Hotel Review: Sharq Village & Spa, a Ritz-Carlton Hotel

Hotel Review: Sharq Village & Spa, a Ritz-Carlton Hotel Doha

Tiba di Doha pada sore hari, saya sudah menantikan kamar hotel yang proper untuk beristirahat. Untuk bermalam di Doha, pilihan saya jatuh ke Sharq Village & Spa, a Ritz-Carlton Hotel Doha yang terletak 10 menit dari bandara Hamad.

Selain letaknya, saya memilih hotel ini karena konsepnya yang unik yaitu hunian pinggir laut yang terinspirasi dari kediaman Sheikh Qatar. Berikut deskripsi hotel yang saya kutip dari website resminya:

Traditional, romantic, and secluded. Feel like royalty at Sharq Village & Spa, a Ritz-Carlton Hotel – a beach resort carefully designed to emulate an elegantly marbled Sheikh’s palace. Admire Doha’s natural beauty from the balcony of your luxury room or suite and unwind at the infinity pool and private beach before letting go at the exceptional spa. Located a few steps away from the National Museum of Qatar and Souq Waqif, this Ritz-Carlton resort in Doha will be the perfect starting point of your memorable experience in Qatar.

Deskripsi Sharq Village & Spa,a Ritz-Carlton Hotel Doha

Saya menukarkan 42.000 poin Marriott Bonvoy yang bernilai Rp5.250.000 menurut valuasi PinterPoin untuk kamar tipe terendah; Deluxe Guest Room, 1 King, Resort View.

Cash rate hotel ini adalah 1,372 Qatari Riyal (~Rp6 juta per malam) dan berkat status Titanium Elite, saya diberikan upgrade ke 1 Bedroom Suite yang memiliki luas 105 meter persegi.

Untuk catatan, saya tidak mengulas “hotel transit” ini secara mendetil karena keterbatasan waktu & kondisi badan yang lelah. Persinggahan di Sharq Village & Spa ini merupakan bagian dari rangkaian perjalanan  “Round the World” pulang ke Indonesia.

Check-in

Sharq Village & Spa berlokasi cukup strategis, 10 menit dengan mobil ke/dari bandara dan atraksi turis terkenal seperti Souq Waqif dan Museum of Islamic Art.

Ketika pertama kali datang ke hotel ini, saya tidak bisa membayangkan jika terdapat hotel/resor dengan bangunan unik di luar jalan tol.

Setelah tiba dari bandara dengan taksi, saya segera disambut oleh 2 bellman yang segera mengambil koper saya & mengantarkan ke lobi.

Hotel ini mempunyai beberapa toko dengan konsep souq (pasar tradisional Arab). Selama saya berada di hotel ini, saya hampir tidak melihat ada pengunjung yang berbelanja.

Staf check-in berkebangsaan Tunisia menyambut saya dengan sangat ramah dan akhirnya kami menyempatkan untuk berbincang sejenak. Saya diinfokan bahwa berkat status Titanium Elite, saya mendapatkan upgrade ke kamar 1 Bedroom Suite.

Beliau juga secara generous memberikan breakfast gratis bagi saya. Sebagai informasi, anggota elit Marriott Bonvoy umumnya tidak mendapatkan benefit breakfast gratis ketika menginap di properti Ritz-Carlton. Karena ekspektasi saya adalah tidak mendapatkan breakfast, maka saya sudah terlanjur membuat janji untuk makan dengan teman di kota Doha di pagi hari.

Setelah proses check in selesai, saya kemudian diperkenalkan dengan Raju, butler yang kemudian mengantarkan saya ke suite dengan mobil buggy.

Sambil menuju ke suite, saya diberikan tur singkat oleh Raju. Karena bentuk bangunan yang serupa, cukup sulit untuk mengingat letak fasilitas di hotel ini.

Untuk sejenak, atmosfer kediaman Sheikh benar-benar terasa hingga saya tiba di depan bangunan suite. Dari sini, terlihat gedung modern tetangga yang seketika mengingatkan saya kembali bahwa ini adalah kediaman Sheikh hotel jaringan Marriott Bonvoy.

Suite

Saya mendapatkan suite 1207 yang merupakan suite dengan entry level di properti ini. Suite ini memiliki luas 105 meter persegi dan dilengkapi dengan ruang tamu, toilet tamu, dan dapur untuk butler.

Menunggu di meja terdapat welcome gift berupa buah-buahan, kue-kue, still & sparkling water botolan.

Meskipun sedikit over the top untuk hotel transit, saya kurang impressed dengan suite di hotel ini. Entah mengapa, dekor kamar tidak terasa luxury bagi saya, mungkin dikarenakan kombinasi warna perabotan yang kurang selaras?

Wastafel yang terbuat dari perunggu ini terawat dengan baik & terdapat sejumlah patina. Sharq Village menggunakan amenities dari Asprey yang merupakan standar hotel/resor Ritz-Carlton di seluruh dunia.

Saya pribadi sangat menyukai semburan air yang kencang dari shower disini.

Spa

Saya diinfokan oleh supir taksi bahwa hotel ini memiliki fasilitas spa terbaik di Doha sehingga membuat saya cukup penasaran. Setelah perjalanan panjang dari Dallas, London dan Abu Dhabi, pastinya treatment 2-3 jam akan terasa seperti surga.

Akhirnya saya memesan Detox Journey selama 120 menit dan kebetulan mendapatkan terapis orang Bali! Menariknya juga, tamu in house akan mendapatkan diskon 10% untuk semua layanan spa.

Secara keseluruhan, spa di Sharq tergolong tidak spesial dan overpriced jika dibandingkan dengan spa resor pada umumnya di Bali. Terpenting adalah setelah treatment selama 2 jam, badan saya terasa rileks dan siap untuk tidur panjang.

Fasilitas

Memiliki setting semi resort, Sharq Village mempunyai kolam renang dan area bermain anak yang ekspansif. Selain itu, hotel ini juga memiliki pantai pribadi yang bisa menarik warga lokal untuk ber-staycation.

Kolam renang cenderung ramai menjelang sore hari, dengan tamu kebanyakan berasal dari Eropa.

Kondisi air laut yang dingin ditambah angin yang kencang membuat pantai ini sepi pengunjung.

Penutup

Impresi saya terhadap hotel ini sedikit campur aduk. Di satu sisi, hotel ini mempunyai letak yang strategis sehingga ideal untuk menjadi hotel transit di Doha. Hotel ini juga memiliki bangunan yang otentik dan staf yang ramah.

Di sisi lain, saya tidak mendapatkan feeling mewah dari properti Ritz-Carlton ini.

Hotel ini malah terasa agak outdated untuk selera saya. Jika saya akan mengunjungi Doha bukan untuk transit, besar kemungkinan saya tidak akan kembali menginap di hotel ini.

Apa pendapat Anda tentang hotel Sharq Village & Spa, a Ritz-Carlton Hotel Doha ini?
Share

2 comments
  1. Iya bnr gda mewahnya.. pas liat fotonya dlm hati, “dih kok gini kmrnya.. dih kok kyk oyo”. Ya mungkin buat sesuai sm tema negaranya yg penting bersih aja, tapi.. tapi..
    Ya udahlah gak bakal ke negara ini jg sih.

  2. kalau pakai poin bonvoy tergantung kebaikan hati receptionnya gak sih atau krn stay hanya 1 mlm? Status member bonvoy sy terendah tapi pernah stay pk poin di htl bintang 5 Dubai pilih kmr plg murah di upgrade ke kmr suite terbesar disana.. Setelah check out dan ternyata ada masalah, hrs stay 1 mlm lg, kembalilah sy ke htl itu dgn redeem poin kmr biasa, ktm dgn reception yg sama dan tetap dikasih suite itu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.