Kartu co-branding AirAsia dari Bank Permata merupakan kartu dengan perolehan AirAsia BIG terbaik di Indonesia untuk pembelian tiket AirAsia. Sayangnya, mulai 1 Juli 2020 mendatang perolehan poin dari kartu co-branding Permata AirAsia ini untuk kategori pembelian tiket AirAsia akan mengalami devaluasi sementara hingga 85%.

Skema Perolehan Poin AirAsia BIG dari Kartu Permata AirAsia

Menurut informasi di situs web Bank Permata, mulai 1 Juli 2020 hingga pemberitahuan selanjutnya Anda tidak akan memperoleh poin tambahan untuk pembelian tiket AirAsia dengan kartu co-branding AirAsia, baik kartu debit maupun kredit.

Untuk nilai transaksi maksimum yang dihitung untuk mendapatkan poin tetap berada di Rp5.000.000, sehingga jumlah poin maksimum yang bisa didapatkan juga ikut berkurang.

Mulai 1 Juli 2020 Anda akan memperoleh poin lebih sedikit saat membeli tiket AirAsia dengan kartu cobrand AirAsia Bank Permata.

Di sisi lain, selama bulan Juli 2020 Bank Permata juga melonggarkan perhitungan perolehan poin untuk transaksi non-AirAsia online menjadi 1 poin per Rp10.000 dari sebelumnya 100 poin per Rp1.000.000 dengan transaksi minimum Rp150.000.

Singkatnya, berikut perubahan yang akan terjadi mulai Juli 2020:

Ringkasan perolehan poin sementara AirAsia Debit Card. Ringkasan perolehan poin sementara AirAsia Platinum Credit Card.

Pendapat

Meskipun hanya sementara, namun devaluasi ini secara efektif menghilangkan salah satu manfaat utama kartu co-branding AirAsia.

Kartu ini memiliki 2 manfaat utama dan dengan devaluasi ini kartu ini menjadi hampir tidak berguna untuk sementara waktu:

  • Perolehan poin tambahan untuk pembelian tiket AirAsia (akan diberhentikan sementara), dan
  • Layanan prioritas dan status saat terbang dengan AirAsia (sebaiknya tidak dimanfaatkan selama pandemi ini).

Prediksi saya adalah devaluasi ini hanya akan berlaku selama beberapa bulan, sehingga Anda dapat:

  • Memesan tiket sebelum 1 Juli 2020 untuk menghindari devaluasi, atau
  • Menunggu sampai perolehan poin kembali normal.

Pesan tiket AirAsia dengan kartu cobrand sebelum 1 Juli 2020 untuk menghindari devaluasi. Foto: AirAsia.

Selain itu, perhitungan perolehan poin kartu cobrand AirAsia dalam kelipatan Rp1.000.000 dan dengan limit Rp5.000.000/transaksi merupakan mekanisme terburuk di Indonesia dan mungkin di dunia.

Sebagai gambaran, apabila saya membandingkan perolehan poin kartu cobrand AirAsia dengan kartu DBS Travel Platinum dengan perolehan serupa (1 poin per Rp10.000):

  • Transaksi Rp750.000: 75 poin di DBS Travel Platinum, 0 poin di AirAsia Platinum Credit Card,
  • Transaksi Rp2.500.000: 250 poin di DBS Travel Platinum, 200 poin di AirAsia Platinum Credit Card,
  • Transaksi Rp10.000.000: 1.000 poin di DBS Travel Platinum, 500 poin di AirAsia Platinum Credit Card.

Apabila Anda tetap ingin memperoleh poin AirAsia BIG, saya menyarankan Anda untuk menggunakan kartu non-cobrand seperti Mega Travel Card atau UOB PRIVI Miles.

Walaupun Anda tidak akan mendapatkan manfaat kartu cobrand, Anda akan dapat mengumpulkan poin jauh lebih cepat dari kartu cobrand AirAsia.

Alternatifnya, Anda juga dapat mengumpulkan poin maskapai lain (atau poin kartu kredit fleksibel) sambil menunggu perolehan poin kartu ini kembali normal.

Kesimpulan

Dengan devaluasi ini, kartu cobrand Permata AirAsia mendadak menjadi salah satu kartu cobrand terburuk yang ada di pasaran.

Selain manfaat yang saat ini sebaiknya tidak digunakan, perolehan poin kartu kredit ini untuk pembelian tiket AirAsia sendiri juga menyamai atau bahkan lebih buruk daripada transaksi biasa.

 

Apakah Anda masih tertarik untuk mendapatkan kartu Permata AirAsia ini?