Flight Review: ANA Business Staggered Boeing 787-9 Jakarta – Tokyo Haneda

Saya berkesempatan untuk mengunjungi Jepang sebanyak 2 kali di bulan Februari lalu. Kebetulan, salah satu dari penerbangan tersebut adalah di ANA business class staggered sehingga saya menyempatkan waktu untuk mengulasnya.

Jika Anda lupa, terakhir kali saya hanya sempat mengulas kursi business cradle dari ANA akibat penerbangan keberangkatan saya diubah dari ANA menjadi JAL akibat taifun Faxai.


Flight Review

Nomor Penerbangan: NH856

Jenis Pesawat: Boeing 787-9

Rute: Jakarta (CGK) – Tokyo Haneda (HND)

Tanggal: 29 Februari 2020

Waktu Berangkat: 21.45

Waktu Tiba: 06.50

Durasi Penerbangan: 7 jam 5 menit

Kursi: 7A (Window)


Hard Product

Penumpang kelas bisnis ANA yang berangkat dari Jakarta bisa memilih akses ke lounge Garuda Indonesia atau Saphire Plaza Premium lounge. Saya tidak akan mengulas airport lounge karena bro Vincent sudah pernah mengulasnya. Anda bisa baca review-nya di sini.

ANA NH856 dijadwalkan berangkat pada pukul 21.45
Seat configuration di pesawat ini adalah 1-2-1
Window seat ada yang dekat dengan jendela ada yang dekat dengan lorong

Seperti pada gambar diatas, kabin ANA business staggered memiliki seat configuration 1-2-1 dan berselang-seling. Khusus untuk window seat, ada kursi yang dekat dengan jendela dan ada kursi yang dekat dengan lorong (aisle).

Apabila Anda traveling sendirian dan menginginkan privasi yang lebih baik, maka window seat yang dekat dengan jendela bisa menjadi pilihan utama Anda. Berikut sedikit panduannya:

Kursi 3A, 7A, 2K, 4K, 6K, dan 8K ideal untuk solo traveler

Perlu Anda ketahui bahwa meskipun sama-sama menggunakan pesawat Boeing 787-9, terkadang kabin business class staggered dari ANA memiliki layout yang sedikit berbeda tiap pesawatnya. Oleh karena itu, tidak ada salahnya Anda mengeceknya lewat seatguru.

Kursi 7A
Kursi 7A – tampak samping
In-Flight Entertainment (IFE) dan kolong untuk menaruh barang kecil
Banyak kursi kosong di kelas bisnis pada penerbangan ini.

Penerbangan ini sendiri terasa sangat sepi karena saya menghitung hanya tujuh dari beberapa puluh kursi kelas bisnis yang terisi. Tidak mengejutkan karena pada saat saya berangkat, epidemi corona sudah mulai heboh dan mewabah di Jepang.

Btw, kualitas dari bantalan maupun sandaran dari kursi sendiri tidak jauh berbeda dengan produk business cradle-nya. Bedanya, kursi business staggered ini bisa diubah menjadi full flat bed dan Anda diberikan sejenis matras tambahan untuk kenyamanan ekstra.

Matras tambahan yang menambah kenyamanan tidur
ANA menggunakan headset merek Panasonic yang sangat jernih
Kantong amenity kit dari ANA
Isi amenity kit dari ANA
Selimut untuk tidur yang sangat lembut

Sekitar 1 jam setelah penerbangan lepas landas, cabin crew meredupkan lampu di kabin. Merasa sedikit lelah namun masih ingin ngemil, saya memutuskan untuk tidur-tiduran sambil menunggu kudapan ringan malam hari. 

kursi business staggered bisa diubah menjadi full flat bed

Soft Product

Saya harus akui saya sedikit blunder dalam memilih makanan pada penerbangan ini.

Alih-alih puas dengan menu reguler, saya bereksperimen dengan memesan seafood meal pada penerbangan ini secara online. Rasanya bisa saya rangkum dalam 3 kata: “Sangat Tidak Enak

Buku menu
Menu – Sake & Shochu
Menu – makanan
Aromatic Karubozu yang wajib Anda coba jika terbang di ANA
Anda bisa menonton sambil menyantap kudapan ringan sebelum tidur. Kualitas IFE sendiri sangat bagus.
Seafood sandwich yang rasanya sangat aneh dan tidak cocok dengan lidah saya. (2/10)

Jika Anda memilih special dietary menu seperti saya (ya, seafood meal merupakan opsi ‘special dietary menu’), maka kudapan di malam hari dan breakfast di pagi hari akan disesuaikan dengan pilihan Anda.

Saya merekomendasikan Anda untuk tidak memesan seafood meal pada penerbangan ini. Memang sekilas namanya terdengar keren dan saya mengekspetasikan menu yang penuh dengan hidangan laut nan lezat…..tapi ekspetasi itu tidak terpenuhi sama sekali.

Seharusnya menu ini ditulis seafood bland (hambar) meal dan bukan seafood meal karena jujur makanan ini hampir tidak memiliki rasa sama sekali. Boleh dikata sejauh ini, hidangan seafood meal ini merupakan hidangan kelas bisnis terburuk yang pernah saya rasakan.

Disinilah saya menyesal kenapa saya bereksperimen terhadap hidangan ANA yang sudah lezat dari awal.

Seafood meal dari ANA yang hambar (3/10)

Untuk cabin crew, mereka sangat ramah dari awal hingga akhir dan pelayanan yang diberikan sangat profesional. Namun, sekali lagi, saya merasa mereka sedikit agak kaku persis seperti penerbangan saya sebelumnya. Responsif?-ya ramah?-ya personal touch?-tidak

Saya sendiri tidak mempermasalahkan hal tersebut karena saya banyak menghabiskan waktu di penerbangan ini dengan tidur (terimakasih alkohol). Ketika saya bangun, cabin crew mempersiapkan breakfast saya dan tidak lama berselang, pilot mengumumkan bahwa penerbangan ini akan segera mendarat.

Sunrise view pesawat saya dari bandara Haneda

Penutup

Tidak dapat dipungkiri bahwa produk business staggered dari ANA jauh lebih superior dibanding dengan business cradle-nya.

Perbedaan utama dari kedua jenis kursi ini terletak pada kursi yang bisa diubah menjadi fully flat bed, kualitas dan ukuran In-Flight-Entertainment (IFE), dan tentunya privasi yang ditawarkan.

Selain itu, jadwal penerbangan yang lebih ‘bersahabat’ membuat saya lebih merekomendasikan penerbangan ini dibandingkan dengan penerbangan ANA dari Jakarta satunya yang berangkat pada pukul 7 pagi. Secara pribadi, saya lebih memilih tiba di Jepang di pagi hari dengan tubuh yang segar.

Untuk soft product, saya tidak merasakan banyak perbedaan antara penerbangan ini dengan penerbangan ANA saya sebelumnya. Kru sangat ramah dan akomodatif terhadap permintaan saya.

Last but not least, jangan mengulangi kesalahan saya dalam memesan makanan. Kecuali apabila Anda memiliki alergi atau dietary restriction, maka katering dari ANA sudah sangat nikmat dan tidak perlu diganti-ganti lagi 😉

.

Apakah Anda pernah mencicipi business staggered dari ANA?

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BoardingArea