Pemain retail banking di Indonesia kelihatannya akan segera berkurang. Terbaru, terdapat wacana dari HSBC untuk melepas segmen retail banking mereka (termasuk kartu kredit) di Australia, Indonesia, dan Mesir. Menariknya, terdapat isu bahwa 5 bank sudah menyatakan minat mereka terhadap penjualan ini unit ritel HSBC Indonesia ini.
Kelimat bank tersebut antara lain adalah:
- DBS Group Holdings Ltd (DBS)
- Oversea-Chinese Banking Corp (OCBC)
- CIMB Group Holdings Bhd (CIMB)
- United Overseas Bank Ltd (UOB)
- Sumitomo Mitsui Financial Group Inc (SMFG) – Induk usaha dari SMBC Indonesia yang membawahi kartu kredit Jenius.
Kelimanya disebut sedang mempersiapkan penawaran mengikat (binding bids) yang ditargetkan masuk pertengahan Maret 2026.

Secara praktis, layaknya Danamon yang mengakusisi portofolio pinjaman ritel konvensional milik Standard Chartered Bank Indonesia ataupun DBS yang mengakuisisi unit bisnis Consumer Banking dan Wealth Management ANZ Indonesia, siapapun yang mengakusisisi unit ritel HSBC Indonesia ini nantinya akan melakukan remapping kartu kredit HSBC ke kartu kredit bank tersebut Indonesia.
Sebagai contoh, semisal DBS Group Holdings Ltd ternyata menjadi pemenang bidding war tersebut, maka ada kemungkinan mereka akan melakukan remapping kartu kredit HSBC Premier Mastercard menjadi DBS Vantage Visa Infinite dan kartu HSBC Visa Signature menjadi DBS Travel Visa Signature.
Oleh karena itu, proses akuisisi ini bisa berdampak positif atau negatif terhadap dunia points & miles di Indonesia. Sayangnya, saya berpendapat akan lebih banyak negatifnya karena:
- Kartu kredit HSBC terutama HSBC Premier Mastercard memiliki value proposition unik yang tidak bisa atau sulit ditiru oleh bank lain seperti welcome bonus yang besar (ekuivalen 20.400 miles), fitur point multiplier yang menarik ketika Anda memenuhi syarat AUM, dan sebagainya.
- HSBC Indonesia adalah satu-satunya bank di Indonesia yang bisa status match status HSBC Anda di Indonesia dengan HSBC di negara lain seperti Amerika. Sebagai contoh, jika saya memiliki status HSBC Premier di Indonesia, maka saya bisa saja melakukan status match menjadi HSBC Premier di Amerika tanpa harus melakukan penempatan dana lagi.
Baca juga: Review Kartu Kredit HSBC Premier Mastercard
Baca juga: Review Kartu Kredit HSBC Visa Signature
Penutup
5 Bank berlomba untuk mengakusisi bisnis ritel HSBC Indonesia yang memang diisukan for sale dalam rangka strategic review HSBC secara global.
Berikut opini saya jika ternyata HSBC sungguh-sungguh diakuisisi oleh salah satu dari bank tersebut:
- DBS Group Holdings Ltd (DBS) → Netral.
DBS secara aktif tetap mengembangkan portofolio kartu kreditnya di Indonesia sehingga remapping kartu kredit HSBC ke DBS seharusnya tidak akan menghancurkan value kartu kredit tersebut atau mereka mungkin bahkan membuat kartu kredit khusus hasil migrasi HSBC.
- Oversea-Chinese Banking Corp (OCBC) → Sangat buruk.
Jika HSBC Indonesia diakusisi oleh OCBC dan kartu kredit HSBC di-remapping ke kartu kredit existing OCBC Indonesia tanpa ada produk baru, maka hal ini adalah worst case scenario karena kita semua tahu bahwa OCBC paling hobi mendevaluasi kartu kreditnya dari Voyage hingga 90oN.
Kartu kredit baru mereka seperti OCBC Star Wars Platinum, OCBC FTL Platinum, dan OCBC 1st juga tidak ada yang menarik untuk dimiliki dalam rangka mengumpulkan points & miles dengan cepat.

- CIMB Group Holdings Bhd → Buruk.
Sama seperti OCBC (meskipun tidak seburuk OCBC), kartu kredit CIMB Niaga juga belakangan sering terdevaluasi dan devaluasinya seringkali tidak main-main 🙂
CIMB Niaga belakangan juga tidak merilis kartu kredit baru yang benar-benar menarik. Terbaru, CIMB Niaga World Cathay ternyata flop karena penantian 7 tahun ternyata hanya menghasilkan kartu kredit yang substandar dari segi perolehan points & miles.
Saya mengkkhawatirkan nasib kartu kredit HSBC kedepannya jika ternyata pemenangnya adalah CIMB.
- United Overseas Bank Ltd (UOB) → Netral.
UOB memang belakangan melakukan cost cutting di kartu kredit premium mereka yaitu UOB Zenith, namun di sisi lain bank asal Singapura ini juga merupakan bank yang paling gencar mengadakan promo untuk mengakuisisi nasabah baru ataupun meningkatkan transaksi (semisal: points multiplier di akhir tahun & promo spending challenge barhadiah koper Disney Samsonite).
Oleh karena itu, remapping kartu kredit HSBC ke UOB seharusnya cukup netral karena memiliki sisi positif namun juga ada sisi negatifnya.
- Sumitomo Mitsui Financial Group Inc (SMFG) – Positif.
Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) sebagai anak usaha SMFG di Indonesia adalah bank yang membawahi kartu kredit Jenius.
Remapping kartu kredit HSBC ke kartu kredit Jenius adalah blank state dalam artian dikarenakan kartu kreditnya sendiri masih relatif baru, maka upside dari remapping ini seharusnya banyak dikarenakan saya sangat yakin HSBC Premier Anda tidak akan dijadikan kartu kredit Jenius is unimaginable karena perbedaan segmennya terlalu drastis.
Oleh karena itu, jika SMFG sungguh mengakuisisi unit bisnis ritel HSBC Indonesia, maka kemungkinan besar mereka akan menciptakan kartu kredit yang benar-benar baru dan prospek inilah yang menarik. Apakah lebih baik atau lebih buruk? Hanya waktu yang bisa membuktikan.

