Hotel Review: Frasers House, A Luxury Collection, Singapore (Marriott Bonvoy)

Di pertengahan bulan Mei 2026, saya kembali berkunjung ke Singapura dalam rangka memenuhi undangan dari Marriott International untuk mengikuti serangkaian acara media briefing Marriott Bonvoy mengenai “Loyalty Trends Report 2026”.

Kamar Presidential Suite dari Frasers House kebetulan adalah venue yang dipilih oleh Marriott International sebagai lokasi diadakan serangkaian event ini. Sebuah privilige bagi kami yang terundang menghadiri intimate event ini dan kami juga berkesempatan untuk mewawancarai John Toomey selaku Chief Commercial Officer, Asia Pacific excluding China (APEC) secara eksklusif.

Di kesempatan yang sama kami diundang untuk berkolaborasi lebih lanjut dengan menginap dan mengulas dua hotel terbaru milik Marriott International di negara ini. Hotel pertama yang akan saya ulas adalah Frasers House, a Luxury Collection, Singapore dan hotel berikutnya adalah Varel Singapore, a Tribute Portfolio.

Frasers House, a Luxury Collection, Singapore
Pendahuluan

Sedikit sejarah menarik dari Frasers House adalah hotel ini merupakan reflagged dari hotel ikonik yang dulunya bernama InterContinental Singapore. Hotel mewah dan terbilang legendaris untuk Singapura ini telah beroperasi selama tiga dekade sebelum akhirnya berubah nama dan operator menjadi Frasers House.

Mungkin beberapa dari Anda juga berpikir seperti saya yang merasa nama Frasers ini mengingatkan kepada brand Fraser Place, Fraser Suites, Fraser Residences, dan lain-lain. Rupanya Frasers House ini memang dimiliki oleh Fraser Hospitality yang merupakan indukan dari beberapa brand yang saya sebutkan tadi.

Frasers House: Dari hotel ikonik ke hotel ikonik berikutnya

Fraser Hospitality sejak semula adalah pemilik dari gedung ini dan kontrak dengan operator pendahulunya resmi berakhir di akhir tahun 2025. Marriott International menjadi operator berikutnya dan nama hotel diubah menjadi Frasers House yang masuk dalam bendera The Luxury Collection.

Brand The Luxury Collection merupakan tier brand hotel kategori mewah di program loyalti Marriott Bonvoy. Frasers House ini adalah hotel The Luxury Collection kedua di Singapura setelah The Laurus yang berada di Sentosa island yang juga terbilang baru (belum genap satu tahun pada saat ulasan ini dibuat).

Hotel ini adalah satu bagian dari mixed use development dari Bugis Junction yang merupakan salah satu mal revolusioner pertama di Singapura yang menggabungkan pusat perbelanjaan, office tower, hotel mewah, dan deretan shophouse bersejarah yang dilestarikan.

Fraser House juga terbilang sangat convenient bagi para tamu yang masuk ke Singapura melalui bandara Changi karena ia berada di komplek yang terhubung langsung ke MRT. Line Hijau (CG dan EW) akan membawa Anda dari Bandara Changi langsung ke perhentian bernama Bugis dan sampailah Anda di hotel ini melalui pintu yang tersambung dengan Bugis Junction.

Pintu akses masuk ke hotel dari sisi Bugis Junction. Papan nama masih belum terpasang

Saya ingin menambahkan bahwa memang kunjungan menginap ini adalah dalam rangka undangan resmi dari Marriott International, namun apabila Anda adalah anggota Titanium Elite Marriott Bonvoy seperti saya (atau Platinum Elite ke atas), maka beberapa keuntungan ini akan Anda dapatkan saat menginap di sini:

  • Satu kali complimentary penggunaan ruangan rapat di dalam Executive Lounge untuk satu jam tiap stay (dikenakan SGD120 per jam untuk tiap jam berikutnya)
  • Diskon 20% saat memesan menu à la carte di LUCE, Man Fu Yuan, dan The Lobby Lounge
  • Elite welcome gift dengan pilihan 1.000 bonus poin Marriott, pilihan makan ringan khas lokal, atau sarapan untuk dua orang
  • Garansi late check out pukul 16:00.
Frasers House: Check-In

Kebetulan saya sangat dimudahkan dengan transportasi menuju hotel saat itu, semua hal telah diurus oleh tim Marriott International termasuk airport transfer. Kami sampai di hotel sekitar pukul 16:00 disambut dengan petugas drop-off yang sayang sekali saya tidak ingat namanya (beliau adalah older gentleman yang sangat ramah dan murah senyum, padahal kami banyak berbincang-bincang di beberapa kesempatan berbeda loh!).

Selamat datang di Frasers House
Area drop-off

Kami dipersilahkan untuk memasuki lobi penerimaan yang berplafon pendek menuju ke meja penerimaan yang tengah kosong saat itu. Petugas sambil memberi kami dua botol air minum dengan sigap membantu proses registrasi.

Lobi utama
Lobi utama

Saya mendengar nama saya dipanggil dan mendapati tim hotel Frasers House dan Marriott International yang telah berkorespondensi dengan saya beberapa hari sebelumnya rupanya yang memanggil saya. Kami juga disambut oleh Mr. Klaus Christandl selaku General Manager dari Frasers House. Sebuah warm welcome yang terasa sangat spesial dari tim Marriott International.

Lobi utama

Usai registrasi dan berbincang-bincang dengan para hosts yang hangat ini, kami bergegas menuju ke kamar kami di lantai tujuh. Hari sudah mulai semakin sore dan saya prefer untuk segera mendokumentasikan kamar selagi masih ada cukup cahaya alami dan masih rapi tentunya.

Hotel ini masih belum mengalami proses renovasi besar-besaran semenjak berubah menjadi Frasers House maka dari itu banyak sekali komponen dari hotel ini essentially masih sama dengan hotel sebelumnya, sementara ini hanya dilakukan perubahan identitas saja. Menurut informasi yang saya dapatkan, Frasers House akan bertransformasi menjadi a true Luxury Collection hotel di masa mendatang.

Frasers House: Junior Suite

Kami di-assign ke kamar tipe Junior Suite bernomor 701 yang berada di lantai tujuh. Sebagai sebuah hotel mewah yang mengadopsi konsep old world luxury tentu saja disain hotel ini tidak mudah lekang waktu. Saya mendapati hotel yang terakhir direnovasi di tahun 2016 ini terlihat timeless, pun begitu tentu saja ada elemen-elemen yang sudah waktunya diperbarui.

Area elevator lantai tujuh
Hallway lantai tujuh
Kamar 701
Evacuation plan lantai tujuh

Tipe kamar Junior Suite ini berukuran 52 meter persegi dan didisain klasik kontemporer bernuansa putih tulang dan krem. Entryway dari pintu masuk menuju ke area ruang tamu dipergunakan untuk ditempatkannya lemari pakaian yang disambung dengan rak koper di satu sisi dan di sisi lainnya adalah kamar mandi.

Entryway

Lemari pakaian seperti hotel kebanyakan dipergunakan untuk menyimpan gantungan pakaian, bath robes, safe deposit box, slippers, laundry bags, alat setrika pakaian lengkap dengan mejanya, dan juga bantal tambahan.

Lemari pakaian beserta isinya
Rak koper

Di dalam kamar mandi tersedia single vanity, kloset, bath tub, dan ruang shower. Amenity kamar mandi terbilang lengkap namun saya sekali tidak tersedia bidet yang terbilang (sangat) penting untuk traveler dari Indonesia tak terkecuali saya. Saya juga tidak menemukan electrical socket untuk menggunakan mesin pengering rambut di sini.

Wear and tear tentu saja cukup lazim untuk hotel yang sudah 10 tahun belum direnovasi lagi, hal ini terlihat dari bath tub yang lecet-lecet di beberapa tempat.

Kamar mandi
Amenity mandi
Bath tub

Ruang shower menggunakan dua mode pancuran, yaitu mode air hujan dan mode genggam yang sayangnya tekanan airnya kurang kencang. Toiletries yang digunakan masih dari Byredo dengan nama wewangian Bal D’Afrique yang sinonim dengan toiletries untuk brand InterContinental sedunia. Sedikit informasi, hotel-hotel berbendera The Luxury Collection juga menggunakan Byredo namun dengan aroma yang khusus diformulasikan bagi brand hotel ini dengan nama aroma Le Chemin.

Ruang shower
Toiletries Byredo Bal D’Afrique

Area living room terasa nyaman dengan area tempat duduk bersofa proper, televisi, beserta sebuah meja kerja dan juga lemari mini bar. Menyusul di sore hari dan ditaruh di atas meja di ruang tamu ini adalah welcome amenity beserta dua welcome letter baik dari hotel maupun dari Ms. Stephanie Tang selaku Director of Public Relations & Marketing Communications yang telah banyak membantu mengkoordinasi semua aspek menginap ini.

Area living room
Area living room
Welcome amenity dan welcome letter

Mesin kopi kapsul beserta kopi kapsul dari Julius Meinl dan beberapa botol air minum ditempatkan di atas permukaan lemari mini bar. Di dalam lemari terdapat beberapa rak yang dipergunakan untuk menaruh teh dari TWG beserta pelengkapnya, cemilan ringan, piranti pecah belah seperti cangkir dan beberapa jenis gelas, teko elektrik, dan juga kulkas yang fully stocked dengan berbagai macam minuman berbayar.

Mesin kopi kapsul beserta kopi kapsul dari Julius Meinl dan beberapa botol air minum
Teh dari TWG beserta pelengkapnya dan juga makanan ringan yang merupakan bagian dari mini bar berbayar
Beberapa macam gelas
Teko elektrik dengan set cangkir dan makanan maupun minuman mini bar
Kulkas yang terisi penuh dengan minuman mini bar
Menu mini bar

Living room ini menyambung dengan area bed room dengan partisi yang tidak tertutup sepenuhnya. Kami menginap di kamar Junior Suite dengan dua ranjang berukuran queen yang terasa nyaman dan lega. Sebuah menu bantal ditaruh di atas salah satu kasur dan kami memesan satu bantal tambahan beserta sebuah body pillow (mirip guling).

Junior suite dengan dua ranjang berukuran queen
Area bed room
Menu bantal

Junior Suite yang kami tempati ini berada di sisi gedung yang memiliki pemandangan ke arah Bugis Junction yang mana apabila diperhatikan bagian atapnya terlihat sambung-menyambung dan merupakan atap dari shophouses yang dilestarikan,

Pemandangan dari kamar Junior Suite 701

Frasers House menyediakan turndown service tiap-tiap malamnya dengan meredupkan cahaya kamar, membuka selimut, menaruh air minum, dan slippers di dekat ranjang.

Setelah turndown service
Frasers House: Executive Lounge

Baik untuk diketahui bahwa untuk sementara waktu ini Frasers House memberi akses Executive Lounge untuk dua orang bagi para penyandang elit status Marriott Bonvoy Platinum Elite ke atas. Saya ingin menekankan bahwa akses ke Executive Lounge saat menginap di sebuah Luxury Collection hotel ini sebenarnya tidak diberikan secara gratis kepada anggota Platinum Elite ke atas. Ini bukanlah bagian dari keuntungan status elit program Marriott Bonvoy, jadi harap menyesuaikan ekspektasi Anda saat menginap di semua Luxury Collection yang memiliki fasilitas Executive Lounge.

Hotel ini sangat generous kepada anggota elitnya dengan policy gratis ke lounge yang tentu saja dapat berubah sewaktu-waktu. Executive lounge di Frasers House sejatinya hanya bisa diakses oleh para tamu menginap yang memesan kamar dengan akses ke lounge atau memesan tipe kamar suite (Junior Suite tidak serta merta mendapat akses gratis ke sini).

Executive Lounge
Executive Lounge

Gratis akses ke Executive Lounge untuk anggota elit ini juga diberikan kepada para tamu yang membawa hingga dua anak di bawah 12 tahun. Akses tambahan dikenakan sebesar SG$ 130 untuk dewasa dan SG$ 100 untuk anak-anak berumur 7 hingga 12 tahun.

Executive lounge berada di lantai dua dan beroperasi dari pukul 06:30 hingga 22:30 tiap-tiap harinya. Para tamu dapat menikmati sarapan (06:30-10:30), Afternoon Tea (15:00-17:00), dan Evening Cocktails (18:00-20:00). Lounge-nya nyaman, berukuran lega, dan pelayanan di sini terbilang sangat baik walaupun tidak terlihat ada banyak pekerjanya.

Executive Lounge
Executive Lounge
Executive Lounge
Executive Lounge
Afternoon Tea

Berikut adalah dokumentasi makanan yang ditawarkan saat Afternoon Tea.

Hidangan yang saya nikmati saat Afternoon Tea
Evening Cocktails

Berikut adalah dokumentasi hidangan makanan dan minuman saat Evening Cocktails.

Minuman beralkohol
Menu minuman
Hidangan yang saya nikmati saat Evening Cocktails
Frasers House: Restoran

Selama dua malam menginap kami sempat menikmati sajian makanan di beberapa dining venues yang dimiliki oleh hotel ini yaitu: sekali waktu afternoon tea di The Lobby Lounge, sarapan tiap pagi di The Breakfast Room, sekali waktu makan siang di LUCE, dan sekali waktu makan malam di Man Fu Yuan.

The Lobby Lounge

Jika saya ditanya bagian hotel mana yang menurut saya paling cantik dan dengan mudah saya akan menjawab ‘The Lobby Lounge’. Sesuai namanya, ia berada di sekitaran lobi hotel yang mengisi atrium utama di sisi Heritage wing. Area The Lobby Lounge ini berplafon tinggi dengan beberapa chandelier kristal tergantung di atas sofa-sofa nyaman.

The Lobby Lounge ini terasa nyaman, lega, dengan pencahayaan alami yang melimpah dan beroperasi dari pukul 09:30 hingga 22:30 tiap-tiap harinya.

Pajangan makanan dan minuman The Lobby Lounge
Bar di The Lobby Lounge
The Lobby Lounge
The Lobby Lounge
The Lobby Lounge
The Lobby Lounge
The Lobby Lounge

Beruntungnya kami diundang untuk menikmati sajian afternoon tea di hari kedatangan. Kami di-host oleh Ms Stephanie dan Ms. Zhi Yu Lim (Public Relations and Marketing Communications Manager) dan disuguhi serangkaian hidangan exquisite yang dinamakan ‘Atelier of Tea and Spice’.

Wah! Kami sangat menikmati sajian hasil karya chef dari The Lobby Lounge ini. Semua hidangan yang disuguhkan cocok dengan selera pribadi kami. Hasil kreativitas brilian yang tidak hanya cantik namun juga enak dimakan. Saya yang niatnya hanya ingin sekadar mencicip tiap-tiap jenisnya rupanya tidak bisa menahan diri dan tanpa sadar hampir menghabiskan semua makanan yang ada. So easy to eat!

Apakah saya menyarankan sajian ini? Jika memang Anda penggemar sajian afternoon tea semacam ini dan ingin menikmati makanan yang tidak jauh-jauh dari teh dan rempah-rempah, tidak ada salahnya Anda menikmati afternoon tea di The Lobby Lounge ini. Recommended!

Menu ‘Atelier of Tea and Spice’
‘Atelier of Tea and Spice’
‘Atelier of Tea and Spice’

Usai menikmati afternoon tea, kami dijadwalkan untuk mengikuti neighborhood walk yang dipandu oleh Mrs. Cathy Ross yang membawa kami mengeliling daerah sekitaran hotel seperti Bugis, Little India, dan Kampong Gelam. Sebuah pengalaman yang fascinating karena beliau menjelaskan secara jelas dan lucu mengenai sejarah Singapura beserta neighborhood sekitaran hotel.

The Breakfast Room

Makan pagi di hotel ini mengambil venue The Breakfast Room yang merupakan venue hybrid, dalam artian di luar jam sarapan (pukul 06:30 hingga 10:30) venue ini beralih nama menjadi LUCE yang menyajikan makanan Italia yang juga akan saya ulas setelah ini. Sarapan di The Breakfast Room disajikan sepenuhnya secara buffet dengan variasi yang tentunya lebih banyak apabila dibandingkan dengan sarapan di Executive Lounge.

Venue-nya berukuran relatif lega dan selama menginap kami tidak pernah mengalami kesulitan untuk mendapatkan meja.

Meja penerimaan The Breakfast Room
The Breakfast Room
The Breakfast Room
The Breakfast Room
The Breakfast Room
The Breakfast Room

Berada di dekat meja penerimaan terdapat sebuah ruangan kecil yang terasa sedikit secluded dan di dalamnya dipergunakan untuk memajang pilihan-pilihan pastries (seperti croissants, danish, pain au chocolat, dan lain-lain), sereal, biskuit dan roti bebas gluten, dan juga sajian olahan susu seperti yogurt yang ditaruh di dalam lemari chiller model showcase.

Di dekat ruangan semi tertutup terdapat counter top yang dipergunakan untuk memajang roti-rotian tawar dengan pemanggang dan pilihan-pilihan selai, mentega Isigny, dan pelengkap lainnya.

Konter roti
Pelengkap sajian roti

Sebuah meja panjang berada di area tengah ruangan dipergunakan untuk men-display charcuterie dan juga salad bar. Daun-daunan segar untuk salad dipajang sangat menarik karena para tamu dapat langsung menggunting sendiri sayuran hidroponik sehingga kesegarannya jelas terjaga. Menurut saya ini presentasi salad ini terlihat sangat unik dan rustic.

Konter charcuterie dan salad bar
Salad yang bisa langsung dipotong langsung
Langkah-langkah membuat salad bowl

Buah-buahan segar dan variatif diletakkan di dekat meja salad yang dipajang berlatar belakang partisi yang memisahkan area makanan dengan area tempat duduk para tamu. Di dekatnya terdapat konter minuman dengan beberapa pilihan jus buah chilled dan juga kopi tarik.

Konter buah
Konter minuman
Konter kopi tarik

Konter hot dish semuanya tergabung di sebuah area yang sama dan terbagi menjadi beberapa baris meja makanan dan di bagian terdalam terlihat para koki siap menyiapkan sajian telur sesuai keinginan (egg station) dan juga live cooking untuk hidangan signature seperti laksa dan sajian bakmi.

Area hot dish

Pilihan hot dishes di sini terbilang variatif dengan sajian makanan dari berbagai macam region. Terlihat adanya sajian Chinese lengkap hingga Dim Sum.

Hidangan khas melayu yang merupakan salah satu hidangan favorit saya yang sering disebut dengan nama Nasi Lemak juga disediakan di sini.

Tak lupa juga tersedia konter untuk makanan India yang terlihat cukup variatif.

Hidangan khas barat yang sering kita sebut sebagai American breakfast tentu saja juga disediakan selama sarapan dan ragamnya juga bervariatif.

Berikut adalah dokumentasi untuk konter live station-nya.

Di sudut ruangan terdapat konter makanan manis penutup seperti cake kecil dan juga mesin pembuat wafel maupun pancakes. Tersedia juga es krim dengan empat pilihan rasa dan beserta toppings yang tentunya menarik perhatian anak-anak kecil (dan juga saya!). Sayangnya saya tidak merasa es krim ini berkualitas tinggi sehingga saya tidak menghabiskan es krim yang sudah terlanjur saya ambil. 🙁

Berikut adalah hidangan-hidangan yang saya nikmati saat itu.

LUCE

Dining experience lain yang sempat kami nikmati selama menginap adalah makan siang ala buffet di LUCE. Seperti yang saya jelaskan tadi, LUCE dan The Breakfast Room adalah venue yang sama. Saat makan pagi berlangsung maka venue ini bernama The Breakfast Room dan mulai pukul 12:00 hingga tutup di pukul 22:00 bertransformasi menjadi LUCE.

Kami diundang untuk menikmati pengalaman buffet gastronomic yang sepertinya adalah sangat populer bagi warga Singapura. Makan siang di hari Kamis yang notabene bukan akhir pekan ini tak disangka-sangka terlihat sangat ramai. Lunch buffet ini dimulai di pukul 12:00 hingga 14:30 dan harga untuk di hari Senin hingga Jumat adalah SG$ 59++ (dewasa) dan SG$ 29++ (anak-anak), sedangkan untuk hari Sabtu adalah SG$ 69++ (dewasa) dan SG$ 30++ (anak-anak).

Lunch buffet di LUCE

Jika Anda menyukai sajian laut rebus dingin dengan saus cocktail, ini adalah surganya! Tersedia beberapa jenis seafood seperti crawfish, udang, mussels, siput laut, scallops, dan clams.

Berada di dalam ruangan kecil di bagian depan adalah area appetizer dingin, salad bar, charcuterie, sushi, dan sashimi.

Hidangan khas Italia tentunya tidak sempurna jika tersedia beberapa macam pizza kan? Di sini sediakan beberapa pilihan pizza dengan cita rasa otentik.

Hot dishes di sini memang didominasi oleh makanan Italia namun juga tersedia banyak makanan internasional seperti hidangan dari China, India, maupun khas lokal Singapura.

Sedangkan area dapur terbuka menawarkan hidangan live station berupa pasta, laksa, dan sate.

Juga tersedia carving station terpisah yang menawarkan hidangan ayam panggang dengan saus jamur.

Carving station

Konter makanan penutup di sini terlihat sangat menarik perhatian saya. Jauh berbeda dengan sajian saat sarapan, area meja dessert ini bertransformasi dengan berbagai macam hidangan manis dari cake, chocolate fondue, kue-kue manis tradisional, es krim, hingga bread pudding, cookies, maupun buah-buahan segar.

Man Fu Yuan

Save the best for last dan kini tiba saatnya menikmati sajian khas Kanton di Man Fu Yuan. Restoran yang disebut-sebut sebagai salah satu restoran Kanton terbaik di Singapura menurut Singapore Tatler ini adalah restoran yang juga menyajikan brunch untuk media briefing Marriott Bonvoy. Pada saat itu saya sudah sangat terkesan dengan kualitas dan presentasi dari makanan-makanan tersebut sehingga saat mengetahui bahwa kami juga akan dijamu di sini tentu saja membuat saya memiliki ekspektasi yang tinggi.

Chef Aaron Tan selaku Executive Sous Chef & Executive Chinese Chef menghampiri meja kami untuk mengucapkan selamat datang dan juga sekaligus menanyakan makanan apa saja yang ingin kami pesan. Beliau kemudian menanyakan apakah kami berkenan untuk menikmati sajian secara omakase style dan merupakan surprise set menu yang dipersiapkan langsung olehnya. Wah, tentu saja itu adalah ide yang lebih baik!

Saya mengira hanya akan menikmati makan malam secara kasual yang perhaps menghabiskan sekitar maksimal satu jam saja rupanya saya salah besar. Hidangan omakase yang disiapkan oleh Chef Aaron rupanya berlangsung lebih dari dua jam dan semua makanan yang disajikan sangatlah enak.

Tidak tanggung-tanggung, total dua belas jenis makanan (termasuk palate cleanser) disajikan dengan sangat cantik dan juga diimbangi dengan rasa dan kualitas bahan yang sangat memuaskan. Chef Aaron dengan atentif menghampiri meja kami setiap makanan disajikan oleh para waiter dan menerangkan makanan secara detil. Hidangan makan malam ini jelas masuk ke dalam hidangan khas Kanton yang sangat memorable untuk saya.

Lagi-lagi saya musti mengingatkan bahwa cita rasa sebuah makanan adalah sesuatu yang terbilang sangat subyektif namun apakah saya merekomendasikan Man Fu Yuan untuk Anda kunjungi, maka jawaban saya adalah ‘iya‘. Hands down.

Frasers House: Pusat Kebugaran & Kolam Renang
Pusat Kebugaran

Pusat kebugaran di Frasers House berada di lantai tiga dan beroperasi selama 24 jam. Seperti biasanya, untuk mengaksesnya diperlukan kunci kamar. Pusat kebugaran ini cukup lega dan dilengkapi dengan empat mesin treadmill, satu elliptical chair, dan satu sepeda stasioner. Tersedia juga alat-alat beban pulleys dan juga banyak sekali dumb bells berbagai ukuran.

Pusat kebugaran
Pusat kebugaran
Pusat kebugaran

Saya melihat adanya weight bags berbagai ukuran yang dipakai untuk olahraga Hyrox yang sangat hype sekarang ini. Pusat kebugaran ini juga menyediakan EMS (Electronic Muscle Stimulation) workout yang tidak pernah saya temukan di hotel-hotel lainnya.

Weight bags untuk Hyrox
EMS (Electronic Muscle Stimulation) workout

Sedikit terpisah dari ruangan olahraga terdapat sebuah ruangan kecil yang seperti-sepertinya diperuntukkan sebagai tempat untuk melakukan yoga atau peregangan otot. Pusat kebugaran ini juga menyediakan fasilitas sauna yang berada di dalam kamar mandi.

Studio untuk yoga ataupun peregangan otot
Sauna di dalam kamar mandi
Kamar mandi

Jika Anda ingin pergi ke area kolam renang, terdapat tangga menuju ke lantai empat langsung dari sisi dalam pusat kebugaran ini. Lokasinya berada di balik area minuman ini. 🙂

Area minuman dan buah
Kolam Renang

Kolam renang di Frasers House berada di lantai empat dan beroperasi dari pukul 07:00 hingga 22:00 tiap-tiap harinya. Kolam renang outdoor ini bisa dibilang tidak berukuran besar dan apabila saya menganggap sekitaran kamar maupun area lain terlihat klasik timeless maka sayangnya area kolam renang ini terlihat tua dan outdated.

Kolam renang
Kolam renang
Kolam renang
Palms Pool Bar
Penutup

Frasers House adalah hotel berbendera Luxury Collection kedua yang hadir di Singapura setelah beberapa bulan sebelumnya hadir terlebih dahulu hotel The Laurus yang berada di sekitaran Sentosa island. Berbeda dengan The Laurus yang merupakan sebuah resor maka Frasers House adalah sebuah ‘true‘ hotel perkotaan dan berlokasi strategis di sekitaran Bugis.

Frasers House adalah reinkarnasi dari hotel legendaris sebelumnya bernama InterContinental Singapore. Hotel ini tetaplah dimiliki oleh Fraser Hospitality dan hanya berubah operator hotel saja. Hotel ini per awal tahun 2026 resmi menjadi Frasers House, a Luxury Collection, Singapore di bawah naungan Marriott International.

Hotel ini juga merupakan venue diadakannya rangkaian media briefing Marriott Bonvoy yang membahas “Loyalty Trends Report 2026” dan PinterPoin terundang untuk mengikutinya. Inilah cerita di belakang layar mengapa saya berkesempatan mengulas hotel kali ini.

Frasers House, a Luxury Collection, Singapore

Hotel sebelumnya bisa dibilang adalah hotel legendaris di Singapura dan saya selama ini belum berkesempatan untuk menginap di sana maka dari itu saya tidak bisa membandingkan antara Frasers House dengan hotel sebelumnya.

Menurut saya, berikut adalah kelebihan dan kekurangan hotel ini murni berdasarkan pengalaman saya kala itu:

(+) The Luxury Collection yang berada di lokasi strategis di Singapura, sangat mudah dicapai dari bandara Changi dengan menggunakan MRT karena Anda tidak perlu berpindah-pindah line (line hijau). Hotel ini juga tersambung dengan pusat perbelanjaan Bugis Junction dan Bugis+

(+) Bagi Anda yang memiliki sertifikat Nightly Upgrade Award (NUA) dan ingin menggunakannya di hotel ini, opsi pilihan kamar upgrade terbilang sangat menarik dengan catatan Anda berhasil mendapatkannya tentunya 😉 Anda berkesempatan untuk mendapatkan upgrade ke tipe Specialty Suite yang mana merupakan satu tipe di bawah Presidential Suite yang merupakan tipe tertinggi

(+) Frasers House untuk sementara waktu ini memberikan akses gratis ke Executive Lounge untuk dua orang bagi anggota Marriott Bonvoy Platinum Elite ke atas. Hal ini terbilang generous karena akses ke lounge saat menginap di The Luxury Collection bukanlah salah satu keuntungan anggota-anggota tersebut. Lounge-nya juga nyaman dan tim yang bekerja di dalamnya juga excellent!

(+) Dining establishments di hotel ini menurut saya juga excellent. Sarapan di The Breakfast Room, makan siang di LUCE, afternoon tea di The Lobby Lounge, maupun hidangan khas Kanton di Man Fu Yuan semuanya terasa enak. Saya akan berusaha obyektif dan mencoba berbicara berdasarkan tingkat keramaian restoran LUCE di saat makan siang di hari weekday. Kami merasa hidangan Man Fu Yuan sangatlah enak dan meninggalkan kesan yang mendalam, tak lupa hidangan afternoon tea di The Lobby Lounge yang dinamakan ‘Atelier of Tea and Spice’ juga patut diacungi dua jempol


(-) Dikarenakan hotel ini adalah rebrand dari hotel yang sudah berumur sekitar tiga dekade dan tidak ada jeda saat transformasi dari hotel sebelumnya menjadi Frasers House maka semua hal dari hotel ini belum sempat dirombak. Hotel ini dijadwalkan untuk refresh di masa yang akan datang. Dikarenakan hotel ini mengadopsi classic luxury sehingga beberapa tempat terasa timeless dan fit dengan keseluruhan vibe brand The Luxury Collection, pun begitu ada bagian-bagian lain seperti kolam renang terlihat kuno dan perlu di-update disainnya.

Afternoon tea di The Lobby Lounge sangat saya sarankan

Usai dari Frasers House kami mengemas bagasi kami dan berpindah ke Varel Singapore yang merupakan hotel terbaru dari Marriott International di Singapura. Stay tuned untuk ulasannya!

Apakah Anda pernah menginap di Frasers House, a Luxury Collection, Singapore? Saya sangat terkesan dengan inisiatif nya untuk memberikan akses Executive Lounge kepada anggota elit Platinum ke atas, food and beverage establishments, dan juga servis nya. Bagaimana menurut opini Anda?

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.