Ketika saya mengecek website Visaforchina yang merupakan situs resmi kedutaan China untuk calon traveler yang akan berkunjung ke negeri Tirai Bambu, saya cukup terkejut ketika mereka justru merekomendasikan untuk berkunjung menggunakan bebas visa transit 240 jam.
Spesifiknya adalah sebagai berikut:
Rekomendasi
“Disarankan bagi para pemohon untuk mengajukan aplikasi visa online setidaknya 30 hari sebelum tanggal perjalanan Anda.
Jika keberangkatan Anda ke Tiongkok kurang dari 15 hari, disarankan bagi yang memenuhi syarat untuk menggunakan Kebijakan Bebas Visa Transit 240 Jam agar tidak menunda perjalanan Anda.“
Saya tidak ingat kapan rekomendasi ini muncul tapi seingat saya sebelum libur lebaran rekomendasi ini belum/tidak ada (mohon koreksi saya jika salah). Apakah rekomendasi ini muncul dari banyaknya komplain dan drama visa Tiongkok (China) menjelang libur lebaran 2026 lalu? Bisa jadi.
Kebetulan sepupu saya hampir menjadi salah satu korban keleletan pengajuan visa China ini dan beliau hanya baru mendapatkannya 2 hari kerja sebelum keberangkatannya. Talk about a close call.

Mengingat biaya pembuatan visa turis China tidak kecil terutama jika Anda mengambil layanan express, tentu kita di PinterPoin akan merekomendasikan Anda untuk berkunjung ke China menggunakan visa transit 240 jam saja 🙂 Kecuali jika Anda berencana berkunjung lebih dari 10 (sepuluh) hari.
Jika Anda penasan, berikut adalah biaya visa kunjungan ke China efektif 1 April 2026 lalu dan harga ini akan berlaku hingga 30 Juni 2026 mendatang:
Bisa Anda ketahui dari tabel dia atas bahwa biaya mengajukan visa China ini bisa dengan mudah mencapai hampir 1,7 juta Rupiah jika Anda menggunakan layanan ‘Express Level 1’ dan itu belum termasuk jasa tour & travel jika Anda tidak mengajukannya sendiri.
Intinya, dalam kondisi yang mendesak, mengeluarkan biaya 2 juta Rupiah per orang untuk single entry ke China tidaklah mustahil. Hanya saja, biaya ini bisa ditekan menjadi 0 jika Anda menggunakan transit visa 240 jam alih-alih mengajukan single entry visa.
Baca juga: Pengalaman Memperoleh Visa Transit China 240 Jam
Baca juga: Booked – Liburan ke China (Lagi) Menggunakan Visa Transit 240 Jam
Penutup
Berkunjung ke negara Asia Timur seperti Jepang, China, dan soon… Korea Selatan tanpa visa turis bukan lagi sekedar angan-angan.
Saya melihat China sendiri sangat suportif terhadap kebijakan bebas visa 240 jam ini terbukti dari rekomendasi yang diberikan oleh mereka untuk para pelancong yang memiliki urusan mendadak ke China ataupun mereka yang memiliki rencana berkunjung dalam waktu dekat.
Alih-alih merekomendasikan orang untuk mengambil express visa, Anda justru direkomendasikan untuk menggunakan visa transit 240 jam jika penerbangannya memang eligible.
Saya sendiri sangat termotivasi untuk berkunjung ke China sejak adanya kebijakan bebas visa transit 240 jam ini pun begitu sebagian besar traveler asal Indonesia yang pada libur lebaran lalu Instagram feed maupun Instagram story mereka penuh dengan kisah mereka di China.
Memang betul masih banyak juga traveler yang berkunjung ke Jepang, Korea Selatan, Eropa, dan Amerika Serikat namun satu hal yang pasti pertumbuhan traveler yang berkunjung ke Tiongkok bisa dikatakan paling pesat dibandingkan dengan destinasi-destinasi tersebut.
Sampai sampai terdengar selentingan “Wah, lebaran ini The Bund (Shanghai) isinya orang Indo semua, gila”. Saya tidak terkejut 😀
Apa pendapat Anda mengenai rekomendasi menggunakan visa transit 240 jam ke China ini?
P.s: Penggunaan visa transit 240 jam ke China juga secara pribadi saya rekomendasikan untuk mengasah kemampuan travel planning Anda menggunakan points & miles seperti yang sudah saya lakukan.


Saya termasuk yang mengecek web visa Cina ini sebelum bepergian lebaran kemarin karena sedikit ragu dengan ‘kelancaran’ itinerary saya sekeluarga. Saat mengeceknya, saya sudah melihat pengumuman tersebut, kurang lebih minggu pertama Maret 2026 lalu. Saat itu sudah ada kebijakan zonasi visa Cina.
Rute saya (semua redeem KF, AM, dan GM):
1. CGK – SIN – BKK return (TR)
2. BKK – HKG – PEK (CX)
3. TSN – KMG (MU)
4. KMG – BKK (MU)
5. Kembali CGK dengan tiket no. 1
Waktu itu saya khawatir terkendala saat check-in CX di BKK, sehingga mempertimbangkan membuat visa. Namun, pengumuman yang meng-encourage untuk pakai TWOV justru menambah optimisme saya untuk TWOV saja. Untuk mengobati kekhawatiran saya saat check-in CX di BKK, saya juga pegang tiket kereta Mohan – Luang Prabang.
Happy ending deh akhirnya.
Saya sudah coba kemarin ke Guangzhou akhir Desember (pas liburan natal), berangkat dengan AirAsia transit KL, sampai di Guangzhou tengah malem, imigrasi Baiyun gercep bikin antrian terpisah untuk verifikasi visa transit ini (karena counter nya udah tutup), kepulangan direct dengan China Southern Airlines. Notifikasi itu udah ada pada saat saya cek di webnya di akhir Des 2025. Semoga lancar perjalanannya ya ko.