Red-Eye Flight
Red-Eye Flight is an overnight flight that departs late at night and arrives early the next morning, allowing passengers to maximize their daytime hours by traveling while they sleep.
The name comes from the expected effect on your eyes due to a lack of sleep, which can lead to fatigue and redness. These flights are often used for long-distance travel, as they help bridge large time zone differences and reduce the need for the following day to be lost to travel.
Apakah Anda pernah terbang di Red-Eye Flight? Sebuah penerbangan yang berangkat pada malam hari dan tiba di destinasi pada pagi/siang hari keesokan harinya.
Penerbangan tersebut seringkali tidak nyaman terutama di kelas ekonomi karena mungkin Anda tidak terbiasa tidur dengan posisi duduk dan/atau merasa bahwa kabin pesawat terlalu kering atau ramai atau Anda simply tidak nyaman saja.
Kebetulan saya terbang penerbangan tersebut beberapa saat yang lalu dalam rangka mencoba berkunjung ke China tanpa visa kunjungan dengan maskapai Garuda Indonesia di kelas bisnis.
Seperti yang Anda lihat pada gambar di atas, penerbangan ini berangkat hampir pada pukul 12 malam dari Jakarta dan tiba pada pukul 7 pagi di Shanghai dengan durasi penerbangan 6 jam 20 menit.
Saya hanya ingin berbagi cerita saja bagaimana saya membuat diri saya lebih nyaman di penerbangan ini dan mendapat tidur yang cukup layak.
Berikut sedikit tips dari saya bertahan hidup di Red-Eye Flight yang berkisar antara 6 – 10 jam:
1. Minta Breakfast Saat Light Snacks
Ini tips yang sangat manjur dari saya.
Seringkali penerbangan overnight seperti pada penerbangan Garuda Indonesia saya ke Shanghai maupun penerbangan yang berangkat pada malam hari dan tiba di pagi hari memiliki 2 (dua) in-flight meal session:
- Light snack sesaat setelah pesawat lepas landas
- Makan pagi (breakfast) sekitar 1 – 2 jam sebelum pesawat mendarat
Tahukah Anda bahwa dalam banyak kasus, Anda tidak dilarang untuk meminta jatah breakfast ketika sesi light snack disajikan sehingga Anda bisa bersantap hingga kenyang dan tidur lebih lama..
Saya akan beri contoh 2 skenario nyata yang terjadi di penerbangan Jakarta (CGK) – Shanghai (PVG) saya:
Penumpang 1 (Sebut saja Bapak Andi)
00.30 ~ 01.00 = Menikmati light snacks
01.00 ~ 03.30 = Tidur karena lights off di kabin
03.30 ~ 04.30 = Dibangunkan karena ditawari breakfast dan menyantap breakfast
04.30 ~ tiba = Kembali tidur sebelum dibangunkan sesaat sebelum landing
Penumpang 2 (Bapak Edwin Santoso dari PinterPoin)
00.30 ~ 01.15 = Menikmati light snacks dan breakfast berupa nasi kuning
01.15~ 06.30 = Tidur karena lights off di kabin dan memasang sleep mask agar tetap tidur meski lampu kabin menyala
06.30 ~ tiba = Dibangunkan karena pesawat segera landing

Menurut Anda mana yang lebih nyaman penerbangannya? Bapak Andi atau Bapak Edwin?
Saya yakin sebagian besar dari Anda akan menjawab Bapak Edwin dikarenakan undisturbed sleep selama beberapa jam di pesawat itu lebih baik dibandingkan dengan tidur – bangun – tidur – bangun yang bisa membuat mood Anda tidak enak dan kehilangan selera bersantap.
Oleh karena itu, dalam setiap kesempatan… pada Red-Eye Flight saya selalu meminta breakfast saya di malam hari sesaat setelah pesawat lepas landas dan karena saya tidak bisa tidur dengan perut kosong 😀
Sejauh ini, saya sudah mencoba di 3 (tiga) maskapai yaitu Garuda Indonesia, ANA, dan JAL dan ketiganya tidak masalah jika saya meminta breakfast saya disajikan pada sesi light snack.
Percayalah, tips ini bisa membuat tidur Anda cukup nyenyak dan bangun dengan badan yang lebih segar.
2. Minum yang Cukup Sebelum Tidur
Mungkin ini tidak berlaku bagi sebagian orang tetapi saya akan menyarankan Anda untuk minum yang cukup sebelum tidur agar menghindari risiko dehidrasi di malam hari dan terbangun karena mencari air minum.
Kondisi kabin pesawat sendiri ketika terbang cenderung lebih kering dan Anda akan lebih mudah haus di penerbangan dan oleh karena itu Anda harus memastikan bahwa diri Anda terdehidrasi dengan baik
Tentunya minum yang berlebih juga kurang disarankan karena Anda akan sering bolak-balik lavatory pesawat sehingga menganggu kualitas tidur Anda.
Saya menyarankan Anda untuk minum air putih secukupnya sebelum tidur tetapi jika alkohol memang membuat Anda lebih cepat mengantuk (seperti saya), maka alkohol juga bisa menjadi pilihan minuman sebelum tidur tapi sekali lagi… jangan minum terlalu banyak.
3. Early Check-in Hotel? Sangat Membantu
Mungkin ini sedikit out of topic tetapi seenak-enaknya tidur Anda di pesawat, akan tetap lebih enak untuk tidur di ranjang yang layak di hotel 😉
Oleh karena itu, terutama apabila pesawat Anda landing di pagi hari, saya sangat menyarankan Anda untuk menginformasikan kepada pihak hotel sehari atau dua hari sebelum kedatangan bahwa Anda akan tiba lebih awal dan menanyakan apakah bisa meminta early check-in setibanya di hotel.
Biasanya benefit ini akan diprioritaskan untuk orang yang memiliki status elit di hotel chain tersebut sehingga secara tidak langsung, dengan memiliki status elit hotel Anda bisa mengurangi dampak sleep deprivation dari Red-Eye Flight.
Baca juga: Tips – Menghindari Identity Theft di Kartu Kredit Melalui Identity Monitoring
Baca juga: Tips – Kebijakan Reschedule & Refund Dari Tiket Menggunakan Miles
Penutup
Penerbangan Red-Eye Flight mungkin pernah dialami oleh sebagian besar orang termasuk saya dan memang mungkin tidak terlalu nyaman dibandingkan dengan penerbangan non Red-Eye Flight.
Berdasarkan pengalaman, saya bisa sharing sedikit tips ketika menghadapi Red-Eye Flight seperti memesan breakfast ketika hidangan light snacks disajikan dan juga memastikan diri Anda terdehidrasi sebelum tidur.
Hanya saja, di penghujung hari, terbang di kabin kelas bisnis atau first akan sangat berpengaruh juga terhadap kualitas tidur Anda karena space yang lebih besar dan juga kondisi kabin yang cenderung lebih tenang dan eksklusif.
You know what to do 😉
Wah ini super relate and great tips bgt ko haha..
Betul saya istri bulan lalu flight to china dgn biz garuda di flight yg sama midnight itu… meski bisa tidur flat bed, namun tidur2 ayam yg cuman 2-3 jam memang tidak bisa membuat kita full energy di keesokan harinya.. alhasil pagi check in di hotel, jalan bentar sampe siang udah tepar butuh tidur siang wkwk
Thanks for the tips koo, mantap!!
Nextnya breakfast ditarik aja ke awal ya pasca take off agar tidurnya panjang… notedd
Josh,
Betul sekali kalau kurang tidur saya juga cranky dan kurang energi rasanya, oleh karena itu tidur yang cukup dan panjang itu krusial.
Kalau saya kebalikan, saya langsung info ke pramugari kalau saya minta tidak diganggu (dan pasang lampu DnD) dan minta jatah makan di sesi akhir sebelum landing. Soalnya buat saya, makan tepat sebelum tidur itu gak enak.
Sekalian utk freshen up, rapiin muka & makeup tipis2 sambil nunggu landing 🙂
Chloe,
Nah ini juga bisa. Tapi kalau saya sih mending dinner kenyang daripada bangun di saat matahari bahkan belum terbit.
Koh Edwin, next cara survive di Flight lebih dari 12 jam dan Timezone yang jauh (Contoh SIN – EWR / LAX / JFK / SFO)
Rene,
Solusi terbaik = jangan terbang ekonomi.
Saya pernah terbang ke EWR naik bisnis sekali dan itu terasa cepaaaaat penerbangannya.