Dalam beberapa bulan terakhir, saya sering mendapatkan laporan dari pembaca PinterPoin yang menyebut maskapai Lion Air Group tidak mematuhi protokol social distancing. Hal tersebut dikuatkan dengan bukti foto yang dikirimkan kepada PinterPoin.

Ironisnya, dalam beberapa bulan terakhir memang banyak kabar yang berhembus bahwa Lion Air Group tidak mematuhi protokol social distancing:

Berikut foto yang dikirimkan oleh salah seorang pembaca yang menaiki Lion Air di rute Jakarta – Yogyakarta:

Situasi ruang tunggu di terminal 2 domestik Soekarno-Hatta menjelang boarding pesawat Lion Air tujuan Yogyakarta

Proses boarding yang tidak diatur

Maskapai Lion Air Group dikabarkan tidak mematuhi protokol social distancing | PinterPoin

Maskapai Lion Air Group dikabarkan tidak mematuhi protokol social distancing

Selain Lion Air, ada juga pembaca dan pengguna sosial media yang menaiki Batik Air di sejumlah rute dan melaporkan hal yang sama.

Sekilas, saya cukup yakin penumpang-penumpang tersebut tidak saling mengenal sehingga indikasi pelanggaran protokol social distancing sangat besar. Untungnya, para penumpang terlihat menggunakan APD.

Kebijakan Social Distancing Lion Air Group

Izin untuk kembali beroperasi selama pandemi COVID-19 menjadi kabar menggembirakan bagi maskapai penerbangan. Sebagai salah satu syarat untuk bisa kembali beroperasi, maskapai diwajibkan untuk mematuhi protokol seperti menjaga kapasitas maksimal pesawat sebesar 70% dan mewajibkan social distancing.

Umumnya, maskapai akan (atau diwajibkan) mengosongkan kursi tengah di kelas ekonomi agar penumpang tidak duduk berdekatan. Hal tersebut membuat kapasitas pesawat tidak akan bisa terisi penuh 100% sehingga social distancing bisa diterapkan dengan baik dan efektif. Penumpang yang bepergian dalam kelompok atau keluarga diperbolehkan untuk duduk bersebelahan.

Ketika maskapai diizinkan untuk kembali beroperasi, Lion Air Group dan maskapai lainnya merilis kebijakan atau protokol yang harus dijalankan. Berikut kutipan sejumlah aturan dari Lion Air Group:

Prioritas pengaturan penumpang sesuai protokol kesehatan dengan konfigurasi tempat duduk dan pengaturan kursi penumpang (seating arrangement), sebagai berikut:

  1. Baris kursi (row) bagian depan adalah penumpang grup (booking group) dan penumpang yang memiliki uji kesehatan PCR/ Swab Covid-19 dengan hasil negatif.
  2. Baris kursi berikutnya akan disesuaikan, dengan demikian penumpang akan duduk di dekat jendela (window) dan lorong (aisle).
  3. Tetap mematuhi protokol kesehatan dan menyediakan kursi baris paling belakang yang diperuntukan sebagai area karantina bagi penumpang yang membutuhkan penanganan khusus termasuk terindikasi bergejala Covid-19.

Baca juga: RUMOR: Kesulitan Finansial, Lion Air Akan Bentuk Maskapai Baru?


Pendapat

Maskapai Lion Air Group dikabarkan tidak menerapkan social distancing pada penerbangannya dan hal tersebut dikuatkan dengan bukti foto. Tentu saja hal tersebut sangat mengkhawatirkan dan membuat saya akan menjauhi maskapai-maskapai dari Lion Air Group selama pandemi ini berlangsung.

Diperbolehkannya keluarga atau kelompok untuk duduk bersebelahan di pesawat juga bisa menjadi loophole atau alibi bagi maskapai untuk mengisi penuh pesawat.

Saya beropini pemerintah dan maskapai seharusnya benar-benar ketat dalam menerapkan social distancing, tidak peduli apakah orang bepergian dalam kelompok atau tidak. Keselamatan harus diutamakan ketimbang keuntungan!

.

Apakah Anda memiliki pengalaman terbang dengan maskapai yang tidak menerapkan social distancing?