Sejak bulan November 2020 lalu, International Air Transport Association (IATA) menginisiasikan ‘Travel Pass’ digital yang berfungsi untuk menyimpan segala jenis informasi penumpang yang berkaitan dengan vaksin & hasil tes COVID-19.

Suka atau tidak, selama pandemi ini berlangsung, traveling terutama ke luar negeri terasa sangat berbeda dan dipenuhi dengan berbagai macam regulasi. Setiap negara pastinya membutuhkan informasi yang akurat mengenai kondisi kesehatan penumpang yang akan memasuki negaranya.

Oleh karena itu,  IATA berharap agar kedepannya ‘Travel Pass’ ini bisa menjadi standar industri bagi maskapai penerbangan, situs tempat tes COVID-19, dan otoritas kesehatan pemerintah.

Dengan adanya layanan digital ini, harapannya negara bisa mengetahui secara detil informasi kesehatan setiap penumpang yang telah diverifikasi keasliannya agar kemudian bisa membuka akses masuk tanpa kewajiban untuk karantina.

Sejumlah data yang akan ditunjukkan oleh ‘Travel Pass’ meliputi:

  • Status sertifikat kesehatan/vaksinasi (valid atau tidak)
  • Jenis tes yang diambil
  • Hasil tes positif/negatif
  • Tanggal pengambilan tes
  • Nama laboratorium/klinik tes

Travel Pass IATA

Singapore Airlines yang Pertama

Bisa dibilang, Singapore Airlines merupakan salah satu maskapai yang cepat tanggap untuk urusan COVID-19.

Singapore Airlines (SQ) sejak bulan Desember 2020 lalu telah mengadopsi ‘Travel Pass’ dari IATA. Bahkan, untuk penerbangan SQ dari Jakarta & Kuala Lumpur, penumpang yang mengambil tes di klinik yang bekerja sama akan diberikan sertifikat kesehatan digital & QR code.

Ketika melakukan check-in penerbangan Singapore Airlines di bandara & memasuki imigrasi Singapura, QR code tersebut akan diverifikasi untuk mengecek keaslian sertifikat kesehatan.

Jika seterusnya metode ini terbukti efektif & sukses, maka sistem tersebut akan diterapkan pada destinasi lainnya & akan diintegrasikan ke aplikasi Singapore Airlines.

Maskapai Lainnya?

Dua maskapai raksasa Uni Emirat Arab, Emirates & Etihad dikabarkan juga akan mengikuti langkah yang diambil oleh Singapore Airlines. Induk dari British Airways, IAG, juga dikabarkan akan melakukan hal yang sama.

Etihad Airways akan mencoba menggunakan ‘Travel Pass’ untuk penerbangan dari Abu Dhabi & akan dikembangkan ke destinasi lain apabila terbukti efektif.

Mulai April 2021, Emirates akan menggunakan ‘Travel Pass’ untuk penerbangan dari Dubai. ‘Travel Pass’ tersebut juga akan digunakan sebagai paspor digital, dimana penumpang akan bisa menyimpan dokumen-dokumen untuk bepergian dalam 1 tempat.


Baca juga: Mulai 26 Januari 2021, Amerika Serikat Wajibkan Hasil Tes Negatif COVID-19 Bagi Semua Traveler Internasional


Pendapat

Teknologi ‘Travel Pass’ digital dari IATA sudah mulai diterapkan oleh maskapai-maskapai raksasa dunia. Meski demikian, adanya teknologi ini juga bukan berarti akan menghilangkan resiko COVID-19 sepenuhnya.

Menurut saya, ‘Travel Pass’ ini hanya akan efektif jika:

  • Proses vaksinasi global sudah berjalan lancar (mayoritas populasi sudah divaksinasi)
  • Diterapkan secara luas oleh banyak negara & setiap sektor pentingnya; maskapai penerbangan, imigrasi, dan lab/klinik kesehatan

Namun pastinya tidak akan mudah untuk membuat setiap negara/maskapai untuk menerapkan teknologi ini. Akan dibutuhkan waktu yang sangat lama & investasi yang besar, sehingga saya rasa teknologi ini hanya mungkin diberlakukan di negara-negara tertentu saja.

Bila dimanfaatkan secara luas, teknologi ini akan bisa membasmi hasil tes palsu yang selama ini marak ditemukan. Teknologi ini juga akan mempermudah setiap negara untuk mengetahui kondisi kesehatan setiap orang yang akan masuk & mengurangi proses verifikasi yang rumit.

.

Apa pendapat Anda tentang ‘Travel Pass’ ini?