Beberapa waktu lalu, IHG resmi menerapkan sistem harga penukaran award dinamis. Hal tersebut berarti harga penukaran poin pada tiap hotel akan berbeda-beda mengacu pada musim (low season/high season) dan demand.

Realitanya, penerapan sistem tersebut dilakukan secara bertahap. Taiwan merupakan negara pertama yang menerapkan harga dinamis tersebut. Lalu, disusul Vietnam, Jepang, Singapore dan Malaysia.

Menurut opini saya, penerapan harga dinamis ini akan lebih ke arah menguntungkan paling tidak di masa awal penerapan. Pada high season atau ketika hotel sedang ramai, Anda akan membayar poin hotel seperti aslinya. Sedangkan pada off season atau ketika okupansi hotel sedang rendah, Anda bisa menghemat poin hingga 50%.

Menariknya, kini sistem harga dinamis tersebut telah resmi diterapkan di Indonesia dan juga di Thailand. Hal tersebut saya temukan setelah mencoba mencari hotel di Jakarta dan Bali semalam. Berikut contoh pencariannya:

Contoh Pencarian

InterContinental Jakarta Pondok Indah sebelumnya dihargai 35.000 poin per malam, saat ini properti tersebut bisa ditemukan dengan harga bervariasi tergantung periode menginap:

IHG terapkan sistem harga award dinamis di Indonesia

IHG terapkan sistem harga award dinamis di Indonesia

IHG terapkan sistem harga award dinamis di Indonesia

InterContinental Bali sebelumnya dihargai 40.000 poin per malam, saat ini properti tersebut bisa ditemukan pada harga:

IHG terapkan sistem harga award dinamis di Indonesia

Properti IHG di Thailand juga kini telah menerapkan sistem harga dinamis tersebut. Contohnya InterContinental Koh Samui (baca review-nya disini) yang aslinya 50.000 poin per malam kini bisa ditemukan di harga 30.000 poin per malam.

Menguntungkan?

Sekilas, ini merupakan kabar gembira bagi semua orang yang ingin menukar poin IHG di Indonesia. Kini, hampir semua properti bisa ditebus dengan harga yang lebih murah.

Menariknya, saya tidak menemukan harga poin yang lebih mahal ketimbang sebelumnya. Misalnya InterContinental Bali yang dihargai 40.000 poin per malam kini juga dihargai 40.000 poin pada saat high season misalnya pada liburan Natal.

Jika normalnya IC Bali dihargai 40.000 poin per malam, maka pada high season logikanya akan dihargai lebih dari 40.000 poin. Sepertinya pandemi COVID-19 juga berperan besar dalam rendahnya harga poin hotel saat ini karena demand yang turun besar-besaran.


Baca juga: Hotel Review: InterContinental Bali Resort Jimbaran


Penutup

Sejauh ini, penerapan harga award dinamis IHG ini saya anggap sebagai hal positif dan semoga berlangsung demikian kedepannya. Kini hotel IHG di Indonesia pun akhirnya ikut menerapkan sistem harga award dinamis ini.

Ketakutan saya adalah IHG akan mendevaluasi programnya secara besar-besaran ketika sistem harga ini diterapkan secara global. Dikarenakan IHG juga tidak mempunyai award chart atau tabel penukaran poin, maka kedepannya akan sulit juga untuk mengetahui harga poin terbaik di tiap hotel jika Anda kurang familiar dengan program IHG.

.

Apa pendapat Anda tentang penerapan harga award dinamis IHG di Indonesia ini?