Kartu kredit seringkali menjadi sasaran kejahatan yang bisa merugikan, seperti cerita dari seorang pembaca PinterPoin, yang harus membayar Rp86 juta karena menjadi korban “HK Pharmacy Scam”.

Mempunyai dan memaksimalkan penggunaan kartu kredit adalah salah satu kunci untuk mengumpulkan miles. Selain bertanggung jawab untuk melunasi tagihan dan kewajiban, kita juga harus waspada dan berhati-hati dalam memiliki kartu kredit.

Limit kartu kredit yang tinggi bisa dikatakan sangat penting di Indonesia, terutama dalam aspek mendapatkan kartu kredit high end yang membutuhkan kredit limit tinggi. Namun, limit kartu kredit tinggi juga bisa berujung fatal saat sedang berada dalam kondisi tertentu.

Seorang pembaca PinterPoin berbaik hati membagikan pengalamannya kepada kita semua. Dimana beliau dan istri harus membayar Rp86 juta untuk transaksi di salah satu toko phamacy di Hong Kong yang seharusnya hanya bernilai Rp600 ribu. Simak ceritanya berikut:

Kronologis Cerita (Original)

Di Juni 2019, istri saya ke toko pharmacy Dragon City Drug Store Medicines di Hong Kong, dengan rencana membeli obat tradisional. Karena semua harga dan tulisan di toko tersebut tidak dalam bahasa Inggris, cuman ada papan harga dengan tulis besar 680 dan tulis kecil di bawah 600g.

Maka istri saya tanya dengan bahasa Inggris yang simple ke sales toko, apakah ini harganya 680 HKD untuk 600 gram. Sales toko tersebut mengiyakan. Istri saya mengatakan harga tersebut terlalu mahal. Lalu Sales toko menawarkan harga 340 HKD untuk 300 gram.

Istri saya masih pikir pikir, sebelum menyetujui harga tersebut. Semua komunikasi adalah dalam bahasa Inggris yang sederhana, TIDAK ada mis-komunikasi antara sales toko dan istri saya.

Lalu dimintakan pembayaran untuk obat tersebut. Dikonfirmasi oleh sales toko secara verbal, bahwa harga total adalah 340 HKD. Maka saya memberikan kartu kredit saya ke sales toko tersebut.

Tidak dimintakan PIN, dan waktu minta tanda tangan saya terkejut ternyata digesek 46.200 HKD. Saya menolak untuk tanda tangan. Lalu saya telepon polisi ke toko farmasi tersebut.

Sebelum polisi datang, maka sales toko tersebut mulai lah nego2x dengan kita. Dari katanya kita harus bayar full sampai katanya kita cuman butuh bayar 25% dari total tersebut. Kita tentu menolak dan hanya mau bayar 340 HKD sesuai dengan perjanjian awal.

Setelah polisi datang, malah sales toko menjadi lebih santai. Kelihatannya mereka seperti saling kenal. Kita pikir polisi HK itu jujur dan bersih, ternyata ga beres juga.

Polisinya tersebut tidak mengambil statement kita secara benar, suruh kita “shut up” dan malah instruksi saya untuk bawa keluar obat dari toko tersebut (padahal ya dari awal saya memang tidak mau ambil obat tersebut).

Ini kelihatannya mereka ada kolusi. Saya tentu tidak berani melawan polisi HK (ini terjadi sebelum mulainya protest HK dan jauh sebelum coronavirus. Waktu tersebut citra polisi HK masih Asia’s Finest).

Update

Atas penambahan dari pembaca, berikut nama dan alamat toko pharmacy yang dimaksud:

龍城大藥粧
37 Carnarvon Rd, Tsim Sha Tsui, Hong Kong
HK Pharmacy Scam | PinterPoin.com

Foto toko pharmacy yang melakukan tindakan kejahatan. Kredit: Pembaca PinterPoin.

Berikut foto staf atau kemungkinan pemilik toko tersebut:

Saya kemudian melaporkan polisi tersebut ke HK Complaints Against Police Office (CAPO), atasan polisi membenarkan bahwa prosedur polisi tersebut adalah TIDAK ada yang benar dan tidak boleh menyuruh saya membawa obat keluar. Saya dapat surat resmi dari CAPO bahwa polisi tersebut sudah ditegurkan (lihat attachment).

Setengah jam setelah kejadian, saya langsung telepon ke call center kartu kredit untuk membatalkan transaksi tersebut dan 2 hari kemudian saya telepon lagi ke call center untuk konfirmasikan pembatalan transaksi tersebut.

Saya juga sudah pastikan ke bank saya bahwa transaksi tersebut tidak ada pake PIN dan tidak ada tanda tangan (lihat lampiran bukti toko), artinya transaksi tersebut tidak ada otorisasi saya / fraud dan harusnya dibatalkan.

Tetapi minggu lalu bulan Mei 2020 ini, saya menerima surat dari bank saya bahwa saya tetap harus bayar 86 juta rupiah lebih.

Bukti transaksi penipuan “HK Pharmacy Scam”.

Opini

Pertama-tama, saya turut merasa kesal dan kecewa akan kejadian yang menimpa pembaca PinterPoin tersebut. Beliau harus membayar tagihan yang seharusnya ditanggung oleh pihak bank penerbit dan penerbit kartu. Parahnya lagi, beliau bahkan tidak memasukkan pin atau menandatangani struk transaksi.

Artinya transaksi tersebut sama sekali tidak legal dan mengikat karena dilakukan secara paksa dan tanpa persetujuan kedua pihak. Pembaca tersebut sudah melakukan segala tindakan yang benar dengan menghubungi pihak-pihak yang berkaitan. Namun sayangnya masih harus membayar untuk kejahatan yang menimpanya.

Menurut saya, faktor berada di negara orang lain dan indikasi polisi HK yang pro-lokal menciptakan situasi yang sulit dan membingungkan.  Anda bisa mencoba untuk meng-Google “HK Pharmacy Scam” dan melihat banyak orang yang menjadi korban.

Saya pribadi mempunyai prinsip dalam menggunakan kartu kredit untuk tidak menggunakan kartu kredit di toko/restoran/website yang tidak meyakinkan. Meski demikian, pembaca PinterPoin tersebut berada dalam posisi yang serba-salah dan tidak bisa disalahkan.

Bagi saya, mempunyai limit kartu kredit tinggi tentu saja penting dan krusial. Namun, limit tinggi juga hadir dengan tanggung jawab dan resiko yang tinggi juga. Tindakan kriminal yang menimpa pembaca PP ini adalah sebuah kejadian ternyata yang sudah terkenal dan telah menimpa banyak orang.

Semoga kejadian ini tidak terjadi pada Anda. Hindari menggunakan kartu kredit di toko yang tidak meyakinkan seperti toko pharmacy di Hong Kong.

.

Apa pendapat Anda tentang insiden penipuan “HK Pharmacy Scam” ini?