Garuda Indonesia Terbangkan 9 Pesawat ke Padang Pasir Australia

Garuda Indonesia Kehilangan Status 5-Star Airline dari Skytrax

Garuda Indonesia kehilangan status 5 Star Airline dari SkyTrax dan sekarang disertifikasi sebagai 4-Star Airline saja.

Mengutip dari website Skytrax, penurunan status ini diakibatkan oleh hard product Garuda Indonesia dan fasilitasnya yang dinilai outdated (100% akurat) dan memerlukan upgrade ataupun modernisasi (100% akurat juga).

Penurunan status 5-Star Airline Garuda Indonesia
plafon, abin pesawat terbang, dalam ruangan, penumpang, pesawat, kereta

A former 5-Star Airline, Garuda Indonesia is going through a period of restructuring. With a lot of the onboard product and ground facilities in Jakarta and Denpasar now being very dated and in need of upgrading / modernising, Garuda Indonesia rating has been cut to 4-Star Airline status. Whilst staff service standards remain good, the product standards had fallen too much in recent years to maintain their rating level.

-Skytrax

Oleh karena itu, saat ini Garuda Indonesia disertifikasi sebagai 4-Star Airline oleh Skytrax yang mewakili kualitas airport maupun hard & soft product dari maskapai Flag Carrier asal Indonesia ini.

Jujur, saya jarang sependapat dengan Skytrax (saya terutama meragukan metodologi mereka dalam memberikan rating 5-Star Airline sedari awal) tapi kali ini setuju terhadap langkah mereka menurunkan status Garuda Indonesia terutama dikarenakan hard product yang sangat outdated.

Dan itu belum memperhitungkan pesawat-pesawat Garuda Indonesia yang banyak maintenance, rusak, ataupun sudah kurang layak digunakan lagi.

Tidak perlu saya sampaikan seberapa sering saya menemukan electrical outlet yang rusak di pesawat Boeing 737 Garuda Indonesia ataupun In-Flight-Entertainment (IFE) yang tidak berfungsi ataupun hanya memiliki hiburan yang sangat sangat terbatas.

Semoga downgrade ini menyadarkan pihak manajemen Garuda Indonesia bahwa sekarang adalah saatnya berbenah dan melakukan refreshment untuk hard product mereka terutama untuk kabin kelas bisnis.

orang, pakaian, dalam ruangan, Wajah manusia, perlengkapan meja, Aksesori busana, wanita, makanan, dinding
Garuda Indonesia memiliki potensi menjadi airline yang bagus, namun sayangnya tidak dioptimalkan

Baca juga: 10 Kartu Kredit Terbaik Untuk Mengumpulkan GarudaMiles

Baca juga: Flight Review – Garuda Indonesia First Class Boeing 777 Jakarta (CGK) – Amsterdam (AMS)


Penutup

Andai saja Skytrax tahu seberapa sering Garuda Indonesia melakukan perubahan jadwal ataupun pembatalan penerbangan belakangan ini, saya rasa rating mereka akan terpangkas lebih dalam lagi. Untungnya mereka tidak tahu 😀

Di bagian terakhir ini, saya ingin mengutip penyataan anonim dari salah satu pelaku usaha di bidang traveling yang mengetahui seluk beluk Garuda Indonesia secara mendetail dan bagaimana mereka bisa berbenah kedepannya.

(disunting untuk kemudahan membaca)

Opini

Sebenarnya, alangkah baiknya jika Garuda Indonesia itu berpikir bagaimana cara meningkatkan revenue dari penerbangan internasional karena potensinya itu sebenarnya luar biasa besar… tapi pasti nggak akan kepikir oleh manajemen Garuda Indonesia toh Garuda Indonesia ujung-ujungnya pasti tetap akan survive karena disuntik pemerintah dan fokus Garuda Indonesia sekarang lebih ke penerbangan domestik daripada penerbangan internasional

Contoh aja nih, mereka seharusnya meningkatkan revenue penerbangan dengan lebih serius menggarap pasar penerbangan dari Jakarta atau Denpasar ke Tiongkok, Jepang, Korea, Australia karena sebenarnya market itu banyak peminatnya. Tapi sekali lagi sayang sekali Garuda Indonesia pasti nggak mikir ke situ.

Sayangnya, kondisi ini sudah agak terlambat karena balik lagi network penerbangannya Garuda Indonesia sudah sedikit dan payah… karena pesawat mereka juga nggak ada. Nggak akan bisa tuh saingin Malaysia Airlines (MH) atau Singapore Airlines (SQ) menurutku.

Di pasar domestik, Garuda Indonesia juga kebentur aturan Tarif Batas Atas (TBA) dan Tarif Batas Bawah (TBB) yang sebenarnya nggak sehat banget itu aturannya. Jelas Garuda Indonesia terus merugi dan sayangnya mereka juga tidak memiliki plan jangka panjang yang baik termasuk dari segi modernisasi pesawat. Sangat disayangkan.

Oleh karena itu, meski memang betul sempat ramai di media bahwa Garuda Indonesia mendapat perlakuan yang tidak adil dari kerjasama resiprokal Singapore Airlines, alangkah baiknya mereka juga berkaca pada kondisi mereka sekarang. Di ujung hari, tidak masuk akal jika compare Garuda ke Singapore Airlines karena maskapai nasional kita ini kalau dibandingkan dengan maskapai regional seperti TG (Thair Airways), VN (Vietnam Airlines), dan PR (Philipine Airlines) aja kalah jauhhhhhhh banget sekarang.

Alangkah baiknya kalau mau compare itu Garuda Indonesia dengan Biman Bangladesh Airlines contohnya. wkwkwkwk.

Semoga pihak manajemen Garuda Indonesia bisa mendengarkannya .

Secara pribadi, saya sangat menyukai soft product dari Garuda Indonesia yang bisa dibilang salah satu jika bukan yang terbaik di dunia… kapan lagi Anda bisa merasakan memiliki ajudan dan private chef di pesawat ketika terbang Garuda Indonesia First Class. Rekan PinterPoin di dunia points & miles yaitu Givela (@givela) pasti paham apa yang saya maksud 😉

orang, pakaian, Wajah manusia, dalam ruangan, senyum, wanita, dinding, plafon, orang-orang
Soft product seperti hospitality dari cabin crew Garuda Indonesia tidak perlu diragukan lagi kualitasnya

Sayangnya, hard product dari Garuda Indonesia sangat jauh dari kata ideal.

Di era di mana kabin Business Class untuk penerbangan internasional sudah memiliki konsep ‘Suite’ (baca: memiliki pintu pribadi), Garuda Indonesia masih mengoperasikan banyak armada dengan konfigurasi Business Class 2-2-2.

Tidak mengherankan jika Skytrax bilang bahwa kabin Garuda Indoneia sangat outdated.

Sekali lagi, semoga downgrade status menjadi 4-Star Airline ini bisa menjadi tamparan keras bagi pihak Garuda Indonesia untuk mau berbenah dengan serius di masa depan.

Apa pendapat Anda mengenai langkah Skytrax yang menurunkan peringkat Garuda Indonesia dari 5-Star Airline mejadi 4-Sta Airline?

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.