orang, outdoor, pakaian, salju, alas kaki, musim dingin, langit, grup, pohon, orang-orang, membeku, berpose, olahraga, jaket, sepatu salju, berdiri, perlengkapan olahraga, Tiang jelajah, mendaki, bermain ski, gunung

Pengalaman Bermain Ski di Niseko, Jepang (+Tips Menghemat Biaya Ski)

Anda mungkin notice bagaimana selama 10 hari ini PinterPoin tidak menulis artikel baru sama sekali dan mungkin terutama dari saya yang biasanya menulis 2-3 artikel sehari. Salahkan liburan ski saya di Niseko untuk itu 🙂

Sebagai manusia yang tinggal di daerah tropis, bermain (atau berolahraga) ski di luar negeri terdengar sangat eksotis… dan memang eksotis terutama karena biayanya tidak kecil.

outdoor, salju, musim dingin, orang, membeku, olahraga, alas kaki, langit, papan salju, badai salju, pohon, landasan, bermain papan salju, Arktik, sepatu salju, meluncur, lereng, gunung
Bermain ski di Niseko mahal, tapi biayanya bisa Anda minimalisir dengan menggunakan points & miles

Oleh karena itu, melalui artikel perdana saya di Februari 2026 ini, saya ingin membagi sedikit tips bagi Anda yang ingin bermain ski di Jepang. Spesifiknya di kawasan Niseko, Jepang.

1. Berlatihlah di Indonesia

    Percayalah saya untuk ini…. jika Anda tidak pernah menyentuh papan ski di hidup Anda seperti saya, Anda lebih baik berlatih ski terlebih dahulu di Indonesia (spesifiknya di Trans Snow World yang terletak di Jakarta dan Surabaya.

    Saya akan bilang bahwa berlatih main ski di Trans Snow World sebanyak 5x sebelum bermain ski di Jepang sangat membantu saya dalam memahami konsep dasar dari ski yaitu mengerem (penting) dan melakukan manuver di salju landai.

    Berlatih di Trans Snow World juga membantu saya memahami cara memasang ski equipment dengan tepat dan membiasakan diri Anda berjalan menggunakan boots yang didesain khusus untuk ski.

    Dan yang paling penting? Les ski di Trans Snow World ini sepenuhnya gratis! Anda hanya perlu membayar biaya masuk Trans Snow World (Rp100.000 ~ Rp200.000 untuk 2 jam) dan biaya sewa alat ski sebesar Rp100.000.

    Sedangkan kalau Anda les ski di Jepang…. let’s say Anda akan mengeluarkan setidak-tidaknya 2 juta Rupiah sehari hanya untuk membayar instruktur.

    teks, cuplikan layar, Font, Tidak bisa, nomor, Pencetakan
    Les ski di Jepang tidak murah. Foto: Harga les Ski di Niseko Annupuri

    Saya akan bilang bahwa salah satu penghematan biaya (dan waktu) terbesar saya selama bermain ski di Jepang adalah biaya les. Dengan berlatih di Indonesia alih-alih di Jepang, saya setidaknya sudah berhemat JPY130.000 (±Rp14.040.000 sebagai couple yang bermain ski di Niseko, Jepang.

    Special thanks untuk semua instruktur ski di Trans Snow World Surabaya yang sudah dengan sangat sabar mengajari saya dan teman-teman memahami konsep cara bermain ski dan terutama mengerem.

    Saya akan sangat merekomendasikannya untuk Anda.

    2. Gunakan Poin Hotel

    Salah satu biaya paling besar jika Anda memutuskan untuk berwisata bermain ski di Niseko, Jepang adalah biaya akomodasi.

    Sebagai perbandingan saja, biaya rental peralatan ski saya dan ski lift pass dijumlahkan hanya berkisar di angka 20.000-an Yen setiap harinya per orang sedangkan biaya hotel saya saat itu yaitu Hilton Niseko harganya mencapai 50.000-an Yen per couple per malam.

    dalam ruangan, dinding, desain interior, bantal, mebel, seprai, Seprai, matras, kamar tidur, Rangka tempat tidur, kamar, Selimut penutup, Suite, Linen, tempat tidur, Hotel butik, Nightstand, Perawatan jendela, Apartemen penthouse, selimut, tirai, lantai, hotel, plafon, besar, liburan
    Kamar saya di Hilton Niseko kurang lebih penampilannya seperti ini. 1 Kamar diisi oleh 4 (empat) orang

    Oleh karena itu, saya cukup yakin bahwa setidaknya separuh dari total biaya ski Anda akan habis untuk akomodasi.

    Solusinya? Tentu saja menebus akomodasi menggunakan poin.

    Jika saya memiliki kesempatan untuk bermain ski di Niseko lagi, saya akan lebih fleksibel dalam memilih tanggal dan akan memilih hotel yang bisa ditebus menggunakan poin dengan harga yang masuk akal.

    Ambil contoh hotel The Greeen Leaf Niseko Village, Tapestry Collection by Hilton yang terletak di Niseko, Jepang.

    teks, tempat tidur, dalam ruangan, cuplikan layar, kamar tidur, seprai, desain interior, Seprai, bantal, kamar, mebel, matras, Selimut penutup, Rangka tempat tidur, hotel, dinding, deasin

    Menggunakan asumsi peak ski season, hotel jaringan Hilton ini bisa ditebus dengan 70.000 poin Hilton per malam atau 280.000 poin Hilton untuk 5 malam akibat fitur 5th night free sedangkan jika Anda menggunakan cash, totalnya untuk 5 malam termasuk tax adalah JPY371.866 atau ekuivalen dengan Rp40.161.528.

    Nominal yang fantastis… untuk 5 malam menginap di hotel yang kelihatan cukup standar 🙂

    Oleh karena itu, terutama bagi Anda para pemilik kartu BCA American Express (Amex) Platinum yang bisa mengumpulkan poin Hilton… jangan pernah remehkan konversi Membership Rewards (MR) Anda menjadi poin Hilton karena terdapat banyak sekali sweet spot seperti pada contoh di atas.

    FYI saja, dengan asumsi penukaran di atas, poin Hilton Anda akan dihargai 142/poin. Nominal tersebut 103% lebih tinggi dari valuasi PinterPoin untuk Hilton Honors di tahun 2026 ini yang sebesar 70/poin. Hal ini tentu ini adalah good deal untuk penukaran poin Anda.

    Saya sendiri di tahun 2027 mendatang berencana untuk kembali bermain ski di Rusutsu, Jepang dan oleh karena itu kembali mulai menabung poin hotel spesifiknya poin Marriott Bonvoy untuk bisa menghemat biaya akomodasi saya di The Westin Rusutsu Resort.

    teks, mebel, meja, kursi, sofa, cuplikan layar, desain interior, meja kopi, kamar, dalam ruangan, deasin
    Kamar termurah di The Westin Rusutsu Resort adalah sekitar 29 juta Rupiah semalam

    Dari gambar di atas, tentu akan jauh lebih masuk akal bagi saya untuk mengumpulkan 416.000 poin Marriott Bonvoy yang bisa saya tukarkan untuk menginap 5 malam di The Westin Rusutsu Resort dibandingkan dengan membayar cash sebesar Rp142.000.000 untuk periode menginap yang sama.

    Mengumpulkan 416.000 poin Marriott Bonvoy kan sulit Pak Edwin…. oh tentu tidak jika Anda tahu caranya terlebih jika Anda memiliki kartu kredit Gamechanger Indonesia yang akan launching dalam waktu sangat dekat.

    3. Gunakan Kartu Kredit Yang Tepat

    Ski season di Sapporo biasanya dimulai dari Desember hingga Maret. Anda tahu promosi apa yang berlangsung bersamaan dengan ski season tersebut? Promo cashback hingga 20% untuk semua transaksi offline di Jepang dari JCB.

    Dengan memiliki berbagai kartu kredit suplemen baru berlogo JCB, Anda bisa mendapatkan cashback 20% untuk semua transaksi offline di Jepang yang tidak bisa dibayar menggunakan poin dan harus di bayar di tempat.

    Dalam kasus ski trip saya, hal ini meliputi:

    • Membayar sewa peralatan ski

    • Membayar ski lift pass (Sebaiknya bayar offline meskipun pembelian online menawarkan diskon sebesar 5%)

    • Biaya lain-lain (sewa ski googles, membayar instruktur les ski jika ada, biaya transportasi bis antar resort, dan sebagainya)

    Anda bisa saja membayar semua biaya di atas menggunakan kartu kredit apapun…. tetapi jika Anda menggunakan kartu kredit JCB, Anda bisa mendapatkan cashback hingga 20% dari nominal transaksi offline Anda.

    Penghematan sebesar 20% ini cukup signifikan terutama karena hampir semua biaya lain-lain di ski resort di Niseko cukup overpriced. Jangan kaget jika Anda akan menghabiskan 5.000 – 10.000 Yen per orang sekali makan di sini 🙂

    Oleh karena itu, sekali lagi saya tekankan bahwa memiliki kartu kredit yang tepat, spesifiknya kartu suplemen baru dengan logo JCB adalah wajib jika Anda mau menekan biaya bermain ski di Jepang secara signifikan.

    daging, Lemak hewani, Mentah, Cangkul, Daging, makanan, tanaman, sashimi
    Bersantap di Niseko, Jepang tidak murah, tapi bisa Anda tekan biayanya dengan kartu kredit JCB yang tepat (+dapat poin banyak)

    Baca juga: Review PermataUltimate Card

    Baca juga: Review Danamon JCB Precious


    Penutup

    Saya menikmati ski trip saya di Niseko, tetapi saya tidak menikmati biaya besar dari ski trip tersebut. Oleh karena itu, saya menulis artikel ini untuk membantu Anda memahami cara menghemat biaya ski trip di Jepang.

    orang, outdoor, pakaian, salju, alas kaki, musim dingin, langit, grup, pohon, orang-orang, membeku, berpose, olahraga, jaket, sepatu salju, berdiri, perlengkapan olahraga, Tiang jelajah, mendaki, bermain ski, gunung
    Core memories unlocked – bermain ski di Jepang

    Artikel ini sendiri ditulis murni berdasarkan pengalaman saya selama 4 hari 3 malam bermain ski di Niseko dan dari opini saya, berikut adalah review dari masing-masing slope di Niseko untuk pemula:

    Niseko Village Slope: Terbaik. Sangat cocok untuk pemula terutama jika Anda menikmati night ski seperti saya. Terdapat juga bunny hill di mana Anda bisa berlatih ski dari 0 jika Anda belum berlatih di Indonesia.

    Niseko Annupuri Slope: Sangat cocok untuk pemula meskipun cukup ramai di siang atau sore hari.

    Niseko Grand Hirafu Slope: Kurang cocok untuk pemula dikarenakan cukup curam dan tidak enjoyable bagi Anda yang masih pemula dikarenakan hampir pasti Anda akan mengerem 90% setiap saat alih-alih menikmati ski moments.

    Niseko Hanazono Slope: Belum sempat mencoba tapi kata orang juga tergolong sulit. Melihat dari peta di bawah, sebagian besar jalurnya adalah jalur merah (untuk orang dengan ski level menengah – mahir)

    Invalid request error occurred.
    Peta ski resort di Niseko

    Secara pribadi, saya akan merekomendasikan Anda memilih Niseko Village Slope dikarenakan tidak terlalu ramai dan cocok untuk pemula yang sangat pemula di mana Anda bisa mendapat banyak sekali ski moments yang tidak terlupakan.

    Saya juga merekomendasikan Anda untuk melakukan 3 tips yang saya sebutkan di atas untuk bisa menghemat biaya + waktu Anda secara signifikan.

    Percayalah, it helps a lot terutama bagi Anda yang ingin bermain ski di Jepang dengan modal cekak.

    Di penghujung hari… saya juga ingin bilang bahwa ski bukanlah olahraga yang mudah. Saya harus berlatih 4 kali di Trans Snow World (@2 jam) dan jatuh bangun beberapa kali hanya untuk bisa sekedar melakukan rem menggunakan ski gear (sedangkan orang lain cukup belajar 30 menit).

    orang, bermain ski, olahraga, alas kaki, langit, outdoor, salju, pakaian, ski, olahraga musim dingin, Tongkat ski, pemain ski, Pemain ski lintas negara, perlengkapan olahraga, resor ski, Perlengkapan Ski, musim dingin, sepatu salju, landasan, Tiang jelajah, ski Nordic, lereng, gunung, wanita, orang-orang, berpose, berdiri
    Ski bukan olahraga yang lazim Anda temui di Indoneia. Foto: Ski di Trans Snow World Surabaya

    Tetapi, ketika Anda mulai mahir bermain ski ataupun snowboard, kepuasannya sungguh berbeda!

    Meluncur di salju dengan kecepatan tinggi membuat adrenalin Anda bergejolak dengan cepat dan ski moments yang membuat pengalaman tidak terlupakan di hidup Anda itu sungguh ada.

    Oleh karena itu, saya menghimbau Anda untuk mencobanya sekali saja (bermain ski di luar negeri) sebelum memutuskan apakah olahraga ini cocok atau tidak cocok untuk Anda 🙂

    Bagi saya, olahraga ini cukup cocok karena entah kenapa saya menikmati bermain ski sepanjang hari.

    Di pagi dan siang hari, saya bisa bermain ski dan bersenda gurau dengan teman-teman saya sedangkan di malam hari, saya bisa menikmati bermain ski dalam keheningan. Sungguh pengalaman yang tiada duanya.

    outdoor, salju, musim dingin, bermain ski, olahraga, membeku, orang, resor ski, ski, landasan, Bentuk lahan gletser, Tongkat ski, olahraga musim dingin, pemain ski, bermain papan salju, gunung, lereng, papan salju
    Night skiing mungkin menjadi hobi baru saya
    Apakah Anda tertarik untuk bermain ski di Niseko, Jepang? Apa pendapat Anda mengenai berbagai tips penghematan biaya ski yang saya tulis di sini?

    Share

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.