Oh Indonesia, terkadang saya sangat miris dengan apa yang banyak orang lakukan untuk mencari uang secara ilegal. Yang terbaru, terdapat sindikat pemalsuan hasil GeNose C19 di bandara Hang Nadim Batam yang baru saja diringkus oleh Kepolisian Resort Kota Barelang Batam akibat memalsukan surat hasil uji Genose C19 kepada empat orang calon penumpang pesawat.

Kedua pelaku berinisial JN dan AP merupakan pekerja di bandara tersebut. Masih belum diketahui sudah berapa banyak hasil GeNose C19 yang dipalsukan oleh kedua pelaku tersebut.

“Kedua pelaku diamankan bersama barang bukti alat elektronik yang digunakan untuk mencetak surat hasil Genose C19 palsu. Pihak Rumah Sakit BP Batam juga membikin laporan polisi, saat mengetahui rekomendasinya dipalsukan”

-Yos Guntur, SIK. Kapolresta Barelang

Dua tersangka pemalsuan surat hasil Genose di Bandara Hang Nadim Batam (dok.Polresta Barelang). Kredit: Gatra.com


Baca juga: Daftar Bandara Yang Menyediakan Fasilitas GeNose

Baca juga: Perpanjang Visa Amerika Serikat Tanpa Wawancara Saat Pandemi, Ini Caranya


Penutup

Mungkin saya bisa memahami alasan seseorang memalsukan hasil Polymerase Chain Reaction (PCR) yang memang mahal dan memakan waktu cukup lama sebelum hasil-nya muncul…. namun GeNose C19 yang harga tes-nya ‘hanya’ 40 ribu Rupiah dan hasil bisa diperoleh kurang dari 5 menit? Saya tidak memahami alasan finansial di baliknya.

Apapun itu, saya hanya berharap pelaku akan jera dan tidak akan melakukan hal serupa di masa depan. Kedua pemalsu hasil Genose ini sendiri akan dijerat dengan Pasal 263 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 6 tahun penjara.

Saya berharap bahwa kedepannya tidak akan ada lagi kasus serupa. GeNose sendiri sudah menjadi metode skrining kesehatan yang paling terjangkau, non-invasive, dan praktis. Saya sangat menyayangkan oknum ataupun sindikat yang berusaha memalsukan hasil GeNose C19 ini karena hal tersebut membuat memutus rantai persebaran Covid-19 semakin sulit.

Dengan proses yang lebih simpel dan murah, tidak mengherankan apabila peminat GeNose sangat tinggi di kalangan masyarakat Indonesia yang membutuhkan traveling domestik. Terakhir saya membaca bahwa fasilitas GeNose C19 sudah ada di bandara Halim PerdanaKusuma (HLP).

.

Apa pendapat Anda mengenai sindikat pemalsu hasil tes GeNose C19 ini?