Hotel Review: Pullman Bandung Grand Central (Era COVID-19)

Saya berkesempatan untuk menginap di Pullman Bandung Grand Central dalam rangka perjalanan bisnis saya ke Bandung dan Jakarta. Pullman Bandung Grand Central merupakan properti merek premium dari Accor yang kebetulan juga merupakan properti terbaru mereka di Bandung.

Untuk periode menginap kali ini, saya memesan:

  • Status: Gold dengan Accor Plus
  • Kamar dipesan: Deluxe, City View
    • Kamar setelah di-upgrade: Pullman Junior Suite (upgrade 2 kategori)
  • Rate: Accor Plus Mastercard – 43% off (dari promosi Room to Rediscover)
  • Total: Rp1.930.304 nett untuk 2 malam (Rp965.152 nett/malam)
    • Tambahan: 2 kupon voucher upgrade 1 kategori Accor Plus
  • Poin yang didapatkan: 340 poin (230 poin + bonus 110 poin sebagai anggota Gold)

Check-In

Pullman Bandung Grand Central berada di satu kompleks dengan Bandung International Convention Center dan Ibis Styles Grand Central, yang mana terletak dekat dengan Gedung Sate.

Apabila Anda datang dari pintu keluar tol Pasteur, Anda dapat melihat hotel ini saat melewati jalan layang Pasupati, namun Anda perlu memutar melewati depan Gedung Sate untuk memasuki hotel ini.

Rute dari tol Purbaleunyi arah Bandung ke Pullman Bandung Grand Central.

Saya tiba di Pullman Bandung Grand Central di malam hari sehingga saya langsung menuju lobi untuk proses check-in.

Area drop-off Pullman Bandung Grand Central.

Begitu memasuki area lobi, hal yang pertama nampak adalah deretan kursi yang bisa juga berfungsi sebagai lobby lounge untuk bar di sebelah kanan.

Lobi hotel Pullman Bandung Grand Central.

Sedangkan di sebelah kiri, terdapat tempat berjualan kudapan.

Toko kudapan di lobi Pullman Bandung Grand Central.

Area reception berada di balik kursi-kursi yang tadi ditemui di awal. Saat check-in saya dibantu oleh ibu Febiyanti dan Denasha. Saat saya melakukan check-in untuk kamar saya, mereka berterimakasih atas status saya sebagai anggota ALL Gold dan mengkonfirmasi upgrade kamar 1 kategori ke kamar Executive.

Saat saya menanyakan apakah ada kemungkinan untuk di-upgrade lebih lanjut ke suite dengan kupon upgrade Accor Plus (2 kupon; 1 kupon/malam), mereka kemudian pergi sebentar untuk menanyakan ke manajemen sebelum menerima kupon tersebut, meng-upgrade kamar saya ke Pullman Junior Suite dan meminta tolong untuk mengulas hotelnya di TripAdvisor.

Selama proses check-in, saya juga diminta untuk mengisi formulir kesehatan hotel dan menunjukkan hasilnya sebelum proses check-in selesai.

Hotel Review: Pullman Bandung | PinterPoin
Area reception.

Sebelum memasuki lift tertera daftar lokasi dan fasilitas hotel.

Direktori hotel

Kamar

Pullman Junior Suite
Jenis kamar Suite standar
Luas kamar 84 m2
Ruang tamu terpisah Tidak
Jenis kasur 1 king
Meja kerja Ya
Sofa Ya
Kamar mandi 1.5
Bak mandi/pancuran Bak mandi dan pancuran terpisah
Minibar Ya, gratis
Akses lounge Ya
Lainnya Meja rias terpisah

Saya memesan kamar tipe kedua terendah yaitu Deluxe City View seharga Rp965.152,- nett per malamnya. Berkat upgrade otomatis dengan status ALL Gold dan voucher upgrade Accor Plus, saya mendapatkan upgrade ke kamar Pullman Junior Suite senilai lebih dari Rp3.000.000 net/malam.

Saya mendapatkan kamar lantai 10, tepatnya di kamar 1018. Kamar ini merupakan corner room dengan pemandangan menghadap jalan layang Pasupati dan Lembang.

Kamar 1018, Pullman Junior Suite.

Pemandangan pertama yang ditemui setelah memasuki kamar adalah partisi pembatas ruang kerja. Walaupun disebut sebagai kamar suite, namun pada dasarnya tidak memiliki ruangan terpisah dari tempat tidur.

Partisi pembatas ruang kerja.

Kamar ini memiliki ruang kerja yang memadai dengan meja yang besar dan telepon wireless. Saya lebih menyukai kursi gaya kantor seperti di beberapa hotel lain, namun kursi di hotel ini sekalipun boleh dikata cukup memadai.

Ruang kerja di Pullman Junior Suite.

Mengingat kamarnya cukup luas, kamar ini juga memiliki kamar mandi terpisah untuk tamu.

Kamar mandi untuk tamu.

Kamar ini memiliki mesin kopi dan perlengkapan minum yang cukup lengkap, terletak di koridor antara ruang kerja dan tempat tidur.

Mesin kopi dan perlengkapan minum di kamar Pullman Junior Suite.

Sebagai kamar dengan akses lounge, minibar juga disediakan gratis dan diisi dengan beberapa minuman ringan, namun hanya diisi sekali untuk tiap menginap.

Minibar gratis untuk kamar dengan akses lounge.

Kamar ini memiliki 1 kasur ukuran king.

Hotel Review: Pullman Bandung | PinterPoin
Tempat tidur king di Pullman Junior Suite.

Salah satu hal yang kurang saya sukai (namun keluarga saya suka) dari kamar ini adalah sofa yang menjadi satu dengan bagian tempat tidur.

Walaupun kamarnya sendiri nampak cukup lega dengan lebih sedikit sekat, definisi suite yang paling utama menurut saya adalah ruang tamu terpisah, sehingga ini hampir tidak bisa disebut sebagai suite.

“Ruang tamu” di Pullman Junior Suite.

Begitu memasuki kamar mandi yang cukup luas, hal pertama yang akan ditemui adalah meja rias terpisah dengan pemandangan jalan layang Pasupati.

Meja rias kamar mandi.

Kloset terletak di sebelah meja rias dengan pintu terpisah, dan seperti di kamar mandi tamu menyediakan bidet.

Kloset kamar mandi utama.

Kamar mandi utama juga memiliki 2 wastafel, dan ruang pancuran nampak di pantulan kaca cermin. Saya sendiri lupa untuk memfoto ruang pancuran, namun baik pancuran maupun wastafel menawarkan sabun dan shampoo merek hotel dan keduanya memiliki tekanan air yang cukup baik.

Wastafel kamar mandi utama.

Salah satu manfaat utama menginap di kamar suite di hotel ini adalah tersedianya bak mandi, mengingat seluruh kamar bukan suite hanya menyediakan shower (pancuran).

Hotel Review: Pullman Bandung | PinterPoin
Bak mandi di Pullman Junior Suite.

Di kamar juga tersedia 1 hygiene kit berisi masker dan lap antiseptik.

Hygiene set

In-room amenity dikirimkan ke kamar secara terpisah karena seharusnya saya hanya mendapatkan upgrade kamar ke kamar Executive. Untuk in-room amenity, mereka menyediakan beberapa jajanan lokal.

Welcome amenity Pullman Bandung Grand Central.

Makanan dan Minuman di Pullman Bandung Grand Central

Welcome Drink

Accor adalah satu-satunya hotel loyalty program yang secara spesifik menyebutkan welcome drink sebagai manfaat status elit. Walaupun demikian, implementasi welcome drink ini berbeda-beda di setiap hotel.

Di hotel ini, welcome drink diberikan menggunakan potongan folder kartu kamar yang diberikan saat check-in, dan dapat diambil di bar Sadrasa.

Kupon welcome drink di Pullman Bandung Grand Central.

Welcome drink yang ditawarkan di Pullman Bandung Grand Central berbeda tergantung status ALL dari anggota yang menginap. Secara ringkas, berikut adalah welcome drink yang ditawarkan berdasarkan status:

Silver Gold Platinum Diamond
Non-Alkohol
Jus Buah segar Buah segar Buah segar
Kopi Espresso-based
2 pilihan
Espresso-based
2 pilihan
Espresso-based
2 pilihan
Espresso-based
2 pilihan
Minuman ringan 3 pilihan 3 pilihan 3 pilihan 3 pilihan
Mocktail 1 pilihan 1 pilihan 1 pilihan 1 pilihan
Lainnya Minuman khas hotel Minuman khas hotel Minuman khas hotel
Smoothie
Minuman khas hotel
Smoothie
Alkohol
Bir 2 pilihan 2 pilihan 2 pilihan 2 pilihan
Spirits 5 pilihan 5 pilihan
Wine 2 pilihan 3 pilihan 3 pilihan
Cocktail 1 pilihan 1 pilihan 1 pilihan 1 pilihan

Berikut menu lengkap welcome drink yang ditawarkan di hotel ini:

Menu welcome drink untuk anggota ALL Silver dan Gold.
Menu welcome drink untuk anggota ALL Platinum dan Diamond.

Saya dan keluarga memesan 2 kamar dengan nama terpisah, sehingga kami berkesempatan untuk mengambil 4 welcome drink. Kedua wine yang ditawarkan tersedia juga saat evening cocktail di lounge, sedangkan mocktail dan cocktail yang ditawarkan berbeda.

Welcome drink Pullman Bandung Grand Central.

Sarapan

Sarapan tersedia di restoran Sadrasa di lantai dasar. Karena kamar saya memiliki lounge access, sarapan diberikan secara gratis mengikuti jenis kamar. Di hotel ini, sarapan gratis bisa didapatkan dengan cara:

  • Menjadi member ALL dengan status Platinum (sarapan di restoran atau lounge, apabila ada)
  • Memesan kamar dengan lounge accesss (sarapan di restoran atau lounge, apabila ada)
  • Menggunakan voucher upgrade 1 kategori dari Accor Plus Indonesia untuk meng-upgrade kamar ke kamar dengan akses lounge (sarapan di restoran atau lounge, apabila ada)
  • Menggunakan voucher sarapan gratis dari Accor Plus Indonesia (sarapan di restoran)

Restoran Sadrasa memiliki bagian outdoor maupun indoor. Pada saat itu area outdoor sedang dalam proses renovasi sehingga saya memilih untuk sarapan di area indoor.

Restoran ini menjadi satu dengan bar yang juga digunakan untuk mengambil welcome drink. Area di depan bar hingga sofa memiliki kursi yang lebih sesuai untuk bersantai.

Area di dekat bar.

Setelah area tersebut adalah tempat makan biasa yang termasuk cukup terang untuk ruangan indoor.

Ruang makan indoor restoran Sadrasa.

Konsep sarapan di restoran ini adalah prasmanan dengan dibantu staf. Ini berarti, walaupun makanannya sendiri dapat langsung dilihat, namun staf restoran yang di bagian tersebut akan membantu mengambilkan menu yang diinginkan.

Restoran ini memiliki 2 live cooking station, satu untuk telur dan satu untuk bubur ayam.

Live cooking station bubur ayam dengan ketupat sayur.
Live cooking station telur dengan makanan sarapan gaya barat.

Pilihan telur yang dapat dimasak di tempat cukup sedikit sehingga saya memilih telur dadar beserta beberapa makanan lain. Sayangnya, makanan selain telur cenderung tidak segar dan bahkan sudah hampir dingin.

Telur dadar dan lauk lainnya.

Pilihan potongan daging dan keju dingin serta buah terdapat di etalase dingin.

Potongan dingin dan buah.

Salad dan makanan penutup seperti es krim dan air mancur coklat juga tersedia.

Salad dan makanan penutup.

Makanan utama terdiri dari 6 pilihan.

Pilihan makanan utama.
Makanan yang ditawarkan secara kualitas relatif biasa.

Di sebelah bagian makanan utama terdapat sate ayam dan daging, keduanya dibakar di tempat. Sate ayamnya sendiri relatif biasa, namun sate dagingnya masih cukup keras.

Sate, bubur ketan hitam, dan kue.

Kerupuk atau sejenisnya dan sambal juga tersedia sebagai pelengkap, bersama dengan sereal.

Pelengkap makanan dan sereal.

Minuman dapat diambil di bagian bar, tempat yang sama dengan tempat untuk mengambil welcome drink. Sayangnya, jus yang ditampilkan bukan merupakan jus segar.

Bar Sadrasa.

Menu sarapan di malam pertama dan kedua pada dasarnya sama, kecuali untuk menu makanan utama.

Secara keseluruhan, walaupun menawarkan variasi yang cukup baik untuk hotel setaraf ini; Namun dalam segi kualitas sarapannya masih perlu diperbaiki.

Executive Lounge Pullman Bandung Grand Central

Executive Lounge
Status (saat kunjungan) Buka
Akses Kamar dengan akses lounge
Anggota ALL Platinum ke atas
Masa buka Sepanjang hari
Sarapan Tersedia
Afternoon tea Tersedia
Evening cocktail Tersedia, 2 jam
Ruang rapat Tersedia, 1 jam/hari
Layanan business center Tersedia
Lainnya Minibar di kamar

Pullman Bandung Grand Central memiliki lounge di lantai 16 yang saat itu sedang buka.

Karena kamar saya memiliki akses lounge, maka akses lounge diberikan secara gratis mengikuti jenis kamar. Di hotel ini, akses lounge gratis bisa didapatkan dengan cara:

  • Menjadi member ALL dengan status Platinum, atau
  • Memesan kamar dengan akses lounge, atau
  • Menggunakan voucher upgrade 1 kategori dari Accor Plus Indonesia untuk meng-upgrade kamar ke kamar dengan akses lounge.

Apabila Anda mendapatkan akses lounge, maka Anda akan mendapatkan surat yang menjelaskan manfaat akses lounge yang diberikan.

Manfaat akses lounge di Pullman Bandung Grand Central.

Persis di sebelah kiri setelah keluar dari lift di lantai 16 terdapat reception untuk lounge ini.

Reception di lounge.

Lounge ini dibagi menjadi 2 bagian utama. Bagian pertama, tepat setelah reception lounge dibentuk menyerupai ruang tamu dengan beberapa sofa. Beberapa kursi dan meja tinggi juga tersedia, walaupun tidak digunakan sepanjang saya menginap.

Setelah ruang tamu tersebut terdapat satu ruang rapat yang sayangnya sedang digunakan ketika saya berada di sana.

Bagian setelah reception lounge dibentuk menyerupai ruang tamu.

Bagian kedua yang menghadap jalan layang Pasupati dibuat dengan konsep ruang makan, dimana meja dan kursinya dibuat lebih menyerupai kafe. Di sini juga terdapat pendingin wine untuk menyimpan wine yang ditawarkan saat evening cocktail.

Ruang makan di lounge.
Pemandangan jalan layang Pasupati dari lounge di malam hari.

Sarapan

Menu sarapan yang ditawarkan di lounge berbeda dengan menu sarapan yang ditawarkan di restoran, dan lebih menyerupai sarapan gaya kafe atau restoran. Anda dapat melihat menu sarapan yang ditawarkan di lounge di sini.

Saya hanya berkesempatan mencoba sarapan di lounge saat malam pertama, sekaligus sebagai pengganti makan siang karena saya bekerja di lounge sepanjang hari.

Karena saya sudah mengambil sarapan di restoran sebelumnya, maka saya hanya memesan buah segar dan eggs benedict bersamaan dengan segelas kopi dan jus jeruk segar.

Walaupun ada sedikit kekurangan, misalnya saus hollandaise yang sedikit terlalu lengket, namun secara keseluruhan kualitas yang ditawarkan sama atau bahkan sedikit lebih baik daripada di restoran.

Hotel Review: Pullman Bandung | PinterPoin
Menu sarapan di lounge Pullman Bandung Grand Central.
Eggs benedict dengan salmon asap dan asparagus.

Saat sarapan sudah tidak lagi ditawarkan, saat saya bertemu dengan salah satu anggota PinterPoin di lounge saya juga mendapatkan satu keranjang roti dengan mentega.

Meskipun begitu, saya hanya memakan sebagian karena rotinya cenderung keras dan kurang segar ditambah dengan fakta bahwa saya masih cukup kenyang setelah sarapan.

Bread basket sebagai all-day snack di lounge Pullman Bandung Grand Central.

Afternoon Tea

Manfaat afternoon tea di sini terdiri dari:

  • 1 set afternoon tea untuk tiap orang (hingga 2 untuk tiap kamar)
  • Minuman non-alkohol standar (jus, kopi, teh, air)

Saat saya sedang bekerja, ketika sudah mulai waktunya untuk afternoon tea staf lounge secara proaktif menawarkan afternoon tea. Saya mengambil penawaran tersebut dan meminta minuman teh chamomile.

Canape, sandwich, scone, dan beberapa makanan lain untuk afternoon tea.
Minuman chamomile dari Dilmah disajukan dalam teko kecil.

Saya cukup suka dengan sandwich dan canapes asin-nya. Di sisi lain, kudapan manis yang ditawarkan bisa dikatakan tidak spesial dan membuat cepat bosan karena terlalu berfokus pada krim. Saya tentu berharap ada variasi yang lebih segar untuk kudapan manisnya.

 

Evening Cocktail

[box type=”warning”]Minuman beralkohol mungkin berbahaya bagi kesehatan. Harap minum secara bertanggungjawab.[/box]

Evening cocktail tersedia tiap malam pada pukul 18.00 – 20.00, selisih setengah jam dari yang tertera di surat di atas.

Manfaat evening cocktail di sini terdiri dari:

  • 1 set hors d’oeuvres untuk tiap orang (2 untuk tiap kamar)
  • Minuman non-alkohol standar (jus, kopi, teh, air), alkohol standar (bir, wine, spirits), dan minuman racikan (mocktail, cocktail) tak terbatas.

Set hors d’oeuvres diberikan dalam 1 wadah dimsum dan 1 piring untuk tiap orang dan pada dasarnya Anda tidak dapat meminta posi tambahan. Menu makanan yang ditawarkan berbeda setiap harinya dengan fokus pada hidangan khas Indonesia.

Evening cocktail di malam pertama.
Evening cocktail di malam kedua.

Makanan yang ditawarkan di kedua malam saya menginap bisa dibilang kurang segar dan secara rasa tidak istimewa. Oleh karena itu, menu makanan evening cocktail di hotel ini menurut saya bukan pengganti makan malam normal.

Untuk minuman, saya berkesempatan mencoba 2 dari 3 cocktail yang ditawarkan di lounge ini.

Cocktail cosmopolitan.

Setelah itu, saya meminta kepada staf lounge untuk mencoba masing-masing wine yang ditawarkan saat evening cocktail. Saya menyempatkan diri untuk mengambil foto:

Pullman Bandung Grand Central menawarkan total 5 pilihan wine untuk evening cocktail.

Kelima wine tersebut berada di harga ritel sekitar Rp200.000 – Rp300.000/botol, sehingga tidak ada yang benar-benar istimewa. Walaupun begitu, saya lebih menyukai Two Islands Chardonnay (Australia) dan Chateau Subercasseaux Cabernet Sauvignon (Chile).

Hal yang paling menonjol dari evening cocktail ini (dan tidak secara positif) adalah service quality-nya.

Bukan hanya pelayanannya cenderung terburu-buru, namun staf lounge di shift malam juga tidak berinteraksi apapun selain saat menerima pesanan! Terkadang, saya malah harus mencari staf untuk meminta tambahan minuman. Selain itu, setelah jam 8 malam lampu lounge mulai diredupkan dan AC pun dimatikan, bahkan pada saat saya masih berada di lounge, walaupun lounge sendiri seharusnya tutup jam 11 malam.

Lampu lounge sudah mulai diredupkan dan AC dimatikan tepat saat jam evening cocktail selesai.

Fasilitas Lain

Hotel ini memiliki ruang gym sendiri. Mengingat situasi pandemi, gym tersebut hanya dapat diakses dengan membuat reservasi terlebih dahulu. Walaupun begitu, sekilas nampak gym yang disediakan cukup memadai.

Gym Pullman Bandung Grand Central.

Walaupun pada umumnya orang bepergian ke Bandung bukan untuk berenang, sayangnya kolam renang yang disediakan termasuk cukup kecil apalagi dengan pertimbangan bahwa kolam ini juga digunakan oleh Ibis Styles di sebelahnya. Kolamnya sendiri masih cukup terawat dan pada saat saya ke sana sedang kosong sehingga saya bisa mengambil foto secara leluasa.

Kolam renang Pullman dan Ibis Styles Grand Central.

Daya tarik utama dari hotel ini tentu adalah Bandung International Convention Center yang terhubung langsung dengan lobi hotel. Walaupun begitu, saya tidak memfoto tempat tersebut karena sedang tidak ada acara.


Baca juga: Hotel Review – Moxy Bandung


Kesimpulan

Meskipun hotel ini masih memiliki kekurangan dalam beberapa aspek, tidak dapat dipungkiri bahwa hotel ini memberikan penawaran yang cukup well-balanced di tengah pandemi ini.

Hotel ini termasuk salah satu hotel yang cukup premium untuk ukuran hotel kota (bukan resort) di Bandung dan oleh karena itu, bisa cukup mahal di hari tertentu. Namun, sebagai anggota elit Accor, terutama Gold dan ke atas, saya bisa merekomendasikan hotel ini untuk value for money yang diperoleh.

 

Apakah Anda tertarik untuk menginap di Pullman Bandung Grand Central?

Share

6 comments
  1. well written pak eric,

    sayang saya sebagai anggota platinum merasa beberapa kali kecewa dihotel ini, selalu hanya diupgrade 1 tingkat padahal sudah stay berkali-kali di hotel ini. upgrade rules strict 1 tingkat accor, proses check-in yang lama, susahnya parkir dan jauh dari lift menjadi customer pain point tersendiri untuk saya. dari pengalaman, +- 25 sd 30 menit waktu dibutukan hingga bisa masuk kamar.

    secara lounge memang pullman bandung cukup baik, misal, sparkling wine nya unlimited, berbeda dengan fairmont / westin jakarta yang dijatah hanya 2 bottle per malam untuk semua lounge guest ( saya sering kehabisan bila menginap di kedua hotel tsb dan tanya staff ternyata memang hanya disiapkan 2 bottle, padahal hari sabtu malam yang notabene lebih banyak guest dibanding hari lainnya )

    1. Halo Alv,

      Apa mungkin upgrade 1 kategori itu karena stay di weekend? Kebetulan ada beberapa rekan saya yang sebagai anggota Platinum menginap di sana dan mendapatkan upgrade dari kamar Deluxe biasa ke suite. Selain itu, memang pada dasarnya 3 jenis kamar Deluxe mereka semua sama kamarnya kecuali akses lounge dan lantai, jadi kalau tidak di-upgrade ke suite memang terasa seperti tidak ada upgrade sama sekali.

      Betul, kalau dari sisi minuman dan fasilitasnya lounge-nya bisa dibilang cukup baik. Kebetulan saya waktu itu menginap Minggu malam dan Senin malam, dan di kedua malam tersebut lounge-nya relatif sepi (< 5 orang).

      1. wah, generous juga, junior suite ya pa eric?

        saya tiap kali kesana dengan ketusnya mereka bilang hanya bisa upgrade 1 . haha.

        makanya saya lebih prefer sheraton , yang mana tidak pernah diberikan room dibawah executive suite.

        1. Halo Alv,

          Setahu saya begitu.

          Accor sendiri pada dasarnya hanya memberikan upgrade 1 kategori bagi anggota Gold ke atas, namun itu tentu kembali ke propertinya untuk memberikan upgrade lebih tinggi daripada ketentuan. Ini berbeda dengan Marriott yang memberikan upgrade ke kamar tertinggi hingga suite standar bagi anggota Platinum ke atas.

  2. Review deng Foto foto cukup Komplit tetapi ada yang misleading. Upgrade room di Accor hanya One level, jika ada deviasi itu case by case. Dan harap di ingat bahwa Upgrade room tidak otomatis mendapatkan Akses Lounge. Yang aman adalah jika Platinum maka pasti akan mendapatkan Akses Lounge di semua property Accor

    1. Halo Sebastian,

      1. Betul kalau pada dasarnya Accor hanya memberikan upgrade 1 kategori sebagai published benefit dan memang awalnya saya di-upgrade 1 kategori ke kamar Executive, namun kebetulan dari pihak hotel mengizinkan saya untuk juga memakai kupon upgrade 1 kategori dari Accor Plus sehingga bisa mendapatkan kamar suite. Saya sudah menjelaskan juga kalau saya menggunakan kupon tersebut di awal.
      2. Betul kalau tidak semua upgrade kamar memberikan akses lounge. Namun, saya tetap mendapatkan akses lounge karena saya mendapatkan upgrade ke jenis kamar yang memberikan akses lounge. Bahkan tanpa menggunakan kupon upgrade Accor Plus sekalipun, karena saya memesan kamar Deluxe dengan pemandangan kota maka dengan status Gold saya dapat di-upgrade ke kamar Executive yang memang jenis kamarnya sendiri memberikan akses lounge.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BoardingArea