“Good to be back!” adalah perasaan yang menghinggapi benak saat pesawat yang saya naiki mendarat di DPS. Alasan pertama adalah karena akhirnya saya kembali pulang ke Bali setelah hampir dua minggu bepergian dan kedua adalah saya kembali ‘pulang’ ke Regent Bali Canggu (Regent Canggu) sebelum nantinya kembali ke rumah. Ini adalah kali kedua saya menginap di hotel mewah yang berada di pusat keramaian Bali sekarang ini.
Stay ini juga datang pada timing yang menarik. Sebelum terbang ke Bali, saya baru saja menyelesaikan menginap dan mengulas secara back-to-back di dua hotel yang juga masuk dalam keluarga IHG One Rewards, yaitu: Hotel Indigo Bandung Dago Pakar yang playful, penuh cerita, dan sangat neighborhood-driven, serta InterContinental Bandung Dago Pakar yang lebih terasa hotel keluarga yang klasik dengan pendekatan luxury yang lebih konvensional.
Setelah menginap di brand Indigo dan InterContinental, kini tiba saatnya untuk menginap di Regent yang menurut saya adalah crème de la crème hotel IHG terbaik di Indonesia. Sebagai brand, Regent berada di tingkatan paling atas dalam portfolio luxury milik IHG. Ia bukan lifestyle luxury seperti Indigo, bukan pula classic grand hotel seperti InterContinental. Regent bermain di kategori luxury yang berbeda, ia memang klasik namun terasa lebih refined dan vibe-nya ‘boutique-y‘.

Saya pernah menginap di bulan April 2025 silam di saat hotel ini belum lama beroperasi. Saya memutuskan untuk tidak mengulasnya karena pada saat itu masih banyak fasilitas yang belum beroperasi, pun begitu pengalaman menginap saat itu sangatlah positif sehingga kali kedua ini saya hadir dengan ekspektasi lebih tinggi lagi.
Dan pertanyaan utamanya sederhana: setelah kunjungan kedua ini, apakah Regent Canggu masih menjadi salah satu luxury resort paling menarik di Bali?
Di dalam post ini:
Pendahuluan
Stay kali ini merupakan kolaborasi PinterPoin dengan Regent Canggu, yang memberi saya kesempatan untuk kembali menginap setelah sebelumnya menginap secara independen. Saya juga berkesempatan untuk mewawancarai Pak Manish Puri selaku General Manager dari Regent Canggu yang dapat Anda baca melalui tautan ini.
Saya di-assign ke kamar tipe Premium One Bedroom Suite Ocean View dengan berbagai inclusions seperti akses Regent Club, beberapa pengalaman F&B di restoran-restoran yang ia miliki, spa treatment, complimentary minibar, hingga unlimited laundry. Seperti biasanya, seluruh opini dalam review ini tetap berdasarkan pengalaman pribadi saya sebagai tamu.

Kedatangan Yang Seamless
Perjalanan menuju Canggu dimulai dengan fasilitas airport transfer yang sudah diatur oleh pihak hotel. Secara jarak sebenarnya tidak terlalu jauh dari Bandara Internasional Ngurah Rai, namun seperti yang sudah bisa ditebak, traffic menuju Canggu tetap menjadi faktor yang kurang menyenangkan. Tak menjadi masalah tentunya selama saya tidak mengemudikan kendaraan sehingga dapat bersantai sambil menikmati snek dan minuman yang telah disediakan di dalam mobil. 🙂

Menariknya, begitu mobil memasuki area resor, suasananya langsung berubah. Dari jalanan yang padat dan semrawut, masuk ke Regent Canggu terasa seperti tidak sedang di Canggu. Area driveway terasa tenang dengan landscape yang terbuka.

Untuk diketahui bahwa hotel ini berada di satu lokasi yang sama dengan Holiday Inn Resort Bali Canggu yang merupakan sister hotel yang juga tergabung dengan IHG One Rewards. Regent berada di lokasi paling dalam dan ter-sandwiched antara kedua hotel ini adalah area Regent ballroom yang diharapkan akan mulai beroperasi di Q3 2026.


Sesampainya di lobby, kami disambut oleh beberapa tim Regent Canggu. Sapaan yang diberikan terasa personal, kasual, tidak berlebihan sehingga set the tone dari pertama kali menginjakkan kaki di area drop-off ini.


Proses check-in tidak dilakukan di reception desk seperti hotel pada umumnya karena saya memperoleh akses ke Regent Club maka kami langsung diajak menuju ke sana untuk menyelesaikan seluruh proses registrasi. Bagi saya pribadi, dengan tidak perlu berdiri di counter dan semua proses registrasi dilakukan sambil duduk santai semacam ini adalah salah satu bentuk luxury.


Regent Club Yang Mengesankan
Cuaca di sekitaran bandara menuju ke Canggu sedang sangat terik saat itu, sehingga melakukan proses check-in di Regent Club yang nyaman dan dingin tentu saja sangat membantu menyegarkan kembali mood dan badan. Atmosfernya tenang, pencahayaannya hangat, dan jauh dari rasa terburu-buru.
Kami menyerahkan KTP untuk registrasi dan petugas lounge menyuguhi kami welcome drink yang disajikan lengkap dengan cokelat kecil dan handuk dingin.


Bagi saya pribadi, akses ke Regent Club bukan sekadar tambahan benefit, melainkan salah satu komponen paling penting yang menjadi benang merah dari keseluruhan pengalaman menginap di Regent Canggu. Club lounge ini bukan hanya tempat untuk menikmati makanan dan minuman sepanjang hari, tetapi juga berfungsi sebagai living room yang menjadi tempat persinggahan di sela-sela segala ‘kesibukan’ selama di dalam resor. Selama dua malam menginap, kami berulang kali mengunjungi Regent Club semata-mata hanya untuk ‘ngadem‘ dengan kelapa muda dingin dan cemilan.
Dikarenakan hari yang semakin sore dan saya berkeinginan untuk segera mendokumentasikan area kamar mumpung masih cerah maka saya meminta untuk segera diantar ke kamar. Namun untuk keperluan ulasan agar tidak loncat-loncat maka ulasan mengenai food offerings dari Regent Club saya lanjutkan di bab ini.
Secara operasional, Regent Club buka dari pukul 11.00 hingga 22.00, dengan beberapa food offerings sebagai berikut:
- Afternoon delight: 11.00–17:30
- Afternoon tea: 14.00–16.00
- Evening cocktails: 17.30–19.30
- Evening cravings: 17:30-21:00
- Chocolate moments: 19.30–21.00
Regent Club berada di Regent Pavilion lantai 2 dan berukuran lega dengan tempat duduk indoor maupun semi outdoor dan outdoor. Tersedia juga kolam renang yang tentunya akan terasa jauh lebih private dibandingkan dengan kolam renang di area utama hotel yang dapat diakses oleh seluruh tamu menginap.
Anda dapat langsung memesan kamar dengan akses ke Regent Club ataupun menentukan untuk membeli akses pada saat check-in. Pro tip: Apabila Anda menginap selama beberapa malam dan tidak ingin mengambil akses ke Regent Club sepanjang stay maka Anda dapat mengambil akses harian senilai USD125++ per orang.
Berikut adalah dokumentasi untuk area indoor:



Berikut adalah dokumentasi untuk area semi outdoor, outdoor, dan juga kolam renang:






Afternoon Delight
Konsep afternoon delight di Regent Canggu bisa dibilang sama dengan all-day dining. Konsep ini menurut saya sangat menarik karena sajian makanan tidak hanya light bites seperti kebanyakan club lounge. Pilihan yang tersedia terasa variatif, mulai dari salad, main course seperti pan-fried red snapper ataupun soto ayam, hingga dessert. Mata saya berbinar saat mengetahui bahwa tersedia Oyster Jepang segar masuk di dalam menu à la carte ini. 🙂
Adanya menu à la carte ini maka Regent Canggu secara tidak langsung memberi fleksibilitas bagi tamu untuk menjadikan club lounge sebagai alternatif restoran utama. Anda tidak perlu berpikir apakah “worth it” untuk keluar hotel hanya untuk makan sesuatu yang proper, nikmati saja sesukanya di dalam Regent Club.


Afternoon Tea
Afternoon tea di sini disajikan secara khas Inggris dengan beberapa macam makanan manis dan gurih di nampan tiga tier. Disajikan dengan porsi yang pas dan dengan kualitas bahan yang terasa premium. Jika kurang, petugas club akan dengan senang hati me-refill makanan ringan yang Anda kehendaki.

Evening Cocktails & Evening Cravings
Memasuki pukul 17.30, suasana Regent Club berubah cukup signifikan, kini tiba saatnya evening cocktails dan evening cravings. Pilihan minuman beralkohol yang tersedia saat evening cocktails terbilang sangat solid, Anda dapat menikmati champagne, wine, hingga berbagai premium spirits berkualitas tinggi. Dari sisi makanan, pilihannya juga lebih ‘serius’ dibandingkan kebanyakan club lounge di Bali. Foie gras, oyster, octopus, hingga berbagai hot dishes yang disajikan à la carte membuat sesi evening cravings ini dengan mudah bisa menggantikan makan malam.







Verdict: Dibandingkan banyak club lounge lain yang sering terasa seperti add-on facility, di Regent Canggu terasa sangat serius dengan food offering-nya. Menurut saya, ragam pilihan minuman beralkohol maupun minuman ringan dan makanan yang berkualitas tinggi seperti ini yang membuat Regent Club “perlu” diakses.
Premium One Bedroom Suite Ocean View Yang Luas dan Nyaman
Saya mendapatkan kamar Premium One Bedroom Suite Ocean View yang berlokasi di gedung yang dinamai Lembah lantai 3. Dengan luas mencapai 108 meter persegi, kamar nomor 5305 ini lebih terasa seperti apartemen pribadi dibanding sekadar kamar hotel.





Begitu pintu utama terbuka, kesan pertama yang muncul adalah hangat, tenang, dan refined. Dominasi material kayu dengan tone gelap berpadu dengan pencahayaan indirect yang lembut menciptakan suasana intimate namun jauh dari kesan suram. Semua kamar memiliki dua pintu, pintu untuk keluar masuk kamar dan pintu lainnya adalah pintu kecil untuk servis.

Layout kamar dibuat sangat fungsional dengan ruang tamu terpisah dari kamar tidur dengan pintu kayu geser, sebuah powder room, walk-in closet, serta kamar mandi yang ukurannya hampir menyerupai kamar hotel pada umumnya.

Ruang tamu terasa nyaman dengan permainan warna kayu yang dan kombinasi disain yang tropikal moderen. Plafon pun didominasi kayu yang alih-alih membuat kamar ini gelap malah membuat kamar terasa terbingkai dengan apik.


Pihak hotel menyediakan welcome amenity berupa sekotak cookies, sekotak coklat beserta welcome letter dari resort manager dan juga sebuah amplop berisi itinerary dan aktivitas harian selama menginap.

Lemari minibar dibuat menyerupai sebuah kotak kayu dengan dua daun pintu yang dapat dibuka 180°. Di dalamnya tersedia mesin kopi beserta kapsul kopi dari Nespresso, teh celup dari TWG, dan Aqua Reflections.
Jika biasanya minibar di hotel mewah dihargai dengan angka yang bombastis maka berbeda dengan Regent Canggu yang menyediakan semua makanan dan minuman minibar secara complimentary.
Beraneka ragam minuman baik jus buah, sparkling water, minuman soda, kombucha, hingga bir dan juga cocktail set (lengkap dengan Dry Gin berukuran 200ml dan Rum berukuran 350ml) diberikan secara cuma-cuma sekali waktu. Cemilan-cemilan seperti dendeng daging, protein bar, cokelat batangan, dan lain sebagainya pun juga sudah termasuk dalam harga kamar.
Approach ini kembali menguatkan filosofi Regent tentang menghilangkan friksi dalam pengalaman menginap.
Anda tidak perlu berpikir dua kali sebelum mengambil sesuatu dari minibar. Dan secara tidak sadar, ini mengubah cara menikmati kamar secara keseluruhan.










Satu keunggulan lain yang saya rasa sangat mengena dan di luar kebiasaan adalah adanya gratis cuci baju plus setrika sebanyak-banyaknya selama menginap. Saya yang baru saja menyelesaikan bepergian selama hampir dua minggu tentu saja datang dengan membawa sejumlah dirty laundry, wah, saya sangat mengapresiasi adanya fasilitas unlimited laundry ini. Prosesnya pun mudah dan cepat, saya menyerahkan pakaian kotor di malam hari dan saya mendapatkannya kembali dalam kondisi bersih dan rapi dalam kotak rotan di keesokan paginya.
Konsep ini menurut saya adalah salah satu value proposition terbaik di Regent Canggu. Setelah perjalanan panjang, bisa pulang dengan koper berisi pakaian bersih tanpa dikenakan biaya tambahan adalah sebuah privilige tersendiri yang jarang ditemukan bahkan di hotel sekelasnya (setidaknya saya tidak pernah menemui hotel yang memberi fasilitas semacam ini). Untuk diingat, layanan unlimited laundry diberikan untuk semua tamu menginap tanpa kecuali.


Ruang tamu ini menyambung dengan balkon yang berukuran cukup luas dan menjadi tempat yang ideal untuk duduk santai di pagi atau sore hari. Meskipun tidak berada tepat di garis depan pantai, posisi kamar ini tetap memberikan pemandangan laut yang terasa dekat dan suara ombak yang masih terdengar, berpadu dengan taman hijau yang selalu ter-manicured.



Kamar tidur dipisahkan dari ruang tamu oleh pintu kayu geser, menciptakan privasi yang sangat baik apabila kedatangan tamu dan dapat dibuka secara lebar apabila dikehendaki. Di dalam kamar tidur juga disediakan televisi dan juga meja kerja. Desain ranjang dengan frame kayu four-poster memberikan kesan klasik yang elegan tanpa terasa berat.
Namun untuk kenyamanan tidur, saya harus mengatakan bahwa kasurnya terasa agak terlalu firm untuk preferensi pribadi saya. Bukan berarti tidak nyaman ya, tetapi bagi yang terbiasa dengan kasur yang tidak sekeras ini, mungkin membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Di sisi lain, kualitas linen, bantal (mereka juga menyediakan menu bantal), serta turndown service tetap mendukung kualitas istirahat secara keseluruhan.




Highlight utama dari kamar ini bagi saya justru ada di kamar mandi. Ini juga yang saya rasakan pada saat menginap di bulan April 2025 silam. Permainan warna batu alam yang gelap, aksen kayu, dan pencahayaan yang sangat diperhitungkan membuat ruangan ini terasa dramatis sekaligus menenangkan. Double vanities, ruang shower terpisah dengan dua mode pancuran, serta toilet dengan teknologi Jepang, toiletries dari Sodashi, berhasil membuat kamar mandi ini terasa spesial.
Namun yang paling mencuri perhatian tentu saja adalah bathtub kayu ukir khas Regent. I still can’t get over it!
Bathtub ini bukan hanya cantik secara visual, tetapi juga terasa sangat spesifik Regent Canggu dan berbeda dari bathtub yang “itu-itu saja” di hotel kebanyakan. Diletakkan di dekat jendela dengan pencahayaan alami di siang hari dan ambient light di malam hari, area ini tentu saja akan menjadi tempat berlama-lama bagi yang suka berendam.
Satu hal yang worth mentioning adalah amenities mandi yang sangat lengkap dan tertata rapi dalam kotak kayu. Tak melulu sikat gigi, sanitary bag, ataupun kapas wajah namun juga tersedia mouthwash berukuran travel hingga lap kacamata yang tercetak ilustrasi identitas Regent Canggu.









Bersambung dengan kamar mandi adalah kamar rias yang didominasi perabotan kayu dengan cermin besar. Di atas meja rias telah disediakan mesin pengering rambut dari Dyson yang masih saja membuat saya terkesan.


Kamar rias ini selain menyambung dengan kamar mandi juga tersambung ke area walk-in closet. Lemari dengan kaca tinted memberikan kesan moderen sekaligus membuat ruangan terasa lebih luas. Terdapat rak koper dan gantungan serba guna yang bisa dibuka-tutup sesuai kebutuhan, safe deposit box, hingga sandal resor, slippers kamar, kimono kamar, dan juga bathrobes. Sandal resornya pun berkualitas tinggi sehingga saya bawa pulang sebagai memorabilia, sssttt….





Sebuah pemikiran cemerlang untuk membuat sebuah rak koper beserta tempat menggantung serba-serbi yang dapat dibuka-tutup sesuai kebutuhan.


Restoran-Restoran Yang Variatif dan Tidak Membosankan
Taru: Restoran Indonesia Moderen
Sebagai restoran all-day dining utama di Regent Canggu, Taru menjadi pusat aktivitas F&B selama saya menginap, mulai dari sarapan hingga makan malam (pukul 07:00 hingga 22:00 tiap-tiap harinya).
Secara konsep, Taru mengangkat masakan Indonesia dengan pendekatan yang lebih modern. Lokasinya menghadap ke kolam renang utama dengan pilihan area indoor dan outdoor. Dari sisi desain, ruangannya sangat nyaman dengan ceiling tinggi, permainan material kayu dan batu, serta pencahayaan alami yang masuk dari berbagai sisi membuat suasananya terasa tropis, kasual, namun mewah.
Namun harus saya akui bahwa pada kunjungan kali ini maupun tahun lalu, temperatur di area indoor masih terasa kurang dingin. Pihak hotel sendiri menyampaikan bahwa mereka sedang dalam proses penambahan unit AC untuk meningkatkan kenyamanan. Di luar hal tersebut, dari sisi ambience dan layout, Taru adalah restoran yang sangat well-designed. Dan seperti yang sudah beberapa kali saya rasakan di Regent Canggu, servis di sini sangatlah memuaskan.

Dokumentasi area outdoor.



Dokumentasi area indoor.






Taru: Makan Pagi
Dikarenakan Regent Club tidak beroperasi di pagi hari maka semua aktivitas makan pagi dipusatkan di Taru. Konsep yang digunakan adalah hybrid antara buffet dan à la carte, dan menurut saya ini adalah format yang ideal:
- Buffet: charcuterie, buah segar, salad bar, hidangan Asia, berbagai pilihan dessert dan pastry, dan dairy selection. Juga tersedia live station seperti: telur, sate, dan sosis. Tersedia banyak macam minuman di kulkas dan juga jus buah segar yang dapat Anda racik sendiri pilihan buahnya
- À la carte untuk hidangan utama yang dibuat langsung sesuai pesanan. Silahkan mengacu ke tautan ini untuk menu selengkapnya
Kejadian kecil saat pertama kali datang ke sini justru menjadi salah satu highlight yang impactful. Ketika kami berjalan menuju restoran bahkan masih sekitar 15 meter dari meja penerimaan, seorang waitress sudah langsung mengenali kami sebagai tamu menginap dan secara reflek menyapa nama kami seakan-akan sudah pernah bertemu. Impressive!
Perasaan ‘ditunggu kehadirannya’ semacam ini tentu saja sangat kami apresiasi. Tenang, ini bukan karena kami tamu undangan, saya juga melihat semua tamu mendapatkan perlakukan yang sama kok. Detail seperti ini mungkin terlihat sederhana, tetapi ini adalah bentuk personalisasi yang biasanya hanya terjadi jika koordinasi antar tim berjalan dengan baik.



Setelah duduk, saya langsung ditawarkan pilihan still, sparkling, atau “tap water”. Untuk konteks di Indonesia, tentu yang dimaksud adalah filtered water, namun tetap menarik melihat bagaimana mereka berusaha membawa standar internasional ke dalam pengalaman dining.
Dan satu hal yang baru saya ketahui saat stay kali ini: Konsep 24-Hour Breakfast. Ini adalah salah satu ide paling smart yang pernah saya temui di resor. Sarapan reguler di Taru berlangsung hingga pukul 11.00, tetapi bagi tamu yang bangun lebih siang, entah karena jetlag atau habis menikmati nightlife Canggu, tersedia menu breakfast khusus yang tetap bisa dipesan setelah jam tersebut.
Bahkan untuk tamu yang menginap di villa dan penthouse, menu 24-hour breakfast ini bisa dikirim langsung ke kamar. Pendekatan ini sangat relevan dengan karakter Canggu yang tidak mengenal ritme pagi hari konvensional. Jika Anda ingin melihat menu 24-hour breakfast, silahkan menuju ke tautan ini.







Dan yang lebih menarik lagi: Breakfast di Regent Canggu sudah termasuk untuk seluruh tamu yang terdaftar.
Tidak ada konsep tambahan biaya untuk sarapan, sesuatu yang jarang ditemukan bahkan di banyak resor luxury.
Terlepas dari seluruh keunggulan sarapan yang ditawarkan oleh Regent Canggu, sayangnya saya merasa bahwa pilihan makanan cukup terbatas dan di pagi hari kedua saya sudah merasa bingung harus memilih makanan apa karena variasinya relatif minim.
Taru: Makan Malam
Saya juga berkesempatan mencoba makan malam di Taru dan disarankan untuk memilih menu Makan Patita. Ini adalah pengalaman makan sharing khas Indonesia dengan berbagai hidangan dalam satu set. Dari sisi rasa, semuanya dieksekusi dengan sangat baik. Namun yang paling mencolok adalah porsinya yang sangat besar.
Menu ini secara realistis bisa dinikmati oleh 3–4 orang, meskipun secara standar ditawarkan untuk dua orang. Bagi tamu yang datang bersama keluarga atau teman, ini adalah opsi yang sangat menarik. Untuk melihat menu makanan all-day dining di Taru, silahkan menuju ke tautan ini.
Beach House: Beach Club Tepi Pantai Canggu
Berbeda dengan Taru yang terasa lebih formal dan menjadi pusat aktivitas tamu in-house, Beach House adalah restoran tepi pantai yang memiliki karakter jauh lebih santai dan terbuka. Lokasinya berada di sisi paling depan resor menghadap langsung ke pantai dan saling bersebelahan dengan CURE Bali yang nantinya akan beroperasi tahun ini.
Beach House dilengkapi dengan sebuah infinity pool di tengah yang menjadi focal point. Secara desain, ruangannya mengusung konsep semi outdoor dengan struktur kayu yang tinggi dan ventilasi alami melimpah yang tentu saja sangat cocok dengan suasana tepi pantai Canggu.




Satu hal yang langsung terasa adalah bahwa Beach House bukan hanya untuk tamu yang menginap di Regent Canggu. Aksesnya bisa langsung dari pantai, dan saat saya berkunjung justru sebagian besar tamu yang makan di sini adalah non-staying guests. Dengan kondisi pesisir pantai Canggu yang selalu ramai, tidak heran jika cukup banyak passerby yang masuk dari sisi pantai baik untuk makan siang, minum, ataupun sekadar menikmati suasana.
Saya sendiri pernah berjalan kaki bersama kedua teman menyusuri pantai dari hotel lain di area Canggu hanya untuk datang ke sini saat sundowner. Artinya, Beach House memang sudah menjadi destinasi tersendiri bukan sekadar outlet tambahan dari sebuah resor.



Pada saat menginap kali ini, saya sempat menikmati makan siang di sini dan dari sisi makanan pendekatannya lebih condong ke seafood dan menu yang lighter. Cocok untuk bersantai dengan suasana pantai. Duduk santai dengan pemandangan kolam renang yang langsung mengarah ke laut, angin pantai yang cukup terasa, serta ambience yang lebih relaxed dibandingkan Taru membuat pengalaman makan di sini terasa ‘Bali’ nya.
Untuk melihat menu yang ditawarkan Beach House, dapat melalui tautan ini.


Sazón: Restoran Mediterania Yang Otentik
Jika Taru terasa terang dan terbuka, maka pengalaman bersantap di Sazón justru berada di spektrum yang berlawanan. Restoran ini berlokasi di street level, menghadap langsung ke jalan utama Batu Bolong, sebuah positioning yang menarik karena secara konsep terasa lebih “urban” dibanding outlet lain di dalam resor.
Pencahayaan di Sazón dibuat temaram, dengan dominasi warna gelap dan warm tones yang menciptakan kesan intimate, sedikit misterius tetapi dalam cara yang sangat elegan. Area duduknya terbagi menjadi beberapa bagian: bar utama yang menjadi daya tarik utama ruangan, dining room indoor dengan ambience yang lebih formal, serta dua area outdoor di bagian dalam dan menghadap langsung ke jalan, cocok bagi yang ingin menikmati suasana Batu Bolong di malam hari.
Sazón mengusung konsep Mediterranean dengan sentuhan yang cukup kuat ke arah Spanish cuisine. Dan secara jujur, pilihan menu yang kami pesan malam itu tanpa kami sadari mengarah ke gaya Spanish tapas. Model sharing plates seperti ini menurut saya sangat cocok dengan karakter restoran yang santai, sosial, dan tidak terlalu kaku seperti fine dining pada umumnya.
Untuk melihat menu yang ditawarkan oleh Sazón, silahkan menuju ke tautan ini.

Dokumentasi area indoor.








Dokumentasi area outdoor bagian dalam.


Makanan-makanan yang kami nikmati saat itu.




Fasilitas Penunjang Resor
Pusat Kebugaran
Salah satu fasilitas yang saya sempat kunjungi selama menginap di Regent Canggu adalah pusat kebugarannya. Gym ini buka 24 jam dan dapat diakses dengan menggunakan kunci kamar. Begitu masuk, kesan pertama yang langsung terasa adalah ruangannya yang besar dan airy. Ceiling yang tinggi, jendela besar dengan natural light, serta penggunaan material kayu yang hangat membuat suasananya terasa lebih seperti wellness space dibanding gym hotel pada umumnya.



Peralatannya juga lengkap dan tertata dengan rapi, mencakup: area cardio dengan beberapa treadmill dan mesin lainnya, area strength training dengan weight machines dan free weights, ruang studio terpisah yang bisa digunakan untuk stretching, yoga, atau lainnya.

Yang lebih menarik justru bukan hanya peralatannya saja, tetapi attention to detail yang diberikan. Di area dekat pintu masuk disediakan: buah apel, cardamom ball sebagai healthy snack, air minum Aqua Reflections, dan Pocari Sweat di dalam chiller.


Senang sekali Regent Canggu tetap konsisten dengan mengantisipasi hal-hal kecil dan thoughtful yang mungkin diperlukan oleh pengguna gym. Luxury bukan hanya soal sesuatu yang besar dan mencolok, tetapi juga tentang hal-hal kecil seperti ini. I see you, Regent Canggu!
Kolam Renang
Regent Canggu memiliki dua kolam renang utama untuk tamu yang menginap, ditambah satu kolam yang berada di area Regent Club khusus bagi tamu dengan akses club. Begitu memasuki area kolam renang utama, kesan yang langsung terasa adalah layout yang simetris dan sangat rapi, dengan deretan palm tree yang menjadi elemen visual dominan membuatnya menarik untuk difoto.

Sun lounger ditata dengan jarak yang nyaman satu sama lain. Di area kolam renang utama juga terdapat pool bar yang merupakan bagian dari Taru, sehingga tamu tidak perlu berpindah tempat ketika ingin memesan minuman atau light bites.
The Library
Salah satu fasilitas yang menurut saya cukup menarik di Regent Canggu adalah The Library, sebuah ruang komunal yang berfungsi sebagai entertainment hub untuk tamu dari berbagai segmen usia. Lokasinya tak jauh dari Regent Club. Secara desain, ruangannya terasa sangat selaras dengan keseluruhan konsep resor. Perpaduan lantai marmer gelap, panel kayu, serta furnitur dengan tone earthy membuat area ini terasa seperti living room versi mewah.
Pilihan aktivitas yang tersedia juga cukup beragam. Anda bisa menemukan meja biliar di area semi private, shuffleboard, berbagai board games, hingga beberapa komputer yang dapat digunakan oleh tamu. Ini tipe fasilitas yang bisa dinikmati baik oleh keluarga, pasangan, maupun solo traveler yang ingin bersantai tanpa harus kembali ke kamar. Untuk tamu yang membawa anak kecil, tersedia juga kids corner dengan bean bag, mainan, dan permainan edukatif.







Spa & Wellness
Fasilitas Spa & Wellness di Regent Bali Canggu merupakan salah satu area yang menurut saya paling merepresentasikan arah baru brand Regent ke depan. Bukan hanya karena desainnya yang impresif, tetapi juga karena konsep yang diusung di sini dijadikan sebagai proyek percontohan untuk properti Regent lainnya.
Akses menuju spa sudah terasa seperti sebuah transisi pengalaman tersendiri. Dari walkway yang dikelilingi bambu, suasana langsung berubah menjadi lebih hening dan kontemplatif. Begitu masuk ke dalam, ambience-nya terasa polished: ceiling tinggi, penggunaan material kayu dan batu dengan tone hangat, serta elemen dekoratif yang minimal.


Sebelum treatment dimulai, kami diajak untuk masuk ke meditation pod yang merupakan sebuah ruang semi private berbentuk kapsul dengan guided audio. Ini bukan sekadar gimmick, tetapi benar-benar membantu untuk memperlambat ritme sebelum masuk ke sesi pijat.


Saat treatment berlangsung, saya juga langsung menyadari bahwa ranjang yang digunakan bukan ranjang spa konvensional. Teknologinya lebih advanced yang dapat diatur ketinggian ataupun sudut kemiringan nya. Hal seperti ini mungkin tidak langsung terlihat secara visual, tetapi sangat terasa dari sisi pengalaman.



Selain ruang treatment, area hydro-wellness juga dilengkapi dengan vitality pool, sauna, dan cold plunge yang dirancang dalam layout yang terasa privat dan tenang. Semuanya dibuat untuk mendorong tamu menjalani ritual wellness secara lebih lengkap bukan sekadar datang untuk pijat lalu selesai. Hanya saja Spa & Wellness ini hanya beroperasi hingga pukul 19:00 yang mana menurut saya terlalu awal, andaikan jam operasi diperpanjang tentu saja akan sangat ideal bagi para tamu hotel.



Yang membuat fasilitas ini semakin menarik adalah statusnya yang relatif baru beroperasi. Terasa bahwa tim Regent Canggu benar-benar menaruh perhatian besar pada detil dan flow pengalaman di sini, karena konsep yang sama akan menjadi referensi bagi Regent di destinasi lain.
Dengan adanya fasilitas Spa & Wellness ini tentu saja membuat Regent Canggu terasa sebagai sebuah resor lengkap fasilitas. Begitu mudah menghabiskan waktu di resor ini.
Penutup
Regent Bali Canggu menurut saya bukan sekadar tambahan baru di deretan luxury resort di Bali, tetapi sebuah statement mengenai arah baru brand Regent setelah diambil alih oleh IHG. Properti ini berhasil menghadirkan sesuatu yang jarang ditemukan di Canggu: suasana yang tenang, mewah yang refined, dan privasi tanpa benar-benar terputus dari energi di sekitarnya.
Setiap venue memiliki karakter yang kuat namun tetap konsisten dalam satu benang merah yang sama: quiet luxury. Ini bukan tipe hotel yang “berisik” secara visual maupun experience saat stay, melainkan hotel yang memperlihatkan kualitasnya melalui detil dan servis. “Sudah lihat bathtub yang sepenuhnya dibuat dari kayu ukir kan?”

Menurut saya, berikut adalah kelebihan dan kekurangan hotel ini murni berdasarkan pengalaman saya kala itu:
(+) Brand Regent yang kembali ke Bali dengan positioning yang sangat kuat. Hadir dengan konsep quiet luxury dan terasa refined di semua sudut
(+) Regent Club yang benar-benar memberikan added value, bukan sekadar lounge. Lounge berukuran relatif besar dengan food offerings yang solid. Mungkin ada yang tertarik dengan oyster segar, foie gras, atau segelas champagne?
(+) Inisiatif untuk memberi gratis sarapan untuk semua registered guests maupun juga dengan konsep 24-hour breakfast. Ditambah dengan complimentary minibar yang tidak abal-abal dan juga unlimited laundry. Amazing!
(+) Spa & Wellness pertama untuk brand Regent dengan konsep holistik dan menjadi proyek percontohan untuk Regent lain
(+) Pilihan dining venue beragam dengan karakter yang jelas (Beach House, Sazón, Taru) dan menyusul adalah CURE Bali
(-) Di luar aspek hotel, sayang sekali akses menuju Canggu yang masih sangat bergantung pada kondisi lalu lintas yang lagi-lagi sering sekali macet menjadi tantangan tersendiri untuk mencapai hotel ini
(-) Taru perlu dibuat lebih nyaman lagi dengan AC yang lebih dingin dan variasi makanan saat sarapan menurut saya perlu ditambah
(-) Akses untuk ke area wellness hanya hingga pukul 19:00 yang saya bilang terlalu awal dan kurang ideal
Secara pribadi, dengan pengalaman menginap yang sudah dua kali, saya bisa mengatakan bahwa Regent Bali Canggu adalah salah satu properti di Bali yang memiliki identitas paling kuat saat ini dan jujur membuat saya menjadi intrigued untuk mencoba hotel-hotel Regent di destinasi lainnya.
Banyak terima kasih untuk Ms. Savara Kautsar dari Petrie PR yang banyak membantu dalam proses kolaborasi ini dan juga Pak Manish Puri (General Manager), Pak Wiwin Hakim (Director of Marketing Communications), Pak Rizky Adityo (Public Relations Manager), dan tim Regent Canggu yang keeping us entertained selama menginap di sana! Ingin rasanya segera kembali ke Regent Canggu.







































