Bagi saya, menginap di sebuah hotel berbendera The St. Regis di manapun adalah sebuah treat. Hal yang sama juga berlaku saat menginap di The St. Regis Istanbul, Turkiye. Sedikit cerita di belakang layar, awal bulan Maret 2026 saya sempat berwisata ke benua Eropa dan tepatnya di sekitaran negara-negara Balkan.
Saya hanya sempat mengulas dua hotel saja selama berwisata kemarin (Canopy by Hilton Zagreb City Centre dan Hilton Imperial Dubrovnik) dikarenakan hotel-hotel lainnya adalah hotel non-chain sehingga mungkin tidak banyak dari para pembaca PinterPoin dapat menemukan relevansinya. Untuk alasan itulah saya hanya mengulas hotel-hotel yang saya nilai dapat berguna bagi Anda.

Kunjungan wisata saya kali ini baik masuk dan keluar dari Eropa melibatkan kota Istanbul. Maklum, saya beruntung sekali dapat menukarkan KrisFlyer miles untuk tiket kelas bisnis award saver sebelum devaluasi tahun lalu. Saat itu hanya diperlukan 56.500 miles (sekali jalan) untuk terbang sekitar 14 jam di kelas bisnis. What a steal!
Di dalam post ini:
Pendahuluan
Kota Istanbul adalah ibu kota Turkiye yang telah beberapa kali saya kunjungi dan saat berusaha untuk menentukan hotel di kota ini, saya banyak melakukan pertimbangan dan akhirnya pilihan saya jatuh ke The St. Regis Istanbul. Ini adalah kali kedua saya menginap di hotel mewah di bawah jaringan chain hotels Marriott International, sebelumnya saya menginap di tahun 2021 pada saat pandemi.
Dari awal saya memang telah berniat untuk menggunakan Free Night Award (FNA) yang saya pilih sebagai hadiah saat berhasil menyelesaikan 75 malam dalam rangka memperpanjang status Titanium Elite Marriott Bonvoy. FNA yang saya dapatkan adalah sertifikat untuk menginap satu malam dengan maksimal 40.000 poin Marriot per malamnya dan terdapat opsi untuk top up hingga 15.000 poin dari kantong sendiri (ini adalah situasi waktu itu, sekarang jumlah top up diperbesar hingga 25.000 poin).
Di periode menginap harga untuk satu malam di kamar base level adalah sekitar €571 (~Rp11.500.000) dan ini adalah rate fleksibel untuk anggota. Sebuah angka yang tidak murah tentunya (setidaknya bagi saya ya), namun jika hendak menggunakan poin hanya diperlukan 49.000 poin saja (satu sertifikat FNA dan top up 9.000 poin diambil dari akun saya).
Mengacu pada valuasi poin Marriott di tahun 2026 menurut PinterPoin adalah di angka Rp130/poin, praktisnya 49.000 poin Marriott setara dengan Rp5.880.000. Maka dari itu untuk kasus ini, poin Marriott saya dihargai sebesar ~Rp235/poin yang mana 80% lebih tinggi(!) dari valuasi PinterPoin.
Tidak berhenti di situ, saya juga menggunakan sertifikat Nightly Upgrade Award (NUA) dan memilih dua tipe suite yaitu Cosmopolitan Suite dan Empire Suite. Beruntungnya lagi di tiga hari sebelum periode menginap, saya menerima email yang mengabarkan bahwa permintaan NUA saya dikabulkan ke tipe Cosmopolitan Suite.

Cosmopolitan Suite ini sendiri adalah tipe suite ketiga tertinggi setelah Presidential Suite dan Bentley Suite, maka dari itu saya sangat excited menunggu tiba hari menginap di hotel yang berlokasi di area mewah yang dinamakan Nişantaşı ini.
Kami belum lama ini membuka masterclass baru yang khusus mengulik tentang Hotel Loyalty Programs dan Rare Points yang seperti perlu Anda ikuti di masa yang akan datang. Kelas ini bertujuan untuk membuka wawasan bagi para traveler yang selama ini menginap di hotel sebagai tamu reguler dan menganggap akomodasi bukanlah kesatuan integral dengan the whole experience saat berwisata. Pilihan akomodasi dan keuntungan karena status elit dapat membuat pengalaman wisata menjadi semakin sempurna.
The St. Regis Istanbul: Check-In
Maskapai Air Montenegro membawa kami terbang dari kota Kotor di Montenegro menuju ke bandara IST (Istanbul Airport). Kami menggunakan airport transfer dan tibalah kami di hotel sekitar pukul 16:15. Senang sekali bisa kembali menginap di sini!
Beberapa bell men berpakaian rapi menyambut kedatangan kami dan dengan sigap membantu menurunkan dan mengamankan barang bawaan kami. Bagi Anda penggemar arloji-arloji mewah, it’s good to know bahwa lantai dasar dari hotel ini dipergunakan sebagai butik-butik arloji seperti Patek Philippe, Chopard, dan lain sebagainya.




Kami memasuki lobi utama hotel dan saya mendapati bahwa hotel ini masih sangat well maintained dan saya tidak merasa melihat adanya wear and tear di area ini. Kami dipersilahkan duduk dan proses registrasi berlangsung.
Petugas mengkonfirmasi pemesanan kami dan juga upgrade ke tipe Cosmopolitan Suite. Saya juga memilih elite welcome gift berupa sarapan daripada 1.000 poin Marriott yang nilainya jauh di bawah sarapan. Ia juga langsung mengkonfirmasi pemberian late check–out hingga pukul 16:00 yang tentunya sangat saya apresiasi.
Sayang sekali kamar kami belum selesai dipersiapkan yang anehnya saat itu telah hampir pukul 17:00 maka kami dipersilahkan beristirahat sejenak dan menunggu di dalam courtesy room. Courtesy room yang telah disiapkan ini adalah tipe kamar St. Regis Suite dan bukan tipe kamar standar.




The St. Regis Istanbul: Cosmopolitan Suite
Sejenak setelah menikmati teh Turkiye sambil berbincang-bincang di sofa lobi, kami dibawa menuju ke kamar courtesy room dan kami menunggu di kamar tersebut sekitar hampir satu jam. Sedikit gemas tentunya menyadari seharusnya jam check-in reguler adalah di pukul 15:00 dan hingga hampir pukul 18:00 kamar Cosmopolitan Suite-nya belum juga dapat kami masuki.
Tak lama kemudian pihak front desk menghubungi kami dan mengabarkan bahwa seorang butler sedang dalam perjalanan untuk menjemput kami dan akan segera mengantar kami ke lantai 4.


Kami mendapat kamar bernomor 416 yang berada di corner dan berukuran 125 meter persegi. Layout ruangannya terbilang unik karena corner bangunan ini berbentuk kurva sehingga ujung kamar ini melingkar.


Kamar ini jelas terasa mewah yang mana keseluruhan dinding di kamar terpasang panel-panel berlapis fabrics maupun marmer dengan rim berwarna tembaga. Color tone kamar ini juga hangat dengan dominasi warna coklat, abu-abu, dan krem.
Persis setelah memasuki kamar terdapat powder room di sisi kiri dan berada di seberangnya adalah side table yang dibelakangnya terdapat cermin yang menutup dari floor to ceiling.



Memasuki ruangan utama adalah area ruang tamu dengan welcome amenity yang telah menunggu di kamar. Ini adalah welcome amenity kedua yang kami terima, karena telah disediakan sebelumnya di courtesy room (yang sudah kami habiskan 😉 ).




Di dekat area tempat sofa terdapat sebuah kitchenette sederhana dan ditempatkan mesin kopi Nespresso beserta kapsul kopinya dan di dalam lemari tersedia minibar, piranti pecah belah, dan juga kulkas yang fully stocked dengan makanan ringan dan juga berbagai macam minuman.
Sepertinya tim housekeeping kelupaan untuk menyediakan teh dan teko elektrik, sehingga di satu kesempatan saya menghubungi pihak hotel agar dikirimkan teh.



Kamar ini juga dilengkapi dengan sebuah meja makan dengan dua kursi dengan lampu gantung yang sangat menarik perhatian. Bagi Anda yang menyukai disain interior mungkin Anda akan mengapresiasi adanya PH Artichoke Lamp yang didesain oleh Poul Henningsen untuk brand lighting Denmark Louis Poulsen. Bukan sekadar lampu gantung biasa, harganya berada di kisaran sembilan digit Rupiah!
Di atas meja juga disediakan tambahan welcome amenity berupa semangkuk buah-buahan dan air minum still dan juga sparkling.


Berada di ujung suite adalah kamar tidur dengan ranjang berukuran king (sepertinya hollywood king karena terasa sangatlah lebar). Terdapat meja kerja dengan televisi di atasnya, sebuah sofa, walk-in closet, dan juga kamar mandi yang berukuran besar.







Kamar tidur ini dibanjiri dengan cahaya alami dari pintu kaca geser floor-to-ceiling yang memisahkan kamar tidur dengan balkon. Pemandangan dari area balkon adalah taman Macka yang berada di seberang hotel dan juga terlihat selat Bosphorus.



Kamar mandi berada di belakang area ranjang dengan pintu kaca geser bening. Pintu kaca bening seperti ini tentu saja tidak memberikan banyak privasi sehingga tipe Cosmopolitan Suite ini lebih diperuntukkan bagi para tamu yang berpasangan daripada dengan teman.

Kamar mandi berukuran besar dan terlihat mewah dengan marmer yang menutup bagian lantai, dinding, maupun area bathtub dan vanity. Kamar shower-nya terdapat pancuran dua mode yaitu rain shower dan juga handheld gantung. Tekanan airnya sangat memuaskan sehingga membuat betah berlama-lama saat mandi. Hanya saja, sangat disayangkan bathtub ‘tidak bisa’ kami pergunakan untuk alasan minimnya privasi.




Double vanities dan juga meja rias juga tersedia di dalam kamar mandi ini. Toiletries mandi semuanya dipajang di area vanities yaitu dari beberapa merek toiletries: Sodashi dan Sachajuan. Biasanya di hotel St Regis lainnya selain menyediakan kedua merek tersebut juga terdapat satu merek lagi yaitu Ren yang tidak saya temui di sini.
Di ujung kamar mandi terdapat ruangan kloset tersendiri lengkap dengan bidet yang berdiri sendiri yang tentunya jarang ditemui saat menginap di banyak hotel di Eropa.


Di malam hari petugas housekeeping kembali memasuki kamar untuk membersihkan kembali sekaligus memberi turndown service. Pencahayaan diredupkan, tirai ditutup, slippers dan air minum di taruh di masing-masing sisi ranjang. Kami juga diberikan 4 butir coklat sekali makan dan juga daftar menu bantal. Kami memesan body pillow (bentuknya seperti guling namun ukurannya jauh lebih besar dari guling pada umumnya) dan juga bantal yang dapat membantu mengurang dengkuran.


The St. Regis Istanbul: Makan Pagi
Salah satu keuntungan menjadi anggota Platinum Elite ke atas saat menginap di hotel St. Regis adalah adanya pemberian welcome elite benefit yang salah satu opsinya adalah sarapan gratis untuk dua orang. Saat melakukan pemesanan kamar dengan poin, saya memang memasukkan tiga orang sebagai total tamu menginap. Poin yang dibutuhkan untuk dua orang ataupun tiga orang adalah sama, sehingga tentu saya memasukkan apa adanya di tiga orang.
Pada saat check-in tidak dijelaskan mengenai jumlah orang yang mendapat sarapan dan saya juga tidak berusaha mengkonfirmasi. Rupanya usai makan, mereka tidak menyodori bill kepada saya sehingga kami menghemat makan pagi untuk tambahan orang ketiga. 🙂

Sarapan mengambil venue di St. Regis Brasserie yang berada di lantai dasar di dekat lobi utama hotel. Tersedia area indoor dan juga outdoor dining di sini, namun pada saat itu tidaklah nyaman untuk makan di area outdoor karena suhu udara terlalu dingin menggigit. Layout St. Regis Brasserie ini memanjang dan terasa intimate dan terdapat bar di bagian paling dalam ruangan.






Sebagian besar makanan disediakan secara a la carte dengan sedikit pilihan buffet untuk roti-rotian. Servis di sini sangatlah baik dan manajer restoran bahkan berinisiatif untuk membuatkan makanan khusus off the menu agar kami dapat mencicipi hidangan khas Turkiye.
Memang kami dapat memilih hidangan a la carte yang kami kehendaki, namun policy di saat sarapan adalah langsung menata Turkish breakfast spread langsung di meja tanpa harus kita pesan dan kita hanya perlu menambahkan hidangan-hidangan lainnya. Pilihan a la carte tidaklah bisa dibilang sangat banyak namun untuk sebuah sarapan sih masih terbilang sangat ‘okay‘.
Usai bepergian selama dua minggu di Eropa, lidah saya kangen juga cita rasa masakan Asia dan di menu terdapat opsi Chinese Breakfast. Tentu saja saya memesannya namun sayang sekali saya tidak menganggap cita rasa masakannya enak, meskipun penampilannya menarik namun taste-nya jauh dari apa yang saya perceived enak. To each his own.






The St. Regis Istanbul: Pusat Kebugaran & Iridium Spa
Pusat kebugaran dan Iridium Spa berada di lantai -2 dan letaknya saling bersebelahan satu dengan lainnya.
Pusat Kebugaran
Para tamu dapat mengakses pusat kebugaran dengan menggunakan kunci kamar. Pusat kebugaran di hotel ini terbilang relatif besar ukuran ruangannya dengan alat-alat dan mesin olahraga dari TechnoGym. Bagi Anda yang berolahraga Pilates, Anda dapat menemukan adanya sebuah mesin reformer di dalam gym ini.






Iridium Spa
Spa di St. Regis Istanbul dinamakan Iridium Spa dan mumpung sedang menginap di Istanbul maka kami menyempatkan untuk mencoba Turkish bath tradisional yang tersohor itu. Iridium Spa beroperasi dari pukul 09:00 hingga 21:00 tiap-tiap harinya.
Hotel ini memiliki beberapa kolam renang indoor yang berada di dalam Iridium Spa, kebetulan saya mengira hanya ada satu kolam renang saja maka saya hanya berhasil mendokumentasikan satu kolam saja. Kolamnya kecil dan fungsinya lebih ke kolam bersantai saja dan bukan kolam renang untuk berolahraga.







The St. Regis Istanbul: The Study & The Library
Berada di lantai 1 adalah The Study & The Library. The Study secara esensial adalah area ruang kerja yang dilengkapi dengan komputer dan juga printer yang dapat dipakai oleh tamu menginap. Sedangkan The Library adalah sebuah tempat bersantai dengan sofa-sofa nyaman dan pilihan buku yang dapat dibaca oleh para tamu.
Berikut adalah dokumentasi untuk The Study:


Berikut adalah dokumentasi untuk The Library:



Penutup
Saya berkesempatan untuk mengunjungi negara-negara Balkan di awal bulan Maret 2026. Wisata Eropa kali ini melibatkan penerbangan masuk dan keluar dari kota Istanbul di Turkiye. Saya sangat beruntung berhasil menukarkan KrisFlyer miles saya ke penerbangan sweet spot di kursi bisnis saver yang hanya diperlukan sebesar 113.000 miles yang per November 2025 silam sudah terdevaluasi paling berat.
Saya memutuskan untuk menginap kembali ke The St. Regis Istanbul dikarenakan rate menginap menggunakan poin Marriott sedang berada di angka rendah yaitu senilai 49.000 poin bahkan untuk tiga orang per kamarnya. Ini adalah kali kedua saya menginap di hotel mewah ini yang mana sebelumnya adalah di tahun 2021 silam.
Saya menggunakan Free Night Award yang maksimal untuk kamar 40.000 poin per malam dan top up 9.000 poin tambahan dari kantong sendiri. Kemudian saya menambahkan satu sertifikat Nightly Upgrade Award dan beruntungnya saya berhasil mengkonfirmasi upgrade ke tipe kamar suite spesial yang dinamakan Cosmopolitan Suite. Sebuah suite yang saya bilang sangat cantik dan luas, bahkan di dalamnya terdapat lampu gantung spesial yang harganya fantastis!

Menurut saya, berikut adalah kelebihan dan kekurangan hotel ini murni berdasarkan pengalaman saya kala itu:
(+) Salah satu opsi menginap menggunakan poin Marriott yang terbilang cuan apabila dibandingkan dengan membayar dengan tunai. Hotelnya juga terbilang baik karena mereka tidak membedakan jumlah poin yang dibutuhkan untuk menginap baik untuk dua atau tiga orang. Implikasinya, saya yang memiliki status Titanium Elite diperkenankan menikmati gratis sarapan untuk tiga orang tanpa biaya tambahan. Ini kembali ke discretion masing-masing hotel tentunya
(+) Servis sangat baik dari awal hingga akhir dari semua karyawan yang terlibat selama menginap. Welcome amenity disediakan di courtesy room maupun juga di kamar permanen kami, ditambah dengan tambahan makanan di hari check-out dan kami juga diberikan beberapa suvenir berupa hiasan dari kaca berbentuk Evil Eye pada saat check-out
(+) Lokasinya berada di area termewah dari kota Istanbul sehingga berjalan kaki di sekitaran hotel langsung membawa kita ke butik-butik yang menjual pakaian maupun arloji mewah
(-) Kamar kami baru selesai dipersiapkan di pukul 18:00 yang seharusnya sudah ready di pukul 15:00.
(-) The St. Regis memiliki beberapa tradisi yang dapat ditemukan pada saat menginap yaitu salah satunya adalah champagne sabering, namun kami tidak mendapatkan informasi jadwal dari sabering ini. Saya pun baru teringat setelah beberapa lama check-out
Apakah saya akan kembali menginap di hotel ini jika berkesempatan kembali berkunjung ke kota Istanbul? Tidak ragu akan saya jawab; ‘IYA‘. Kedua pengalaman menginap kemarin sangatlah positif dan ditambah dengan lokasi tempat hotel ini berdiri merupakan lokasi yang saya sukai tentu saja membuat hotel ini akan selalu masuk dalam daftar menginap saya jika ke Istanbul.