Seakan tidak puas dengan devaluasi yang dilakukan di bulan Januari dan Maret 2020, efektif 3 Agustus 2020, GrabRewards akan kembali melakukan devaluasi.

Menurut informasi di situs Grab, mulai 3 Agustus 2020 untuk transaksi tiap Rp10.000 dengan OVO Anda akan mendapatkan OVO Points sebesar:

  • Member/Silver: 20 OVO Points,
  • Gold: 40 OVO Points,
  • Platinum: 60 OVO Points.

Skema perolehan GrabRewards mulai 3 Agustus 2020.

Perubahan Poin GrabRewards ke OVO Points

Perubahan mekanisme perolehan reward ini juga bersamaan dengan rencana penghapusan poin GrabRewards. Berikut jadwal proses perubahannya:

  • Sekarang sampai 2 Agustus 2020:
    • Anda akan mendapatkan poin GrabRewards dan OVO Points dengan skema perolehan lama,
    • Poin GrabRewards dapat ditukarkan seperti biasa,
  • 3 Agustus 2020 sampai 23 Agustus 2020:
    • Anda hanya akan mendapatkan OVO Points dengan skema perolehan baru,
    • Poin GrabRewards dapat ditukarkan seperti biasa,
  • 24 Agustus 2020 sampai 30 September 2020:
    • Anda hanya akan mendapatkan OVO Points dengan skema perolehan baru,
    • Poin GrabRewards dapat ditukarkan seperti biasa atau dikonversi ke OVO Points secara manual,
  • 1 Oktober 2020 dan seterusnya:
    • Anda hanya akan mendapatkan OVO Points dengan skema perolehan baru,
    • Poin GrabRewards tersisa akan dikonversi ke OVO Points secara otomatis.

Poin GrabRewards akan dikonversi ke OVO Points dengan rasio 1 poin GrabRewards = 14 OVO Point. Berikut ringkasan timeline konversi tersebut:

Jadwal konversi poin GrabRewards ke OVO Point.

Pendapat Terkait Devaluasi GrabRewards

Catatan: Saya menggunakan valuasi Rp20/poin GrabRewards dan Rp0.95/OVO Points. Valuasi Anda mungkin berbeda.

Walaupun tidak sesignifikan program loyalitas hotel atau maskapai, serangkaian devaluasi GrabRewards di Indonesia tetap saja merupakan devaluasi terburuk dalam sejarah program loyalitas di Indonesia.

Yakin sebegitu buruk?

Betul. Saat saya meliput devaluasi perolehan poin GrabRewards di bulan Januari saya tidak menyangka akan terjadi devaluasi susulan dalam waktu sedekat ini. Hanya dalam hal perolehan poin, sepanjang tahun 2020 valuasi perolehan reward untuk masing-masing status tiap transaksi Rp10.000 dengan OVO berubah sebagai berikut:

  • Member/Silver:
    • Sampai 8 Januari 2020: 8 poin GrabRewards + 100 OVO Points (valuasi Rp255; 2,55%),
    • 9 Januari – 2 Agustus 2020: 1 poin GrabRewards + 100 OVO Points (valuasi Rp115; 1,15%),
    • Mulai 3 Agustus 2020: 20 OVO Points (valuasi Rp19; 0,19%),
    • Total devaluasi sepanjang 2020: Turun 93%,
  • Gold:
    • Sampai 8 Januari 2020: 12 poin GrabRewards + 150 OVO Points (valuasi Rp255; 3,825%),
    • 9 Januari – 2 Agustus 2020: 1,5 poin GrabRewards + 150 OVO Points (valuasi Rp172,5; 1,725%),
    • Mulai 3 Agustus 2020: 40 OVO Points (valuasi Rp38; 0,38%)
    • Total devaluasi sepanjang 2020: Turun 90%,
  • Platinum:
    • Sampai 8 Januari 2020: 16 poin GrabRewards + 200 OVO Points (valuasi Rp510; 5,1%),
    • 9 Januari – 2 Agustus 2020: 2 poin GrabRewards + 200 OVO Points (valuasi Rp230; 2,3%),
    • Mulai 3 Agustus 2020: 20 OVO Points (valuasi Rp57; 0,57%),
    • Total devaluasi sepanjang 2020: Turun 91%.

Perolehan reward dari GrabRewards turun sangat tajam hanya dalam 1 tahun terakhir.

Tidak lupa juga, mulai 3 Agustus 2020 Anda tidak akan mendapatkan reward apapun dari GrabRewards untuk transaksi Grab di Indonesia dengan kartu maupun e-wallet lain.

Pada dasarnya, OVO Points hanya diberikan untuk transaksi Grab di Indonesia dengan OVO, sedangkan poin GrabRewards diberikan untuk metode pembayaran apapun. Dengan dihilangkannya poin GrabRewards, otomatis Anda juga akan kehilangan reward untuk transaksi Grab di Indonesia yang tidak menggunakan OVO.

Kami pun juga meliput rencana konversi poin GrabRewards ke OVO Points (yang akhirnya belum terlaksana) dimana saat itu poin GrabRewards akan dikonversi ke OVO Points dengan rasio 1:20. Dengan menggunakan valuasi saya, konversi tersebut masih cukup wajar karena nilainya hanya turun 5%. Walaupun begitu, konversi paksa kali ini menurut saya sangat disayangkan karena dengan rasio transfer saat ini Anda akan kehilangan 33.5% nilai poin GrabRewards Anda.

Grab pernah merencanakan konversi poin GrabRewards menjadi OVO Points pada 20 April 2020, namun dengan rasio yang lebih bagus.

Perolehan poinnya turun cukup drastis – bagaimana dengan penukarannya?

Bukan cuma perolehan poin yang turun drastis, penukaran poinnya pun juga ikut bertambah buruk. Beberapa bulan lalu persis setelah devaluasi GrabRewards di Singapura baik dari perolehan maupun penukaran, rasio transfer poin GrabRewards ke poin Accor dan miles KrisFlyer di Indonesia pun ikut berubah menjadi lebih buruk. Secara ringkas, rasio transfernya berubah sebagai berikut:

  • Poin Accor: 11,875:1 menjadi 16:1 (naik 35%),
  • Miles KrisFlyer: 8,75:1 menjadi 10:1 (naik 14%).

Meskipun tidak mengalami devaluasi rasio transfer, penukaran poin GrabRewards ke GarudaMiles pernah mendadak hilang beberapa bulan lalu, lalu muncul kembali dan kemudian hilang lagi.

Fairmont Jakarta (Sumber: Accor)

Selain devaluasi perolehan poin, Grab melakukan devaluasi penukaran poin GrabRewards ke poin Accor pada bulan Maret 2020.

Dengan devaluasi ini, apakah syarat mempertahankan status ikut dipermudah?

Saat ini belum ada pengumuman pasti dari Grab, namun prediksi saya adalah kemungkinan besar Anda perlu bertransaksi lebih sedikit untuk mempertahankan status. Ada 2 alasan utama terkait dengan prediksi ini:

  1. Jumlah transaksi yang diperlukan untuk mempertahankan status GrabRewards Platinum di Indonesia hampir sama dengan di Singapura pasca devaluasi (Rp10.000.000 vs S$1.125) yang menurut saya terlalu tinggi untuk hampir semua pengguna, dan
  2. Rasio perolehan reward berdasarkan status berubah dari 1:1,5:2 menjadi 1:2:3 mulai 3 Agustus 2020.

Bagaimana dengan transaksi Grab di luar negeri?

Saat ini belum ada pengumuman pasti dari Grab. Melihat ketentuan yang ada saat ini, ada 2 kemungkinan yang dapat terjadi:

  1. Transaksi Grab di luar negeri akan mengikuti tingkat perolehan poin GrabRewards setempat lalu langsung dikonversikan ke OVO Points dengan rasio 1:14 (best case scenario, mengikuti rasio konversi GrabRewards ke OVO Points saat ini), atau
  2. Transaksi Grab di luar negeri tidak akan mendapatkan reward sama sekali (worst case scenario, mengikuti prinsip OVO Points hanya didapatkan untuk transaksi dengan OVO).

Apa yang harus saya lakukan sekarang?

Apabila Anda memiliki lebih dari 500 poin GrabRewards, segera tukarkan poin Anda sebelum 1 Oktober 2020. Menurut saya, ada 2 opsi yang menurut saya memiliki valuasi cukup bagus:

  • 500/1.000 poin GrabRewards –> voucher Rp10.000 atau Rp20.000 untuk transportasi Grab (GrabCar/GrabBike) atau GrabFood (valuasi Rp20/poin GrabRewards), atau
  • 1.000 poin GrabRewards –> 100 award miles KrisFlyer (valuasi Rp21/poin GrabRewards menurut valuasi miles PinterPoin)

Tukarkan poin GrabRewards Anda ke miles KrisFlyer sebelum 1 Oktober 2020. Foto: Ikhwan Hidayat.

Setelah ini, apakah ada alternatif lain dalam memperoleh reward untuk transportasi online?

Tentu ada. Selain kartu kredit dengan perolehan poin sehari-hari atau transaksi travel yang bagus, saya juga menyarankan PermataME, kartu debit/rekening dari Bank Permata dengan 10% cashback hingga Rp100.000 tergantung saldo rata-rata.

Kesimpulan

Walaupun GoPoints dari Gojek tutup per 1 Juli 2020, bukan berarti sudah waktunya bagi Grab untuk (hampir) meniadakan program loyalitasnya. Seperti saya sebutkan saat devaluasi sebelumnya, sudah hampir tidak ada lagi faktor loyalitas kepada Grab kalau bukan karena faktor promo yang bahkan juga sudah mulai berkurang.

 

Apakah Anda akan tetap menggunakan Grab setelah devaluasi ini?