Efektif mulai hari ini, Senin, 14 September 2020, Jakarta kembali menjalani Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat untuk kedua kalinya. Salah satu dampak dari PSBB ketat ini adalah adanya pembatasan aktivitas tamu hotel yang terdapat dalam Pasal 10 Pergub No. 88 Tahun 2020 tentang pelaksanaan PSBB dalam penanganan COVID-19 di DKI Jakarta.

Sejumlah poin penting yang harus diterapkan oleh pihak hotel di Jakarta diantaranya:

  • Tamu hanya boleh beraktivitas di kamar & memanfaatkan room service
  • Aktivitas dan fasilitas yang bisa memicu kerumunan harus ditiadakan/ditutup
  • Karyawan hotel diwajibkan menggunakan APD seperti masker, sarung tangan, dan pakaian kerja sesuai pedoman kerja
  • Tamu yang menunjukkan gejala COVID-19 seperti suhu tubuh tinggi, batuk, pilek, diare, dan sesak napas dilarang memasuki hotel

Pihak hotel disebutkan juga wajib menyediakan layanan khusus bagi tamunya yang ingin melakukan isolasi COVID-19 terkendali.

Fasilitas dan aktivitas yang dapat memicu kerumunan umum harus ditutup/ditiadakan. Foto: Lobi AYANA Midplaza Jakarta | PinterPoin


Baca juga: Cerita Pembaca: Pengalaman Terbang Saat Pandemi Covid-19 & Menjalani Isolasi di Jakarta


Penutup

PSBB ini nampaknya akan memaksa pihak hotel untuk kembali ke periode awal pandemi, dimana seluruh fasilitas umum ditutup atau dibatasi ketat. Prosedur pelayanan pun berubah drastis, misalnya sarapan yang biasanya berbentuk buffet di restoran berubah menjadi diantar ke kamar tamu agar social distancing bisa diterapkan dengan efektif.

Kebetulan, saya baru saja menginap di The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place (ulasan menyusul), pada hari Jumat-Sabtu kemarin. Sejumlah fasilitas di hotel seperti restoran, lounge, kolam renang, gym, dan spa masih beroperasi, namun tetap ada batasan-batasan tertentu.

Per hari ini, tamu hotel yang menginap di hotel di Jakarta selama masa PSBB ketat ini tidak akan bisa melakukan banyak hal. Saya tahu pihak hotel cukup kewalahan dengan aturan selama PSBB. Meski saya pesimis akan berdampak besar, semoga saja PSBB kali ini bisa berdampak baik dalam penekanan jumlah kasus COVID-19 di Jakarta.

.

Apa pendapat Anda tentang PSBB ketat Jakarta ke-2 ini?