Kabar buruk bagi Anda yang sering terbang Garuda Indonesia ke/dari bandara Halim Perdanakusuma (HLP) termasuk saya dikarenakan efektif 12 Januari 2026, semua penerbangan Garuda Indonesia yang berasal dari HLP akan dialihkan ke bandara Soekarno-Hatta (CGK).
Walaupun tidak ada announcement resmi dari pihak Garuda Indonesia ataupun bandara HLP, Anda bisa menilisiknya lebih lanjut melalui pemesanan tiket di website Garuda Indonesia di mana menggunakan cash fare sekalipun, tidak tersedia sama sekali penerbangan dari/ke HLP.
Oleh karena itu, secara efektif Garuda Indonesia memindahkan atau menghapus 3 (tiga) rute yang mana adalah:
- GA330/GA331 rute Halim Perdanakusuma (HLP) – Surabaya Juanda (SUB) vv
- GA462/GA463 rute Halim Perdanakusuma (HLP) – Denpasar Bali (DPS) vv
- GA180/GA181 rute Halim Perdanakusuma (HLP) – Medan Kualanamu (KNO) vv
- GA163/GA166 rute Halim Perdanakusuma (HLP) – Padang (PDG) vv
Baca juga: 10 Kartu Kredit Terbaik Untuk Mengumpulkan GarudaMiles
Baca juga: Garuda Indonesia Akan Kembali Mengoperasikan Penerbangan Dari Bandara HLP
Penutup
Tidak sampai 1,5 tahun sejak Garuda Indonesia mengoperasikan kembali penerbangan dari bandara HLP, mereka kembali menutupnya entah karena memang disengaja dari pihak Garuda Indonesia akibat low demand atau memang disengaja oleh pihak bandara HLP seiring dengan rencana peremajaan bandara.
Penghentian penerbangan ke/dari bandara HLP ini sendiri meliputi seluruh rute penerbangan Garuda Indonesia yang dioperasikan dari bandara tersebut yaitu rute ke/dari Surabaya (SUB), Bali (DPS), Padang (PDG), dan Medan (KNO).
Jujur, saya menyukai penerbangan ke bandara HLP ini dari Surabaya karena lokasinya yang strategis berada di Jakarta Timur sehingga dekat ke hotel-hotel favorit saya terutama Raffles Jakarta dan juga jam-nya yang cukup siang menambah opsi penerbangan ke Jakarta di mana saya bisa langsung check-in hotel setelah turun dari pesawat 🙂
Sangat disayangkan Garuda Indonesia menghentikan penerbangan ke bandara HLP ini… ada apa gerangan?


Ko Edwin,
Rute SUB – SIN jg saya cek g ad utk redeem dan beli cash di tanggal brapapun . Apakah juga sudah di hentikan ? Karena saya punya booking utk tahun depan bulan juli 3 orang sudah confirmed
Brarti akan d reroute kah klau ad existing booking ?
Bakal bisa request utk d gnt tiket maskapai rekanan kyk SQ agar tetep direct ga yah….
Thank you for the info
Dicky,
SUB – SIN memang dihentikan sepengetahuan saya sejak 7 Januari 2026 lalu, kemungkinan besar karena low demand kalau itu.
Kemungkinan sih Anda akan di reroute atau jika tidak bisa bisa saja coba request ganti maskapai rekanan yaitu SQ.
Saya tentu rekomen Anda minta ganti maskapai rekanan SQ.
HLP status bandara nya enclave artinya merupakan base ops airforce yang juga digunakan juga oleh sipil. kalo mau fokus layanan ke depan memang penerbangan sipil harusnya di soetta semua. biar HLP fokus ke militer saja atau penerbamgan vvip/vip. jadi semua bisa fokus ke tujuan masing masing.
Kalau aku sih pikir begini HLP tetap digunakan untuk penerbangan jarak pendek antar kota. Soalnya bayangin misal mau ke Yogya/Semarang/Cirebon/Bandung yg jam terbangnya pendek, mosok harus capek² lama waktu nya menempuh ke Soetta yg sering makan waktu lbh banyak daripada jam terbang nya sendiri.
Maaf, utk Halim Perdanakusuma letaknya di Jakarta Timur Pak. Bukan Jakarta Selatan. Izin koreksi
Fajar,
Terimakasih koreksinya. Sudah saya ganti.
Betul, penerbangan Batik ke dan dari Semarang pun sudah dialihkan semuanya dari Halim ke Soetta sejak Desember lalu. Sangat disayangkan.
Garuda tiketnya terlalu mahal, makanya kurang laku, lama-lama bangkrut. Mestinya bisa lebih murah, sbb milik BUMN, kan selama ini anak perusahaanya bisa (citiling). Apalagi sering digerogoti korupsi.
Andalan saya tuh dari bogor ke padang.
Kalau smp beneran itu terjadi utk sekelas mobil pribadi bakalan repot karena tarif tol smp bandara makin mahal & semakin jauh perjalanannya
Kenapa ya BUMN pada coleps,padahal rakyat gak pernah hutang, beli tiket cash,beli pulsa Telkom cash,beli token listrik cash,beli bensin cash.
Sudah waktunya perombakan total management