Tidak cukup melakukan badai devaluasi di tahun 2025 lalu, Bank Danamon kembali melakukan devaluasi di kartu kreditnya berupa penghilangan fitur perolehan poin untuk transaksi kategori utility, pembayaran pajak, SPBU, dan bahkan invoicing efektif 1 Juni 2026 mendatang.
Tentu ini adalah berita yang sangat buruk (bisa dibilang catastrophic) dikarenakan salah satu keunggulan kartu kredit Danamon yaitu fitur perolehan poin untuk SEMUA jenis transaksi akan hilang tidak bersisa.
Yang lebih buruk lagi? Kelihatannya Bank Danamon tidak proaktif dalam menginformasikan perubahan ini kepada pemegang kartu kreditnya di mana saya kecewa dengan tata kelola Bank BUKU 4 ini yang tidak mengkomunikasikan perubahan ini dengan baik.
At least do emails 🙂
Bukan kewajiban, tapi jika Anda care terhadap pasangan atau famili atau teman Anda yang memiliki kartu kredit terbitan Bank Danamon, Anda akan mau membagikan/share artikel ini kepada mereka.
Berikut adalah detail perubahan tersebut yang saya kutip dari file PDF di website Bank Danamon:
Syarat dan Ketentuan Umum D-Point
Transaksi dengan MCC (Merchant Category Code) berikut tidak dapat poin efektif 1 Juni 2026 mendatang:
| MCC | Kategori Transaksi | Contoh Merchant |
|---|---|---|
| 4900 | Tagihan listrik, gas, air | Blibli (tagihan listrik) Tokopedia (tagihan listrik) PLN Mobile |
| 5541 | SPBU atau Service Station | SPBU Pertamina SPBU BP-AKR |
| 5542 | SPBU otomatis | SPBU Pertamina SPBU BP-AKR |
| 6051 | Trading Forex, transaksi penukaran valas & traveler’s cheque – non lembaga keuangan | Transfez TopRemit PayPal |
| 6540 | Transaksi Pendanaan (Top-up E-Wallet) | DANA GoPay ShopeePay |
| 7399 | Bisnis/Invoicing | Paper.id |
| 8398 | Donasi | Kitabisa |
| 9311 | Layanan Pemerintahan | OnlinePajak Tokopedia (MPN) |
| 9399 | Layanan Pemerintahan lainnya | E-visa Indonesia Visa Australia |
Baca juga: Review Kartu Kredit Danamon JCB Precious
Baca juga: Review Kartu Kredit Danamon World Elite Mastercard (WEM)
Penutup
Patut Anda ketahui bahwa devaluasi ekstrim ini berlaku untuk kartu kredit Danamon dengan konsep D-Point saja yang berarti kartu kredit Danamon AMEX tidak terpengaruh.
Hanya saja, tentu devaluasi ini adalah devaluasi yang sangat masif dikarenakan kartu kredit Danamon adalah salah satu dari sekian kartu kredit di Indonesia yang masih memberikan poin untuk transaksi pembayaran listrik, pajak, MPN, dan lain-lain setidaknya hingga 1 Juni 2026 mendatang.
Danamon sendiri beberapa tahun belakangan ini kerapkali melakukan devaluasi yang masif pada kartu kreditnya seperti:
- Pembatasan perolehan poin sebesar 1x limit kartu kredit di tahun 2024 (baca di sini)
- Menerapkan biaya bulanan & tahunan yang sangat tinggi di kartu kredit premium-nya (baca di sini)
- Devaluasi earning rate secara masif di semua kartu kreditnya di tahun 2025 (baca di sini)
- Dan sekarang, efektif 1 Juni 2026 mendatang Bank Danamon akan menghilangkan fitur perolehan poin untuk transaksi utility, pajak, dan sebagainya termasuk invoicing di hampir seluruh kartu kreditnya.
Tentunya dengan perubahan ini saya semakin tidak merekomendasikan kartu kredit Bank Danamon terutama yang memiliki konsep D-Point meski mereka kembali menawarkan welcome bonus di tahun 2026 ini.
Saya sendiri sudah menutup kartu kredit Danamon World Elite Mastercard (WEM) saya di awal tahun 2026 ini untuk menghindari biaya iuran tahunan + bulanan yang mencekik dari kartu ini.
Devaluasi ini tentu sangat disayangkan tetapi memang tidak terhindari karena seperti prinsip PinterPoin “semua akan devaluasi pada waktunya” Jadi pastikan saja Anda mengoptimalkan kartu kredit ini selagi bisa seperti transaksi listrik, pajak, dll di kartu kredit Danamon sebelum 1 Juni 2026.
Sungguh sangat disayangkan fitur yang membuat orang mau memiliki kartu kredit Danamon akan hilang sepenuhnya sehingga seluruh kartu kredit dari bank ini (kecuali Amex) sudah tidak menarik lagi.
Apa pendapat Anda mengenai pembatasan kategori transaksi di kartu kredit Danamon pada 1 Juni 2026 mendatang?
P.s: Dengan hilangnya Danamon sebagai kartu kredit yang bisa membayar utility & pajak efektif 1 Juni 2026 mendatang, saat ini tersisa 4 bank penerbit kartu kredit saja yang masih memberikan poin untuk transaksi kategori tersebut tanpa batas. Pelajari & optimalkan keempat jenis kartu kredit tersebut di sini.



kartu top tier yg bagus sekarang apa ya pak? buat pengganti hsbc premier yg bentar lagi mau RIP
DBS VANTAGE / UOB ZENITH / MAYBANK VISA INFINITE
Erwin,
Banyak sih. Detailnya dijelaskan di Masterclass PinterPoin. Tapi top pick saya adalah Mandiri Prioritas.
Pak Edwin,
Klu invoicing dilakukan tdk direct, dilakukan via marketplace apakah tetap tdk dpt poin
Mau masuk danamon padahal
Iklin cc gini amat
Mayang,
Tetap dapat karena MCC nya tidak msuk pada MCC yang dikecualikan tidak dapat poin dari perubahan ini.
waduh padahal aku apply danamon buat pajak dan utilitas, jadi nya gak guna lagi dong
Dicky,
Memang.
Kartu yg masih dpt point untuk utilitas kartu apa aja ya?
Rudy,
Salah satunya dan yang terbaik tentu kartu kredit CIMB Niaga, spesifiknya CIMB ALL World: https://pinterpoin.com/cimb-niaga-all-world-kartu-kredit-anti-pembatasan-pengumpul-miles-unik-terbaik-di-indonesia/
waduh….padahal udah perlu aum besar untuk keep kartu, sekarang malah devaluasi….. otw tutup lah
Lisbeth,
Saya sudah menutup danamon WEM saya dari awal tahun ini 🙂
Invoicing selain paper.id msh bisa kah?
Zefanya,
Tergantung MCC-nya.
bayar BPJS masih dapat kah?
Budu,
Tidak dapat, itu seharusnya masuk government.