DoubleTree by Hilton Hotel Jakarta – Diponegoro (DT Diponegoro) menjadi hotel pilihan saya saat berkunjung ke Jakarta di bulan April 2026. Kunjungan saya ke ibukota kali itu dikarenakan PinterPoin mengadakan KrisFlyer Masterclass Offline yang dilangsungkan di The St Regis Jakarta. Melihat lokasi hotel DT Diponegoro yang relatif dekat dengan venue masterclass ini maka saya memutuskan untuk menginap di hotel ini saja.
Saya sempat menginap di hotel ini di saat pandemi Covid-19 tahun 2021 silam sehingga menginap kali ini adalah pengalaman menginap kali kedua bagi saya. Suasana tentu saja sangatlah berbeda dengan lima tahun silam, banyak sekali pembatasan-pembatasan dan bahkan fasilitas seperti executive lounge juga tidak beroperasi saat itu.
Senang juga bisa kembali ke DT Diponegoro dan benar-benar menginap, maklum menginap di tahun 2021 silam bisa dibilang saya hanya nebeng tidur saja. Sama sekali saya tidak ‘tur’ melihat fasilitas hotel, tidak menikmati fasilitas hotel apapun, bahkan juga tidak sempat sarapan karena di subuh hari sudah harus check-out dan pergi ke bandara.

Di dalam post ini:
Pendahuluan
DT Diponegoro adalah hotel DoubleTree pertama yang berdiri di Indonesia, secara lokasi ia berada di sekitaran Jakarta Pusat tepatnya di area Cikini. Hotel ini adalah sebuah city hotel dengan vibe seperti sebuah resor lengkap dengan kolam renang berbentuk laguna yang besar dan pepohonan-pepohonan besar yang juga rindang.
Untuk menentukan seberapa strategis lokasi sebuah hotel tentu saja sangatlah subyektif ya… saya sendiri tidak merasa lokasinya se-strategis itu, namun baik untuk diketahui hotel ini berada tak jauh dari stasiun kereta Cikini dan bersebelahan dengan Gereja Isa Almasih Pegangsaan. Gedung bioskop tertua di Jakarta yang dinamakan Metropole XXI (eks-Megaria) juga berada di dekat hotel ini.
Saya memesan kamar tipe terendah dan berharap mendapatkan upgrade ke tipe kamar suite seperti biasanya. Hingga periode menginap tiba saya melihat kamar saya telah mendapat upgrade ke tipe Executive Room. Saya sangat berharap bisa mendapatkan suite upgrade karena stay pertama waktu itu juga tidak mendapatkan kamar suite. Ingin juga kan bisa mencoba kamar tipe suite dari DT Diponegoro. 😉
DoubleTree Diponegoro: Check-In
Saya tiba di DT Diponegoro sekitar pukul 12:30 dan mendapati suasana hotel masih seperti saat terakhir berkunjung ke sini. Petugas bell men membantu menurunkan barang bawaan saya dan mempersilahkan saya masuk ke dalam lobi. Saya melihat terdapat mesin pemindai barang tidak difungsikan sehingga saya ngeloyor masuk menuju ke front desk.
Saya yang datang jauh lebih awal dari jam check-in standar merasa diuntungkan dengan tidak adanya antrian untuk registrasi. Saya menyerahkan kartu identitas dan dimulailah proses registrasi. Petugas membantu proses registrasi dan juga memberikan dua buah chocolate chip cookies hangat yang merupakan tradisi saat menginap di hotel DoubleTree sedunia. Sebuah tradisi yang saya nilai lucu dan jujur saja, saya tunggu-tunggu.



Selagi menunggu proses check-in, saya mendokumentasikan area lobi lengkap dengan meja concierge, area duduk, dan juga coffee shop yang dinamakan THE KOFFEE.





Petugas mengkonfirmasi reservasi saya dan menjelaskan bahwa saya mendapat kamar tipe Executive. Saya menanyakan apakah tersedia tipe suite namun sayang sekali jika ingin mendapatkan suite maka saya harus melakukan upsell. Saya memutuskan untuk stick dengan kamar Executive saja dan memilih tipe kamar dengan twin beds.
Ia juga menjelaskan semua benefit yang saya dapatkan sebagai anggota Diamond di Hilton Honors seperti gratis sarapan dan juga akses ke executive lounge untuk dua orang. Ia juga menambahkan bahwa kamar yang telah di-assign ini berada di lantai 17 yang mana satu lantai yang sama dengan lokasi executive lounge. Convenient!

Kamar saya telah selesai dipersiapkan dan usai diberi kunci kamar, saya langsung bergegas menuju ke kamar yang berada di lantai 17.
DoubleTree Diponegoro: Twin Executive Room with Lounge Access
Kamar Twin Executive Room yang saya tempati ini bernomor 1708 dan merupakan sebuah corner room. Letaknya berada di ujung gedung dan executive lounge berada persis di ujung gedung sebaliknya.




Saya merasa kamar corner ini mengadopsi layout ruangan yang cukup berbeda dengan hotel biasanya. Memasuki ruangan, saya dihadapkan dengan sebuah foyer dengan lemari pakaian di depan pintu masuk dan di sebelahnya terdapat area mini bar dengan kulkas di bawahnya.
Lemari pakaian berukuran cukup lega dengan beberapa kompartemen yang berisi gantungan baju, alat setrika beserta mejanya, safe deposit box, slippers, bath robes, lampu senter, payung, dan laundry bags.





Salah satu cermin di dalam kamar didekorasi dengan tulisan-tulisan selamat datang yang (sepertinya) dibuat oleh tim housekeeping. Kamar dengan dua twin beds ini disainnya moderen kontemporer dan memiliki pemandangan ke arah perkotaan.




Terdapat televisi di seberang ranjang dan di bawahnya terdapat sebuah meja kerja yang tersambung dengan rak untuk koper. Hotel juga menyediakan welcome amenity berupa semangkuk buah-buahan segar beserta sekotak kecil coklat dan juga sebuah welcome letter.



Kamar mandi berukuran cukup ‘ok’ untuk kamar Executive ini. Terdapat single vanity, kloset, dan juga sebuah ruangan shower. Toiletries yang dipergunakan adalah dari brand Crabtree & Evelyn yang merupakan toiletries brand standard dari hotel DoubleTree sedunia.





DoubleTree Diponegoro: Makan Pagi
Salah satu keuntungan menjadi anggota Diamond di Hilton Honors adalah gratis sarapan untuk dua orang dan di DT Diponegoro sarapan dilangsungkan di venue yang bernama OPEN. Restoran OPEN ini berada di lantai G, satu tingkat di bawah lantai lobi. Sarapan dimulai dari pukul 06:30 dan berakhir di pukul 10:30 tiap-tiap harinya.
Seperti pada umumnya, saya pergi menuju meja penerimaan dan memberitahukan nomor kamar kepada host yang bertugas. Ia mengecek daftar tamu menginap dan setelah mengetahui bahwa saya anggota Diamond, ia mengantar saya ke meja yang saya kehendaki dan juga menaruh penanda meja dari kayu yang tertulis tier keanggotaan Diamond. Saya juga diperkenankan untuk memilih beberapa menu makanan eksklusif yang tentu saja membuat anggota elit Hilton Honors (termasuk saya) merasa spesial.



Restoran OPEN ini terbilang berukuran besar dengan banyak meja tersebar baik di dalam maupun di luar ruangan. Makanan dan minuman yang disajikan sepenuhnya secara buffet dengan konter-konter yang juga merata di tiap sudut ruangan.





Persis setelah memasuki OPEN, para tamu dihadapkan ke bar yang counter top nya disulap menjadi konter roti-rotian baik roti manis ataupun tawar lengkap dengan selai dan pelengkap lainnya. Konter ini saling menyambung ke konter sushi dan di baliknya terdapat konter minuman.
Terdapat coffee dan tea station dan juga beberapa dispenser es coklat, es cappuccino, infused water, air minum, dan juga dua macam jus buah chilled. Para tamu juga dapat menikmati jus buah segar di sini.

Tak jauh dari bar tersedia konter kecil khusus untuk makanan anak-anak seperti sosis, tater tots, pasta, dan kue-kue yang dihias untuk menarik perhatian anak-anak.


Para tamu juga dapat menikmati sajian salad bar, charcuterie, dan buah-buahan segar yang dipajang tak jauh dari meja bar.
Sepertinya konsep open kitchen dari restoran ini menjadi salah satu inspirasi dari nama restoran ‘OPEN’, yang mana terlihat dinamika para koki dengan kesibukan memasak di dapur tembus pandang untuk melayani para tamunya. Salah satu konter yang terlihat ramai di sini adalah noodle station, beberapa hidangan bakmi ditawarkan sesuai racikan yang diinginkan oleh para tamu maupun mie instan.
Berbagi konter dengan noodle station adalah hidangan hot food lokal Indonesia dan juga hidangan sarapan ala Amerika.
Konter berikutnya adalah egg station dan juga tambahan hot food lain ala Asia.

Restoran ini terbilang sangat mengakomodir kebutuhan para tamu mancanegara nya, ini terlihat dari adanya konter makanan India yang terlihat proper dan cukup variatif. Tak hanya itu, juga terdapat konter makanan khas negara-negara Timur Tengah. Seperti-sepertinya hotel ini populer untuk wisatawan asing dari negara India dan Timur Tengah.





Konter yang paling jauh dari pintu masuk ke restoran OPEN adalah waffle dan pancake station. Tak hanya waffle dan pancake, para tamu dapat juga memesan crepe. Berbagai topping pelengkap disediakan di sini, baik berupa sirup, buah-buahan, coklat, dan juga selai.

Terlepas dari konter-konter besar, juga terdapat beberapa konter kecil berbentuk stall. Makanan-makanan seperti bubur ayam maupun congee khas Tiongkok, sereal, dan jamu tradisional Indonesia menempati stalls ini.
DoubleTree Diponegoro: Executive Lounge
Salah satu keuntungan penting lain sebagai anggota Diamond di Hilton Honors adalah pemberian akses gratis untuk dua orang ke Executive Lounge. Lounge ini beroperasi dari pukul 09:00 dan tutup di pukul 22:00, untuk diketahui sarapan tidak disediakan di sini dan hanya tamu berumur 12 tahun ke atas yang diperbolehkan mengakses lounge ini.
Para tamu yang memiliki akses ke lounge dapat menikmati sajian afternoon tea (14:00-16:00) dan evening cocktail (17:30-20:00) tiap-tiap harinya. Di luar periode food presentations itu, mereka dapat menikmati makanan dan minuman ringan. Selain bersantai di lounge, para tamu juga diperbolehkan untuk menggunakan meeting space yang ada di dalam lounge untuk durasi satu jam.





Berikut adalah hidangan makanan dan minuman ringan yang disediakan di luar periode food presentations.


Selama dua malam menginap di hotel ini, saya tidak sempat menikmati afternoon tea dan hanya sekali menikmati evening cocktail. Dokumentasi di bawah ini adalah untuk sajian makanan saja dan untuk minuman beralkohol tidak dipajang dan hanya melalui pemesanan langsung ke petugas yang melayani kami.
DoubleTree Diponegoro: Fasilitas
Pusat Kebugaran
Hotel DT Diponegoro memiliki pusat kebugaran indoor dan juga outdoor. Lokasi pusat kebugarannya berada di lantai G yang berdekatan dengan area alfresco restoran OPEN dan juga dengan kolam renang maupun Kids Club. Sisi ruangan indoor untuk gym ini berukuran cukup lega dan dilengkapi dengan alat-alat dan mesin olahraga dari Life Fitness. Ragamnya juga terbilang variatif untuk sebuah pusat kebugaran hotel.


Sisi pusat kebugaran outdoor berada satu lantai di atas sisi indoor. Para tamu dapat mengaksesnya melalui tangga melingkar langsung dari dalam pusat kebugaran. Gym di ruangan outdoor ini lebih diperuntukkan untuk olah raga fungsional seperti cross fit.


Kolam Renang
Kolam renang di hotel ini dibuat dengan bentuk laguna yang membuat hotel ini terasa seperti sebuah resor di Bali. Kolamnya berukuran besar dan sepertinya menjadi salah satu daya tarik utama dari hotel ini. Di tengah kolam terdapat pool bar yang dinamakan KREM.
Fasilitas kolam renang ini beroperasi dari pukul 06:00 dan tutup di pukul 20:30 tiap-tiap harinya.





Kids Club
Hotel DT Diponegoro memiliki fasilitas Kids Club yang terletak di dekat kolam renang anak-anak. Lokasinya di sisi ujung hotel dan di dalam Kids Club berukuran kecil ini terdapat sebuah jungle gym yang tentunya akan banyak menghibur para tamu kecil hotel ini.
Menurut saya, Kids Club dengan warna-warni mencolok ini meskipun well maintained namun secara disain sudah terasa ketinggalan zaman.




Penutup
Saya berkesempatan untuk kembali menginap di DoubleTree by Hilton Hotel Jakarta – Diponegoro setelah berselang lima tahun lamanya. Waktu itu saya menginap di saat pandemi Covid-19 dan literally hanya nebeng tidur satu malam saja.
Saya bahkan belum sempat melihat fasilitas-fasilitas hotel, memang saat pandemi beberapa fasilitas seperti executive lounge juga tidak beroperasi dan subuh keesokan harinya sudah harus bergegas ke bandara sehingga tidak sempat bersarapan juga. Maka dari itu menginap kali ini terasa seperti baru pertama kali menginap di hotel di sekitaran Cikini, Jakarta Pusat ini.
Menurut saya, berikut adalah kelebihan dan kekurangan hotel ini murni berdasarkan pengalaman saya kala itu:
(+) Satu-satunya hotel di bawah naungan Hilton Honors yang berlokasi di pusat kota Jakarta. Hotel berbintang lima ini memang adalah sebuah city hotel namun bergaya resor sehingga menawarkan vibe yang lebih rileks. Kolam renang berbentuk laguna dan berukuran besar tentu saja menjadi highlight tersendiri saat menginap di sini
(+) Ada terdapat tiga hotel DoubleTree di Jakarta sekarang ini namun yang memiliki fasilitas executive lounge hanyalah DoubleTree by Hilton Hotel Jakarta – Diponegoro saja
(+) Fasilitas pusat kebugaran yang tidak melulu hanya gym konvensional namun juga outdoor gym untuk olahraga fungsional seperti cross fit, hal ini tentu saja adalah nilai plus tersendiri
(+) Variasi makanan saat sarapan di OPEN terbilang variatif dan friendly untuk wisman dari berbagai negara. OPEN selain menyediakan sarapan khas Amerika, juga menyediakan hidangan lokal dan bahkan juga dari India dan Timur Tengah. Anggota elit juga dibuat merasa spesial dengan adanya beberapa menu makanan eksklusif yang dapat dipesan dari menu a la carte
(-) Sayang sekali suite upgrade untuk anggota Diamond bisa dibilang cukup sulit, saya hanya diberikan opsi untuk melakukan upsell apabila menghendaki bermalam di kamar suite. Hal yang sama juga saya rasakan lima tahun yang lalu. Maka dari itu, wajib untuk manage the expectations apabila Anda juga anggota Diamond yang akan menginap di sini
(-) Dikarenakan umur hotel yang telah berumur hampir 12 tahun maka jika saya perhatikan telah terlihat wear and tear di beberapa bagian hotel. Hotelnya tetap nyaman namun a little refresh sepertinya sudah perlu dilakukan, sebagai contoh: fasilitas Kids Club.
Apakah saya akan kembali menginap di hotel DoubleTree by Hilton Hotel Jakarta – Diponegoro? Tentu saja: ‘IYA‘, pengalaman menginap kemarin sangatlah positif dan ditambah dengan lokasinya di Jakarta Pusat yang mana merupakan preferensi lokasi apabila saya berkunjung ke ibu kota.
























