Jika rumor ini benar, Garuda Indonesia & Citilink akan kembali menghiasi headline media nasional..

Mohon diperhatikan bahwa informasi berikut masih belum bisa dikonfirmasi sepenuhnya, so take it with a grain of salt. Namun saya memutuskan untuk membagikan informasi ini karena saya rasa cukup berbobot, cukup masuk akal dan timing-nya tepat dengan kondisi saat ini.

Seorang pembaca anonymous membagikan informasi yang menarik perhatian saya, diantaranya:

  • Garuda Indonesia akan membatalkan seluruh pesanan pesawat Airbus dan akan dialihkan menjadi 20 unit Airbus A320 untuk Citilink
  • Citilink akan diakuisisi oleh suatu perusahaan dan akan dikembangkan
  • Garuda Indonesia akan “dikecilkan” dan fokus dalam proses restrukturisasi demi bisa lepas dari kesulitan finansial, tuntutan dari lessor, dsb.
  • Garuda Indonesia akan beroperasi hanya dengan 66 pesawat
  • Citilink tidak lagi berpartisipasi dalam GarudaMiles
  • Adanya upaya memperbaiki hubungan antara kru Garuda & Citilink

Rumor tersebut saya anggap cukup berbobot & momentum karena beberapa waktu lalu, Citilink diberitakan akan masuk holding BUMN aviasi dan Garuda Indonesia harus tertunda karena proses restrukturisasi. Citilink dianggap lebih “sehat” dari sisi operasional dan finansial.

Citilink juga bisa dikonfirmasi sudah tidak lagi berpartisipasi dalam GarudaMiles & bahkan sudah mempunyai frequent flyer program sendiri berjuluk LinkMiles (informasi menyusul).

Pesawat Airbus Pesanan Garuda Indonesia

Garuda Indonesia telah menandatangani letter of intent untuk mendatangkan 12 unit Airbus A330-900neo dan 4 unit Airbus A330-800neo.

Sejauh ini, baru 3 unit Airbus A330-900neo yang sudah didatangkan & sudah beroperasi. Rumornya, Garuda akan membatalkan sisa pesanan 9 unit A330-900neo dan 4 unit A330-800neo untuk kemudian dialihkan menjadi 20 unit Airbus A320 bagi Citilink.

Berdasarkan data dari Planespotters, pesanan 2 unit Airbus A330-900neo sudah rampung (PK-GHH & PK-GHI) dan tinggal menunggu diantarkan ke Garuda. Tentu menarik untuk disimak lebih lanjut apakah Garuda bisa membatalkan pesanan tersebut mengingat pesawat sudah dalam tahap final & konfigurasi kabin pilihan Garuda tergolong langka sehingga sulit untuk dijual ke maskapai lain.

Garuda Indonesia Gratiskan Rapid Test Antigen | PinterPoin

Garuda Indonesia menggunakan jenis kursi Stelia Opal yang jarang digunakan maskapai lain. Foto: PinterPoin


Flight Review: Garuda Indonesia Business Class A330-900neo Jakarta – Denpasar Bali


A330-800neo sedari awal sudah menjadi tanda tanya karena statusnya yang tidak populer. Varian A330-800neo sendiri tergolong sangat langka karena hanya dipesan oleh 4 maskapai di dunia:

  • Kuwait Airways memesan 8 unit – sudah diterima 2 unit
  • Uganda Airlines memesan 2 unit – sudah diterima 2 unit
  • Air Greenland memesan 1 unit – belum diterima
  • Garuda Indonesia memesan 4 unit – belum diterima

Kemungkinan besar Garuda Indonesia mendapatkan diskon atau insentif besar untuk membeli pesawat ini.

Saya rasa keputusan pembatalan pemesanan pesawat ini sangat masuk akal untuk dijalani mengingat Garuda berencana untuk downsizing. Saat ini, hanya 33 pesawat (dari total 119 pesawat) yang aktif beroperasi bagi Garuda Indonesia. Sebagai perbandingan, 45 dari total 62 pesawat Citilink (72,5%) saat ini aktif beroperasi.

A330-900neo mudah dikenali dengan “kacamata hitam” di jendela kokpit. Foto: PinterPoin

Dari sumber yang sama, disebutkan bahwa Garuda hanya akan beroperasi dengan 66 pesawat saja. Artinya total pesawat yang sudah & akan meninggalkan armada Garuda adalah 76 pesawat atau 53,5% pengurangan armada pesawat.

Restrukturisasi Garuda Indonesia sedang berjalan dan sejauh ini sebanyak 23 pesawat sudah meninggalkan armada Garuda Indonesia. Jenis 43 pesawat lainnya yang akan dipensiunkan masih belum diketahui, namun saya memprediksi:

  • 18 pesawat Bombardier CRJ-1000
  • 8-10 pesawat Boeing 777-300ER
  • 6-8 pesawat ATR-72
  • Sejumlah armada Boeing 737
  • Setengah armada Airbus A330-200 dan A330-300

Baca juga: Mengenal Armada Pesawat Garuda Indonesia


Konflik Antar Kru Garuda Indonesia & Citilink

Selama ini, ternyata ada konflik antara kru Garuda Indonesia & Citilink yang tidak diketahui publik luas. Saya sendiri pernah mendengar beberapa cerita dari mantan kru kabin Garuda namun tidak menyangka bahwa polemik tersebut terus berkelanjutan hingga saat ini.

Semoga saja apapun konflik yang ada, bisa dituntaskan dengan baik. Jika Anda mempunyai cerita seputar hal ini, silahkan bagikan melalui kolom komentar di bawah.

Penutup

Dari rumor yang beredar, Garuda Indonesia (sesuai rencana) akan mengalami downsizing dan pada saat yang sama, Citilink akan semakin berkembang dengan tambahan armada pesawat Airbus.

Rumor yang menarik juga adalah adanya perusahaan yang tertarik mengakuisisi Citilink. Selama ini, Garuda Indonesia merupakan pemegang saham terbesar di Citilink. Melihat lepasnya Citilink dari program GarudaMiles (indikasi memisahkan diri), kemungkinan besar rumor tersebut benar adanya.

Sejauh ini, memang terlihat jelas bahwa Citilink lebih sehat dalam operasional ketimbang Garuda Indonesia. Untuk pasar Indonesia sendiri, low cost carrier terbukti lebih populer ketimbang maskapai full service. Sebagai contoh, Batik Air yang awalnya full service kini lebih beroperasi layaknya low cost carrier.

Apapun itu, semoga saja semua proses ini bisa berjalan dengan baik dan bisa membantu kedua maskapai untuk berkembang. Semoga juga kru dari kedua belah pihak bisa lebih harmonis jika memang benar ada konflik internal.