Industri aviasi Indonesia mungkin sedang tidak baik-baik saja, terlihat dari keputusan AirAsia Indonesia untuk menghentikan rute penerbangan Jakarta – Singapura mulai 1 Juli 2026 nanti.
Koreksi jika saya salah, tetapi rute penerbangan Jakarta – Singapura merupakan rute penerbangan ‘gemuk’ dengan traffic yang luar biasa juga sehingga jika memang AirAsia Indonesia menghentikan penerbangan di rute ini, maka ada something wrong di dunia aviasi atau traveling secara keseluruhan.
Atau mungkin ada pergeseran preferensi dari low-cost carrier menjadi full-service airline? Itu juga mungkin.
Mengutip dari Aero Routes, Air Asia Indonesia sendiri sebelumnya terbang sebanyak 3x sehari di rute Jakarta – Singapura yang mana angka tersebut sebenarnya sudah turun drastis dibandingkan dengan tahun 2025 lalu yang mana mereka terbang 5-6x sehari.
Apa dampaknya?
Bagi Anda yang memiliki tiket penerbangan AirAsia rute Jakarta – Singapura, penerbangan Anda akan di reroute ke Jakarta – Kuala Lumpur – Singapura tanpa ada biaya tambahan.
Seharusnya, terdapat juga opsi untuk full refund penerbangan ini tetapi saya tidak mengetahuinya karena jujur saya beberapa tahun ini tidak pernah terbang dengan AirAsia.
Untuk mengetahui status penerbangan dan opsi yang Anda miliki, ada baiknya Anda langsung meluncur ke website AirAsia dan/atau menghubungi Call Center mereka.
Baca juga: Review Kartu Kredit Jenius
Baca juga: Review Kartu Kredit UOB Zenith
Penutup
AirAsia Indonesia berhenti mengoperasikan penerbangan rute Jakarta – Singapura efektif 1 Juli 2026.
Tidak diketahui apakah ini hanya sementara saja atau selamanya…. namun tebakan saya adalah mereka hanya menghentikan penerbangan ini sementara waktu saja sampai kondisi aviasi secara keseluruhan membaik (baca: harga minyak dunia yang lebih murah).
Selain itu, dugaan saya kenapa rute ini dihentikan adalah sentimen menurunnya minat orang Indonesia berkunjung ke Singapura, terlepas dari tujuannya adalah berbisnis, berwisata, ataupun berobat.
Di satu sisi, maskapai low-cost carrier asal Vietnam yaitu Vietjet justru semakin ekspansif di Indonesia, terlihat dari ekspansi rute terbaru mereka di Tanah Air ini. Terakhir, maskapai ini membuka direct flight Jakarta – Da Nang pada 29 April 2026 lalu.
Jadi, apakah langkah AirAsia Indonesia menghentikan penerbangan Jakarta – Singapura ini merupakan cerminan dari melemahnya demand minat orang Indonesia ke Singapura atau bahkan minat traveling secara keseluruhan? Kelihatannya jawabannya ‘iya’ untuk keduanya.



waduh don muang kena juga? padahal demen transit disana buat makan piri piri
airport changi SGD 72, sejuta lebih dengan kurs sekarang. Gak logis , lebih mahal airport tax daripada tiketnya