HK Pharmacy Scam | PinterPoin.com

Cerita Pembaca: Kartu Kredit Dibobol Rp86 Juta di Hong Kong (HK Pharmacy Scam)

Kartu kredit seringkali menjadi sasaran kejahatan yang bisa merugikan, seperti cerita dari seorang pembaca PinterPoin, yang harus membayar Rp86 juta karena menjadi korban “HK Pharmacy Scam”.

Mempunyai dan memaksimalkan penggunaan kartu kredit adalah salah satu kunci untuk mengumpulkan miles. Selain bertanggung jawab untuk melunasi tagihan dan kewajiban, kita juga harus waspada dan berhati-hati dalam memiliki kartu kredit.

Limit kartu kredit yang tinggi bisa dikatakan sangat penting di Indonesia, terutama dalam aspek mendapatkan kartu kredit high end yang membutuhkan kredit limit tinggi. Namun, limit kartu kredit tinggi juga bisa berujung fatal saat sedang berada dalam kondisi tertentu.

Seorang pembaca PinterPoin berbaik hati membagikan pengalamannya kepada kita semua. Dimana beliau dan istri harus membayar Rp86 juta untuk transaksi di salah satu toko phamacy di Hong Kong yang seharusnya hanya bernilai Rp600 ribu. Simak ceritanya berikut:

Kronologis Cerita (Original)

Di Juni 2019, istri saya ke toko pharmacy Dragon City Drug Store Medicines di Hong Kong, dengan rencana membeli obat tradisional. Karena semua harga dan tulisan di toko tersebut tidak dalam bahasa Inggris, cuman ada papan harga dengan tulis besar 680 dan tulis kecil di bawah 600g.

Maka istri saya tanya dengan bahasa Inggris yang simple ke sales toko, apakah ini harganya 680 HKD untuk 600 gram. Sales toko tersebut mengiyakan. Istri saya mengatakan harga tersebut terlalu mahal. Lalu Sales toko menawarkan harga 340 HKD untuk 300 gram.

Istri saya masih pikir pikir, sebelum menyetujui harga tersebut. Semua komunikasi adalah dalam bahasa Inggris yang sederhana, TIDAK ada mis-komunikasi antara sales toko dan istri saya.

Lalu dimintakan pembayaran untuk obat tersebut. Dikonfirmasi oleh sales toko secara verbal, bahwa harga total adalah 340 HKD. Maka saya memberikan kartu kredit saya ke sales toko tersebut.

Tidak dimintakan PIN, dan waktu minta tanda tangan saya terkejut ternyata digesek 46.200 HKD. Saya menolak untuk tanda tangan. Lalu saya telepon polisi ke toko farmasi tersebut.

Sebelum polisi datang, maka sales toko tersebut mulai lah nego2x dengan kita. Dari katanya kita harus bayar full sampai katanya kita cuman butuh bayar 25% dari total tersebut. Kita tentu menolak dan hanya mau bayar 340 HKD sesuai dengan perjanjian awal.

Setelah polisi datang, malah sales toko menjadi lebih santai. Kelihatannya mereka seperti saling kenal. Kita pikir polisi HK itu jujur dan bersih, ternyata ga beres juga.

Polisinya tersebut tidak mengambil statement kita secara benar, suruh kita “shut up” dan malah instruksi saya untuk bawa keluar obat dari toko tersebut (padahal ya dari awal saya memang tidak mau ambil obat tersebut).

Ini kelihatannya mereka ada kolusi. Saya tentu tidak berani melawan polisi HK (ini terjadi sebelum mulainya protest HK dan jauh sebelum coronavirus. Waktu tersebut citra polisi HK masih Asia’s Finest).

Berikut nama dan alamat toko pharmacy yang dimaksud:

龍城大藥粧
37 Carnarvon Rd, Tsim Sha Tsui, Hong Kong
HK Pharmacy Scam | PinterPoin.com
Foto toko pharmacy yang melakukan tindakan kejahatan. Kredit: Pembaca PinterPoin.

Berikut foto staf atau kemungkinan pemilik toko tersebut:

Saya kemudian melaporkan polisi tersebut ke HK Complaints Against Police Office (CAPO), atasan polisi membenarkan bahwa prosedur polisi tersebut adalah TIDAK ada yang benar dan tidak boleh menyuruh saya membawa obat keluar. Saya dapat surat resmi dari CAPO bahwa polisi tersebut sudah ditegurkan (lihat attachment).

Setengah jam setelah kejadian, saya langsung telepon ke call center kartu kredit untuk membatalkan transaksi tersebut dan 2 hari kemudian saya telepon lagi ke call center untuk konfirmasikan pembatalan transaksi tersebut.

Saya juga sudah pastikan ke bank saya bahwa transaksi tersebut tidak ada pake PIN dan tidak ada tanda tangan (lihat lampiran bukti toko), artinya transaksi tersebut tidak ada otorisasi saya / fraud dan harusnya dibatalkan.

Tetapi minggu lalu bulan Mei 2020 ini, saya menerima surat dari bank saya bahwa saya tetap harus bayar 86 juta rupiah lebih.

Bukti transaksi penipuan “HK Pharmacy Scam”.

Update Terbaru dari Pembaca

Setelah hampir 2 tahun bergulir, akhirnya investigasi kasus ini resmi ditutup dengan hasil yang mengecewakan. Pembaca Jimmy berbaik hati untuk memberikan update kasusnya (saya kutip):

Semua investigasi kasus pharmacy scam ini oleh divisi-divisi pemerintah HK, termasuk divisi anti korupsi, yang dilaporkan saya akhirnya telah ditutup semua setelah hampir 2 tahun. Semua cuman habis waktu saja, polisi nya paling cuman dapat sedikit teguran. Scammer-nya tetap dapat duit full. Polisi yang bermasalah, kita yang rugi.

Saya harapkan setelah pandemi reda, para pembaca berhati-hati menggunakan kartu kredit dan hati-hati terhadap scam di berbagai negara.

Saya ada uploadkan foto-foto dan bukti-bukti yang di-submit merchant/tokonya di instagram.
Silacan para pembaca kasih komentar dan sharing ke teman, biar rame di ig.
Terima kasih.

https://www.instagram.com/jimmyhkdc/

Beberapa tips-tips yang saya dapat dari kasus saya ini:
– Jangan memberikan kesan turis/first-timer ke orang lokal setempat, siapapun orangnya.
– Jangan bertransaksi berdasarkan verbal agreement, selalu minta invoice atau bukti tertulis yang jelas.
– Jangan mambawa barang belanjaan keluar dari toko, bila tidak setuju dengan barang ataupun harga barang tersebut.
– Bila dipaksa polisi atau otoritas lokal setempat, maka harus mampu hadapin dan tentu tidak perlu keras dengan polisi tersebut.
– Batasin limit kartu kredit secukupnya saja, ada bank di Indonesia yang suka tiba2x naikan limit kartu kredit ke 999 jt.

Saya tentu sangat kecewa, meskipun begitu banyak laporan dan interview telah saya lakukan dengan divisi2x pemerintahan HK, tetapi hasilnya nihil. Tetapi saya tentu harapkan minimal dari cerita kasus saya ini bisa membantu pembaca untuk menghadapin scammer2x kartu kredit di saat kita dapat traveling kembali.

Mungkin tambahan tips-nya untuk jaman sekarang ini adalah untuk foto dan rekam semua orang dan kejadian, supaya ada bukti yang kuat dan jelas.

Tetapi masalah utama dalam kasus saya ini adalah polisinya yang parah, karena polisi tersebut lah yang memerintahkan saya untuk stop foto dia dan data staf toko tersebut. Satu polisi tersebut memang banyak masalahnya. Saya jadi tidak ada bukti rekaman perintah polisi tersebut. Namun ke depannya. dimana pun terjadi tentu saya akan usahakan ada rekaman dan foto lengkap.

Benarnya hasil kasus saya ini bisa jauh lebih baik. Tapi karena campur tangan polisi tersebut yang menjadi masalah. Polisi bawa saya ke kantor poisi HK pun ga masalah, semua polisinya baik di sana. Di negara/daerah manapun tentu ada toko jahat ya. Tetapi bila seorang polisi/otoritas di negara maju begini, ada berperan dalam kasus scamnya, ini namanya tidak ada keadilan (Big Injustice!).

Terima kasih waktunya telah membaca.

Opini

Pertama-tama, saya turut merasa kesal dan kecewa akan kejadian yang menimpa pembaca PinterPoin tersebut. Beliau harus membayar tagihan yang seharusnya ditanggung oleh pihak bank penerbit dan penerbit kartu. Parahnya lagi, beliau bahkan tidak memasukkan pin atau menandatangani struk transaksi.

Artinya transaksi tersebut sama sekali tidak legal dan mengikat karena dilakukan secara paksa dan tanpa persetujuan kedua pihak. Pembaca tersebut sudah melakukan segala tindakan yang benar dengan menghubungi pihak-pihak yang berkaitan. Namun sayangnya investigasi yang berlangsung selama hampir 2 tahun telah ditutup tanpa kejelasan.

Menurut saya, faktor berada di negara orang lain dan indikasi polisi HK yang “pro-lokal” menciptakan situasi yang sulit dan membingungkan. Anda bisa mencoba untuk meng-Google “HK Pharmacy Scam” dan melihat banyak orang yang menjadi korban.

Saya pribadi mempunyai prinsip dalam menggunakan kartu kredit untuk tidak menggunakan kartu kredit di toko/restoran/website yang tidak meyakinkan. Meski demikian, pembaca PinterPoin tersebut berada dalam posisi yang serba-salah dan tidak bisa disalahkan.

Bagi saya, mempunyai limit kartu kredit tinggi tentu saja penting dan krusial. Namun, limit tinggi juga hadir dengan tanggung jawab dan resiko yang tinggi juga. Tindakan kriminal yang menimpa pembaca PP ini adalah sebuah kejadian ternyata yang sudah terkenal dan telah menimpa banyak orang.

Semoga kejadian ini tidak terjadi pada Anda. Hindari menggunakan kartu kredit di toko yang tidak meyakinkan seperti toko pharmacy di Hong Kong.

.

Apa pendapat Anda tentang insiden penipuan “HK Pharmacy Scam” ini?

Share

61 comments
      1. Payah sekali layanan cust service nya kalau begitu.. padahal mc kan masuknya premier customer..

        Masa 1 tahun baru kelar dan hasilnya pun nihil.. ckckckckck…

        Liburan ke korea dan singapore lalu saya pakai hsb* premier mastercard untungnya gak ada kendala apa2..

        Kurs pun msh bersahabat meski gak se rendah bca atau cimb world mc.. ga ada yg ngalahin kurs cimb world mc.. lebih rendah dari money changer…

    1. Saya berterima kasih kepada Pak Vincent karena telah memberitakan kasus ini. Tujuan saya tentu supaya teman-teman pembaca lainnya tidak terkena pharmacy scam ini. Saya sudah bersusah melaporkan kasus ini ke berbagai instansi pemerintah HK, tetapi saja tidak ada hasilnya. Ada lapor ke HK Police, HK Customs & Excise, HK Consumer Council, HK Tourism Board, HK CAPO, bank saya, Mastercard, dllnya. Sia-sia saja.

      Toko farmasi ini di lokasi rame, banyak customer keluar masuk dan tempatnya juga kelihatan bagus dan professional, seperti foto di atas. Tidak ada kesan abal-abal.

      Masalah kasus ini :
      1. Istri saya ini orangnya luar biasa baik, dan awalnya sales tokonya juga baik sekali. Setelah digesek, tentu kita langsung minta returkan barang dan full refund. Langsung orangnya berubah drastis dan tidak mau VOID transaksi, No refund katanya. Refund pun harus bayar. Tentu kesel luar biasa ke sales toko, masa orang begitu baik dijahatin.

      2. Setelah polisi datang, malah lebih parah. Yang telepon polisi adalah saya, dengan bantuan manager hotel saya. Kebetulan dekat saja hotelnya, dan juga dia membawa sekurity dia untuk proteksi kita. Saya ucapkan terima kasih banyak. Saya cuman minta buatkan laporan kronologi saja untuk ke bank saya. Saya juga minta bukakan CCTV untuk buktikan kronologi kejadian, tetapi tidak diijinkan sales toko. Waktu Juni tahun lalu adalah sebelum mulainya HK Protest, citra polisi HK adalah sangat baik, saya tidak ada prasangka negatif.

      3. Dari awal kasus sih, bank saya sudah parah banget deh. Padahal saya sudah ada lengkap laporan resmi dari berbagai instansi. Padahal saya ini very good customer dan jelas ini pharmacy scam. Saya malah terpaksa harus minta bantuan ke bank lain yang saya tidak memiliki rekening, malah mereka supportnya jauh lebih baik dari bank saya sendiri. Kalau saya pake kartu kredit bank lain, saya percaya hasil kasus ini pasti berbeda seperti Pak Michael. Padahal Pak Michael ada tanda tangan di slip, dan kelihatannya tidak ada laporan dari polisi HK.

      Semoga pembaca berhati-hati, jangan seperti saya terpaksa habis waktu hampir setahun untuk membuat berbagai laporan dan telepon ke bank. Dan saya tetap diminta bayar tagihan.

    2. Kasus pharmacy scam ini benarnya adalah dibawah otoritas HK Customs and Excise, dengan dasar hukum Unfair Trade Practices. Tetapi pemerintah HK tidak tegas memberantas kasus kasus penipuan ini, staf penipu dipindahkan ke toko lain saja sudah tidak bisa ditangkap.

      Ditambah lagi dengan polisi HK yang dulu kita kira sangat bersih, ternyata masih ada kolusinya. MasterCard yang tidak peduli dengan scam beginian, yang penting mereka dapat transaction feenya dan juga bank saya yang menyusahkan konsumen, tetapi tidak mampu proteksi konsumen (Tidak seperti Bank Pak Michael).

      Maka saya harapkan semua pembaca berhati-hati terhadap credit limit kartu kredit anda semua. Minta yang secukupnya saja, tidak cukup tinggal transfer dari tabungan saja. Karena dalam dunia miles, kita pasti rugi kalau tidak bayar semua tagihan.

      1. Jimmy,

        saya setuju dengan “Minta yang secukupnya saja, tidak cukup tinggal transfer dari tabungan saja. Karena dalam dunia miles, kita pasti rugi kalau tidak bayar semua tagihan.” . Oleh karena itu mungkin seharusnya kalau ke LN dan tidak berencana spending dalam jumlah besar mungkin ada baiknya bawa kartu kredit dengan limit kecil aja ya.

  1. Kartu kredit nya apa?
    Saya pernah kena seperti ini juga dan diancam ke kepolisian. Akhirnya saya bayar saja tp tanda tangan ngasal.
    Saya komplain ke bank dan di menangkan,jadi pembelanjaan saya untjk ginseng di hilangkan. Dan saya dapat ginseng gratis

    1. Bro Michael, apa boleh diceritakan sedikit kronologi nya. Kartu kredit apa? bank apa? Rupiah/HKD berapa? Gimana cara menangnya? Mungkin bisa membantu kasus ini.

      1. Penjual di HK tersebut nakal dan dari awal sudah berniat mencurangi dengan menggesek nominal hampir 20juta rupiah…yang pertama saya sadar dan akhirnya penjual mengatakan salah memencet angka.
        Di yg kedua saya hanya diperlihatkan nominal angka di mesin dan tidak diberikan bukti pembayaran sama sekali .

        Mohon ditanggapi dengan sangat serius krena saya hanya membeli barang harga 500ribuan atau sekitar 300an HKD.

        Ini sanggahan yg saya buat kepada bank UOB.
        Dari 500rb jadi 20juta.trus ketauan di ubah jadi 8juta. diakalin lagi pakai nominal beda angka di koma. Awalnya cm mau beli ginseng karena murah klo hitungan gram cm 800rb

        1. Bro Michael, terima kasih infonya. Apa data2x yang anda berikan kepada UOB? Kapan kejadian? Berapa lama prosesnya? Apakah Bro Michael bersedia memberikan contact info anda ke Bro Vincent, supaya saya bisa mendapatkan info lebih jelas. Terima kasih.

        2. Tentu saya bersedia bla memang bisa membantu,namun bagaimana cara saya bisa mengkontak bro vincent?

        3. Terima kasih banyak Bro Michael. Mungkin boleh diizinkan contact via email yang di-input di box comment ini ataupun mungkin bisa hubungin bro Vincent di menu Tanya / Konsultasi. Atau mungkin Bro Vincent ada saran lain?

          https://pinterpoin.com/kontak/

        4. Bro Michael & Jimmy,

          Email bro Michael sudah saya berikan kepada bro Jimmy. Semoga bisa saling membantu dalam menyelesaikan masalah.

        5. Berarti sepertinya kita perlu “menguasai” EDC penjual. Dalam artian kita gesek sendiri, pilih2 opsi (cicilan/non cicilan) sendiri, masukan nominal sendiri.

          Ngeri jg kalau memberikan CC ke seller/penjual

        6. Di negara Australia, kartu kredit kita yg colok sendiri, bukan penjual. Ini benarnya prosedur yg benar.

        7. Nah, ini menurut saya SOP transaksi yanf benar. Sayangnya (bahkan) di Indonesia kita masih memberikan kartu ke pelayan/kasir untuk men-dip/menggesek. Pentingnya pemahaman menu² EDC ini

  2. Juni 2019 sampe mei 2020… payah banget cust service bank nya… masa investigasi fraud aja setahun dan ttp nasabah disuruh bayar..

    Dan kenapa gak di void transaction di mesin edc nya?

    Penerbit kartu nya bank apa? Biar saya gausa susah2 pake kartu dari bank itu… payah bgt..

  3. Bukanya credit chargeback/void transaction gitu maximum 45 hari kerja ya process investigasinya? Setelah itu temporary chargebacknya menjaid permanent.

  4. Suhu vincent,
    (OoT) Saya mau nanya ketika transaksi di luar negeri menggunakan kartu kredit, apa perbedaannya apabila transaksi tetap menggunakan negara tersebut dengan dikurskan lsg ke rupiah?
    Dan lebih baik yang mana ya?

    Terima kasih dan mohon tanggapannya..

    1. Putra,

      Memilih Rupiah tidak dianjurkan karena adanya tambahan biaya berkat Dynamic Currency Conversion. Biasanya penerbit kartu menggunakan USD sebagai kurs patokan. Ketika kita memilih Rupiah, maka akan ada tambahan biaya konversi pada transaksi tersebut.

      Oleh karena itu, lebih untung untuk memilih mata uang lokal karena akan mengikuti kurs harian atau saya anggap lebih adil.

      Jika kita memilih Rupiah, merchant seringkali memberikan rate Rupiah yang sangat merugikan atau ditentukan sendiri. Jika tidak jeli, kita bisa dirugikan oleh merchant yang mematok kurs tinggi. Contoh: Harga barang USD$100 seharusnya di Rupiahkan adalah Rp1.500.000. Namun merchant bisa saja mematok Rp1.600.000.

    2. Selain masalah Dynamic Currency Conversion, banyak kartu kredit yang memberikan extra bonus points untuk transaksi dalam mata uang asing. Selain hemat kurs (kecuali kartu kredit tertentu seperti C*bank, dimana malah DCC lebih bagus ratenya), dan dapat extra points lagi.

      1. Wah justru rencana apabila transaksi di luar negri menggunakan citibank..
        Jika pointnya lebih kurang dibandingkan harus dikonversi ke rupiah, agak disayangkan ya..

  5. Parah kali Hong Kong ini, kasus scam sudah begitu sering terjadi, kok tidak bisa diatasin? Waduh, polisi HK sampe terlibat?

  6. Saya waktu ke hongkong emang rata2 merchant tidak meminta pin pada mesin EDC. Mereka langsung maen gesek aja. Bahkan sampe Apple store hongkong jg melakukan hal tersebut waktu saya beli Iphone XS Max 512gb.

    Harusnya pembeli ngotot, marah dan teriak Fraud Scam biar semua pengunjung melihat dan minta VOID. Mungkin karena pembeli perempuan jd dikira merchant gapapa. Kalau saya bakal buat merchant jadi sate

    1. Tidak segampang itu bro, itu kan polisi saja sampai datang, tapi sayangnya polisi yang datang di indikasi terlibat kolusi dengan penjaga toko. Polisi malah menyuruh pembeli keluar dan MEMBAWA barang belanjaan tersebut, salah satu faktor yang menyebabkan pembeli kalah pada akhirnya. Dicurigai ini sudah berbentuk sindikat, karena dari toko, bank merchant sampai Polisi setempat, semua kelihatan bekerja sama untuk meloloskan transaksi illegal tersebut.

    2. Kalau dari peraturan bank HK, maka benarnya merchant benarnya memerlukan tanda tangan untuk transaksi di atas 1.000 HKD.

      “There is no transaction limit for purchases made via Visa payWave/ Mastercard Contactless but signatures will be required for transactions above HK$1,000 in Hong Kong*.”
      https://www.citibank.com.hk/english/credit-cards/FAQ.html

      Kalau main pukul, benarnya ya mereka itu ada CCTV dan polisi ya jadi saksi mereka. Malah bisa dapat extra duit. Mereka ya benarnya sindikat mafia.

  7. Cerita dari famili teman, waktu mereka tanya2x harga di farmasi HK. Satu grup mereka ada 4-5 orang, om2x dan tante teman saya. Ternyata mereka tidak jadi beli di farmasi tersebut. Langsung staf-staf farmasi tersebut langsung mengunci pintu besi farmasi dan dipaksa beli. Untung tantenya teriak Help! Help! ke orang-orang yg lewat di depan toko tersebut, sampe akhirnya baru di buka kembali pintu besinya.

    Ternyata farmasi HK memang parah banget, tapi pemerintahnya ga bisa crack down. Kalian google “pharmacy scam shenzhen/guangzhou/shanghai/singapore” malah ga ada. Yang ada cuman pharmacy scam HK…

  8. I really feel sorry.
    Saya masih Ingat di awal 2015 saya dan beberapa teman sedang ikut tour ke Dubai. Diajak ke toko-toko Emas di tempat traditional market di sana. Teman saya tertarik beli di sana dan menggunakan H**C mc. Tapi pedagang toko nya men charge double (2x).
    Teman saya ngamuk2, telepon bank, dll pedagang kekeuh bilang cuman debet 1x saja.
    Plus sangat ga enak perasaan kalau mereka tiba-tiba ngomong pakai bahasa Arab dan kita nya bener-bener ga ngerti, seperti sedang ditipu.

    Untung minta tolong dengan tour guide kita, di uruskan dan divoid.

    Tp itu pedagang tetap ga ngaku bohong lagi.. Harus pilih-pilih tempat jg belanja dg cc di mana. Gotta be safe next time

  9. Awal tahun ini saya kena hack CC BNI tarik Tunai, sepertinya kartu saya digandakan karena pengambilan tarik tunai di ATM
    Padahal saya posisi sedang di Saudi Arabia, dan kartu saya pegang, dan saat bersamaan ada yang melakukan tarik tunai di Bali
    Hingga sekarang sanggahan saya belum selesai

    1. Apakah pernah melakukan gestun di toko ? Apa pernah kartu di gesek ke skimmer ? Bentuk skimmer bisa dilihat gambar google.

      Saya pernah gesek di toko, ternyata dia gesek ke skimmer dan semua data nama, nomor expired masuk ke komputer dia. Di jalan saya baru sadar dan langsung ganti pin CC

  10. Semua investigasi kasus pharmacy scam ini oleh divisi-divisi pemerintah HK, termasuk divisi anti korupsi, yang dilaporkan saya akhirnya telah ditutup semua setelah hampir 2 tahun. Semua cuman habis waktu saja, polisi nya paling cuman dapat sedikit teguran. Scammer-nya tetap dapat duit full. Polisi yang bermasalah, kita yang rugi.

    Saya harapkan setelah pandemi reda, para pembaca berhati-hati menggunakan kartu kredit dan hati-hati terhadap scam di berbagai negara.

    Saya ada uploadkan foto-foto dan bukti-bukti yang di-submit merchant/tokonya di instagram.
    Silacan para pembaca kasih komentar dan sharing ke teman, biar rame di ig.
    Terima kasih.

    https://www.instagram.com/jimmyhkdc/

    1. Pak Jimmy,

      Saya turut sedih atas konklusi permasalahan ini. Izinkan saya untuk repost artikel ini agar pembaca lain tidak mengalami kejadian yang sama.

  11. Pak Vincent,

    Terima kasih atas supportnya. Boleh saja repost artikel ini, mungkin artikel ini boleh di-update dengan info-info berguna supaya pembaca mampu proteksi diri dan kartu kredit dari scam-scam lainnya.

    Beberapa tips-tips yang saya dapat dari kasus saya ini:
    – Jangan memberikan kesan turis/first-timer ke orang lokal setempat, siapapun orangnya.
    – Jangan bertransaksi berdasarkan verbal agreement, selalu minta invoice atau bukti tertulis yang jelas.
    – Jangan mambawa barang belanjaan keluar dari toko, bila tidak setuju dengan barang ataupun harga barang tersebut.
    – Bila dipaksa polisi atau otoritas lokal setempat, maka harus mampu hadapin dan tentu tidak perlu keras dengan polisi tersebut.
    – Batasin limit kartu kredit secukupnya saja, ada bank di Indonesia yang suka tiba2x naikan limit kartu kredit ke 999 jt.

    Saya tentu sangat kecewa, meskipun begitu banyak laporan dan interview telah saya lakukan dengan divisi2x pemerintahan HK, tetapi hasilnya nihil. Tetapi saya tentu harapkan minimal dari cerita kasus saya ini bisa membantu pembaca untuk menghadapin scammer2x kartu kredit di saat kita dapat traveling kembali.

    Terima kasih waktunya telah membaca.

    1. Mungkin tambahan tips-nya untuk jaman sekarang ini adalah untuk foto dan rekam semua orang dan kejadian, supaya ada bukti yang kuat dan jelas.

      Tetapi masalah utama dalam kasus saya ini adalah polisinya yang parah, karena polisi tersebut lah yang memerintahkan saya untuk stop foto dia dan data staf toko tersebut. Satu polisi tersebut memang banyak masalahnya. Saya jadi tidak ada bukti rekaman perintah polisi tersebut. Namun ke depannya. dimana pun terjadi tentu saya akan usahakan ada rekaman dan foto lengkap.

      Benarnya hasil kasus saya ini bisa jauh lebih baik. Tapi karena campur tangan polisi tersebut yang menjadi masalah. Polisi bawa saya ke kantor poisi HK pun ga masalah, semua polisinya baik di sana. Di negara/daerah manapun tentu ada toko jahat ya. Tetapi bila seorang polisi/otoritas di negara maju begini, ada berperan dalam kasus scamnya, ini namanya tidak ada keadilan (BIg Injustice!).

      1. Terimakasih Pak Jimmy utk sharing kasus ini. Turut berduka cita jika masalah tidak bisa dituntaskan oleh pihak2 terkait

        Terkait “dokumentasi (foto/video/suara) di toko. Sebenarnya konsumen boleh tidak melakukan dokumentasi saat transaksi (atau bahkan ketika awal masuk utk beli² hingga transaksi)? Karena kl yg lihat berkali2 di toko2 Indonesia saja ada tanda larangan untuk mendokumtasikan di dalam toko (ada tanda coret gambat kamera/video/voice recorder). Sedangkan jika ada kasus² seperti yang Pak Jimmy sebutkan (dan kasus2 lainnya) misal saja ini, saya ditipu oleh salah satu toko di Indonesia, lapo ke polisi, tapi tidak ada buki rekaman foto/video/suara) maka “memperlama” proses penyelidikan.

        Dengan menilik kejadian begini (tidam menutup kemungkinan kejadian begini juga ada di Indonesia) kayaknya saya perlu pasang GoPro/Action Cam lain sebelum masuk toko ini

    2. MasterCard juga sengaja tidak kasih opsi PIN untuk semua transaksi kartu kredit. Kecuali kalau negara yang wajibkan, seperti Indonesia, Malaysia, dllnya.

      Untuk sekarang ini benarnya tidak ada alasan juga untuk tidak wajibkan PIN untuk transaksi yang di atas 1 jt atau berapa, supaya keamanan pemakai kartu kredit lebih terjamin. Tidak perlu kita untuk habis bertahun-tahun, untuk melawan kasus2x scam begini.

      Dan benarnya saya juga sudah pernah telepon ke bebarapa Bank sebelum kejadian, untuk aktifkan fitur PIN untuk semua transaksi termasuk transaksi luar negeri. Tetapi tidak ada opsi tersebut di sisi MasterCard. Jadi masalah ini benarnya perlu ada tanggung jawab dari MasterCard dan HK Monetary Authority juga.

  12. Komentar Declan pada 18 Mei 2020 diposting ulang untuk kemudahan membaca:

    Pernah kena scam serupa. di toko pharmacy juga sepertinya 2007-2008 , kurang ingat. di toko sana ada barang2 yg murah(jamur2) dan mahal(abalone kering, scallop). begitu saya pesan ini, pesan itu, begitu di totalin, ternyata angkanya mengejutkan diluar dari perkiraan. penjaga toko bilang jamur2an itu dihitung per 100gram(jadi memang murah) tapi barang mahal di hitung per Liang(ukuran timbang cina kuno 1jin=16liang) dan 1 jin itu cuman 1/2kg. jadi dimintain kartu kredit untuk gesek 28jtan. saya tidak berikan. tapi di cegat gak boleh keluar. ngotot sana sini, akhirnya saya bayar cash sekitar 4jtan untuk barangnya yg dia sudah potong2 begitu kita pesan. (untung gak kasih kartu kredit, kalo dikasih, bisa2 di charge 28jt instead yg sudah disepakati 4jt) sempat kirain mungkin memang saya salah dengar ttg unit timbangnya. ternyata kalo begitu memang konspirasi.
    setelah kejadian itu, gak pernah lagi mau ke toko2 tradisional di HK lagi

  13. Cash is the king. Untraceable. Saya sendiri juga punya pengalaman buruk di HK. Kejadian tahun 1990. Pada waktu itu saya makan di restoran kapal terapung terbesar di HK, tahu sendiri lah namanya. Pada waktu makan belum selesai, piring langsung ditarik oleh pelayan dan isinya dibuang ke sampah. Saya sekeluarga langsung marah ke pelayan. Kata pelayan “oo iya, kamu marah…” langsung makanan dari sampah ditaruh di piring dan dikembalikan ke saya. Waktu itu ada sepupu saya yg tinggal di HK, dia cuman bilang kalau hampir semua orang HK begitu, kasar.
    Sejak saat itu, saya tidak pernah menginjakkan kaki di HK lagi. Kalau mau transit ya lewat kota selain HK. Apalagi sekarang sudah diambilalih oleh China, bisa2 jadi lebih parah.

    1. Cash tentu king, tetapi pembaca utama dan artikel di PinterPoin tentu adalah umumnya credit card user. Tanpa kartu kredit tentu dunia miles and poin ini ga seru. Terima kasih Pak Jimmy telah sharing cerita ini.

      Kedua, kita selalu assumsi China ini negaranya gimana gitu, ga jelas. Dari pengalaman saya sendiri di kota besar seperti Shanghai, taxi driver resmi ini selalu baik, Kalo kita sendiri yang kelewatan destinasi, malah sering taxi drivernya yang matikan meter-nya (alias gratis), apalagi kalau lihat kita ini turis.

      Kalau di HK, pengalaman saya meskipun saya sudah jelas pake GPS, taxi drivernya masih sengaja mutar 3x, sampe saya harus marahin dia dulu baru nyampe hotel berbintang 5 (lokasinya tentu lokasi popular). Bagi orang HK ini, turis ini mangsa.

      Jadi HK ini memang beda, harus hati-hati untuk semua transaksi kartu kredit. Kalo di shopping/department store yang terkenal, tentu beda ya.

    1. Terima kasih Bapak Mario. OJK meminta saya untuk laporkan ke BI. Mediasi BI memang membantu dan dengan ini saya ucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia.

      Tetapi tetap saja kalah di MasterCard. Toko farmasi tersebut tetap mendapat duit full 46.200 HKD atau sekitar 86 juta lebih.

        1. Mohon koreksi
          Yang pernah saya baca. Penanganan dispute/chargeback masih Amex yang terbaik. Apakah ini pertanda saya (dan rekan2) harus pake CC Amex utk traveling ke LN?

    2. Dear Pak Martapura,

      Pertama, ini lah peran polisi dalam pharmacy scam ini. MasterCard mempermasalahkan kenapa barang dibawa keluar toko, bila tidak setuju terhadap transaksi tersebut (boleh lihat di instagram JImmyHKDC bukti screenshot CCTV toko tsb). Padahal sudah saya lampirkan surat resmi dari HK CAPO bahwa polisi tersebut yang salah dan boleh minta bukti dari rekaman CCTV toko. Tetapi MasterCard tidak tertarik nonton rekaman. Saya dari awal sama sekali tidak menyangka kok polisi HK tersebut ternyata ada peran dalam scam ini, sampe setelah saya laporkan ke atasan dia dan HK CAPO. Saya mau rekam dia, saya diperintahkan stop. Mau gimana ada bukti? Polisi nya ya ga pusing cuman dapat sedikit surat teguran, yang bayar kan turis asing.

      Kedua, tentu ya karena harga ini disetujui secara verbal saja. Ini lah kunci dari pharmacy scam ini. Harga dan deskripsinya dalam bahasa asing, tanya orang HK lokal pun ga ngerti harganya berapa. Awalnya staf tokonya super baik, istri saya ga nyangka ternyata itu penipu ulung. Jadi waktu diswipe kartunya dan diminta tanda tangan di slip kartu kredit. Kita sudah terkejut duluan dan tidak teken slipnya. Sudah marah-marah. Baru lah staf toko buat invoice dengan harga tersebut. Jadi kalo satu toko kasih kita menu harga palsu dan waktu bayar kasih menu harga lain, maka kita tidak ada bukti dan tidak bisa menang. Di sini lah saya salahkan MasterCard dan HK Monetary Authority. Karena untuk MasterCard Contactless yang lokal, untuk semua transaksi di atas 1.000 HKD wajib ada tanda tangan, untuk kartu kredit international yg di-swipe tidak ada requirement teken ataupun PIN.

      Itu sebabnya di kasus HK pharmacy scam ini saya sangat kecewa dan marah, karena jebakan2x ini hanya bisa terjadi di HK, tidak bisa terjadi di Indonesia, Malaysia, China dan banyak negara lainnya. MasterCard harusnya ada opsi PIN untuk semua transaksi international.

      1. Pak Jimmy,
        Terima kasih atas sharingnya. Kebetulan saya sering ke HK jadi memberikan awareness juga.

        Saya masih belum mengerti detil disputenya. Boleh diterangkan ulang, apakah unit pricenya yang berubah dari kesepakatan ? atau dispute di satuannya (misalkan pemahaman pembeli 340hkd all in tapi kata penjualnya 350hkd per gram) ? atau diberikan lebih banyak dari yang kita minta (misalkan kita minta 300g dikasih 300kg).

        Dan dengan plang awal 680hkd (asumsi saya ada di selembar kertas yang ditaroh diatas barangnya) bagaimana versi penjual menjelaskan angka 680 di plang vs actual chargenya ?

        Pada akhirnya apakah bapak membawa pulang 300gr seperti yang diinginkan?

      2. Nah, permasalahannya adalah sudah jelas kesalahannya ada pada pihak HK, kenapa mastercard tidak mau melihat, menegur, atau sekalian tarik tuh EDCnya, kalo perlu disita aja tokonya, lama-lama saya ikut kesal juga dengan kisah bapak jimmy ini, kog bisa-bisanya sindikat seperti ini didiamkan?

    3. Pak WidiBB,

      Harga diinfokan staf tokonya kalau 600 gram harga total 680 HKD, kalau 300 gram harga total 340 HKD. Sangat jelas, tidak ada miskomunikasi.

      Plang harganya yang merah-merah, boleh llihat di Instagram JimmyHKDC.

      Saya tidak mau bawa keluar barang tersebut dari toko, tetapi dipaksa oleh polisi yang “kurang pengalaman” itu. Barang tersebut saya titipkan ke teman saya yang di HK untuk dijadikan sebagai bukti kasus ini.

      Boleh dibaca ulang detail-detail kasus ini, Banyak hal yang harus diperhatikan dalam transaksi kartu kredit.

      Terima kasih telah membaca. Semoga membantu untuk kedepannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BoardingArea