Hotel Review: Mercure Jayapura

Saya berkesempatan untuk menginap di Mercure Jayapura dalam rangka perjalanan pribadi saya ke Jayapura. Mercure Jayapura sendiri merupakan properti grup Accor paling timur di Indonesia sehingga membuat properti ini menarik untuk diulas.

Untuk periode menginap kali ini, saya memesan kamar Superior di harga Rp689.760,- nett menggunakan status Platinum Accor Plus saya yang mana membuat saya di-upgrade menjadi kamar Deluxe. Dari stay ini, saya mendapatkan total 164 poin Accor (93 base point + bonus 71 poin) sebagai anggota Platinum.

Check-In

Mercure Jayapura berada di pusat kota Jayapura, tepatnya beberapa ratus meter dari kantor DPRD Papua. Untuk pergi ke sana, saya menggunakan ojek online dari bandara Sentani setelah penerbangan saya dari Jakarta.

Penampakan gedung Mercure Jayapura

Hotel ini sendiri merupakan hotel konversi (rebranding) dari favehotel Jayapura. FYI, brand ‘Mercure’ merupakan salah satu brand hotel Accor yang cukup populer untuk konversi hotel (dalam arti, dari hotel independen atau hotel jaringan lain diubah menjadi hotel jaringan Accor).

Saya meminta ojek online untuk menurunkan saya tepat di depan hotel dan bukan lobby. Mercure Jayapura sendiri tidak memiliki lobi yang besar, jadi pintu masuk ke hotel terdapat di dalam.

Pintu masuknya sendiri berada di bawah gedung.

Setelah saya masuk, saya pun langsung menuju ke area reception untuk melakukanproses check-in.

Walaupun saya hanya memperoleh upgrade 1 kategori (Superior ke Deluxe), dengan status Platinum di Accor, saya berhasil mendapatkan early check-in dan bisa langsung masuk ke kamar dari kurang lebih jam 8 pagi.

Area lobby Mercure Jayapura

Setelah check-in, saya pun mendapatkan kunci di dalam folder yang termasuk kupon welcome drink. Namun, saat saya bertanya, ternyata hotelnya sendiri tidak memberikan manfaat welcome drink bagi anggota elit jadi kupon ini hanya sekedar dekoratif saja.

Di lobi sendiri terdapat beberapa tempat duduk sekaligus etalase roti dan produk lokal kerjasama hotel.

Koridor untuk menuju ke kamar sendiri dilengkapi dengan beberapa dispenser air – lebih lengkapnya di bagian kamar.

Deluxe Room Mercure Jayapura

Jenis kamarDeluxe Room
Luas kamar26 m2
Ruang tamu terpisahTidak
Jenis kasur1 queen
Meja kerjaYa
SofaTidak
Kamar mandi1
Bak mandi/pancuranPancuran
MinibarYa, kosong
Akses loungeTidak
Lainnya

Saya memesan kamar tipe kedua terendah yaitu Superior seharga Rp689.760 nett per malamnya.

Berkat upgrade dengan status Accor Platinum, saya mendapatkan upgrade ke kamar Deluxe yang hanya sedikit lebih mahal dari kamar Superior. Pertimbangan utama saya saat memesan kamar Superior di awal adalah karena foto di situs Accor kamar paling standar dari hotel ini nampak sebagai kamar tanpa jendela, yang menurut saya relatif kurang nyaman.

Saya mendapatkan kamar lantai 9, tepatnya di kamar 903. Kamar ini merupakan corner room dengan pemandangan menghadap ke laut.

Kamarnya sendiri bisa dibilang cukup sederhana, namun relatif fungsional.

Tempat tidurnya sendiri cukup lebar untuk saya yang bepergian sendiri dan layaknya hotel kelas menengah lainnya, mereka hanya memberikan 2 bantal besar. Walaupun kasurnya sendiri kurang nyaman untuk saya, setidaknya saya masih bisa tidur kurang lebih 2 jam setelah tiba di hotel.

Kamar ini tidak memiliki area khusus minibar, jadi minuman (atau lebih tepatnya, bahan dan pengolah minuman karena tidak ada air) pun ditaruh di meja kerja bersama dengan direktori hotel.

Air minum sendiri bisa didapatkan di dispenser yang berada di koridor luar kamar.

Dispenser air untuk botol isi ulang di kamar.

Handuk mandi disediakan di luar dan sudah “disegel” di sebelah pintu masuk kamar mandi.

Kamar mandinya sendiri juga relatif standar untuk ukuran hotel bintang 3-4.

Amenity kamar mandiri sendiri menggunakan amenity standar merek Mercure.

Klosetnya bukan kloset cerdas, tapi setidaknya memiliki bidet.

Kamar mandinya memiliki 1 pancuran dengan dispenser sabun dan shampoo, dengan tekanan air yang kencang bahkan di lantai kamar tertinggi.

Kamar ini juga memiliki pemandangan menghadap ke laut yang cukup breathtaking, walaupun sayangnya tertutup oleh beberapa gedung perkantoran.

Mercure Jayapura Breakfast

Sarapan tersedia di restoran Lime di lantai 3. Karena saya memiliki status Platinum di Accor, maka sarapan diberikan secara gratis sebagai benefit dari status elit. Di hotel ini, sarapan gratis bisa didapatkan dengan cara:

  • Menjadi member Accor Live Limitless (ALL) dengan status Platinum
  • Menggunakan voucher sarapan gratis dari Accor Plus Indonesia

Restoran Lime memiliki bagian outdoor maupun indoor. Area outdoor sendiri memiliki pemandangan hingga ke laut maupun bukit, namun terhalang oleh gedung.

Sama seperti area outdoor, area indoor-nya juga sangat sepi sepanjang saya sarapan.

Karena Mercure sendiri merupakan hotel layanan terbatas dan masih dalam keadaan pandemi, alat makan disediakan dibungkus untuk di ambil sendiri.

Alat makan.

Makanan yang disediakan sendiri cukup lengkap, bahkan dengan 2 live station.

Walaupun variasinya cukup banyak, kualitas makannya sendiri relatif standar.

Contoh makanan sarapan di Mercure Jayapura

Fasilitas Lain

Hotel ini tidak memiliki fasilitas terlalu banyak; pada dasarnya, hotel ini hanya memiliki restoran, ruang fitness, dan ruang rapat.

Di lantai 2 terdapat ruang fitness yang tidak memiliki petugas dan cukup kecil; kira-kira seluas 1 kamar.

Kesimpulan

Bahkan dengan pengakuan elite benefit yang kurang memadai, posisi hotel Mercure Jayapura sebagai satu-satunya hotel jaringan global di Papua membuat hotel ini layak jadi pertimbangan kebutuhan akomodasi Anda ketika berkunjung ke Jayapura.

Secara keseluruhan, meskipun tidak memiliki terlalu banyak fasilitas, Mercure Jayapura bisa dikatakan merupakan hotel yang sudah cukup baik untuk standar kota Jayapura dan sudah memenuhi kebutuhan baik untuk perjalanan bisnis atau wisata (namun bukan untuk staycation).

Apakah Anda tertarik untuk menginap di Mercure Jayapura?
Share

6 comments
  1. wah kangen dengan Jayapura. terakhir ke sini tahun 2011, hotel paling bagus saat itu mungkin Swiss-Belhotel Jayapura.
    oh ya, kalo Swiss-Bel masih beroperasi, Mercure Jayapura bukan satu2nya hotel jaringan internasional di Papua.
    Kalo Aston bisa kita anggap jaringan internasional, masih ada Aston juga di sana.

    1. Halo Danny,

      Voucher sarapan bisa dipakai untuk sarapan kamar kedua, atau terkadang bisa juga untuk tambahan sarapan 2 orang di kamar utama.

  2. Sptnya kurang banget ya fasilitas hotelnya dibanding bbrp Mercure yang pernah saya inap.

    Kyknya lebih cocok sekelas Ibis ya. IMO

    1. Halo Hen,

      Betul, fasilitasnya memang sedikit terbatas dan terasa generik. Walaupun begitu, kalau dibandingkan dengan standar merek Ibis sendiri kamarnya terlalu besar dan bahkan hotelnya sendiri memiliki suite jadi mungkin posisinya diantara Mercure dan Ibis Styles (tentunya standar Ibis Styles juga memerlukan desain kamar yang jauh lebih kuat, sedangkan Mercure bisa lebih sederhana).

  3. Saya ada rencana booking hotel ibis budget di singapore. Apakah dengan booking tipe kamar yang room only , saya jg bisa mendapatkan free breakfast? Kebetulan saya juga sudah member accorplus platinum. Tq

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BoardingArea