Bersumber dari @AirlineFlyer, China melarang seluruh maskapai domestiknya untuk menerbangkan pesawat Boeing 737 MAX.

Meskipun belum ada sumber resmi dari China yang mengonfirmasi, namun berdasarkan data dari FlightRadar24, sudah tidak ada pesawat Boeing 737 MAX yang terbang di atas wilayah udara China.

Tidak ada pesawat Boeing 737 MAX yang terbang di wilayah udara China. Kredit: AirlineFlyer.

Keputusan tersebut diambil setelah pesawat Boeing 737 MAX 8 milik Ethiopian Airlines terjatuh sesaat setelah lepas landas dari Addis Ababa.

Dilaporkan, 157 orang termasuk kru tewas dalam kejadian tersebut. Terdapat 1 orang warga negara Indonesia yang merupakan staf PBB di Roma yang menjadi korban kecelakaan naas tersebut.

Bagaimana dengan status Boeing 737 MAX di Indonesia?

Hanya 2 maskapai di Indonesia yang memiliki varian pesawat ini, yakni Lion Air (10 unit aktif beroperasi) dan Garuda Indonesia (1 unit aktif beroperasi).

Pakar penerbangan Alvie Lie sudah menyerukan agar Kemenhub perlu melarang pengoperasian pesawat ini. Apalagi, hingga saat ini penyebab jatuhnya pesawat milik Ethiopian Airlines tersebut belum diketahui dengan pasti.

Didasari dengan rasa penasaran, saya melakukan sedikit riset dengan hasil sebagai berikut:

Garuda Indonesia

Garuda Indonesia memiliki 1 unit pesawat Boeing 737 MAX 8 dengan nomor registrasi pesawat PK-GDA yang aktif beroperasi. Bahkan, pesawat tersebut dijadwalkan akan terbang sesaat lagi, pada pukul 9.00 pagi dari Hong Kong menuju ke Jakarta.

Garuda Indonesia diketahui berencana untuk mendatangkan 49 unit pesawat Boeing 737 MAX sebelum tahun 2030. Namun, mungkin saja rencana tersebut akan dibatalkan menyusul kejadian naas ini.

Boeing 737 MAX 8 milik Garuda Indonesia. Foto oleh Ikhwan Hidayat.

Lion Air

Lion Air memiliki 10 unit pesawat Boeing 737 MAX 8 yang aktif beroperasi. Per Senin 11 Maret 2019, berikut aktivitas terkini dari 10 unit pesawat tersebut:

  1. PK-LQF: Penerbangan dari Lombok ke Denpasar pada tanggal 10 Maret 2019
  2. PK-LQG: Penerbangan dari Pekanbaru ke Jakarta pada tanggal 8 Maret 2019
  3. PK-LQH: Penerbangan dari Manado ke Denpasar pada tanggal 11 Maret 2019
  4. PK-LQI: Penerbangan dari Merauke ke Jayapura pada tanggal 11 Maret 2019
  5. PK-LQJ: Penerbangan dari Makassar ke Jakarta pada tanggal 6 Maret 2019
  6. PK-LQK: Penerbangan dari Makassar ke Medina pada tanggal 11 Maret 2019
  7. PK-LQL: Penerbangan dari Batam ke Jakarta pada tanggal 8 Maret 2019
  8. PK-LQM: Penerbangan dari Jayapura ke Makassar pada tanggal 11 Maret 2019
  9. PK-LQO: Penerbangan dari Jakarta ke Denpasar pada tanggal 10 Maret 2019
  10. PK-LQQ: Penerbangan dari Makassar ke Jakarta pada tanggal 7 Maret 2019

Dilihat dari data tersebut, masih bisa disimpulkan jika Lion Air masih aktif mengoperasikan pesawat ini. Pemilik Lion Air Group, Bapak Rusdi Kirana, sebelumnya sudah menyerukan pembatalan pemesanan pesawat dengan Boeing. Namun, belum ada kabar lebih lanjut tentang berita tersebut.

Penutup

Bagi saya, pesawat masih merupakan salah satu metode transportasi paling aman saat ini. Namun, tidak bisa dipungkiri jika kejadian mengerikan seperti ini memang bisa terjadi kapan dan dimana saja. Pihak Boeing dan maskapai wajib untuk membenahi prosedur keamanan dengan sangat teliti. Faktanya, terjadi 2 kejadian yang menimpa jenis pesawat baru ini dalam selang waktu beberapa bulan.

Saya pribadi akan menghindari pesawat Boeing 737 MAX untuk sementara waktu hingga ada informasi yang jelas. Tentunya kejadian seperti ini sangat disayangkan dan diharapkan tidak terjadi lagi kedepannya.

Rest in Peace untuk seluruh korban Ethiopian Airlines 302