Seri post kali ini akan menjadi trip report ketiga saya sejak bergabung dengan PinterPoin. Sesuai dengan judulnya, trip kali ini merupakan kisah saya yang tidak terlupakan karena saya mengalami hal yang sangat tidak terduga dalam perjalanan saya ke Jepang.

Bagi Anda yang mengikuti Instagram @PinterPoin pada awal September lalu, Anda mungkin masih ingat kisah saya yang ‘secara tidak terduga’ mengalami perubahan pesawat dari ANA menjadi JAL dikarenakan Taifun Faxai membuat hampir seluruh penerbangan di bandara Tokyo Haneda lumpuh. Berikut kronologinya:

  • 5 jam sebelum penerbangan, saya mendapat notifikasi via email bahwa penerbangan ANA saya dibatalkan akibat Taifun Faxai.
  • Setelah menghubungi pihak tour & travel dan ANA, solusi yang didapat adalah saya akan dipindahkan ke penerbangan ANA.keesokan harinya pada pagi hari. Penerbangan tersebut berangkat pada pukul 7 pagi dan pesawat yang digunakan adalah Boeing 787-8 dengan seat configuration 2-2-2 yang notabene ‘tidak spesial’.
  • Saya mengambil tawaran tersebut karena tidak ada opsi lain namun merasa ‘tidak puas’ terutama karena saya akan me-review 2 penerbangan yang sama persis jika saya mengambil opsi tersebut.
  • Frustasi, saya merenung dan memikirkan langkah selanjutnya. Ini adalah periode di mana saya berpikir kritis dan mencari informasi sebanyak-banyaknya. Seumur hidup, saya belum pernah mengalami flight cancellation yang sedemikian drastis-nya sehingga saya jujur sedikit shock.
  • Saya memutuskan untuk mempertaruhkan (gambling) keberuntungan saya. Saya tetap berangkat ke airport walaupun saya tahu betul penerbangan tersebut dibatalkan. Saya berharap dengan sedikit komplain dan protes, setidaknya saya akan memperoleh kompensasi apapun bentuknya.walaupun saya tahu betul juga bahwa penerbangan ini dibatalkan karena alasan Force Majeure yang berarti secara teoritis saya tidak berhak memperoleh kompensasi apapun.
  • Setibanya di airport, saya datang ke counter check-in ANA dan beruntungnya, terdapat seorang supervisor ANA di sana. Saya menyampaikan komplain dan protes saya secara halus dan pihak ANA menawarkan kompensasi berupa hotel untuk bermalam di dekat airport serta layanan pick-up & drop-off dari hotel airport.
  • Sebenarnya tawaran kompensasi tersebut sudah cukup bagus bagi saya, hanya saja saya memutuskan untuk push my luck dan mencoba sekali lagi keberuntungan saya. Kata kunci di sini adalah: “alternatif lain”
  • Setelah negosiasi yang cukup lama, pihak ANA tiba-tiba menawarkan saya alternatif berupa tiket penerbangan JAL di kelas yang sama. Biasanya, mereka menawarkan penerbangan Garuda Indonesia karena mereka memiliki kerjasama codeshare. Namun, karena pesawat Garuda Indonesia juga ‘terjebak’ di bandara Haneda, maka mereka hanya memiliki opsi alternatif JAL yang mendarat di bandara Narita.
  • No-brainer saya mengambil tawaran tersebut. Pesawat JAL berangkat malam itu juga dan kelas bisnis-nya memiliki seat configuration 1-2-1, ini adalah best deal yang bisa saya peroleh.
  • 10 menit setelah negosiasi dan 70 menit setelah check-in di konter JAL, saya berada di penerbangan JAL di kelas bisnis menuju Tokyo Narita. Tidak pernah saya menduga bahwa penerbangan ANA saya akan.dialihkan ke penerbangan JAL yang mana tidak memiliki kerjasama apapun dan berada di aliansi penerbangan yang berbeda.

Dan begitulah kisah awal ‘perjalanan tidak terduga’ saya.

e-mail pembatalan penerbangan dari ANA yang menjadi awal mula petualangan tak terduga saya 🙂

Anyways, Berikut adalah alur dari seri trip report ini:

  • Trip Intro: Sebuah Petualangan Yang Tidak Terduga
  • Flight Review: Japan Airlines (JAL) Boeing 787-900 Jakarta – Tokyo Narita
  • Lounge Review: Sky Lounge Tokyo Haneda Airport
  • Lounge Review: ANA Business Class Lounge Haneda Airport
  • Flight Review: ANA Business Class Boeing 787-800 Tokyo Haneda – Jakarta

Bagaimana Saya Memesan Trip ini?

Untuk penerbangan ini, saya menukarkan spending reward dari kartu kredit CIMB Niaga JCB Ultimate. Seperti yang sudah pernah saya tulis di PinterPoin, Anda bisa memperoleh tiket PP di kelas bisnis All Nippon Airways (ANA) setelah bertransaksi sebesar 150 juta Rupiah dan menukarkan poin x-tra yang Anda peroleh dari transaksi tersebut menjadi sebuah tiket penerbangan.


Hal Yang Bisa Anda Pelajari Dari Trip Report Ini

Terutama bagi Anda yang memesan penerbangan di kelas bisnis Japan Airlines (JAL) menggunakan trik stopover JAL dengan Alaska Miles, seri post kali ini mungkin akan menarik perhatian Anda karena saya akan me-review penerbangan di kelas bisnis JAL keberangkatan Jakarta.

Selain itu, bagi Anda yang menukarkan spending reward kartu kredit JCB Ultimate, review penerbangan ANA di kelas bisnis cradle ini mungkin juga akan menarik Anda baca sebagai referensi.

Terakhir, saya hanya ingin bercerita mengenai pengalaman saya mengalami pembatalan penerbangan yang mana mungkin bisa Anda gunakan sebagai acuan untuk:

  • Mengetahui hak dan opsi Anda apabila penerbangan Anda dibatalkan.
  • Menyikapi pembatalan penerbangan.
  • Bagaimana cara ‘mengadu keberuntungan’ Anda di airport apabila penerbangan Anda dibatalkan.

Apapun itu, saya berharap Anda akan terhibur dan teredukasi melalui seri post kali ini 🙂

.

Apakah Anda pernah mengalami pembatalan penerbangan? 

.