasikan oleh Japan Airlines (JAL).

Tidak semua penerbangan dengan nomor Cathay Pacific diterbangkan oleh Cathay Pacific.

Untuk memilih (atau menghindari) terbang dengan maskapai tertentu, isi kode “OPAIRLINES” diikuti dengan kode maskapai yang ingin dipakai (atau “-OPAIRLINES” diikuti dengan kode maskapai yang ingin dihindari) pada bagian extension code.

Dengan contoh yang sama, misalkan Anda merasa beruntung dan ingin merasakan first class domestik JAL (dengan upgrade sebesar 8.000 Yen di bandara – apabila ada tempat) Anda tentu harus menghindari terbang dengan ANA. Oleh karena itu, Anda dapat mengubah rute Anda menjadi:

Dari: DPS
Routing code: X TYO
Extension code: -OPAIRLINES NH

Ke: CTS

Hasil pencarian Anda akan sedikit berubah menjadi seperti ini:

Seluruh hasil pencarian Anda akan termasuk terbang domestik dari Tokyo ke Sapporo dengan JAL.

Mencegah tertinggal pesawat atau melakukan stopover

Apabila Anda memesan seluruh penerbangan dalam 1 perjalanan di 1 tiket, selama kesalahan berada dari pihak maskapain (misalnya, penerbangan sebelumnya terlambat) Anda akan dipindahkan ke penerbangan berikutnya tanpa biaya. Walaupun begitu, beberapa maskapai menerapkan waktu koneksi minimum (minimum connecting time/MCT) yang sangat pendek.

Saya akan mengambil contoh bandara Doha DOH untuk koneksi Qatar Airways internasional ke internasional (data dari ExpertFlyer):

Contoh waktu koneksi minimum Qatar Airways di Doha DOH.

Walaupun memang betul sebagian besar orang akan tetap dapat melanjutkan perjalanan ke penerbangan berikutnya dengan waktu minimum secepat itu, tidak semua orang tentu nyaman dengan angka minimum tersebut. Oleh karena itu, Matrix memberikan 3 opsi untuk membatasi hasil pencarian penerbangan berdasarkan waktu koneksi:

  • Untuk menambahkan waktu transfer minimum secara absolut (misalnya minimum 1 jam), gunakan minconnect (jam):(menit),
  • Untuk menambahkan waktu transfer minimum dari waktu transfer minimum di bandara transit (misalnya waktu transit minimum ditambah 30 menit), gunakan padconnect (jam):(menit),
  • Untuk menambahkan waktu transfer maksimum secara absolut (misalnya maksimum 12 jam), gunakan maxconnect (jam):(menit).

Sebagai contoh, saya akan menggunakan ilustrasi penerbangan sebagai berikut:

Dari: CGK
Routing code: QR DOH QR LHR BA
Extension code: <Kosong>

Ke: ABZ

Untuk contoh ini, saya akan mengambil lagi informasi MCT di London LHR untuk koneksi dari penerbangan internasional ke domestik British Airways (data dari ExpertFlyer):

MCT untuk penerbangan internasional ke domestik British Airways di London LHR.

Dengan informasi tersebut dan informasi bahwa Qatar Airways menggunakan terminal 5 di London LHR, maka Anda akan mendapatkan hasil pencarian dengan MCT:

  • Doha DOH: 45 menit,
  • London LHR: 60 menit.

Apabila Anda menambahkan minconnect 2:00 di extension code, maka Anda akan mendapatkan hasil pencarian dengan MCT:

  • Doha DOH: 120 menit,
  • London LHR: 120 menit,

Namun, apabila Anda menambahkan padconnect 1:15 di extension code, maka Anda akan mendapatkan hasil pencarian dengan MCT:

  • Doha DOH: 120 menit (MCT +60 menit),
  • London LHR: 135 menit (MCT +75 menit).

Memilih (atau menghindari) jenis pesawat

Mencari penerbangan dengan maskapai yang bagus bukan jaminan Anda akan mendapatkan penerbangan yang nyaman. Sebagai contoh, apabila Anda memesan tiket Garuda Indonesia kelas bisnis Anda bisa mendapatkan kursi yang mirip dengan kursi ekonomi:

Jangan sia-siakan uang (atau miles) Anda untuk kelas bisnis CRJ1000 Garuda.

Alternatif lainnya, Anda dapat terbang dengan pesawat terbaru Garuda dengan kursi flat bed.

Business class Garuda Indonesia di pesawat Airbus A330-900neo.

Misalkan Anda ingin pergi dari Jakarta (CGK) ke Bali (DPS) nonstop sekali jalan dengan Garuda Indonesia di kelas bisnis. Anda awalnya akan memasukkan rute sebagai berikut:

Dari: CGK
Routing code: GA
Extension code: <Kosong>

Ke: DPS

Dengan pencarian tersebut, Anda akan mendapatkan hasil seperti berikut:

Garuda memang menawarkan banyak penerbangan ke Bali, namun tidak semuanya ideal.

Misalkan Anda tidak ingin mendapatkan kursi recliner standar dari Garuda, Anda akan memilih untuk terbang dengan pesawat A330 atau 777 apapun. Oleh karena itu, Anda akan mencari:

Dari: CGK
Routing code: GA
Extension code: aircraft t:330 t:777

Ke: DPS

Dengan pencarian tersebut, Matrix tidak akan menampilkan penerbangan yang dijadwalkan dengan pesawat 737 atau CRJ1000.

Dapatkan kursi lebih luas dengan memilih salah satu penerbangan ini.

Patut diperhatikan bahwa armada yang digunakan dapat sewaktu-waktu berubah tanpa pemberitahuan. Silakan memeriksa armada yang akan digunakan dengan Matrix saat mendekati waktu perjalanan.

Sebagai referensi, Anda dapat menemukan beberapa kode pesawat untuk mencari penerbangan di Matrix di sini.

Mencari subkelas tertentu

Matrix biasanya akan mencari penerbangan dengan subkelas termurah yang sesuai dengan filter, namun sesekali Anda memerlukan ketersediaan tiket di subkelas tertentu. Sebagai contoh, untuk melakukan upgrade tiket Singapore Airlines dari kelas ekonomi ke bisnis Anda perlu memiliki tiket kelas ekonomi subkelas:

  • Economy Standard: M, H, W, atau
  • Economy Flexi: Y, B, E

Sebagai contoh, Anda ingin terbang dari Jakarta (CGK) ke Istanbul (IST) dengan Singapore Airlines kelas ekonomi. Untuk pencarian tanpa mempedulikan subkelas, Anda dapat memasukkan rute sebagai berikut:

Dari: CGK
Routing code: SQ+
Extension code: <Kosong>

Ke: IST

Hasil pencarian awal akan menampilkan hasil untuk tiket subkelas N, yang tidak dapat di-upgrade.

Tiket termurah Singapore Airlines sering dijual dengan subkelas yang tidak dapat di-upgrade.

Untuk mencari tiket dengan subkelas yang diinginkan di atas, Anda tinggal menambahkan subkelasnya di extension code menjadi:

Dari: CGK
Routing code: SQ+
Extension code: F bc=y|bc=b|bc=e|bc=m|bc=h|bc=w

Ke: IST

Anda akan mendapatkan hasil pencarian berupa tiket yang dapat di-upgrade, walaupun memang harganya sedikit lebih mahal.

Dengan mencari tiket berdasarkan subkelas, Anda mungkin dapat memperoleh tiket yang lebih sesuai dengan kebutuhan.

Case Study: Mengubah Jadwal Mistake Fare Garuda Indonesia

Saya akan memberikan contoh bagaimana Matrix dapat digunakan sebagai referensi perubahan tiket penerbangan. Walaupun mungkin sedikit kompleks, saya sudah berhasil mengubah tanggal perjalanan saya hingga 18 bulan dari tanggal awal tanpa dikenakan biaya menggunakan ini sehingga menurut saya merupakan salah satu contoh yang mungkin relevan.

Latar belakang

PinterPoin pernah membuat artikel tentang mistake fare Garuda Indonesia untuk penerbangan dari Tokyo HND ke Denpasar DPS Mistake fare tersebut menggunakan 2 penerbangan:

  • Tokyo HND ke Osaka KIX dioperasikan oleh ANA di kelas ekonomi (K), dan
  • Osaka KIX ke Denpasar DPS dioperasikan oleh Garuda Indonesia di kelas bisnis (I).

Mengingat wabah coronavirus, Garuda Indonesia menawarkan perubahan jadwal gratis (tanpa dikenakan selisih tarif maupun pajak) dengan syarat:

  • Penerbangan dapat diubah untuk jadwal terbang sebelum 31 Desember 2021 untuk rute yang sama,
  • Penerbangan harus diubah sebelum keberangkatan untuk menghindari biaya no show (asumsikan ini tidak berlaku karena perubahan ini berlaku untuk tanggal keberangkatan awal terakhir di 2020), dan
  • Untuk penerbangan dengan beberapa maskapai dalam 1 tiket, semua penerbangan baru harus menggunakan subkelas yang sama (harga baru, basis harga, dan masalah konstruksi tiket menjadi urusan Garuda).

Hasil yang diinginkan

Hasil yang ideal untuk ini adalah:

  • Tiket dengan rute dan subkelas yang sama persis untuk menghindari selisih biaya (mengingat harga cash untuk tiket ini sangat rendah),
  • Jadwal transit yang cukup longgar untuk koneksi domestik ke internasional, dan
  • Tanggal keberangkatan yang cukup jauh dari sekarang untuk berjaga-jaga terkait izin masuk ke Jepang.

Pencarian awal

Pastikan Anda langsung mencari dengan rute sebagai berikut:

  • Jenis perjalanan: Sekali jalan
  • Dari: HND
  • Routing code: NH KIX GA –> artinya, terbang dari HND ke KIX dengan ANA (kode NH) dilanjutkan dengan terbang dari KIX ke DPS dengan Garuda Indonesia (kode GA)
  • Extension code: <Kosong>
  • Ke: DPS

Saya tidak akan menyinggung konsep marketing carrier dan operating carrier di sini karena Garuda tidak memaksakan sifat codeshare, dan menuliskan marketing carrier sudah cukup.

Pencarian 1

Dengan rute di atas, awalnya Anda akan mencari tiket Garuda subkelas I, sehingga Anda akan mengisi

Dari: HND
Routing code: NH KIX GA
Extension code: F bc=i

Ke: DPS

Anda akan mendapatkan hasil tiket Garuda subkelas I, namun ada masalah lain: Tiket ANA yang ditawarkan menggunakan subkelas Q.

Garuda (dan akhirnya, Matrix) memasangkan tiket subkelas I Garuda dengan subkelas Q ANA.

Menariknya, dengan membaca aturan tiket Anda akan menemukan bahwa tiket Garuda subkelas apapun sebetulnya dapat dipasangkan dengan tiket ANA subkelas K, L, W maupun Q.

Walaupun tidak dipasangkan demikian, menurut aturan tiket subkelas I Garuda dapat dipasangkan dengan subkelas K ANA.

Pencarian 2

Apabila Anda memperhatikan aturan tarif di pencarian 1, ANA mengatakan bahwa tiket subkelas Q lebih tinggi dari K, sehingga ini merupakan sedikit kesalahan dalam menerapkan pilihan subkelas. Oleh karena itu, Anda dapat mencari tiket termurah di sekitar tanggal dimana Anda menemukan tiket Garuda subkelas I – kosongkan saja extension code-nya.

Dengan cara ini, Anda dapat menemukan tiket ANA subkelas K yang dipasangkan dengan tiket Garuda subkelas V.

Karena kesalahan Garuda, Anda harus mencari penerbangan domestik ANA dengan subkelas K menggunakan pencarian terpisah (walaupun staf Garuda akan membantu memasangkan keduanya).

Menggabungkan hasil pencarian

Karena konstruksi tarif merupakan urusan Garuda, Anda dapat mengasumsikan bahwa tiket domestik ANA subkelas K dan tiket internasional Garuda subkelas I dapat dipasangkan oleh staf Garuda. Oleh karena itu, Anda tinggal menghubungi Garuda untuk mengajukan perubahan apabila tanggal dan penerbangan yang diinginkan muncul di kedua pencarian.

Kesimpulan

Mencari penerbangan dengan Matrix bukan hanya hampir sama mudahnya dengan mencari di situs pencarian lain, namun bisa mendukung bahkan pencarian yang kompleks sekalipun. Oleh karena itu, Matrix sangat sesuai digunakan untuk referensi sebelum memesan tiket berbayar.

 

Apakah Anda akan mulai menggunakan Matrix?