Kisah pramugari Batik Air Gadungan yang sempat viral beberapa saat lalu berujung manis. Khairun Nisa, sang pramugari gadungan Batik Air kini mendapatkan penawaran pendidikan pramugari gratis oleh Aeronef.
Terlepas dari uterior motive Aeronef menawarkan penawaran pendidikan pramugari gratis, saya mengapresiasi lembaga pendidikan ini yang mengulurkan tangan untuk membantu mewujudkan mimpi Khairun Nisa ini menjadi seorang pramugari.
Meski begitu, saya tidak yakin Khairun Nisa bisa menjadi pramugari kembali di Lion Air Group (Lion Air, Batik Air, Super Air Jet, Malindo Air, dan Wings Air) setelah kasus ini menjadi viral sehingga satu-satunya opsi beliau untuk bisa menjadi pramugari di Indonesia adalah melamar di maskapai di luar Lion Air Group.
Btw, ini kali pertama saya mendengar nama Aeronef sebagai salah satu lembaga pendidikan pramugari ataupun pramugara di Indonesia… fasilitas yang ditawarkan cukup lengkap dan saya terutama tertarik dengan penawaran free renang setiap hari 😛
Menjadi seorang flight attendant di Indonesia sendiri susah-susah gampang. Susah jika Anda tidak ‘proporsional’ (baca: kelebihan berat badan), gampang jika Anda sudah memiliki kemampuan bahasa asing dan aspek fisik yang memadai.
Sebagai contoh, saya iseng mencari informasi mengenai syarat untuk menjadi pramugari Garuda Indonesia yang mana adalah sebagai berikut:
- Mampu berbahasa Inggris dengan baik (lisan maupun tulisan), diutamakan memiliki kemampuan bahasa asing lainnya.
- Berpenampilan menarik dan berkepribadian baik
- Single
- Usia minimum 18 tahun dan maksimum 27 tahun saat pendaftaran
- Tinggi badan minimum 158 cm dan maksimum 172 cm, dengan berat badan ideal dan postur tubuh proporsional
- Pendidikan minimum SMA/SMK/Sederajat, diutamakan lulusan D3 ke atas
- Tidak menggunakan kacamata (lensa kontak diperkenankan dengan ketentuan maksimal minus -3.00, silindris C -1.00)
Baca juga: Garuda Indonesia Menghentikan Semua Penerbangan Dari/Ke Bandara Halim Perdanakusuma
Penutup
Khairun Nisa, pramugari gadungan Batik Air yang menjadi korban penipuan sebesar 30 juta Rupiah dengan iming-iming lolos menjadi pramugari Batik Air ditawarkan pendidikan pramugari gratis 100% oleh Aeronef.
Walaupun tidak bisa mengembalikan kerugian finansial (dan emosional) beliau, Aeronef cukup generous untuk menawarkan pendidikan gratis ini sehingga mimpi Khairun Nisa untuk menjadi pramugari asli dan membanggakan orang tuanya bisa benar-benar terwujud.
Semoga di kesempatan ini Khairun Nisa bisa mempelajari esensi menjadi seorang cabin crew dan kedepannya menjadi pramugari yang sesungguhnya,


