Surat Edaran Nomor 1 tahun 2021 yang diterbitkan oleh Gubernur Bali kemarin kini telah resmi direvisi dengan peraturan baru. Hasil Rapid Test Antigen negatif yang sebelumnya berlaku paling lama 7 x 24 jam untuk memasuki Bali kini telah dipersingkat secara drastis:

Efektif 9 Januari 2021, penumpang yang memasuki Bali via udara, darat, dan laut wajib membawa (salah satu):

  • Hasil negatif uji Rapid Test Antigen paling lama 1 x 24 jam sebelum keberangkatan
  • Hasil negatif uji swab berbasis PCR paling lama 2 x 24 jam sebelum keberangkatan

Selain itu, beberapa poin penting dari Surat Edaran asli juga masih diberlakukan:

  • e-HAC Indonesia juga wajib diisi sebelum memasuki Bali
  • Anak-anak berusia dibawah 12 tahun tidak wajib untuk menunjukkan hasil tes negatif berbasis PCR atau Rapid Test Antigen
  • Surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR dan Rapid Test Antigen berlaku selama 14 hari sejak diterbitkan
  • Selama di Bali, pengunjung wajib mempunyai surat hasil tes negatif tersebut
  • Orang yang berangkat dari Bali dengan surat keterangan hasil tes negatif (PCR/Antigen) yang masih berlaku bisa kembali ke Bali dengan dokumen yang sama

Halaman 1 revisi Surat Edaran

Halaman 2 revisi Surat Edaran

PSBB Ketat di Bali & Jawa

Pengunjung yang akan ke Bali juga wajib tahu akan adanya pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Bali & Jawa pada periode 11 – 25 Januari 2021 mendatang.

Kegiatan yang Dibatasi Selama PSBB

  1. Membatasi tempat kerja dengan work from home (WFH) 75 persen, dengan tetap melakukan protokol kesehatan secara ketat
  2. Kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring
  3. Sektor esensial yang berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat tetap beroperasi 100 persen. Namun, dengan pengaturan jam operasional, kapasitas, dan menjaga protokol kesehatan secara ketat
  4. Melakukan pembatasan terhadap jam buka di pusat perbelanjaan sampai pukul 19.00. Untuk makan dan minum di tempat maksimal diisi 25 persen dari kapasitas restoran. Kendati begitu, pemesanan makanan melalui take away atau delivery tetap diizinkan
  5. Mengizinkan kegiatan konstruksi beroperasi 100 persen dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat
  6. Mengizinkan tempat ibadah dibuka dengan kapasitas sebesar 50 persen dan wajib menerapkan protokol kesehatan yang lebih ketat
  7. Fasilitas umum dan kegiatan sosial budaya dihentikan sementara
  8. Kapasitas dan jam operasional moda transportasi juga diatur.

Pendapat

Saya sangat menyayangkan keputusan yang plin-plan dan revisi yang dilakukan sangat mendadak ini. Mengapa? Karena pastinya ada banyak penumpang yang dirugikan oleh perubahan peraturan secara dadakan ini.

Meski demikian, saya rasa perubahan peraturan ini memang lebih baik diumumkan sesegera mungkin untuk meminimalisir kekacauan di bandara.

.

Apakah Anda terdampak oleh revisi masa berlaku Rapid Test Antigen ke Bali ini?