Rumor ini sempat muncul beberapa waktu lalu dan kini sudah bisa dikonfirmasi. Maskapai Korean Air (Hanjin Group) akan membeli kompetitornya Asiana Airlines (Kumho Group) seharga US$1,6 milyar atau setara dengan 22.5 triliun Rupiah.

Jika pembelian ini benar terwujud, maka kedua maskapai tersebut akan bersatu dan menjadi maskapai ke-10 terbesar di dunia dan maskapai kargo ke-3 terbesar di dunia. Maskapai budget milik Asiana Airlines; Air Seoul dan Air Busan, juga diikutkan pada perjanjian ini.

Keputusan Tepat?

Bahkan sebelum pandemi COVID-19 melanda, Korean Air dan Asiana Airlines tidak bisa lepas dari kesulitan finansial.

Asiana Airlines sempat berusaha untuk melepas 31% saham agar bisa bertahan. Asiana sempat dirumorkan akan dibeli oleh HDC Hyundai Developer pada bulan September lalu, namun sayangnya deal tersebut kolaps karena efek pandemi.

Merger ini dianggap sebagai keputusan yang tidak bisa dihindari agar bisa meminimalisir kerugian yang menerpa kedua maskapai tersebut. Penyatuan ini juga dianggap akan membantu menstabilkan industri penerbangan di Korea Selatan dan memperkuat posisi di persaingan internasional.

“In general, countries with a population less than 100 million have a single full-service carrier,”

“However, Korea has two full-service carriers, which gives it a competitive disadvantage compared to countries like Germany, France and Singapore with a single major airline.”

Hanjin Group – Korean Air

Satu hal yang harus diperhatikan oleh maskapai adalah surplus karyawan yang berarti akan terjadi PHK atau perampingan struktur perusahaan. Estimasinya, akan ada surplus sekitar 800 hingga 1.000 karyawan yang disebut akan menjadi prioritas utama bagi perusahaan.

Selain itu, maskapai baru ini juga nantinya akan memiliki armada pesawat berlebih. Saat ini, Korean Air memiliki 172 pesawat dan Asiana Airlines memiliki 81 pesawat. Sejumlah pesawat tua kemungkinan besar akan disingkirkan dari armada.

Korean Air Beli Asiana Airlines | PinterPoin

Korean Air dan Asiana Airlines akan bersatu, sejumlah pesawat akan disingkirkan? Foto: Wikimedia

Star Alliance Kehilangan Maskapai?

Salah satu pertanyaan besar dari merger ini adalah mana aliansi maskapai yang akan dipilih. Sebagai informasi, Korean Air merupakan anggota dari SkyTeam dan Asiana merupakan anggota dari Star Alliance.

Melihat Korean Air sebagai merk yang akan survive dari merger ini, maka kemungkinan besar maskapai ‘baru’ pasca merger ini akan tetap berada di SkyTeam.

Artinya Star Alliance akan kehilangan salah satu anggotanya di Asia yang akan berdampak signifikan. Meski demikian, saya pribadi tidak terlalu memusingkan hal tersebut mengingat banyaknya maskapai Star Alliance yang berbasis di Asia seperti Singapore Airlines, ANA, EVA Air, dan Thai.

Penutup

Korean Air akan membeli Asiana Airlines yang merupakan kompetitor terbesarnya. Kedua maskapai ini akan bergabung menjadi maskapai ke-10 terbesar di dunia. Kemungkinan besar, Korean Air akan menjadi merk maskapai yang digunakan karena posisinya yang lebih kuat.

Dengan kabar ini, Korea Selatan terlihat serius dalam bersaing dengan maskapai global lainnya. Peta persaingan maskapai internasional pasca COVID-19 dipastikan akan berubah kedepannya.