Hotel Review: Four Seasons Hotel Jakarta (Era Covid-19)

Saya berkesempatan untuk menginap di Four Seasons Hotel Jakarta pada saat kami mengadakan MasterClass PinterPoin pada Desember 2020 lalu.

Tidak dapat dipungkiri bahwa pengalaman menginap di hotel kategori ultra luxury ini adalah salah satu pengalaman menginap terbaik saya di Jakarta.

Sampai hari ini, saya sudah menginap sebanyak 3 (tiga) kali di hotel ini dan setiap pengalaman menginap saya boleh dikata cukup positif sehingga saya rutin menginap di hotel ini setiap kali saya berkunjung ke Jakarta.

Lantas, apa yang membuat hotel ini spesial? Menurut saya pribadi: Desain, personal touch, dan luxury feeling. Jika Anda belum pernah menginap atau berkunjung di hotel ini, saya cukup yakin bahwa Anda akan mengatakan bahwa Four Seasons Jakarta adalah hotel termewah di Jakarta dari segala aspek.


Sekilas Informasi

Sesuai dengan namanya, Four Seasons Hotel Jakarta adalah hotel jaringan Four Seasons yang berlokasi di Jakarta, lebih tepatnya di kompleks Capital Place yang terletak di kawasan Jakarta Selatan. Hotel ini memiliki konsep all suites yang berarti semua dari kamar hotel ini adalah suites.

Walaupun tidak dapat dikategorikan sebagai hotel baru dikarenakan sudah beroperasi sejak tahun 2016 lalu (fun fact: hotel ini seharusnya beroperasi sebagai ‘St Regis Jakarta’ sebelum melakukan pergantian operator), hotel dengan 125 suites ini masih sangat terawat dan masih memancarkan kesan ultra luxury.

Berikut deskripsi hotel tersebut seperti yang saya kutip dari website Four Seasons:

“Located on one of Jakarta’s central arterial roads, our all-suite Hotel is an intimate oasis designed by Cesar Pelli where Jakarta’s fashionable elite come to work and play. As the centrepiece of award-winning Capital Place, we put you right in the heart of prime dining, shopping and exploration. Stop in for breakfast beneath a custom Lasvit chandelier in Palm Court, walk our curated collection of local art that tells the archipelago’s history, or take in the city at your own pace – starting with views from the wall-to-wall windows in your suite.”

Four Seasons Hotel Jakarta terletak di dekat pusat kota Jakarta

Dari bandara Soekarno-Hatta International Airport (CGK), perjalanan menggunakan mobil ke hotel ini memakan waktu kurang lebih antara 30 – 45 menit.


Hotel Review

 

Saya berangkat ke Four Seasons Hotel Jakarta setelah selesai mengajar MasterClass PinterPoin pada 13 Desember 2020 lalu. Perjalanan dari Aloft TB Simatupang memakan waktu kurang lebih sektiar 30 menit karena kondisi lalu lintas yang kurang mendukung.

Setibanya di depan hotel, beberapa staff hotel langsung dengan sigap membukakan pintu mobil dan menurunkan bagasi yang ada. Mereka juga menyambut saya dengan ramah dan memastikan proses pemeriksaan barang melalui x-ray, pendaftaran tamu, dan pengantaran ke area check-in berjalan dengan lancar.

Tampak depan Four Seasons Hotel Jakarta

Begitu menginjakkan kaki di kompleks hotel ini, Anda akan dimanjakan dengan pemandangan berupa grand stairway yang megah, langit-langit yang menjulang tinggi, dan berbagai fasilitas hotel yang beraneka warna.

Saya tidak tahu bagaimana Anda akan bereaksi, namun 50 langkah pertama saya di hotel ini membuat saya memiliki kesan pertama bahwa hotel ini adalah mewah diantara mewah. Jiwa misqueen saya kesulitan untuk mendeskripsikan kemewahan yang dipancarkan dari hotel ini sehingga jujur Anda harus mencoba sendiri menginap di hotel ini sendiri untuk memahami maksud saya 😉

Grand Staircase
Lobby hotel memiliki langit-langit yang sangat tinggi

Di lobby hotel, terdapat beberapa fasilitas sebagai berikut:

  • Palm Court adalah restoran dengan konsep all day dining. Pada pagi hari, restoran ini merangkap sebagai breakfast area
  • La Pattiserie (temporarily closed) adalah semacam bakery dan pattiserie dari hotel ini
  • The Library adalah tempat Anda bisa menerima tamu di lobby hotel. Desainnya sangat bagus dan instagrammable
  • Nautilus Bar adalah bar dari hotel ini yang berfungsi juga sebagai tempat cocktail happy hour jika Anda memesan kamar club premier atau keatas
Palm Court
Dekorasi di Palm Court sangat menawan
La Patisserie (temporarily closed)
Desain La Pattiserie tidak kalah menawan
The Library
The Library juga memiliki desain yang sangat autentik dan memancarkan kemevvahan
Sesuai namanya, terdapat berbagai buku (antik) di The Library
Terdapat banyak spot foto instagrammable seperti ini di The Library
Nautilus Bar
Nautilus Bar memiliki desain yang mewah dan autentik

Setelah puas berkeliling, saya memutuskan untuk check-in. Pada kunjungan saya yang pertama, staff dengan ramah menyambut saya dan menjelaskan berbagai fasilitas yang ada di hotel ini seperti fasilitas kolam renang yang harus di booking terlebih dahulu dalam rangka social distancing, restoran mana saja yang buka, dan sebagainya.

Pada kunjungan kedua yang berjarak sekitar 2 minggu dari kunjungan saya yang pertama, staff check-in mengingat nama saya dan bahkan meng-upgrade saya ke kamar suite yang lebih bagus yaitu suite dengan city view. Disinilah saya cukup terkesima dan pelan-pelan menjadi loyalis Four Seasons 🙂

Area check-in
Meja untuk menerima tamu check-in juga terkesan mewah

Pada kunjungan saya yang pertama, saya dialokasikan ke kamar 802 yang mana adalah kamar dengan residential view atau seringkali saya sebut slum view 😉 Anda akan tahu kenapa saya menyebutnya seperti itu nanti.

Di seluruh area hotel, Anda akan merasakan kemewahan dan dekorasi yang tiada duanya; Tidak terkecuali pada lift hotel ini yang mana menurut saya pribadi adalah lift termewah yang pernah saya lihat di tahun 2020 lalu.

Area lift hotel
Lift hotel terlihat sangat mewah dengan dominasi warna emas
Koridor menuju kamar
Saya menempati kamar 802 pada periode stay pertama

Kesan pertama saya pada kamar Four Seasons Hotel Jakarta ini adalah super-duper-mewah. Hotel ini benar-benar berada pada kelas yang berbeda dibandingkan dengan hotel-hotel di Jakarta yang pernah saya kunjungi sebelumnya.

Setiap dari kamar suites terbagi memiliki 3 ruangan utama yaitu kamar tamu yang dilengkapi dengan meja kerja, kamar mandi yang dilengkapi dengan walk in closet berukuran besar, dan kamar tidur yang mana justru adalah ruangan terkecil dari suites ini. Setiap dari kamar suite standar di hotel ini memiliki ukuran 62m2.

Kamar tamu
Meja kerja berukuran besar
Terdapat pintu partisi antara kamar tamu dengan kamar tidur
Kamar tidur
Kamar mandi
Bath tub
Shower room. Untuk bathroom amenity, mereka menggunakan Lorenzo Villoresi
Aneka bathroom amenity dan disinfektan
Walk in closet
Terdapat brankas tepat di tengah walk in closet

Jadi, bagaimana pengalaman saya menginap di hotel ini? Berikut beberapa poin yang bisa saya sampaikan:

  • Untuk ranjang, kasur mereka boleh dikata salah satu yang terbaik dan tidak kalah dengan Heavenly Bed dari Westin. Bantal mereka juga sangat pas dan memiliki aroma yang wangi. Tiga kali menginap di hotel ini, saya tidak bisa menemukan noda atau bau tidak sedap dari ranjang di kamar.
  • Untuk kamar mandi, tekanan air mereka terkadang bervariasi tergantung lantai namun rata-rata cukup baik. Pada periode menginap saya yang pertama, tekanan air sangat baik sedangkan pada yang kedua kurang baik sampai saya harus memanggil teknisi 😉 Untuk suhu air, shower maupun bath tub mereka bisa langsung mengaktifkan air sangat panas dalam hitungan detik saja.
  • Untuk kamar tamu, meja kerja mereka sangat nyaman dan ergonomis sedangkan sofa malas (lihat gambar dibawah) mereka bisa digunakan untuk tidur-tiduran atau bersantai. Saya terutama menyukai sofa tersebut.
  • Hal-hal lain yang saya sukai dari kamar ini: kualitas TV yang jernih dan lengkap, bath amenity yang sangat sangat berkelas (Lorenzeo Villoresi), dan kondisi kamar yang masih sangat terawat dan tidak ada tanda-tanda wear and tear sama sekali.
Sofa malas yang menjadi spot favorit saya bersantai

Dekat dengan pintu masuk, terdapat meja yang bisa Anda gunakan untuk bersolek ataupun menaruh perangkat elektronik.

Meja untuk bersolek

Sayangnya, satu hal yang mungkin sangat kontras dari kemewahan yang terpancar dari seluruh aspek hotel ini mungkin adalah air minum yang disediakan.

Anehnya, mereka menggunakan air minum dengan merk ‘Oasis’ yang mana air minum ini justru sering ada di hotel bintang 2 atau bintang 3. Mungkin mereka memiliki kerja sama khusus atau salah satu owner hotel ini merupakan pemilik pabrik air minum tersebut. Saya mengekspetasikan setidaknya Aqua atau Aqua reflection untuk hotel sebagus ini.

Di laci tepat di bawah coffee machine, terdapat snack bar dan kulkas. Kondisi keduanya sangat bagus dan tidak ada bau maupun noda sama sekali.

Snack bar
Kulkas yang merangkap sebagai mini bar

Di lemari yang terletak di sebelah meja bersolek, terdapat papan setrika yang bisa Anda gunakan untuk…. menyetrika baju Anda tentunya.

Ironing board

Di awal, saya sempat menceritakan bahwa kamar dari Four Seasons Hotel Jakarta ini memiliki 2 jenis view yaitu residential view dan city view. Berikut kurang lebih penampakan kamar yang memiliki residential view (saya lebih suka memanggilnya slum view karena perbedaan yang drastis dengan kondisi kamar Four Seasons saya 😉

residential view

Fasilitas

Salah satu lokasi paling iconic dari Four Seasons Hotel Jakarta mungkin adalah kolam renangnya.

Untuk bisa menggunakan kolam renang, Anda harus menginformasikan terlebih dahulu kepada pihak hotel bahwa Anda ingin menggunakan fasilitas tersebut. Kolam renang dari hotel ini sendiri tutup pada pukul 17.00 jadi Anda harus merencanakannya dengan baik jika Anda memang ingin berenang di sore hari.

Kolam renang Four Seasons Hotel Jakarta

Di sekeliling kolam, terdapat sejenis gazebo dan kursi malas yang bisa Anda gunakan untuk berjemur ataupun bersantai.

Gazebo
Kursi malas yang bisa digunakan untuk berjemur

Di area kolam renang, terdapat juga sejenis balkon yang bisa Anda gunakan untuk menikmati pemandangan ataupun berjemur dengan lebih ekstrim (saya yakin banyak bule menyukainya).

Balkon yang terletak di area kolam renang
Mat yang bisa Anda gunakan untuk berjemur
Anda bisa melihat kolam renang dari balkon
View kota Jakarta yang memukau dari balkon

Hotel ini juga memiliki fasilitas Spa dan Gym. Sayangnya, dikarenakan masih PSBB, fasilitas Spa dari hotel ini masih tutup sampai dengan waktu yang tidak ditentukan. Untuk Gym, entah kenapa saya tidak bisa menemukan file foto Gym di Four Seasons Hotel Jakarta, jadi saya terpaksa harus mengambil dari sumber lain.

Gym hotel. Kredit: Pointswise.ca

Hotel ini juga memiliki banyak spot yang instagrammable. Salah satu favorit saya adalah halaman di luar Palm Court yang bisa juga digunakan sebagai breakfast area untuk mereka yang merokok.

Outdoor area untuk breakfast
Indoor breakfast area untuk orang yang merokok
Bahkan di ruang yang simpel inipun, terpancar kemewahan khas Four Seasons
Gazebo untuk bersantai

Penutup

Four Seasons Hotel Jakarta mendefisinisikan ‘mewah’ di kata ‘kemewahan’. Hampir tidak ada aspek dari hotel ini yang tidak memancarkan kemewahan dari pertama Anda menginjakkan kaki di hotel ini sampai dengan ketika Anda check-out.

Mungkin Anda bertanya, mengapa saya menginap sebegitu seringnya di Four Seasons Hotel Jakarta padahal saya memiliki status elit di berbagai jaringan hotel lainnya? Jawabannya adalah karena hotel ini bisa ditebus menggunakan Asia Miles.

Diluar itu, jujur hampir tidak ada hotel di Jakarta yang tingkat kemewahannya menyerupai atau bahkan mendekati Four Seasons Hotel Jakarta ini. Jadi dalam 4 kata, saya akan mendeskripsikan hotel ini dengan kalimat “Mewah, Mewah, dan Mewah”

Bahkan Raffles Jakarta atau Ritz Carlton (Kuningan maupun Pacific Place) yang juga hotel dengan konsep all suites tidak bisa memancarkan kemewahan semewah hotel ini.

Benar-benar tidak ada kata-kata yang tepat untuk mendiskripsikan Four Seasons selain ‘mewah’. Jika hotel ini tidak berhasil memukau (impress) diri Anda, maka mungkin tidak ada hotel di Jakarta yang bisa meng-impress Anda. Sesimpel itu.

Four Seasons Hotel Jakarta adalah epitome dari kemewahan

Secara pribadi, saya menyukai hotel ini karena pelayanannya yang dipersonalisasi, kemewahan yang tiada duanya, kamar suite yang hampir tidak ada kekurangannya, dan bath amenity-nya. Jika Anda ingin merasakan kemewahan yang tiada banding, maka Four Seasons Hotel Jakarta adalah rekomendasi pertama saya

 

(+) Personalized approach, kualitas kamar, bath amenity, kolam renang yang sangat iconic, desain dan kondisi kamar, bisa ditebus menggunakan Asia Miles

(-) Breakfast, ditiadakan/dibatasinya beberapa fasilitas (e.g. layanan antar-jemput menggunakan mobil mewah ke Pacific Place; Pembatasan penggunaan kolam renang, dsb)

.

Apakah Anda tertarik untuk menginap di Four Seasons Hotel Jakarta?

 

P.S: Untuk breakfast, saya sempat memesannya sekali namun entah kenapa seperti foto di gym, hampir seluruh foto yang ada di laptop saya hilang. Harga breakfast yang ditawarkan adalah 380++ per orang dan menurut saya pribadi tidak worth it. Saya tidak merekomendasikan breakfast di hotel ini.

Share

6 comments
  1. sangat setuju,

    saya pernah 1x menginap di hotel ini didapatkan dari 20 juta voucher citi stamp periode 2019 lalu, dan memang top notch. hotel termewah di jakarta.

    saya tidak dapat menemukan di hotel lain yang hingga sampai pagi, kamarnya benar2 gelap gulita dan AC nya sama sekali tidak menimbulkan bunyi sama sekali. kacanya juga soundproof, tidak ada bunyi apapun dari luar yang saya dengar. saking sunyinya sehingga saat malam hari saya dapat mendengar detak jantung saya sendiri.

    atau ada rekomendasi dari tim PP hotel mana yang bisa gelap gulita sampai pagi dan tidak ada suara sama sekali kamarnya?

    1. Alv,

      Mungkin The Westin Jakarta ya? tapi kamar paling atas dimana jauh lebih sunyi karena Anda tidak bisa mendengar suara kendaraan yang lalu lalang.

  2. Menurut Saya , Four Seasons Jakarta ini memang sangat solid di Furnishing dan Interiornya tapi kalo untuk bathroom and bedroom amenities sangat kurang . Sekelas suites mereka tidak setup Face Towel , dan hanya satu Hand Towel , kemudian tidak ada mouthwash dan nail kit. saya asumsikan semua on request .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BoardingArea