Flight Review: Malaysia Airlines Economy Class A350-900 Osaka to Kuala Lumpur

Ulasan kali ini merupakan penerbangan pertama saya dengan armada Airbus tipe A350 dan juga merupakan ulasan penerbangan pertama saya di PinterPoin. Penerbangan ini juga merupakan salah satu penerbangan dari status run yang saya lakukan.

Malaysia Airlines memiliki 6 armada A350 dan hanya beroperasi ke London, Osaka, Narita dan Seoul. Malaysia Airlines juga merupakan maskapai pertama yang memasang kursi first class di A350. Namun, mulai dari tahun lalu, Malaysia Airlines mengganti nama First Class menjadi Business Suite.

Baca juga: Malaysia Airlines Mengganti First Class Menjadi Business Suite

A350 Malaysia Airlines

Penerbangan dari Kansai ke Kuala Lumpur dengan A350 Malaysia Airlines

Sebelum saya memulai penerbangan ini, saya menginap di Bandara Internasional Kansai karena waktu berangkat yang lumayan pagi. Anda bisa membaca artikel bagaimana cara menginap di bandara Kansai secara gratis di sini. Check-in di counter di mulai 3 jam sebelum keberangkatan. Di bandara Kansai,

Malaysia Airlines memiliki check-in counter untuk penumpang Business suite, Business class dan economy class. Selain itu, Malaysia Airlines juga membuka counter khusus bagi penumpang yang telah check-in via online.

Sebenarnya saya sengaja membawa koper yang kecil untuk memudahkan saya untuk pindah pesawat. Namun, Malaysia Airlines cukup ketat dalam masalah bagasi. Karena total bawaan saya (1 ransel dan 1 koper) seberat 11kg, saya tidak di perbolehkan untuk membawa koper ke dalam kabin.

Suasana check in counter Malaysia Airlines di bandara Kansai

Setelah melakukan check-in, saya menuju ke bagian pemeriksaan imigrasi dan langsung menuju ke gate. Di gate, saya menemukan fasilitas bagus yang di berikan oleh bandara Kansai. Di sini terdapat beberapa kursi sandar yang di berikan pembatas untuk privasi. Di beberapa kursi ini juga di berikan meja kecil dan juga colokan listrik. Selain itu, jika Anda duduk di kursi ini, Anda bisa menikmati pemandangan runway dan melihat pesawat yang mendarat maupun tinggal landas. Meskipun bukan di lounge, saya merasa sangat nyaman beristirahat menunggu penerbangan saya. Di bandara Kansai ini terdapat beberapa lounges seperti JAL Sakura Lounge, ANA Lounge, Royal Orchid Lounge, Korean Air Lounge, dll. Jika Anda memiliki akses ke lounge tersebut, Anda bisa beristirahat sambil menunggu penerbangan Anda di dalam lounge.

Nomor Penerbangan: MH 53

Jenis Pesawat: Airbus A350-941

Registrasi Pesawat: 9M-MAF

Rute: Kansai – Osaka (KIX) – Kuala Lumpur (KUL)

Tanggal: Kamis, 28 Februari 2019

Waktu Berangkat: 09:53 (Jadwal seharusnya 09:55)

Waktu Tiba: 15:26 (Jadwal seharusnya 16:10)

Durasi Penerbangan: 6 jam 33 menit (durasi seharusnya 7 jam 15 menit)

Kursi: 37A

 

Kursi economy class

Di armada A350 Malaysia Airlines, terdapat 247 kursi economy class, 35 business class dan 4 business suite. A350 Malaysia Airlines memiliki 2 tipe economy class yaitu economy standard dan economy plus dengan konfigurasi kursi 3-3-3.

Kursi economy standard
Kursi economy standard
Ruang kaki kursi economy standard yang cukup luas (tinggi badan saya 175cm)
Pemandangan dari window seat

Economy plus memiliki ruang kaki yang lebih luas dari economy standard dan tersedia In Flight Entertainment (IFE) controller di setiap kursinya. Menurut saya untuk tinggi badan orang Asia, ruang kaki di economy standard sudah cukup luas dan nyaman untuk penerbangan 5-6 jam.

Setelah Anda memesan tiket, Anda bisa meng-upgrade kursi anda ke economy plus pada saat pemilihan kursi. Namun biasanya dikenakan biaya tambahan untuk kursi economy plus. Saran saya jika Anda ingin duduk di kursi ini, tunggu sampai 1-2 hari sebelum keberangkatan. Jika penerbangan Anda tidak terlalu penuh, biasanya Anda bisa memilih kursi ini dengan gratis.

Economy plus tersedia di antara business class dan economy standard. Via Seatguru
Tampilan kursi economy plus.

Di setiap kursi economy class terdapat layar sentuh IFE dan USB port. Dan dalam 3 kursi economy class di berikan 2 colokan listrik universal (110V 60Hz).

In Flight Entertainment (IFE)

Layar sentuh IFE di armada A350 ini merupakan yang terbaru dan terbesar dibandingkan dengan armada Malaysia Airlines lainnya. Layar sentuh IFE di A350 juga sangat responsif menurut saya.

Pilihan film di IFE Malaysia Airlines cukup banyak dan variatif menurut saya. Namun, kualitas gambar film tidak begitu bagus dan tidak di semua film terdapat subtitle.

Headset di bagikan untuk setiap penumpang.
Majalah Malaysia Airlines juga tersedia

Di armada A350 ini juga tersedia kamera bawah pesawat. Pada saat lepas landas dan mendarat, Anda bisa melihat pemandangan bagian bawah pesawat melalui layar IFE.

WiFi hanya tersedia di armada A350 Malaysia Airlines. Jika Anda ingin menggunakan WiFi, ada 3 opsi yang bisa Anda pilih, yaitu:

  • Lite (10MB / 64kbps) seharaga US $2.
  • Social (50MB / 200kbps) seharga US $10.
  • Business (200MB / 512kbps) seharga US $25.

Makanan

Makanan ringan berupa kacang dan pilihan jus di berikan sesaat setelah lapas landas.

Setelah terbang sekitar 40 menit, makan siang mulai di hidangkan. Di penerbangan ini saya mencoba beef hamburg steak. Rasanya menurut saya cukup memuaskan. 

2 jam sebelum mendarat, awak kabin kemudian menghidangkan makanan ringan berupa cupcake, es krim dan minuman.

 

Toilet

Tidak ada yang istimewa dari toilet armada A350 Malaysia Airlines. Di toilet juga tidak tersedia amenities. Namun, toilet A350 menurut saya cukup bersih, mungkin karena umur pesawat masih cukup muda yaitu 1 tahun.

Keseluruhan

Perjalanan selama 6.5 jam di kursi ekonomi A350 menurut saya cukup memuaskan. Ruang kaki kursi juga cukup luas menurut saya. Namun, jika memiliki kesempatan, saya sarankan Anda memilih kursi economy plus. Di kursi ini ruang kaki nya lebih luas dan Anda bisa menurunkan kursi Anda ke belakang tanpa mengganggu penumpang lain di belakang.

Makanan dan pelayanan awak kabin di penerbangan saya juga cukup memuaskan. Awak kabin juga selalu memberikan senyuman untuk setiap penumpang.

Penutup

Malaysia Airlines pernah mendapatkan predikat maskapai bintang 5 versi Skytrax beberapa tahun yang lalu. Namun, predikat tersebut di cabut karena semakin menurunnya kualitas pelayanan yang di berikan.

Dengan kualitas pelayanan yang saya rasakan di penerbangan ini, saya rasa Malaysia Airlines tidak kalah dengan maskapai bintang 5 lainnya. Namun, saya tidak tahu apakah kualitas pelayanan di penerbangan lain sama bagusnya dengan pelayanan yang saya dapatkan.

Bagaimana menurut Anda kualitas pelayanan Malaysia Airlines?

Share

9 comments
  1. Malaysia Airlines tampaknya berusaha bangkit kembali. Sebelum MH 370 hilang, maskapai ini termasuk favorit. Meski tahun 2011 bintangnya lebih tinggi dari Garuda Indonesia, ternyata belum ada IFE untuk rute CGK-KL-BKK. Padahal Garuda Indonesia hampir semuanya sudah ada IFE. Maskapai memang pasang surutnya.

    1. Halo Wid,

      Sebenarnya ada beberapa jadwal penerbangan rute CGK-KL yang menggunakan armada yang ada IFE, salah satunya adalah A330-200 nya 🙂 Mudah-mudahan Malaysia Airlines bisa bangkit kembali ya

  2. Awesome….completed report
    Lugas,senang saya membaca nya..saya baru pertama membaca report mas..
    Sy suka membaca In Flite magazine dr berbagai maskapai..

    1. Halo Babal,

      Terima kasih Babal sudah membaca flight review ini. Ke depannya masih akan ada flight review lainnya, silahkan di baca juga 🙂

  3. Halo bro Eddy,

    Kalau boleh tahu mengejar status run oneworld level apa? Apakah ada kalkulasi cost yang dibutuhkan dan rute-rute yang cukup ok untuk status run?

    Thank you

    1. Halo NdRe,

      Saya sebenarnya mengejar status Sapphire OW dengan promosi 3x miles yang di berikan Malaysia Airlines bulan Oktober lalu. Untuk artikel mengenai status run ini saya akan post beberapa hari lagi 🙂 Untuk Malaysia Airlines tanpa promosi 3x miles, Anda mungkin bisa coba rute KNO – KUL – PEN (PP).

      Untuk rute ini (PP), Anda akan mendapatkan 4 Elite Sector untuk kelas ekonomi dan 8 Elite Sectors untuk kelas bisnis. Harga tiket ini yang paling murah menurut saya. Jika Anda ingin sekalian jalan-jalan, mungkin Anda bisa ke Langkawi, Kuching atau kota lainnya di Malaysia 🙂 Semoga membantu

      1. Saya punyai level Oneworld Sapphire melalui QR FFP Gold. Namun setelah beberapa ‘kejutan’ yang dibuat oleh QR akan kenaikan nilai mileage untuk redemption dsbnya, saya rasa ianya menjadi semakin kurang menarik untuk di maintain statusnya.

        Cuma yang menarik ialah access to Oneworld lounges miliki setiap ahlinya. Yang lainnya, sudah menjadi semakin bosan.

        1. Halo Abdul,

          Memang benar sekarang ini redemption rate QR sudah semakin tinggi. Mungkin mas Abdul bisa memasukkan miles ke maskapai lain seperti Asia Miles, Japan Mileage Bank 🙂

  4. Halo bro Eddy,

    Nice review for MH

    Oh ya kalau boleh tahu mengejar status run oneworld level apa? Kira-kira cost untuk ke target level tersebut dikisaran berapa dan rute mana yang ok ya? Sorry banyak tanya 🙂

    Thank you

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BoardingArea