Hotel Review: Vana Belle, a Luxury Collection Resort, Koh Samui

Oh, Vana Belle… Sebuah resor di Koh Samui, Thailand yang telah lama masuk ke dalam bucket list hotel saya. Vana Belle adalah salah satu hotel mewah di bawah Starwood Preferred Guest (SPG) jauh sebelum terjadi merger bersama Marriott Rewards dengan The Ritz-Carlton Rewards dan lahir Marriott Bonvoy.

Nama Vana Belle, a Luxury Collection Resort, Koh Samui sudah lama dianggap sebagai salah satu properti aspirasional yang sering menghiasi daftar bucket list redemption para penggemar SPG.

Namanya kerap disandingkan dengan properti-properti legendaris seperti Al Maha Desert Resort, The St. Regis Bora Bora, The Gritti Palace, Hotel Danieli (sudah rebranded menjadi properti Four Seasons) hingga W Koh Samui sebagai hotel yang bereputasi tinggi di dalam komunitas SPG.

Grand Pool Suite di Vana Belle, a Luxury Collection Resort, Koh Samui

Saya sendiri sudah mengenal Vana Belle sejak era SPG dan selalu penasaran dengan reputasinya yang begitu baik. Banyak ulasan memuji kualitas pelayanan, suasana resor yang eksklusif, hingga seluruh akomodasinya yang berupa suite dan villa lengkap dengan private pool.

Oleh karena itu, ketika akhirnya saya berkesempatan menginap di hotel ini, ekspektasi saya bisa dibilang sudah sangat tinggi namun seperti biasanya saya tidak mau mematok ekspektasi tinggi takutnya nanti malah kecewa apabila tidak tercapai.

Untungnya, setelah menghabiskan dua malam di Vana Belle, saya dapat mengatakan bahwa penantian satu dekade lebih ini tidaklah sia-sia. Mulai dari kualitas kamar, keramahan pelayanan, hingga atmosfer resor yang tenang dan intim, pengalaman menginap di sini berhasil memenuhi ekspektasi saya.

Pendahuluan

Perkenalan saya dengan pulau Koh Samui dimulai dari kecintaan saya dengan SPG dan uniknya Vana Belle adalah hotel yang membuat saya ngeh akan keberadaan pulau cantik di Thailand bagian selatan ini.

Sebenarnya selain Vana Belle ada juga W Koh Samui yang juga masuk dalam shortlist hotel aspirasional di SPG namun jika harus memilih dari awal saya lebih intrigued untuk menginap di Vana Belle.

Jika di benak saya, Koh Samui adalah sebuah pulau dengan pantai laguna dan tempat berkumpulnya resor-resor mewah maka banyak juga yang mengasosiasikan Koh Samui sebagai tujuan untuk program detox.

Bahkan banyak teman yang melihat story Instagram saat mengetahui bahwa saya sedang berwisata ke Koh Samui mengira saya memang berwisata detox di sana.

Berwisata ke Koh Samui sayang sekali tidaklah bisa dibilang murah dikarenakan bandara USM hanya diterbangi oleh dua maskapai saja yaitu Bangkok Airways dan Scoot.

Sebagai pemilik bandara USM maka sekitar 90% penerbangan dari dan menuju ke USM secara eksklusif diterbangi oleh Bangkok Airways termasuk segelintir penerbangan code share dengan maskapai lainnya dan menyisakan 10% untuk Scoot.

Vana Belle

Wisata di penghujung akhir Juni 2026 ini adalah kunjungan kedua saya ke Koh Samui setelah pertama kali berkunjung di tahun 2023.

Senang juga berkesempatan lagi berwisata ke sini dan akhirnya dapat menginap di Vana Belle. Pemesanan hotel telah saya lakukan sekitar sebulan sebelumnya dengan memesan kamar tipe terendah yaitu Jungle Pool Suite.

Sekitar sehari sebelum periode menginap saya mendapati tipe kamar saya berubah menjadi ke tipe Grand Pool Suite. Jujur saja saya dibuat terkejut dengan upgrade kamar sebanyak tiga tingkatan ini. Saya tidak berharap banyak saat menginap di all-suite dan villa property.

Grand Pool Suite ada di peringkat ketiga untuk kategori kamar tertinggi di hotel ini. Tier tertinggi adalah Vana Belle Suite dan disusul dengan Tropical Pool Villa sebagai satu-satunya tipe villa yang mereka miliki. Terima kasih, Vana Belle! 🙂

Vana Belle: Check-In

Penerbangan Bangkok Airways membawa saya dan teman saya terbang dari Phuket ke bandara USM menjelang siang hari dan sesampainya di Koh Samui kami menggunakan taksi online. Kami tiba di Vana Belle sebelum pukul 13:00.

Tidak seperti perkiraan saya, rupanya Vana Belle berada di pinggir jalan raya besar dan bukanlah di area ‘terpencil’. Lokasinya terbilang strategis, hanya sekitar 15 menit dari bandara USM, dan tak jauh dari sekitaran Chaweng yang merupakan salah satu hub terpopuler di pulau ini.

Pintu masuk ke Vana Belle

Taksi membawa kami masuk ke driveway yang hilly dan rimbun, setibanya di area drop-off kami disambut dengan prosesi selamat datang berupa mencuci tangan menggunakan air bunga mawar.

Area drop-off
Mencuci tangan dengan air mawar sebelum proses registrasi

Lobi Vana Belle ini terasa sekali elemen Thailand-nya sehingga sangat berbeda dengan resor-resor di Bali walaupun sama-sama beach property.

Memang akan ada beberapa disain yang saling beririsan namun memasuki lobi ini langsung terasa kalau tidak sedang berada di sebuah resor di Bali.Dominasi nuansa warna krem dengan hitam terlihat sangat bold.

Di sekitaran lobi utama ini bukanlah lokasi reception dan hanya terdapat meja concierge.

Usai membersihkan tangan, kami dibawa menuju ke area Arrival Pavillion yang berada di sisi kanan dalam dari area lobi utama.

Lobi utama
Lobi utama
Pathway menuju Arrival Pavillion
Arrival Pavillion

Ms. Chika selaku Assistant Front Office Manager membantu proses registrasi, ia mempersilahkan kami untuk duduk bersantai sambil menikmati welcome drink berupa segelas teh bunga telang dingin.

Beliau membacakan reservasi kamar kami dan sekaligus mengkonfirmasi bahwa kami mendapatkan upgrade ke tipe Grand Pool Suite.

Sebenarnya tersedia tipe villa namun menurutnya Grand Pool Suite ini adalah opsi kamar yang lebih baik. Apapun itu saya sudah bersyukur dengan upgrade kamar ini.

Welcome drinks

Sembari menyelesaikan proses registrasi, ms. Chika juga memberi kami berdua karangan bunga yang dapat dapat disematkan ke tangan. Ia menambahkan seharusnya karangan bunga ini diberikan setelah mencuci tangan. 😉

Sebelum memasuki kamar, beliau juga menjelaskan bahwa di Vana Belle memiliki tradisi menaruh karangan daun pisang untuk diapungkan di kolam di dekat paviliun sebagai pertanda keberuntungan.

Karangan bunga dan floating bouquet di belakangnya (di bawah minuman bunga telang)

Vana Belle secara harfiah berarti ‘beautiful forest‘ dan konsep hotelnya terinspirasi dari cerita legenda Himmapan forest yang diyakini sebagai tempat magis yang terletak di antara surga dan bumi sehingga di dalamnya terdapat mahkluk-mahkluk hidup yang berbeda dengan yang ada di bumi.

Salah satu contohnya dapat dilihat dengan binatang berbadan gajah namun berekor ikan yang berada di kolam tempat saya meletakkan floating bouquet.

Kolam tempat saya mengapungkan floating bouquet dengan salah satu patung binatang mistis yang dipercayai menempati Himmapan Forest

Aduhhh, kami beruntung sekali dengan cuaca hari itu. Langit cerah minim awan membuat pantai Chaweng yang tidak berombak (laguna) ini terlihat berwarna biru azure yang sangat cantik.

Pasir pantai putih bersih dengan pepohonan rimbun dan hijau juga membuat perpaduan warna yang serasi, otomatis membuat badan terasa relaks.

Cantiknya alam sekitar Vana Belle!
Vana Belle: Grand Pool Suite

Usai dengan proses mengapungkan floating bouquet Ms. Chika mengantar kami berjalan kaki ke suite kami yang berada di bangunan Vana 6 yang tidak jauh dari Arrival Pavilion.

Vana 6 adalah bangunan dua lantai yang housing tiga kamar suite (dua Grand Pool Suite mengapit satu Pool Suite) di lantai atas dan empat kamar suite standar (Jungle Suite) di lantai bawahnya. Tersedia buggy yang siap mengantar para tamu ke semua sudut resor.

Jujur saja, saya sempat mengira Vana Belle adalah sebuah resor yang sangat luas. Ternyata perkiraan saya kurang tepat. Vana Belle merupakan resor yang berukuran sedang dengan hanya 72 suite dan tujuh villa saja. Keterbatasan ruang tersebut tidak membuat pihak hotel berkompromi dengan kualitas akomodasi.

Kamar terkecil memiliki luasan mulai dari 86 m² dan bahkan dilengkapi kolam renang pribadi. Dipadukan dengan pepohonan tropis yang telah tumbuh rindang selama lebih dari satu dekade, Vana Belle terasa sangat hijau, teduh, sekaligus privat. Sesuai dengan konsep beautiful forest yang diusungnya.

Bagi saya, hal ini menunjukkan bahwa sejak awal pihak hotel benar-benar memprioritaskan kualitas pengalaman menginap dibanding sekadar memaksimalkan jumlah kamar.

Peta Vana Belle
Vana 6

Kami mendapatkan kamar 613 yang berada di sisi samping kanan bangunan. Harus diakui kesan pertama yang saya tangkap adalah kamar ini cukup terasa dated walaupun tetap nyaman dan terawat. Ukuran kamar Grand Pool Suite ini adalah 128 m².

Entryway cukup panjang memisahkan antara pintu masuk dengan area kamar tidur dan di tengah-tengahnya terdapat sebuah walk-in closet yang berdiri sendiri dan sayangnya tidak tersambung langsung dengan area kamar mandi.

Suite 613
Evacuation plan suite 613
Entryway

Di dalam walk-in closet terdapat sebuah dedicated luggage rack dan juga lemari pakaian tertutup dengan amenities kamar lengkap di dalamnya. Tersedia beberapa macam gantungan pakaian, safe deposit box, satu bath robe, alat setrika beserta mejanya, slippers, sandal jepit, laundry bags, senter, dan juga tas anyaman yang dapat dipakai selama menginap.

Walk-in closet
Lemari pakaian

Tentu saja kamar yang dated ini terasa tidak terlalu penting apabila melihat view menakjubkan pantai Chaweng dan ‘hutan’ yang terpigura secara apik dari pintu kaca geser floor-to-ceiling. Sebelum membahas area tersebut, mari membahas area meja kerja dan juga mini bar.

Cantiknya pemandangan dari kamar saya!

Kamar ini dilengkapi dengan sebuah meja kerja berukuran besar yang sisi sebaliknya adalah ranjang. Ranjang/meja kerja ini ditempatkan di tengah-tengah ruangan dan apabila tamu menggunakan meja untuk bekerja dan juga tidur di ranjang keduanya dapat menikmati pemandangan pantai.

Di belakang meja kerja terdapat lemari dengan beberapa pilihan majalah dan coffee table books maupun dua permainan board games.

Area meja kerja
Lemari dengan coffee table books dan board games

Mini bar berada di salah satu nook ruangan dengan penampang atas tertata mesin kopi beserta enam kopi kapsul Nespresso, teh celup, beberapa botol minuman beralkohol berbayar, dan juga beberapa botol air minum.

Di dalam lemari dan juga di rak terbuka yang ada di lemari ini terdapat kulkas yang fully stocked dengan berbagai macam minuman dan makanan kecil berbayar, bucket es batu, dan juga beberapa macam gelas.

Lemari mini bar

Suite yang kami tempati ini sejatinya adalah sebuah junior suite di mana tidak terdapat sekat antara bagian ranjang dengan living room. Ranjang berukuran king bed diapit dengan dua lampu pendant yang oddly dilapis kain.

Pihak hotel telah mendekorasi ranjang dengan towel art berbentuk angsa dan juga tulisan ‘Welcome PinterPoin’. Lucu juga!

Sejatinya adalah sebuah junior suite
Ranjang dan living area
Towel art dan salam selamat datang untuk PinterPoin 🙂

Tak hanya itu, telah menunggu di meja bundar di ruang tamu adalah serangkaian welcome amenity dan juga welcome letter dari butler kami yang bernama Eye.

Semua tamu menginap ditangani oleh butler dan kami beruntung mendapat ms. Eye yang membantu segala sesuatu yang berkaitan dengan stay dua malam ini.

Ms. Eye menyiapkan tiga hidangan patisserie berukuran individual, sepiring buah-buahan segar, cemilan tradisional semacam jenang dodol, dua buah kelapa muda utuh lengkap dengan handwritten welcome letter yang jelas terlihat merupakan sebuah hasil prakarya dan bukan kertas standar.

Sebuah gestur yang bikin hati adem. The little details count!

Welcome amenity dan welcome letter yang mengesankan

Kamar mandi dari suite ini berukuran jumbo dan memakan setengah dari keseluruhan luasan suite ini. Kamar mandi ini terbagi menjadi empat serambi, yaitu ruangan tersendiri untuk kloset, double vanities diapit dengan dua meja rias, ruangan shower, dan juga ruangan untuk bathtub.

Amenities mandi disediakan di sekitaran vanities lengkap dengan salah satu toiletries brand favorit saya yaitu Byredo.

The Luxury Collection menggunakan Byredo dengan nama wewangian “Le Chemin” yang merupakan aroma eksklusif yang diformulasikan khusus untuk chain hotel ini saja. Satu hal noteworthy lainnya adalah hotel ini menggunakan alat pengering rambut dari Dyson.

Double vanities
Amenity mandi lengkap
Alat pengering rambut Dyson
Bath robe
Ruang kloset

Area shower diperlengkapi dengan dua mode pancuran yaitu mode air hujan dan genggam. Happy to report tekanan air untuk shower ini termasuk dalam kategori yang kencang dan memuaskan!

Ruang shower
Toiletries Byredo “Le Chemin”

Bathtub menempati ruangan terpisah dan berukuran besar.

Bathtub ini dapat digunakan untuk dua orang dan disediakan loofah mandi, sabun batang, dan juga garam mandi. Bagi Anda yang menyukai berendam maka Anda mungkin akan sangat menikmati berendam di bathtub yang memiliki pemandangan langsung ke arah pantai ini. Terdapat juga akses untuk menuju ke kolam renang langsung dari sini.

Bathtub
Bathtub
Amenities untuk berendam
Akses ke kolam renang

Semua suite di hotel ini memiliki balkoni dan juga kolam renang pribadi. Jujur saja saya betah sekali bersantai menghabiskan waktu di sekitaran balkoni ini. Para tamu dapat memilih untuk bersantai di sun beds maupun duduk di sekitaran meja di sini.

Balkoni dengan kolam renang
Dua sun beds
Pemandangannya…
Meja dan kursi untuk bersantai

Saya wajib menjelaskan mengenai ms. Eye, butler yang mengurus segala keperluan menginap selama di Vana Belle.

Saya bertemu dengan ms. Eye pertama kali pada saat acara sunset cocktail yang nanti akan saya jelaskan di bab berikutnya. Untuk mempermudah komunikasi maka ia berinisitif untuk membuatkan sebuah WhatsApp group untuk kami bertiga.

Segala request kami komunikasikan melalui grup dan ia juga proaktif untuk mengirimkan jadwal harian untuk aktivitas selama di resor ataupun untuk sekadar sesekali menyapa dan menanyakan apabila kami perlu bantuan apapun itu.

Jadwal resort activities

Ia juga memberi kami banyak gifts selama menginap, seperti dua botol minuman root beer beserta sepiring keju lengkap dengan buah anggur, buah kering, dan kacang-kacangan.

Beliau juga selalu menyediakan cemilan kecil di tiap-tiap turndown service di malam hari, bahkan juga di tanggal check-out walaupun bertepatan dengan hari liburnya ms. Eye menyempatkan untuk menitipkan hadiah kecil sebagai parting gift. So thoughtful!

Amenity tambahan di salah satu sore hari
Cemilan turndown di malam pertama
Cemilan turndown di malam kedua
Parting gift yang thoughtful dari ms. Eye
Vana Belle: Panali

Panali adalah salah satu dari dua restoran yang dimiliki oleh Vana Belle.

Panali menawarkan makanan otentik khas Thailand selatan dan berlokasi di dekat kolam renang, ia juga merupakan restoran pinggir pantai yang sekaligus merangkap pool bar. Panali beroperasi untuk makan siang hingga makan malam yaitu mulai pukul 11:00 hingga 23:00.

Panali
Panali menyajikan sajian otentik khas Thailand selatan, ia juga merangkap pool bar yang terlihat sedang direnovasi di bagian kiri dari foto
Restoran ini merupakan beachfront restaurant

Sangatlah beruntung periode menginap kami melibatkan hari Senin sore. Mengapa? Karena setiap sore hari Senin pihak manajemen hotel mengadakan sunset ‘party’ yang di-host oleh General Manager langsung. Semua tamu menginap diundang tanpa terkecuali dan ini menjadi ajang untuk beramah-tamah antara pihak hotel dengan para tamu.

Mereka menyediakan beberapa makanan ringan baik manis maupun gurih lengkap dengan minuman-minuman cocktail, beralkohol, maupun minuman ringan secara free flow.

Terdapat live acoustic band sebagai salah satu hiburannya. Kami sangat menikmati acara-acara semacam ini dan cuacanya pun sangat mendukung. Salah satu hal yang membuat saya makin mengapresiasi hotel ini!

Jika travel membawa Anda menginap di sini, alangkah baiknya memilih periode menginap yang melibatkan hari Senin sore. 😀

Sunset party di hari Senin yang diadakan oleh pihak hotel dan mengundang semua tamu menginap
Sunset party di hari Senin yang diadakan oleh pihak hotel dan mengundang semua tamu menginap
Tersedia canapes
Minuman beralkohol
Menu minuman
Cocktails yang dinamakan “Golden Hour” dan “Velvet Blossom”
Hidangan yang saya nikmati saat itu

Di lain kesempatan kami sempat mengunjungi Panali kembali karena hendak mengikuti salah satu resort activity harian yaitu Cocktail Class.

Kebetulan hanya kami berdua yang mengikuti aktivitas ini sehingga terasa sedang mengikuti sebuah private class! Mr. Big sebagai resident bartender dari hotel menjadi guru kami dan mengajar cara membuat minuman signature cocktail Vana Belle yang dinamakan “Golden Storm”.

Saya cukup heran mengapa tamu hotel lainnya tidak ada yang mengikuti kelas ini padahal saya melihat banyak tamu menginap lainnya juga sama-sama menghabiskan waktunya bersantai di dalam hotel. Asyik juga sebenarnya mengikuti aktivitas ini.

Pertama, waktu luang menjadi terisi dengan kegiatan yang interesting. Kedua, setelah minuman dibuat maka kami dipersilahkan untuk menikmatinya sambil ditemani dengan cemilan complimentary. Ketiga, menikmati sunset di Panali ataupun di sun bed pinggir pantai secara gratis! 🙂

Bahan-bahan untuk membuat “Golden Storm”
Et voila! “Golden Storm”
Vana Belle: Makan Pagi di Kiree

Kiree adalah restoran kedua yang dimiliki oleh Vana Belle dan merupakan venue untuk makan pagi. Kiree adalah restoran yang menyajikan hidangan Italia dan di luar jam sarapan ia beroperasi dari pukul 18:00 hingga 22:00 jadi untuk sajian makan malam saja.

Makan pagi di Kiree dimulai dari pukul 07:00 dan berakhir di pukul 10:30. Sarapan disajikan baik secara buffet dan juga a la carte.

Saya sebagai anggota Titanium Elite Marriott Bonvoy mendapat keuntungan untuk menikmati sarapan lengkap dengan Prosecco sepuasnya! Benefit ini diberikan kepada anggota Platinum Elite ke atas dan tentu saja merupakan keuntungan yang menyenangkan.

Kiree

Kiree berukuran besar dengan area semi outdoor untuk alfresco dining dan juga area indoor berpendingin. Selama menginap di sini kami selalu memilih untuk menikmati sarapan di area indoor, no thank you untuk sarapan sambil gerah berkeringat.

Sisi semi outdoor
Sisi semi outdoor
Sisi semi outdoor
Sisi semi outdoor

Dokumentasi di Kiree ini saya lakukan seusai periode sarapan agar tidak mengganggu privasi tamu lainnya. Area indoor ini terasa intimate dan seperti sedang bersantap pagi di dalam sebuah living room yang nyaman.

Berbeda dengan area semi outdoor yang dilengkapi dengan meja makan standar maka area indoor ini dilengkapi dengan meja-meja dengan sofa empuk sehingga membuat betah berlama-lama di Kiree.

Sisi indoor yang terlihat seperti sebuah ruang tamu yang nyaman
Sisi indoor yang terlihat seperti sebuah ruang tamu yang nyaman
Sisi indoor yang terlihat seperti sebuah ruang tamu yang nyaman
Sisi indoor yang terlihat seperti sebuah ruang tamu yang nyaman

Mereka menyediakan hidangan a la carte yang terbilang ekstensif dan menarik. Pilihan makanannya variatif dan saya terkesan dengan varian minuman yang mereka tawarkan.

Menu minuman tak semata-mata hanya sebagai pelengkap (seperti teh, kopi, ataupun jus standar) namun beragam dan menarik untuk dicoba. Tentu saja tak lupa, kami juga memesan Prosecco selama sarapan di Kiree.

Sajian buffet dipusatkan di dua lokasi, lokasi pertama berada di ruangan utama dan dipusatkan sebagai area untuk hot dishes dan juga live station. Diawali dengan hidangan semacam congee, onsen egg, dan noodle station di satu sisi.

Kemudian di dekat live station dipergunakan untuk menempatkan hidangan hot dishes lokal dan Asia yang berubah setiap hari. Di konter ini juga tersedia hidangan sarapan ala Amerika seperti sosis, hash brown, dan juga bacon.

Beberapa pilihan susu dan juga hidangan olahan susu seperti yogurt maupun bircher muesli dan juga konter buah-buahan segar menyusul di dekatnya. Berseberangan dengannya adalah konter minuman sederhana dengan air minum dan dua jus buah chilled.

Konter buffet kedua berada di ujung ruangan dan menempati sebuah ruangan tersendiri.

Sajian buffet di area ini difokuskan untuk sajian makanan dingin dan juga roti-rotian. Meja di tengah diperuntukkan sereal, buah-buahan kering, buah-buah ‘eksotis’ khas Thailand seperti salak, rambutan, dan asam, dan juga beberapa pilihan madu.

Ruangan di ujung Kiree yang dipergunakan untuk memajang buffet makanan
Konter buffet

Meja samping di dekat jendela kaca dipergunakan untuk roti-rotian tawar lengkap dan juga oven pemanggang, di sini juga tersedia gadget favorit saya yaitu mesin dispenser Nutella.

Di sisi seberangnya terdapat rak-rak terbuka yang dipergunakan untuk men-display roti-rotian manis yang terpajang menarik perhatian seperti sedang di sebuah toko roti saja. Pilihan roti bebas gluten juga tersedia di konter ini.

Buah-buahan utuh, charcuterie, dan salad bar menempati kulkas chiller yang berada di bagian terdalam dari konter buffet ini.

Kulkas display untuk buah-buahan, charcuterie, dan salad buah
Vana Belle: Pusat Kebugaran, Vana Spa, dan Kolam Renang
Pusat Kebugaran

Pusat kebugaran berada saling berdekatan dengan fasilitas spa hotel yang dinamakan Vana Spa. Pusat kebugaran ini beroperasi selama 24 jam dan dapat diakses dengan mengetukkan kunci kamar. Alat-alat dan mesin olahraga di sini terbilang cukup ‘ok’ untuk standar sebuah resor dengan 79 kamar.

Komplek Vana Spa dan pusat kebugaran
Pintu masuk pusat kebugaran
Pusat kebugaran
Pusat kebugaran
Pusat kebugaran
Pusat kebugaran

Di dalam pusat kebugaran tersedia area tersendiri untuk melakukan peregangan dan berbentuk semacam studio kecil.

Studio
Disediakan cemilan kecil
Air minum
Vana Spa

Saya juga menyempatkan untuk mendokumentasikan fasilitas Vana Spa. Untuk informasi lebih lanjut seperti menu dan lain-lainnya silahkan mengacu pada tautan berikut.

Vana Spa
Vana Spa
Vana Spa
Kolam Renang

Vana Belle memiliki satu kolam renang yang berbentuk infinity ke arah pantai Chaweng yang berwarna biru azure ini. Kolam renang ini dilengkapi juga dengan sebuah pool bar yang berada di antara kolam renang dan Panali. Sayang sekali pool bar saat itu sedang direnovasi sehingga saya tidak dapat mendokumentasikannya.

Kolam renang
Pantai Chaweng
Pantai Chaweng

Penutup

Satu lagi bucket list hotel akhirnya berhasil saya contreng pada tahun 2026 ini. Hotel tersebut adalah Vana Belle, a Luxury Collection Resort, Koh Samui, sebuah luxury resort yang menjadi bagian dari program loyalti Marriott Bonvoy.

Bagi para anggota lama Starwood Preferred Guest (SPG), nama Vana Belle tentu bukanlah nama yang asing. Jauh sebelum SPG bergabung dengan Marriott Rewards dan The Ritz-Carlton Rewards menjadi Marriott Bonvoy, hotel ini sudah dikenal sebagai salah satu properti aspirasional yang kerap menghiasi daftar bucket list redemption para penggemar poin.

Namanya bahkan sering disandingkan dengan hotel-hotel legendaris lainnya seperti Al Maha Desert Resort, The St. Regis Bora Bora, hingga W Koh Samui.

Tidak heran jika ekspektasi saya terhadap Vana Belle sudah sangat tinggi sejak pertama kali mengenalnya lebih dari satu dekade lalu. Untungnya, pengalaman menginap selama dua malam berhasil menjawab rasa penasaran tersebut.

Memang, beberapa area hotel mulai menunjukkan usianya. Namun kualitas akomodasi, fasilitas, serta pelayanan yang diberikan membuat Vana Belle tetap terasa sebagai sebuah resor mewah yang mampu memenuhi reputasi yang telah dibangunnya selama bertahun-tahun.

Menurut saya, berikut adalah kelebihan dan kekurangan hotel ini murni berdasarkan pengalaman saya kala itu:

(+) Sebuah resor mewah berukuran midsize yang merupakan hotel aspirasional sejak lama. Lokasinya strategis di sekitaran Chaweng yang tidak jauh dari bandara USM. Hotel ini memiliki pantai laguna yang tenang dan cantik berwarna biru azure dan berpasir putih

(+) Semua tamu menginap di-appoint oleh seorang butler yang benar-benar membantu dan mengurus segala permintaan, pertanyaan, ataupun hal yang berkaitan dengan aspek menginap. Kami beruntung mendapatkan butler bernama Eye yang sangat memperhatikan kualitas stay kami dari awal hingga akhir, menyiapkan welcome amenity yang thoughtful ataupun amenities tambahan di berbagai kesempatan

(+) Hotel-hotel mewah memang mudah mematok tarif tinggi. Yang sulit adalah membuat tamu merasa bahwa tarif tersebut memang layak dibayarkan. Alih-alih mengandalkan kemewahan sebagai gimmick, pihak hotel memilih mengalokasikan investasinya pada hal-hal yang benar-benar dirasakan tamu, mulai dari suite berukuran besar yang seluruhnya dilengkapi private pool, ruang hijau yang melimpah, layanan butler yang proaktif, complimentary sunset cocktails di hari Senin, hingga sarapan yang berkualitas.

Pada akhirnya, Vana Belle bukan sekadar hotel yang mahal, melainkan hotel yang mampu menunjukkan ke mana uang Anda dibelanjakan.


(-) Hotel telah berumur lebih dari satu dekade sehingga menurut saya kamarnya terasa dated dan kurang bersaing apabila dibandingkan dengan resor-resor baru. Sepertinya sudah waktunya untuk melakukan peremajaan disain kamar. Untuk digarisbawahi, walaupun dated namun tetap terawat dan semua hal berfungsi dengan baik

Apabila saya ditanya apakah puas dan ingin kembali menginap di sini apabila travel membawa saya kembali ke Koh Samui? Ya, tentu saja! Namun tidak dalam waktu dekat tentunya, masih banyak resor aspirasional lainnya di pulau ini dan saya berharap dapat mencoba properti lainnya sebelum kembali singgah ke Vana Belle.

Apakah Anda pernah menginap di Vana Belle, a Luxury Collection Resort, Koh Samui? Bagaimana pengalaman menginap Anda selama di sana dan apakah Anda memiliki hotel favorit saat berkunjung ke Koh Samui? Share pengalaman Anda di kolom komentar!

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.