Pada bulan April 2018 lalu, Sriwijaya Air menjual keanggotaan SJ Travel Pass seharga Rp 12 juta yang memberikan akses penerbangan domestik sepuasnya dalam 1 tahun.

Tentunya program tersebut disambut dengan antusiasme yang tinggi dari publik. Namun, menjelang akhir tahun, terdapat banyak keluhan dari pelanggan yang memprotes tidak adanya ketersediaan kursi untuk pemegang SJ Travel Pass.

SJ Travel Pass Sriwijaya

Foto: Sriwijaya Air.

Dikutip dari CNN Indonesia, Direktur Komersial Sriwijaya Air Joseph Dajoe K Tendean, menyebutkan bahwa SJ Travel Pass tidak akan dilanjutkan. Alasan utamanya adalah Sriwijaya Air mengalami kerugian yang cukup besar, namun tidak dirincikan nominalnya.

Salah satu keluhan pelanggan SJ Travel Pass dikutip dari CNN Indonesia:

Salah satu anggota SJ Travel Pass, Ali Akmal (34 tahun) mengaku selalu kehabisan tiket sejak 5 Desember 2018. Padahal, saat mendaftar pertama kali pada Mei 2018, ia masih bisa menikmati layanan terbang sepuasnya dari maskapai asuhan Chandra Lie tersebut.

Sriwijaya Air diduga membatasi secara ekstrim ketersediaan kursi untuk anggota SJ Travel Pass. Hal tersebut tercermin dari komentar Ali Akmal yang mengatakan bahwa sebenarnya terdapat banyak kursi kosong jika melakukan pencarian penerbangan non-anggota SJ Travel Pass.

Alternatif SJ Travel Pass

Setelah terintegrasi dengan GarudaMiles beberapa waktu lalu, manajemen Sriwijaya Air juga dikabarkan tengah menyiapkan program baru untuk menarik minat penumpang.

GarudaMiles Sriwijaya

Pendapat

Saya merasa jika SJ Travel Pass is too good to be true pada saat pertama kali diperkenalkan. Bagaimana tidak, hanya dengan Rp 12 juta, anggota SJ Travel Pass bisa terbang sepuasnya (dengan hanya membayar pajak) selama 1 tahun ke seluruh rute yang dilayani oleh Sriwijaya Air.

Terdapat beberapa orang kenalan & kerabat yang membeli keanggotaan ini dan menggunakannya di rute Indonesia Timur secara rutin. Feedback yang saya dengar juga sangat positif karena memang bisa sangat menghemat pengeluaran tiket pesawat. Namun, ketersediaan kursi menjadi sangat langka setelah beberapa bulan berjalan dan kini akhirnya dihentikan oleh pihak Sriwijaya Air.

Apakah Anda memiliki keanggotaan SJ Travel Pass?

H/T: @sutramelkii