Flight Review: Cathay Pacific First Class Boeing 777-300ER Tokyo Haneda – Hong Kong

Jika Anda rajin mengikuti PinterPoin, Anda pasti tahu bahwa Cathay Pacific First Class merupakan salah satu kabin pesawat yang saya ingin coba di tahun 2020 ini.

Kebetulan sekali saya akhirnya memiliki kesempatan untuk terbang di kabin tersebut untuk rute Tokyo – Hong Kong. Saya menebus dengan 56.600 Asia Miles dan 857 HKD (±1,55 juta Rupiah) untuk penerbangan HND – HKG (First Class) dan HKG – SUB (Business Class).

Tax & surcharges dari Cathay Pacific cukup tinggi

Flight Review

Nomor Penerbangan: CX549

Jenis Pesawat: Boeing 777-300ER 

Rute: Tokyo Haneda (HND) – Hong Kong (HKG)

Tanggal: Senin, 17 Februari 2020

Waktu Berangkat: 16:10

Waktu Tiba: 20:20

Durasi Penerbangan: 5 jam 10 menit 

Kursi: 1K (Window)

.

Karena penerbangan saya adalah penerbangan sore hari namun hostel saya tidak memperbolehkan late check-out, maka saya segera meluncur ke airport Tokyo Haneda sekitar pukul 11 siang; 5 jam lebih awal dari jadwal penerbangan karena jujur saya sangat excited untuk penerbangan ini.

Konter check-in first class dan OneWorld Emerald

Proses check-in berlangsung lancar dan ground crew menginformasikan saya bahwa kabin first class di penerbangan saya ini terisi penuh (6 dari 6). Saya cukup bingung karena Jepang sedang sepi-sepinya akibat wabah virus corona namun first class masih terisi penuh, wow.

Saya juga memperoleh undangan ke Cathay Pacific lounge, namun airport lounge ini tidak terasa spesial karena mereka menggabungkan business dan first class lounge di satu tempat.

Jika Anda mau mencoba airport lounge yang eksotis dan benar-benar terasa eksklusif, Anda harus berangkat dari Hong Kong.

Cathay Pacific lounge Haneda Airport

Saya tidak akan membahas Cathay Pacific lounge Haneda Airport di sini, akan ada artikel sendiri untuk hal itu 🙂

Saya tiba kurang lebih 45 menit sebelum boarding dan sekali lagi, saya merasa penerbangan ini seharusnya agak sepi namun entah kenapa first class masih terisi penuh.

Penumpang First Class dan OneWorld Emerald diperbolehkan boarding pertama
Penumpang first dan business class memiliki akses garbarata sendiri

Kursi

Kabin first class Cathay Pacific memiliki seat configuration 1-1-1. Setiap kursi first class memiliki meja samping yang bisa Anda gunakan untuk menaruh barang/makanan, IFE, sandaran kaki dengan kompartemen, dan gantungan baju.

Kabin First Class Cathay Pacific memiliki seat configuration 1-1-1
Penampakan kursi First Class Cathay Pacific dari atas
Kursi First Class Cathay Pacific
Penampakan Kursi 1K yang mana adalah kursi saya
Meja samping tempat menaruh barang/makanan
Sandaran kaki & IFE yang sangat lebar
Kompartemen yang bisa digunakan untuk menaruh carry-on
Lemari kecil di sebelah IFE yang bisa digunakan untuk menggantung baju

Tidak lama setelah saya duduk, cabin crew dengan sigap menawarkan welcome drink untuk saya. Tentunya saya memilih Sampanye 😉

Sampanye Cathay Pacific First Class – William Deutz

Setelah menikmati beberapa teguk sampanye, saya kemudian melanjutkan proses mengambil foto kabin ini.

Headset BOSE    
Bantal merek Bamford yang sangat (sangat) lembut

Pesawat lepas landas tepat waktu dan setelah berada di ketinggian beberapa ribu kaki di atas awan, saya mencoba mengaktifkan fitur wi-fi diatas pesawat.

Cathay Pacific menyediakan fitur wi-fi gratis untuk penerbangan long-haul first class namun untuk penerbangan short ataupun medium haul, Anda harus membayar untuk bisa menggunakan fitur wi-fi. 

Harga in-flight wifi Cathay Pacific

Saya membeli paket wi-fi untuk penerbangan 6 jam atau kurang seharga 12.95 USD karena memang penerbangan saya hanyalah 5 jam dan 10 menit.

Anda tahu apa? kualitas wi-fi dari Cathay Pacific sangat bagus. Koneksi internet selama di udara sangat cepat dan tidak pernah terputus sekalipun. 12,95 USD (sekitar 180 ribu Rupiah) untuk 6 jam terasa sangat murah jika Anda mengetahui kualitas koneksi internet mereka 😉

.

Soft Product

Pelayanan yang diberikan Cathay Pacific untuk penumpang First Class mereka sangat flawless, terutama untuk purser Aya dan in-flight-manager Megumi.

Mereka berdua boleh dikata merupakan kru yang sangat fantastis karena sangat proaktif dan memberikan personal touch yang tidak bisa dilupakan. Sebagai contoh:

  • Karena saya berada di kursi 1K yang berada di bagian kanan pesawat, mereka memberitahukan saya bahwa akan memiliki kesempatan melihat Gunung Fuji dari atas pesawat.
  • Karena saya mengambil banyak foto, mereka secara aktif menawarkan diri untuk mengambil foto saya untuk diabadikan.
  • Gelas sampanye saya tidak pernah kosong (which is a good thing)
  • Mereka menanyakan kualitas setiap makanan yang saya konsumsi. Jika ada yang saya sukai (seperti canapes ataupun dessert), mereka akan menanyakan apakah saya mau tambah lagi 🙂

Sayangnya selain mereka berdua, kru Cathay Pacific lainnya tidak se-impresif mereka. Meskipun begitu, pelayanan Cathay Pacific boleh dikata sangat over-the-top.

View Gunung Fuji ini pasti terlewat jika saya tidak diinformasikan oleh Aya/Megumi
Berfoto di kabin first class Cathay Pacific yang spesial

Cabin crew juga sangat aktif dalam menjaga kebersihan kabin (terutama toilet). Saya banyak mondar-mandir ke toilet karena #terlalubanyakminum namun tidak pernah sekalipun saya melihat kondisi toilet dalam kondisi kurang terawat.

Lavatory kabin First Class Cathay Pacific
Bamford toiletries di lavatory

Hidangan

Karena penerbangan ini adalah penerbangan sore dan tiba pada malam hari di Hong Kong, maka pihak maskapai menyajikan makan malam (dinner) dengan konsep full course.

Terdapat 2 pilihan hidangan yaitu western full course lengkap dengan cheese set Atau Japanese meal full course.

Karena penerbangan ini berasal dari Jepang, maka saya lebih memilih japanese meal full course dengan pertimbangan katering yang asli dari Jepang sehingga kualitasnya tidak perlu diragukan lagi.

Menu book
Pilihan hidangan – western
Pilihan hidangan – Japanese
Pilihan sampanye ataupun wine
Pilihan cocktail maupun signature drinks
Meja untuk menaruh hidangan
Canapes yang SANGAT estetis dan nikmat (8/10)
Appetizer (8/10)
Braised dish (9/10)
Main dish yang cukup nikmat (7/10)

Kesan saya terhadap hidangan Cathay Pacific First Class adalah: They look great, and they taste good!

Setiap dari hidangan disusun sedemikian rupa sehingga mereka menyerupai instalasi seni namun tidak mengesampingkan faktor rasa. Mungkin inilah eye candy versi makanan pesawat 🙂

Saya secara pribadi sangat menyukai canapes dan broiled dish dari Japanese meal ini. Untuk hidangan utama-nya, rasanya hanya sekedar oke, mungkin akibat miso yang digunakan sebagai saus untuk ikan-nya tidak seenak miso yang digunakan di JAL.

Dessert – salted caramel parfait (9/10)
Dessert – strawberry dacquoise (7/10)

Untuk dessert, saya tidak akan ragu merekomendasikan salted caramel parfait jika Anda berkesempatan untuk terbang di First Class Cathay Pacific.

Saya sendiri menghabiskan 2 parfait selama penerbangan dan sudah tidak peduli dengan berat badan ketika saya mengkonsumsi dessert super lezat tersebut.

Lain-lain

Setelah (sangat) kenyang makan tiada henti, saya memutuskan untuk tidur setelah mengubah kursi saya menjadi full flat bed.

Kursi yang diubah menjadi full flat bed

Anehnya, ketika saya meminta turndown service, pihak cabin crew mengatakan bahwa tidak ada turndown service untuk penerbangan ini. Mungkin karena wabah virus corona atau memang Cathay Pacific tidak menyediakan turndown service untuk penerbangan short/medium haul.

Apapun itu, saya masih dapat tidur sore dengan cukup pulas karena kualitas kursi dan bantal-nya yang sangat nyaman. Saya hanya terbangun ketika penerbangan sudah akan mau landing sekitar 30 menit sebelum jam 8 malam waktu Hong Kong.

View di bandara Hong Kong

Setelah pesawat mendarat dengan sempurna, cabin crew sekali lagi mengucapkan terimasih karena telah memilih Cathay Pacific di tengah krisis wabah Corona ini.

Saya secara pribadi mengucapkan terima kasih kepada Aya dan Megumi untuk penerbangan yang sangat spektakuler ini dan berharap akan bisa bertemu mereka lagi suatu saat ketika semua ini sudah berlalu.

Penutup

Cathay Pacific First Class adalah produk yang sangat fantastis bahkan pada penerbangan medium-haul sekalipun.

Menurut saya pribadi, penerbangan Cathay Pacific First Class adalah penerbangan first class yang sangat well-balanced. Mereka tidak memiliki aspek yang sempurna (10 dari 10) namun hampir seluruh aspek di penerbangan ini dapat diberi skor 9 dari 10. 

Sebagai contoh:

  • Mereka memiliki in-flight wi-fi yang sangat cepat dan sangat baik…..tetapi Anda harus membayar untuk hal tersebut. (Garuda Indonesia dan Singapore Airlines memberikannya secara gratis).
  • Hard product mereka sangat baik….tapi anehnya mereka tidak menyediakan turndown service. Sebagai perbandingan, Singapore Airlines memberikan turndown service bahkan pada penerbangan yang lebih singkat.
  • Kualitas hidangan yang disajikan dari awal hingga akhir sangat baik, tapi mereka bukan yang terbaik (yang terbaik sejauh ini masih Garuda Indonesia).
Saya sudah tidak sabar untuk terbang di Cathay Pacific First Class (lagi)

Mengingat Asia Miles mudah dikumpulkan terutama apabila Anda memiliki kartu kredit CIMB Niaga JCB Ultimate, maka tidak ada salahnya Anda mencoba terbang di Cathay Pacific First Class untuk sebuah pengalaman yang tidak terlupakan 😉

Bagi saya pribadi, penerbangan ini mengingatkan saya mengapa saya terjun di dunia poin & miles in the first place.

.

Apakah Anda tertarik untuk terbang di Cathay Pacific First Class?

.

P.S: Anda bisa membaca review lain penerbangan Cathay Pacific First Class di sini

Share

4 comments
  1. Mohon info, Pak, bagaimana cara redeem miles dari rute Jepang ke Surabaya? Saya mencoba mencari rute tsb tetapi tdk ada. Apakah dr Asiamiles? Krna kalo saya mencari one way HND ke HKG dan HKG ke Surabaya, miles nya juga lebih tinggi. Trims.

  2. Hi pak Edwin, saya mencoba untuk redeem rute seperti ini dengan mengunakan multi-city tapi tidak ada opsi untuk beda kelas kabin per sektor. Apa harus lewat call center atau opsi ini sudah ditiadakan ?

    Thank you

    1. Gita,

      Gunakan fitur ‘chat’ di Asia Miles ataupun Cathay untuk menanyakan ketersediaan rute tersebut. Memang Asia Miles sejak ‘merger’ dengan Cathay jadi kacau sekali sih sistemnya. Sementara saya hanya mengandalkan chat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BoardingArea