Hotel Review: Ibis Styles Nagoya (Accor Live Limitless)

Beruntung sekali saya lagi-lagi berkesempatan untuk berwisata ke salah satu negara favorit saya yaitu Jepang. Saya sangat excited karena kunjungan wisata kali ini melibatkan kota-kota baru yang sebelumnya belum pernah saya kunjungi yaitu Nagoya dan Inuyama.

Selama berwisata selama enam hari di awal bulan Juni 2026 ini, saya menginap di tiga hotel berbeda dan salah satunya adalah Ibis Styles Nagoya. Jika Anda adalah pembaca ulasan hotel yang saya tulis mungkin Anda notice bahwa saya jarang (bahkan tidak pernah) mengulas hotel-hotel yang berada di bawah naungan program loyalti Accor Live Limitless (ALL).

Bukan tanpa sebab, simply memang dikarenakan saya tidak memiliki tier keanggotaan tinggi di ALL dan fokus saya sementara ini ada di program Marriott Bonvoy, Hilton Honors, dan GHA DISCOVERY. Murni dikarenakan itu maka saya sangat jarang menginap di hotel-hotel jaringan ALL.

Kunjungan ke Nagoya ini bersama teman saya yang memiliki tier keanggotaan Platinum dengan ALL maka dengan itu memperkenankan saya menginap sekaligus mengulas hotel ALL pertama saya yaitu Ibis Styles Nagoya. Semoga ini adalah ulasan hotel ALL pertama dan berkelanjutan ke hotel-hotel berikutnya. It’s a good change for me!

Ibis Styles Nagoya
Pendahuluan

Pemesanan hotel dilakukan sekitar dua minggu sebelum periode menginap dan tipe kamar yang dipesan adalah Standard Room with 2 Single Beds. Hotel ini tidak memiliki tier tipe kamar sehingga kami tentu saja tidak berharap untuk mendapatkan upgrade apapun, untuk diketahui mereka hanya memiliki satu tipe kamar, pembedanya adalah kamar dengan satu ranjang atau dengan dua ranjang.

Kamar dengan dua ranjang dijual dengan harga lebih tinggi walaupun sama-sama di kategori kamar yang sama, memang kamar dengan dua ranjang berukuran satu meter persegi lebih besar dibandingkan dengan kamar satu ranjang.

Dikarenakan kamar yang kami pesan adalah kamar dengan dua ranjang maka technically kami telah memesan tipe kamar tertinggi ;). Kami memesan kamar dengan rate fleksibel dengan harga ¥11.305 per malamnya.

Ibis Styles Nagoya
Ibis Styles Nagoya: Check-In

Kami sampai di Chubu Centrair International Airport dengan dua maskapai yang berbeda namun untungnya di waktu yang berdekatan. Seusai imigrasi dan mengambil bagasi, kami menaiki kereta Meitetsu menuju ke stasiun utama kota Nagoya yang ditempuh selama kurang lebih 45 menit.

Hari itu turun hujan cukup deras sehingga kami makan siang terlebih dahulu di dalam stasiun dan memutuskan untuk naik taksi ke hotel. Andai saja saat itu cerah, kami pastinya akan memilih untuk berjalan kaki dikarenakan proximity dari Nagoya Station ke hotel hanya sekitar 600 meter saja (sembilan menit berjalan kaki).

Taksi membawa kami ke pinggir jalan persis di depan hotel dan dikarenakan tidak memiliki designated drop-off area dengan atap maka kami terpaksa sedikit kehujanan saat hendak memasuki lobi utama hotel (tentu saja dokumentasi hotel yang terlihat cerah ini diambil di keesokan paginya).

Selamat datang di Ibis Styles Nagoya
Pintu masuk ke hotel

Suasana di dalam Ibis Styles Nagoya ini terlihat moderen dan dengan pendekatan disain industrialis. Nuansa warnanya abu-abu muda, silver, perabotan kayu berwarna krem cerah dengan aksentuasi warna kuning. Disain yang ‘muda’ dan ‘cool‘ seperti ini mengingatkan saya pada hotel Moxy milik Marriott Bonvoy. Stylish juga hotel Ibis Styles ini, sesuai dengan namanya!

Area lobi
Area lobi

Sambil teman saya menyelesaikan proses registrasi, saya mempergunakan waktu untuk mendokumentasikan area lobi yang berada di lantai yang sama dengan satu-satunya restoran yang ia miliki yang dinamakan Market St.

Jam resmi untuk check-in adalah pukul 14:00 dan jam waktu itu sudah menunjukkan hampir pukul 15:00 sehingga kamar kami telah selesai dipersiapkan. Sebelum menuju kamar, kami dipersilahkan untuk memilih dua minuman dikarenakan tier keanggotaan Platinum yang teman saya miliki (diberikan kepada anggota Silver ke atas). Kami memilih dua kotak minuman teh hijau yang kami ambil dari kulkas showcase di dalam Market St.

Special shout out untuk kak Juvi (jika saya tidak salah ingat namanya), salah seorang pegawai front desk yang saat itu bertugas, ia adalah WNI yang sudah menetap di Nagoya. Senang rasanya bertemu dengan fellow countryman di negara asing.

Area lobi
Pilihan minuman untuk anggota elit Silver ke atas
Pilihan minuman untuk anggota elit Silver ke atas
Minuman yang kami pilih

Di dekat pintu masuk Market St terdapat sebuah gerobak sepeda dekoratif yang dipergunakan untuk menempatkan bath amenities yang dapat diambil langsung oleh para tamu menginap. Saya melihat adanya sikat gigi, pasta gigi, vanity kit, dan sisir ditaruh di sini.

Salah satu keunikan saat menginap di kebanyakan hotel di Jepang, sering kali mereka menyediakan amenity mandi lengkap bahkan juga dengan skincare nya. Ibis Styles Nagoya menyediakan skincare dari Kose dengan varian Sekkisei yang dapat diminta langsung dari petugas front desk. Fancy!

Gerobak sepeda dengan bath amenities
Gerobak sepeda dengan bath amenities

Usai mengambil bath amenities dan skincare secukupnya kami bergegas menuju ke area elevator untuk segera memasuki kamar.

Area elevator di lantai satu
Ibis Styles Nagoya: Standard Room with 2 Single Beds

Kami di-assign ke kamar nomor 420 yang tentunya berada di lantai empat. Hotel ini memiliki total 13 lantai sehingga kamar kami tidaklah berada di lantai tinggi.

Area elevator di lantai empat
Hallway
Kamar 420

Kamar nomor 420 ini berada di sudut bangunan namun tidak ada bedanya dengan kamar-kamar lainnya, hanya terdapat jendela di satu sisi bangunan saja. Kamar berukuran 20 meter persegi ini tentu saja terbilang kamar berukuran kecil namun masih terasa ‘ok’ untuk dua orang.

Evacuation plan kamar 420

Di dekat entryway terdapat area mini bar dengan kopi dan teh beserta dua botol air minum, teko elektrik, dua bungkus coklat Ferrero Rocher, dan sebuah welcome letter. Di bawahnya terdapat safe deposit box dan juga kulkas chiller kosong berukuran kecil.

Area mini bar
Mini bar

Tersedia lemari pakaian model terbuka yang juga merangkap sebagai rak koper. Amenities kamar ini terbilang lengkap dengan spray penyegar ruangan dan pakaian, slippers, dan juga piyama. Hal-hal ini (kecuali slippers) merupakan amenities ‘khas’ Jepang.

Entryway
Entryway

Di kamar ini terdapat kloset dan shower yang ditempatkan di dua ruangan terpisah. Ruangan kloset ini tentu saja dilengkapi dengan kloset pinter berteknologi canggih buatan Jepang dan juga wastafel kecil. Sedangkan ruangan shower dilengkapi dengan shower dua mode yaitu mode genggam dan mode air hujan. Toiletries-nya adalah Ibis Styles branded.

Ruangan kloset
Ruangan shower
Toiletries Ibis Styles branded

Wastafel berada di dalam ruangan utama dan ditaruh menjadi partisi pembatas antara area ranjang dengan area umum. Wastafel single vanity ini ditempatkan di atas meja yang sisi sebaliknya dipergunakan sebagai meja kerja. Untuk menyiasati keterbatasan space maka kursi didisain pinter dan saat tidak dipergunakan dapat disimpan terkamuflase dengan meja samping ranjang.

Single vanity
Sisi meja dibalik wastafel adalah meja kerja yang berada di area ruang tidur

Ranjang berukuran single ditempatkan saling berdempetan satu sama lainnya dengan sebuah televisi ter-mount di dinding seberangnya dan sebuah jendela floor-to-ceiling berada di samping ranjang dengan pemandangan khas perkotaan Nagoya.

Ruang tidur
Ruang tidur
Pemandangan perkotaan
Ibis Styles Nagoya: Makan Pagi

Salah satu keuntungan menjadi anggota Platinum yang kami nikmati selama menginap adalah gratis sarapan untuk dua orang dan sarapan dilangsungkan di Market St mulai pukul 07:00 hingga 10:00. Harap diingat walaupun sarapan selesai di pukul 10:00, namun mereka memberlakukan jam paling akhir untuk mengikuti sarapan di pukul 09:30.

Cukup unik (aneh?) considering makanan yang disediakan sepenuhnya secara buffet dan tidak ada menu a la carte sama sekali sehingga sepertinya tidak perlu adanya ketentuan last entry semacam ini, or did I miss something here?

Apabila Anda bukanlah anggota Platinum ke atas ataupun tidak memesan rate kamar dengan sarapan dan berkeinginan untuk menikmati sarapan di sini, maka Anda dapat langsung membayar senilai ¥2.500 (dewasa), ¥1.250 (anak-anak berumur 6-12 tahun), dan anak-anak berusia di bawah 6 tahun makan gratis.

Market St

Market St ini terlihat menarik dan cerah dengan jendela-jendela besar yang memungkinkan cahaya pagi melimpah memasuki venue ini. Disain Market St ini merupakan kontinuitas dari area lobi dan ukuran venue nya terbilang besar dengan meja-meja individual maupun sebuah meja panjang komunal.

Makan pagi di Market St
Makan pagi di Market St
Makan pagi di Market St

Makanan ditampilkan di satu meja besar dengan variasi makanan khas barat dan juga Jepang. Terlihat terdapat salad bar, hidangan sarapan ala Amerika seperti scrambled egg, sosis, bacon, dan teman-temannya, nasi dengan kari Jepang, sup miso, ikan panggang khas Jepang, nasi kuah (ochazuke), salad buah, buah-buahan segar, dan juga roti-rotian.

Meja buffet utama

Meja buffet kedua dan berukuran lebih kecil ditempatkan di sebuah sudut dengan pilihan sereal dan juga konter minuman. Anda dapat menemukan beberapa jenis smoothies, jus buah, es kopi, dan juga kopi panas maupun teh celup di sisi buffet ini.

Meja buffet kedua
Pilihan minuman
Hidangan sarapan yang saya nikmati saat itu
Penutup

Di awal bulan Juni 2026 saya berkesempatan untuk kembali berwisata ke negara Jepang setelah dua minggu sebelumnya seorang teman out of the blue mengirim pesan melalui Whatsapp yang intinya menanyakan: “mau nggak nemenin ke Nagoya?”. Tidak bertele-tele saya segera putuskan untuk memesan tiket dan fast forward sampailah juga saya ke kota Nagoya yang baru pertama kali saya kunjungi.

Kunjungan ke Jepang kali ini bisa dibilang relatif singkat yaitu hanya selama lima malam saja dan Ibis Styles Nagoya menjadi hotel pertama yang kami inapi. Letaknya terbilang strategis yang mana tidak jauh dari stasiun utama kota ini. Hotel yang terbilang sederhana dan no frills ini menjadi sebuah pilihan praktis dan tepat bagi kami yang keesokan harinya hendak berpindah (sedikit) ke luar kota ke sebuah kota kecil yang bernama Inuyama.

Ibis Styles Nagoya menjadi pilihan praktis bagi kami

Menurut saya, berikut adalah kelebihan dan kekurangan hotel ini murni berdasarkan pengalaman saya kala itu:

(+) Sebuah hotel yang cocok bagi para wisatawan yang hanya perlu ‘nebeng’ tidur. Lokasinya strategis apabila menghendaki untuk menginap tak jauh dari Nagoya Station. Hotel ‘no frills‘ ini menyediakan amenities basic dan saya merasa nyaman selama menginap satu malam di sini

(+) Hotel yang terlihat stylish dan berjiwa muda ini terasa baru dan kondisinya bersih dan terawat walaupun sudah beroperasi dari tahun 2020

(+) Servis yang baik khas Jepang terasa di hotel ini


(-) Hanya memiliki satu tipe kamar saja dengan ukuran kamar berkisar antara 19 atau 20 meter persegi sehingga bagi Anda yang memiliki status elit dengan ALL dan berharap mendapatkan upgrade kamar tentu saja harus siap menggigit jari saat menginap di hotel ini

(-) Tidak memiliki pusat kebugaran yang mungkin merupakan hal yang bersifat essential bagi sebagian tamu menginap.

Saya tidak ragu untuk kembali menginap di hotel Ibis Styles Nagoya apabila wisata membawa saya kembali ke kota ini.

Apakah Anda tertarik untuk menginap di hotel Ibis Styles Nagoya ini?

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.