Permata Bank melakukan devaluasi penukaran poin ke airline miles untuk Permata Ultimate Card pada 12 Agustus 2026.
Anda dapat melihat syarat dan ketentuan lengkapnya di situs web Permata Bank, namun berikut ringkasannya:
Devaluasi Permata Ultimate Card (Agustus 2026)
Perubahan ini berlaku bagi semua pemegang Permata Ultimate Card.
- Perubahan ini berlaku efektif 12 Agustus 2026.
- Rasio penukaran poin menjadi airline miles berubah dari sebelumnya 30.000 poin = 30.000 airline miles menjadi 30.000 poin = 10.000 airline miles.
- Batas minimum dan maksimum penukaran tetap sama:
- Minimum: 30.000 poin/penukaran (eff
30.00010.000 miles/bulan), - Maksimum: 150.000 poin/bulan (eff
150.00050.000 miles/bulan).
- Minimum: 30.000 poin/penukaran (eff
Pendapat
“Ingat, memberikan spending ke suatu kartu adalah memberikan kepercayaan.”
Sebut saja ini adalah salah satu devaluasi terparah di sepanjang saya berada di dunia poin dan miles.
Kenapa seperti itu?
- Pemberitahuannya baru diumumkan hari ini (12 Agustus 2026) dan langsung efektif, tanpa memenuhi standar pengumuman devaluasi yang biasanya minimal 1 bulan,
- Ya, ini tentu melanggar peraturan tentang perlindungan konsumen di POJK No. 22 Tahun 2023 pasal 50 ayat 2 – kalau Anda mau, silakan adukan ke OJK di sini.
- Devaluasinya berlaku surut karena rasio penukaran poin ke airline miles yang berubah alih-alih hanya perolehan poin kedepannya, dan yang paling parah
- Nilai poin langsung turun menjadi hanya sepertiga :O
Bisa dibilang bahwa devaluasi seperti ini tentu menghancurkan kepercayaan para nasabah yang sudah berbelanja cukup banyak dengan Permata Ultimate Card. Saat bertransaksi menggunakan kartu yang memberikan poin bank alih-alih langsung ke cashback atau airline miles, harapannya tentu adalah perolehan poin efektif yang dijanjikan saat bertransaksi tersebut akhirnya bisa terealisasi saat poin tersebut ditukarkan ke reward seperti airline miles. Sebagai contoh untuk memperjelas:
- Saya memilih bertransaksi Rp1,5 juta di restoran menggunakan Permata Ultimate Card karena klaimnya memberikan reward sebesar Rp5.000/mile,
- Setelah bertransaksi, saya mendapatkan 300 poin yang, kalau menurut Permata saat transaksi, setara dengan 300 airline miles, tapi
- Karena alasan apapun itu (menumpuk poin untuk memperpanjang masa berlaku miles, memenuhi minimum penukaran yang cukup tinggi, atau poinnya “tersangkut” karena batas maksimum penukaran ke airline miles), dengan perubahan ini janji tersebut diingkari dan poin tersebut ternyata hanya setara dengan 100 airline miles.
Memang tidak dipungkiri ada juga penerbit yang berusaha menekan biaya pembelian miles ke maskapai dengan cara menyesuaikan rasio penukaran kartu ke airline miles atau membatasi perolehan poin maupun penukaran poin menjadi airline miles. Sebetulnya apabila 3 concern saya tadi diatasi (misal, devaluasi hanya di perolehan poin untuk transaksi berikutnya dan notice period memadai) devaluasinya bisa jauh lebih “diterima” dan semua bisa pelan-pelan beralih apabila produknya tidak lagi sesuai dengan kebutuhan, tapi ketika dilakukan bersamaan tentu meninggalkan rasa yang pahit.
Oh, ini bukan kali pertama Permata melakukan devaluasi mendadak. Apabila Anda ingat kejadian tahun lalu di mana Permata membatasi perolehan poin di kategori tertentu – di tanggal yang sama Permata juga menambahkan pembatasan terpisah di mana transaksi melalui e-wallet (baca: QRIS melalui pihak ketiga) juga tidak lagi mendapatkan poin.

Perolehan Poin Efektif
Setelah perubahan ini berikut perolehan airline miles efektif Anda akan menjadi:
| Program | Perolehan Efektif |
| GarudaMiles | Rp30.000/mile (regular) Rp15.000/mile (kategori restoran) |
| KrisFlyer |

Alternatif Kartu
Bisa dibilang kelebihan utama Permata Ultimate Card ada pada 3 hal:
- Perolehan poin untuk transaksi di restoran,
- Promo tactical JCB seperti cashback untuk transaksi offline di Jepang, dan
- Akses lounge hingga 16x/tahun (8x di Jepang/Hawaii + 8x di negara tertentu) sebagai manfaat kartu “JCB Ultimate”.
Ini artinya, devaluasi ini menghilangkan salah satu daya tarik utama Permata Ultimate Card sampai kemungkinan besar Anda akan menaruh kartunya di laci.
Apabila Anda memutuskan untuk tidak lagi menggunakan Permata Ultimate Card, berikut beberapa rekomendasi kartu yang bisa digunakan:
Masih baru memulai? Pelajari bagaimana memilih kartu kredit yang tepat dan juga memaksimalkan airline miles di PinterPoin Offline Masterclass pada tanggal 15 Agustus 2026 di Shangri-La Jakarta.
Restoran
Kartu yang pertama muncul di pikiran saya adalah Kartu Kredit Jenius dengan perolehan hingga Rp6.000/mile, tentunya dengan asumsi apabila Anda memilih kategori makanan dan minuman sebagai “Double Yay“.
Alternatifnya, apabila transaksi Anda tidak terlalu besar Anda bisa menggunakan beberapa kartu dengan perolehan yang cukup baik di kategori restoran seperti:
- Maybank Visa Platinum atau Maybank Manchester United (Rp6.667/mile, sampai Rp25.000.000/bulan/kartu),
- Maybank BMW/MINI (Rp7.500/mile, sampai Rp26.250.000/bulan)

Akses Lounge Internasional
Apabila Anda membutuhkan cukup banyak akses lounge internasional, ada beberapa kartu kredit premium dengan akses yang cukup bersaing dan tanpa syarat saldo mengendap atau transaksi:
- BCA American Express Platinum (Priority Pass dengan akses gratis tak terbatas untuk pemegang kartu + akses lounge dalam jaringan American Express),
- DBS Vantage Visa Infinite (DragonPass dengan akses gratis 1x/bulan untuk pemegang kartu dan 1 pendamping),
- UOB Zenith (DragonPass dengan akses gratis 5x/tahun untuk pemegang kartu – wajib minta kupon untuk tiap kunjungan melalui call center),
- Danamon JCB Precious (LoungeKey dengan akses gratis 8x/tahun untuk pemegang kartu di negara tertentu, plus lounge native JCB 6x/tahun di Jepang maupun Hawaii).
Alternatifnya, apabila Anda tidak masalah melakukan penempatan dana, saya bisa juga menyarankan Sinarmas Red Diamond Visa Infinite (LoungeKey dengan akses gratis 6x/tahun untuk pemegang kartu dengan syarat saldo Rp500.000.000).

Baca juga: Review: Kartu BCA American Express (Amex) Platinum
Baca juga: Review Kartu Kredit Maybank Manchester United
Penutup
Permata Bank melakukan devaluasi mendadak berupa penukaran poin dari Permata Ultimate Card menjadi airline miles efektif 12 Agustus 2026. Perubahan ini tentu sangat disayangkan karena bukan hanya sifatnya yang mendadak, namun juga nilai poinnya dipangkas sangat signifikan sampai hanya tersisa sepertiganya.
Dengan devaluasi mendadak ini, saya tentu menyarankan Anda untuk segera berpindah ke kartu-kartu lain yang memberikan perolehan poin lebih menarik di kategori restoran dan akses lounge yang cukup menarik.
Tentunya selain memaksimalkan perolehan poin, jangan lupa untuk mempelajari cara memaksimalkan airline miles yang diperoleh agar transaksi Anda bisa membawa Anda terbang di first class (atau menginap di hotel premium) dengan biaya murah atau bahkan gratis.



Devaluasi di tanggal 12 Agustus 2026 ini ternyata juga dialami kartu Permata Black Card, ko Eric. Penukaran poin ke Garuda Miles yang sebelumnya Rp. 10.000/mile menjadi Rp. 24.000/mile dan penukaran poin ke Krisflyer yang sebelumnya Rp. 20.000/mile menjadi Rp. 40.000/mile. Benar benar musim devaluasi telah tiba.
Halo Christian,
Nanti saya periksa ya, mau terbang dulu 😀
rame2 laporin sih, mana gada info email atau sms. cmn update di pdf penukaran aja. bahkan di welcome page kartu kredit nya tidak diubah. lagi capek2 ngumpulin udah sampe 500rb poin di permata black card lagi nungguin event garuda miles hadehhhh..
RIP SEMUA JCB ULTIMATE SERIES:
Yg satu Ikan KOI nya ngambang, yg ini Sakura nya Gugur, yang satu lagi Burung Phoenix nya jadi Burung Bakar.
hampir mau ajukan kartu ini karena sempat tertarik promo rate deposito di permata sekarang untuk ntb 8,25% biar bundling tapi sekarang jadi pikir2 lagi.
Thank you Eric buat artikel nya, tapi saya wonder, PP sudah tahu dr kemarin, kenapa tdk diumumkan ke semua pembaca? Apa info seperti ini cuma untuk member berbayar?
Halo D,
Kemarin baru ada memo internal (belum ada info resminya), baru publish hari ini.