Visa Transit China 240 Jam: Praktis & Aman

Saya baru saja kembali dari China beberapa hari yang lalu menggunakan visa transit 240 jam dan saya harus katakan, China di tahun 2026 ini sungguh luar biasa dan sudah sangat maju.

Bukan sebuah understatement jika saya mengatakan bahwa China sekarang masuk dalam top 3 destinasi wisata saya karena negeri Tirai Bambu ini sekarang sudah modern, bersih, aman, dan masih murah dibandingkan dengan negeri Asia Timur lainnya seperti Jepang ataupun Korea Selatan.

Pada kesempatan kali ini, saya akan kembali menceritakan pengalaman saya mendapat visa transit 240 jam China dengan rute yang cukup ekstrim tapi saya yakin pasti bisa meyakinkan Anda bahwa visa transit ini praktis dan aman.

I mean, kalau saya saja bisa dapat visa transit ini dengan rute yang ‘ekstrim’, maka Anda dengan rute yang tidak se-ekstrim saya sudah dapat dipastikan 99,99% akan mendapat transit visa 240 jam ini.

Seberapa ekstrim rute saya? Anda bisa membacanya di artikel di bawah ini sebagai pengingat juga.

Versi cepatnya, saya terbang ke Shanghai menggunakan EVA Air dan pulang menggunakan Cathay Pacific dari Chongqing.

Yang lebih ekstrim lagi? Atas nama eksperimen, saya sengaja keluar di Taipei tanpa boarding pass lanjutan ke Shanghai (alias saya melakukan check-in ulang penerbangan di Taipei yang mana petugasnya bisa jadi tidak memahami aturan visa transit ini).

Ujung-ujungnya? Saya tetap bisa check-in untuk penerbangan EVA Air saya ke Shanghai meskipun terdapat sedikit drama kecil di mana saya harus meyakinkan petugas bandara bahwa selama itinerary saya valid untuk visa transit 240 jam China, maka saya berhak dan bisa check-in untuk penerbangan.

Anda tahu petugasnya bilang apa?

.

.

.

Kutipan Petugas EVA Air di Taipei

“We know the itinerary is valid, it’s just i have to make sure with my colleague that you’re eligible for the transit visa and you know since it’s very rare for someone to do this kind of flight with EVA Air. I just have to make sure that you won’t get denied when you arrive in China.”

Jadi intinya begini, saya bisa menjamin 99.9% Anda akan bisa menggunakan visa transit China 240 jam jika Anda memenuhi syarat dan check-in penerbangan Anda ke China dari Indonesia menggunakan maskapai apapun dan transit di manapun.

Sebagai contoh:

  • Anda terbang EVA Air (transit di Taipei) tapi check-in penerbangan Anda hingga ke Shanghai sehingga Anda mendapat 2 boarding pass sekaligus yaitu CGK – TPE dan TPE – PVG.

  • Anda terbang Malaysia Airlines (transit di Kuala Lumpur) tapi check-in penerbangan Anda hingga ke Shanghai sehingga Anda mendapat 2 boarding pass sekaligus yaitu CGK – KUL dan KUL – PVG.

  • Anda terbang All Nippon Airways (transit di Tokyo Narita) tapi check-in penerbangan Anda hingga ke Shanghai sehingga Anda mendapat 2 boarding pass sekaligus yaitu CGK – NRT dan NRT – PVG. Kebetulan ada teman saya yang sungguh melakukan hal ini 😀

Dari ketiga contoh di atas, tidak ada satupun cerita kegagalan mendapatkan transit visa 240 jam China jika Anda menyelesaikan dan mencetak boarding pass ke China tersebut dari Indonesia.

Saya menyempatkan diri untuk mengunjungi Shilin Night Market ketika berkunjung ke Taipei

Lantas, bagaimana jika saya check-in ke China dari negara selain Indonesia Pak Edwin?

Tidak perlu khawatir, sebagian besar dari maskapai Full Service (penekanan di sini adalah Full Service) sudah mengetahui aturan baru visa transit China 240 jam ini. Namun amit-amit sampai mereka tidak mengerti, Anda memiliki PR berupa edukasi kebijakan terbaru China untuk WNI tersebut.

Paling praktis caranya adalah dengan memberikan print-out kebijakan visa transit China 240 jam untuk WNI.

Saya sendiri tidak melakukannya karena saya yakin sudah banyak dari petugas bandara sudah paham dengan aturan ini namun buat Anda yang ragu-ragu, silahkan di-print saja halaman tersebut untuk berjaga-jaga.

Berapa % tingkat keberhasilan saya boleh check-in penerbangan tersebut Pak Edwin?

Nah ini yang cukup tricky, faktor manusia ini yang terkadang menimbulkan ketidakpastian akan tetapi saya akan tetap bilang kans berhasilnya adalah 95%.

Kalau Anda bertemu orang yang tidak/kurang paham mengenai kebijakan ini (bukan menghina, tapi lebih sering terjadi di maskapai Low Cost Carrier/LCC) dan tetap menolak check-in, pastikan Anda mengeskalasikan hal ini kepada supervisor ataupun atasan mereka 🙂

Satu-satunya kasus di Indonesia yang pernah saya dengar ditolak check-in ke China walaupun telah memenuhi syarat adalah di Vietjet

Lebih banyak dibanding tidak, cara ini akan berhasil tetapi jika tidak sekalipun, masih ada plan B yaitu:

  • Cari petugas check-in lain, jika memang diperlukan Anda bisa check-in di konter kelas ekonomi jika terbang di kelas Bisnis ataupun First dan juga sebaliknya.
    • Untuk kasus yang lebih ekstrim, Anda bisa mempertimbangkan check-in di Terminal lain (semisal penerbangan Anda Singapore Airlines dan Anda check-in di T2 Changi namun ditolak, Anda bisa saja mempertimbangkan untuk check-in di T3 Changi dengan harapan mendapat staff check-in yang lebih akomodatif dan paham aturannya)

    Saya berharap Anda tidak akan mendapat masalah ini 🙂 tetapi saya percaya namanya apes tidak ada di kalender.

    Oleh karena itu, saya menempatan kans berhasilnya di angka 95%, bukan 100% seperti pada jika Anda check-in dari Indonesia karena terdapat probabilitas bahwa Anda mendapat petugas yang resek dan tidak memahami aturannya ketika Anda berusaha check-in di negara tersebut.


    Baca juga: China Merekomendasikan Transit Visa 240 Jam


    Frequently Asked Questions (FAQ) Visa Transit China 240 Jam

    Q: Apakah Hong Kong dan Macau diperhitungkan sebagai negara terpisah? Atau kedua negara tersebut dianggap sebagai bagian dari China dalam konteks visa transit ini?

    A: Hong Kong dan Macau dalam konteks visa transit China 240 jam diperhitungkan sebagai negara terpisah/tersendiri yang berarti Anda bisa transit ataupun mengunjungi kedua negara tersebut dan diperhitungkan sebagai negara yang valid untuk negara sebelum/sesudah China.


    Q: Apakah transit selama 1-2 jam saja di negara ketiga diperhitungkan sebagai itinerary yang valid meski tujuan akhirnya adalah Indonesia?

    A: Ya, diperhitungkan


    Q: Pak Edwin, jelaskan kebijakan visa transit 240 Jam ini secara singkat!!

    A: Negara tempat Anda terbang sebelum landing di China dan negara tempat Anda terbang sesudah depart dari China tidak boleh sama. Sesimpel itu.

    • Jakarta – Singapura (SQ) lalu Singapura – Shanghai (SQ) lalu Shanghai – Hong Kong (Cathay) dan Hong Kong – Jakarta (Cathay) bisa dapat visa transit 240 Jam di China karena dihitung terbang dari Singapura ke Hong Kong via China.

    • Jakarta – Taipei – Shanghai – Chongqing – Beijing – Singapura – Jakarta bisa dapat visa transit 240 Jam di China karena dihitung terbang dari Taiwan ke Singapura via China.

    • Singapura – Tokyo – Beijing – Seoul – Jakarta bisa dapat visa transit 240 Jam di China karena dihitung terbang dari Jepang ke Korea via China.

    • Jakarta – Shanghai – Singapore – Jakarta bisa dapat visa transit 240 Jam di China karena dihitung terbang dari Indonesia ke Singapura via China. Baca detailnya di sini dan di sini.

    Q: Jika saya mendapat visa transit china 240 jam ini, apakah saya masih boleh mengunjungi kota lain di China selama periode tersebut dan/atau pulang dari kota yang berbeda?

    A: Tentunya diperbolehkan, seperti pada kasus saya di mana saya berkunjung ke Shanghai namun pulang dari Chongqing, Anda diperbolehkan mengunjungi kota lain di China selama periode 240 jam tersebut


    Q: Pak Edwin, berikan saya 3 tips anti gagal dalam memanfaatkan visa transit China 240 jam ini

    A: Tentunya, berikut 3 tips paling penting anti gagal menurut saya:

    • Print jadwal perjalanan (itinerary) Anda secara fisik
    • Terbanglah dengan Full Service Carrier
    • Dapatkan boarding pass Anda ke China dari Indonesia

    Baca juga: Singapore Airlines Kembali Terbang ke Hangzhou

    Baca juga: Pengalaman Memperoleh Visa Transit China 240 Jam


    Penutup

    Izinkan saya meyakinkan Anda bahwa visa transit China 240 jam tidak semengerikan itu karena saya sangat sangat sangat jarang mendapat cerita kegagalan seseorang memanfaatkan visa ini.

    Oleh karena itu, saya akan menghimbau Anda untuk berkunjung ke China (Tiongkok) menggunakan visa transit 240 jam ini terlebih karena secara tidak langsung, visa ini mengajarkan Anda untuk lebih lihai dalam menukarkan miles 😉

    Semisal, Anda tidak akan bisa memanfaatkan visa ini jika Anda ‘hanya’ redeem KrisFlyer Miles untuk terbang Singapore Airlines untuk kepergian dan juga untuk kepulangan. Anda antara harus menukarkan penerbangan untuk maskapai Star Alliance dan/atau menukarkan miles jenis lain seperti GarudaMiles ataupun Asia Miles.

    Saya berencana mengunjungi Chengdu pada next trip saya ke China

    China sendiri cocok untuk saya karena hotelnya bagus-bagus dan tidak terlalu mahal (tunggu review Conrad Chongqing saya) dan terlepas dari kendala bahasa, saya benar-benar menikmati kunjungan saya ke Shanghai dan Chongqing kemarin.

    Kulinernya juga lezat (saya sangat menyukai Fei Da Chu) dan sekarang kotanya terutama Shanghai sudah maju sangat pesat, bersih, dan aman sehingga tidak ada keraguan bagi saya untuk mau berkunjung ke China lagi dalam waktu dekat (sekaligus melanjutkan pencarian wedding venue).

    Anyways, Frequently Asked Questions (FAQ) di artikel ini akan diperbarui secara berkala dan harapannya teman-teman di sini akan terinspirasi untuk tidak takut berkunjung ke China menggunakan visa transit 240 jam.

    Percayalah saya, selama Anda benar, maka visa transit China 240 jam ini aman dan sangat praktis 🙂

    Apa pendapat Anda mengenai Visa Transit China 240 Jam ini? Apakah Anda pernah memanfaatkannya?

    Share

    32 comments
    1. Halo Ko Edwin,
      Just wants to clarify.
      1. Itin saya SUB-SIN-PEK SQ, SHA-HKG-SUB CX, sudah pasti bisa.
      2. PRINT TIKET FISIK

      Ini sudah pasti ok ya ko ?

      1. Sonny,

        Tidak masalah kok. Itu anggapannya Anda terbang dari Singapura ke Hong Kong via China dan eligible untuk transit visa 240 jam.

        1. Hi Edwin,

          Saya tanggal 14 Juni nanti akan melakukan trip ke China dengan flight path entry CGK-KUL-SZX by AirAsia, lalu ada business trip 1 hari PP di tanggal 16 Juni rute SZX-HFE-SZX. Lalu untuk exit nya di tanggal 22 Juni menggunakan HSR rute Futian Station – West Kowloon Station. Kembali ke Indonesia menggunakan Cathay di 22 Juni sore HKG-CGK.

          Saya sudah printkan semua itinerary mulai dari flight ticket, HSR ticket, dan hotel booking. Namun saya melihat beberapa video di reels instagram/youtube ada beberapa skenario yang dimana petugas imigrasi China akan menanyakan kegiatan kita selama di China, yang jadi pertanyaan saya, apakah saya juga perlu print kan semua itinerary day by day untuk dilampirkan saat imigrasi di Shenzhen?

          Dan yang agak membuat saya sedikit deg2an adalah saya traveling bersama 2 orang teknisi saya yang bahasa inggrisnya sangat2 terbatas, harapan saya dengan menyiapkan semua plan dan bookings dalam bentuk hard print akan memuluskan proses imigrasi dan di China nanti. Juga setelah membaca blog bro Edwin yang terakhir ini, saya jadi ada concern karena AirAsia adalah LCC, takutnya petugas di Indonesia masih ada yang belum notice policy free transit visa ini.

          Mudah2an semua rencana saya dilancarkan.

          Thank you bro Edwin!

    2. Saya ada plan terbang cgk-sin-hkg trus ke guangzhou menggunakan kereta cepat dari hkg dan pulangnya rute guanzhou-sin-cgk

      Ini aman ga ya?

    3. Setuju, China worth it banget buat di datangin once in a lifetime. Memang kita dipaksa supaya “sedikit” kreatif dalam membuat itinerary menggunakan visa transit ini, dibandingkan pergi ke negara lain yang bisa pakai tiket PP.

      note: print juga booking-an hotel, karena kemarin di case saya ditanya stay dimana. karena agak susah bahasa nya jadi habis dikasih liat booking-an hotel mereka paham.

      1. Sam,

        Betul sekali itulah kenapa saya menyukainya. Membuat Anda tidak ‘stuck’ hanya terbang SQ saja, it’s boring.

        Dan iya saya kemarin di imigrasi China juga ditanya bukti booking hotelnya.

    4. Aloha.. apakah itinerary saya di bawah pasti aman untuk mendapatkan visa China transit 240 jam?
      Keberangkatan: SQ dari Singapore ke Hangzhou
      Kepulangan: CX dari Shanghai transit Hong Kong (3 jam) dan langsung ke Singapore (booking tiketnya Shanghai – Singapore, tapi CX transit di HK).
      Terima kasih.

      1. Halo, tiket saya
        KUALA LUMPUR – GUANGZHOU via bus ke HONGKONG – KUALA LUMPUR
        Apakah eligible utk visa transit 240 jam ?

      2. Rud,

        99,9% aman.Anda hanya perlu meyakinkan petugas check-in di Singapura saja bahwa masuk ke China seperti ini bisa dengan transit visa.

    5. Kalau saya mau ikut cruise dari shanghai ke jeju dan kembali ke shanghai apakah saya bisa pakai kebijakan ini? Berarti saya transit 2x di shanghai. Cruise port shanghai hrsnya termasuk di salah satu port entry utk twov.

      Itin/carrier sbb:
      1. Cgk – Tpe – Pvg (Eva air overnight)
      2. Shanghai – Jeju – shanghai (royal carribean cruise)
      3. Pvg – Sin – Sub (SQ overnight)

      Apa ada pengalaman yg sama?

      1. Hans,

        Saya tidak pernah mencoba cruise tapi kalau dia masuk port entry untuk TWOV berarti seharusnya bisa.

        Itu anggapannya Anda ke Singapura dari Korea Selatan melalui China dan seharusnya bisa dapat visa transit China 240 jam.

    6. Pak Edwin dan Temat-Teman pinterpoin ada yang punya itenary seperti saya tidak ya.

      Saya dari SUB – SIN kemudian SIN-CJU (by Scoot) => Jeju seharusnya area Korea yang bebas visa
      2 hari kemudian saya CJU – PVG (by Spring Air) dan terakhir pulangnya PVG – SIN – SUB (by Singapore Airlines).

      Agak ngeri2 sedap karena mencoba 2 lokasi (jeju dan shanghai) apakah benar-benar bisa bebas visa.

      1. Johan,

        Kalau Jeju saya tidak berani ngomong bisa atau tidaknya karena belum saya coba sendiri
        Tetapi kalau CJU PVG SIN SUB sih harusnya bisa selama staff Spring Air nya kompeten.

        Kalau tidak kompeten… maka kans 5% ditolak check-in nya bisa terjadi. Berharaplah itu tidak terjadi.

    7. Pengalaman tahun lalu dari DPS ke PVG transit 2 jam an via SGN, menggunakan VietJet, pada saat check in kami sempet ditolak alasan TWOV berlaku apabila ada transit yang menginap hari di China (SEBELUM/SESUDAH) China.
      Petugas bersikeras TWOV tanpa entry Imigrasi di negara sebelum/sesudah China tidak berlaku. Akhirnya kami mengalah, dan melakukan Booking Tiket Kereta ke HKG pada rute exit dari China, barulah kami diberi Boarding Pass.
      Singkat cerita, kami berangkat berdua dan pulang beda hari & kota (karena urusan bisnis), keduanya aman direct kembali ke Indonesia tanpa ada masalah.

      Saya tidak tahu update per tengah tahun ini, apakah sudah bisa untuk transit tanpa entry exit negara (sebelum/sesudah China) menggunakan maskapai2 LCC.

      1. Wah saya september ini pake vietjet CGK – PVG transit 3jam-an di SGN.jadi ga keluar imigrasi.trus pulangnya pake Cathay transit hongkong 14jam jadi mau nginep aja.kalo kaya gini pas check in di counter vietjet Soetta ga dipersulit kan ya mas?karena sebenernya eligible kan.

        1. Dee,

          Di tahun 2026 ini harusnya tidak sesulit itu.
          Kalau tengaht tahun 2025 lalu ketika visa ini baru ada mungkin baru dipersulit karena mereka banyak tidak tahu aturannya.

    8. Pak, bagaimana kalau. Jakarta – Singapore – Guangzhou (scoot), kemudian Guangzhou – Macau dengan kereta. lalu dari Macau – Hongkong – Jakarta dengan Cathay. Apakah masih bisa eligible untuk visa transit china dengan menyertakan tiket kereta guangzhou – macau

    9. Akhirnya beraniin booking CGK – PVG pakai redeem Garuda, pulangnya pakai redeem SQ PVG – SIN – CGK. Begini, aman kan ya, Ko, untuk visa transit China 240 jam?

    10. Ko edwin, sorry nanya lg pdhl saya ud baca dr atas sih cmn ttp takut salah ko.

      Kalo saya otw nya dr cgk-sin-pvg (SQ) trip 6 hari 5 malam pulangnya PVG-HKG-CGK aman ga ko?
      kalau pulangnya PVG-CGK gakbisa ya?

      Thanks sblmnya ko

      1. Lust,

        100% aman.
        Pulangnya PVG – CGK juga bisa kok karena negara sesudah china-nya berbeda dengan negara sebelum china.
        100% aman.

    11. Ko Edwin,
      Untuk peneguhan hati saja agar lebih merasa tenang. 🙂
      Rute saya:
      Kualanamu (KNO) – Singapore (SIN) – Shanghai (PVG) pakai SQ, transit 22 jam di Singapore (SIN), rencana mau keluar imigrasi di Singapore baru keesokan harinya akan check-in ulang.
      Pulangnya Shanghai (PVG) – Jakarta (CGK) – Kualanamu (KNO) pakai GA.
      Ini aman dan dapat visa free transit kan? Ketika di KNO bisa langsung dapat 2 Boarding Pass dan keluar imigrasi di SIN kan walaupun bagasi check-in minta langsung ke PVG?
      Mohon pencerahannya.
      Thank a lot.

      1. Bantu jawab. Kalo satu booking code (dan sebaiknya mrmang harus satu), ketika check in langsung dikasih semua boarding pass nya, dalam hal ini KNO-SIN dan SIN-PVG. Bagasi checked in pasti otomatis checked through juga, pastikan langsung ketika check in di awal KNO, sticker di boarding pas leg kedua.

      2. KNO Miles,

        Aman dan dapat visa free transit kok.
        Kalau mau aman sih dari Kuala Namu minta 2 boarding pass sekaligus…. tapi saya tidak tahu bagasi Anda keluar atau tidak? Kalau keluar itu harus issue boarding pass kembali di Bandara-nya.
        Anyways seperti yang sudah saya tulis, worst case scenario tidak boleh check-in, silahkan check-in di terminal Changi yang lain.

    12. Hi Edwin, apakah ada testimoni teman/rekan yang check-in dari Hanoi/Ho Chi Minh dengan Vietnam Airlines ke China (& pulang dengan maskapai lain)? Apakah petugasnya sudah well-educated soal ini?

    13. Ko Edwin mau make sure rute ini bisa ?
      1. CGK – Xiamen (Xiamen air)
      2. Xiamen – Taipei (xiamen air / maskapai lain)
      3. Taipie – CGK ( SQ)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.